10
Pencegahan Tromboemboli Vena pada Pasien Strok Hemoragik Farrukh S. Chaudhry, MD, 1 Michael J. Schneck, MD, 1 Sarkis Morales-Vidal, MD, 1 Furqan Javaid, MBBS, 1 and Sean Ruland, DO 1 1 Loyola University Medical Center, Stritch School of Medicine, Maywood, Illinois Trombosis vena dalam (TVD) dan emboli paru (EP) adalah bagian dari spektrum tromboemboli vena (TEV). Ini adalah salah satu komplikasi medis yang paling sering pada pasien strok hemoragik. Risiko VTE bahkan lebih tinggi setelah strok hemoragik. Artikel ini menjelaskan berbagai metode skrining, teknik diagnostik, farmakologi dan cara non-farmakologis mencegah TEV setelah strok hemoragik. Kata kunci: pencegahan TVD, strok hemoragik, pencegahan EP, pencegahan TEV. Trombosis vena dalam (TVD) dan emboli paru (Ep) adalah bagian dari spektrum tromboemboli vena (TEV) yang merupakan salah satu kondisi umum yang memerlukan perawatan opname di rumah sakit. Hal ini diperkirakan mempengaruhi 300000 hingga 900000 orang per tahun di Amerika Serikat. 1-3 Pada orang berusia 80 tahun atau lebih tua, insiden mencapai hampir 1 per 100 orang per tahun.1 Ep adalah kondisi fatal Yang menyebabkan kematian sekitar 60000 100000 orang per tahun di Amerika Serikat. 4 Sekitar seperempat dari kasus ini datang dengan kematian secara tiba-tiba . Secara keseluruhan, sepertiga dari pasien yang terkena TEV akan memiliki episode berulang dalam 10 tahun berikutnya. 3 Setelah stroke, TEV adalah salah satu komplikasi medis paling sering yang mempengaruhi hampir 63% dari kecacatan bagi penderita stroke akut dalam 21 hari setelah stroke. 5 Tingkat terjadinya TVD atau EP atau sebagai gabungan TEV bahkan lebih tinggi setelah strok hemoragik, yang dianggap sebagai faktor risiko independen untuk TEV. 6,7 Selain itu, manajemen dan pencegahan TEV setelah strok hemoragik manjