Pendahuluan Konstruksi Kayu

  • View
    73

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pendahuluan konstruksi kayu

Text of Pendahuluan Konstruksi Kayu

LAPORAN RESPONSI KONSTRUKSI KAYU

Disusun Oleh :Kelompok 1SMTS 07 A

Aep Saepuloh (10313281)Fatimah (13313306)M. Iqbal Rachmansyah (15313195)Prieta Firdayani Mulyono (16313916)Tika Kartika Aprianti (18313909)

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAANJURUSAN TEKNIK SIPILUNIVERSITAS GUNADARMADEPOK 2015

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN DESAINRESPONSI KONSTRUKSI KAYU

Disusun Sebagai Laporan Hasil Responsi Konstruksi Kayu

Disusun Oleh :Kelompok 1SMTS 07 A

Aep Saepuloh (10313281)Fatimah (13313306)M. Iqbal Rachmansyah (15313195)Prieta Firdayani Mulyono (16313916)Tika Kartika Aprianti (18313909)

Telah disetujui oleh:

Tri Handayani, ST., MT.Dosen PembimbingDepok, April 2015KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Responsi Konstruksi Kayu ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Laporan ini disusun untuk memberikan langkah-langkah secara rinci dalam perencanaan konstruksi kayu, dimana konstruksi kayu yang diimplementasikan dikhususkan dalam bentuk kuda-kuda..Pembuatan Laporan Responsi Konstruksi Kayu ini tentunya tidak mungkin dapat terselesaikan tanpa bantuan berbagai pihak, oleh karena itu Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga Laporan ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya, terutama kepada Tri Handayani, ST., MT. selaku Dosen Mata Kuliah Konstruksi Kayu dan Dosen Pembimbing Responsi Konstruksi Kayu.Penulis menyadari bahwa laporan desain ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan desain ini dapat memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Depok, April 2015

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDULiLEMBAR PENGESAHANiiKATA PENGANTARiiiDAFTAR ISI ivDAFTAR GAMBAR viiDAFTAR TABEL viiiDAFTAR NOTASI ix

BAB 1MERENCANAKAN LETAK DAN UKURAN PENAMPANG GORDING 1.1 Menentukan Panjang Masing-Masing Batang Kuda-Kuda 11.2 Gaya-Gaya Pada Gording 31.2.1 Beban Mati 31.2.2 Beban Angin 31.2.3 Beban Hidup 41.2.4 Beban Hujan 41.3 Perhitungan Momen 51.3.1 Beban Mati 51.3.2 Beban Hidup 61.3.3 Beban Angin 81.3.4 Beban Hujan 91.3.5 Beban Keseluruhan 101.4 Dimensi Gording 111.5 Penentuan Dimensi Gording Dengan Metode Trial and Error 131.5.1Untuk Ukuran Penampang 6/15 131.5.2Untuk Ukuran Penampang 8/12 171.5.3Untuk Ukuran Penampang 8/15 211.6Kesimpulan 25

BAB 2MERENCANAKAN BEBAN YANG BEKERJA PADA KAP BEBAN-BEBAN YANG BEKERJA 2.1 Beban Mati 272.1.1 Berat Sendiri Kuda-Kuda 272.1.2 Berat Penutup Atap 292.1.3 Beban Gording 302.1.4 Berat Langit-Langit dan Penggantung 312.2 Beban Hidup 312.2.1 Beban Hidup Akibat Air Hujan 312.2.2 Beban Pekerja dan Peralatannya 322.3 Beban Angin 332.3.1 Beban Angin Kiri 332.3.2 Beban Angin Kanan 342.4 Kesimpulan 36

BAB 3MENENTUKAN DAN MENGHITUNG GAYA-GAYA BATANG MAKSIMUM AKIBAT BEBAN-BEBAN3.1 Kombinasi Pembebanan 1 (1,4D) 383.2 Kombinasi Pembebanan 2 (1,2D + 1,6L + 0,8Wkiri) 403.3 Kombinasi Pembebanan 3 (1,2D + 1,6L + 0,8Wkanan) 433.4 Kombinasi Pembebanan 4 (1,2D + 1,6L + 0,5H) 46 3.5Kesimpulan 49BAB 4MENGHITUNG KONTROL DIMENSI BATANG 4.1 Kontrol Dimensi Batang 8/15 504.1.1 Perencanaan Batang A1 504.1.2 Perencanaan Batang A2 524.1.3 Perencanaan Batang A3 544.1.4 Perencanaan Batang A4 554.2 Merencanakan Batang Diagonal D1 dan D2 574.2.1 Perencanaan Batang D1 574.2.2 Perencanaan Batang D2 594.3 Merencanakan Batang B1 dan B2 614.3.1 Perencanaan Batang B1 614.3.2 Perencanaan Batang B2 624.4 Merencanakan Batang Tegak T1 624.5 Kesimpulan 63

BAB 5PERENCANAAN SAMBUNGAN 5.1 Perencanaan Sambungan Memanjang 645.1.1Perencanaan Sambungan Memanjang Pada Titik B1dan B2 645.1.2Perencanaan Sambungan Memanjang Batang AE dan Batang EC 695.2 Perencanaan Sambungan Bersudut Menggunakan Paku 695.3 Perencanaan Sambungan Bersudut Menggunakan Takikan 755.4 Kesimpulan 76

BAB 6MENGGAMBARKAN DETAIL-DETAIL HUBUNGAN DAN SAMBUNGANStruktur Kuda-Kuda77Detail Simpul A78Detail Simpul B79Detail Simpul C80Detail Simpul D 81Detail Simpul E82Detail Simpul F83Detail Sambungan Memanjang Batang (B1/B2)84Detail Sambungan Memanjang Batang (A-E/E-C)85 DAFTAR PUSTAKA xviiiLAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1Gambar Struktur 1Gambar 1.2Letak Penampang Gording 2Gambar 1.3Beban Mati Pada Gording 5Gambar 1.4Beban Hidup Pada Gording 6Gambar 2.1Struktur Kuda-kuda Beban Mati 27Gambar 3.1Kombinasi Pembebanan (1,4D) 38Gambar 3.2Kombinasi Pembebanan (1,2D + 1,6La+ 0,8Wkiri)40Gambar 3.3Kombinasi Pembebanan (1,2D + 1,6La + 0,8Wkanan)43Gambar 3.4Kombinasi Pembebanan (1,2D + 1,6La + 0,5H) 46Gambar 4.1Kontrol Dimensi Batang 50Gambar 5.1Rencana Sambungan Kayu 64Gambar 5.2Sambungan Memanjang B1 dan B2 68Gambar 5.3Potongan Titik Buhul B dan F 69Gambar 5.4Sambungan Memanjang Batang AE dan EC 69Gambar 5.5Sambungan Titik Buhul A 73Gambar 5.6Sambungan Titik Buhul B 73Gambar 5.7Sambungan Titik Buhul C 74Gambar 5.8 Sambungan Titik Buhul D 75Gambar 5.9Sambungan Titik Buhul E 75

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1Berat Sendiri Kuda-Kuda 29Tabel 2.2Berat Penutup Atap 30Tabel 2.3Beban Gording 30Tabel 2.4Berat Langit-Langit dan Penggantung 31Tabel 2.5Beban Hidup Akibat Air Hujan32Tabel 2.6Beban Pekerja dan Peralatan 32Tabel 2.7Beban Angin Kiri34Tabel 2.8Beban Angin Kanan 35Tabel 2.9 Beban Seluruhnya 36Tabel 3.1Gaya-Gaya Yang Bekerja Pada Tiap Batang 48Tabel 4.1Kontrol Dimensi Batang 50Tabel 4.2Gaya Seluruhnya 63Tabel 5.1Spesifikasi Paku Sambungan B1 dan B2 64Tabel 5.2Tahanan Lateral Acuan Pada Sambungan B1 dan B2 67Tabel 5.3 Spesifikasi Paku Pada Sambungan Bersudut di Titik Buhul A, B dan C 69Tabel 5.4Tahanan Lateral Acuan Pada Titik Buhul A, B dan C 72Tabel 5.5Rekapitulasi Sambungan 76

DAFTAR NOTASI

KUAT ACUANEwadalah Modulus elastisitas lentur, MPaFbadalah kuat lentur, MPaFcadalah kuat tekan sejajatr serat, MPaFcadalah kuat tekan tegak lurus serat, MPaFtadalah kuat tarik sejajar serat, MPaFtadalah kuat tarik tegak lurus serat, MPaFvadalah kuat geser, MPaGadalah berat jenis kayumadalah kadar air, %adalah kerapatan kayu dalam kondisi basah, kg/m3

KETENTUAN UMUMDadalah beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanen, termasuk dinding, lantai, atap, plafon, partisi tetap, tangga, dan peralatan layan tetap.Eadalah beban gempa, yang ditentukan menurut SNI 03-1726-1989 atau penggantinya.Ladalah beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaan gedung termasuk pengaruh kejut tetapi tidak termasuk beban lingkungan seperti angin, hujan, dan lain-lain.Hadalah beban hujan, tidak temasuk yang diakibatkan oleh genangan air.Laadalah beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja, peralatan dan material atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda bergerak.Wadalah beban angin.

SYARAT-SYARAT PERENCANAANCcadalah faktor kelengkungan kayu laminasi struktural, untuk memperhitungkan pengaruh kelengkugan terhadap tahanan lentur.Ccsadalah faktor penampang kritis untuk pancang kayu bulatCdiadalah faktor diafragma, untuk memperhitungkan peningkatan tahanan paku-paku yang digunakan pada struktur diafragma sesuai dengan butir 12Cdadalah faktor penetrasi untuk memperhitungkan reduksi penetrasi alat pengencang sesuai dengan butir 10.Cegadalah faktor serat ujung untuk memperhitungkan reduksi tahanan alat pengencang yang dipasang pada serat ujung dengan butir 10.Cfuadalah faktor penggunaan datar untuk memperhitungkan peningkatan tahanan lentur komponen struktur kayu yang digunakan secara datar.Cgadalah faktor aksi kelempok untuk memperhitungkan pembebanan yang tidak merata dari baris alat pengencang majemuk sesuai dengan butir 10.CGadalah faktor mutu untuk panel dengan sifat fisik yang berbeda dari mutu acuan yang digunakan untuk menetapkan nilai tahanannya. Faktor mutu ini juga berlaku untuk panel dengan susunan lapis yang nilai tahanannya tidak tercatat.CHadalah faktor tegangan geser untuk memperhitungkan peningkatan tahanan geser pada komponen struktur kayu dengan sedikit cacat kayu.Ciadalah faktor-faktor koreksi.CIadalah faktor interaksi tegangan untuk memperhitungkan peningkatan tegangan pada permukaan yang diiris mmiring dari kayu laminasi struktural.CMadalah faktor layan basah untuk memperhitungkan kadar air masa layan yang lebih tinggi daripada 19% untuk kayu massif dan 16% untuk produk kayu yang dilem.Cnadalah faktor tahan api untuk memperhitungkan pengaruh perlakuan tahan api terhadap produk-produk kayu dan sambungan. Nilai faktor koreksi ditetapkan berdasarkan spesifikasi pemasok ketentuan atau standar yang berlaku.Ctadalah faktor temperatur untuk memperhitungkan temperature layan lebih tinggi daripada 38oC secara berkelanjutan.Cptadalah faktor pengawetan kayu untuk memperhitungkan pengaruh pengawetan terhadap produk-produk kayu dan sambungan. Nilai faktor koreksi ditetapkan berdasarkan spesifikasi pemasok ketentuan atau standar yang berlaku.Cstadalah faktor pelat baja sisi untuk sambungan geser dengan peat baja sisi berukuran 100mm sesuai dengan butir 10.Ctnadalah faktor paku miring untuk sambungan paku sesuai dengan butir 10.CTadalah faktor kekakuan tekuk untuk memperhitungkan peningkatan rangka batang kayu berpenutup.CVadalah faktor pengaruh volume kayu laminasi struktural yang dibebani tegak lurus sisi lebar lapis untuk memperhitungkan pengaruh volume komponen struktur terhadap tahanan lentur. Cwadalah faktor lebar untuk memperhitungkan peningkatan tahanan panel pada komponen struktur dengan lebar yang kecil.Cspadalah faktor pancang tunggal untuk pancangkayu bulat.Cuadalah faktor koreksi untuk pancang kayu bulat yang tidak diberi perlakuan khusus.Cadalah faktor geometri untuk memperhitungkan geometri sambungan yang tidak lazim sesuai dengan butir 10.Radalah tahanan koreksi.Radalah tahanan acuan.

KOMPONEN STRUKT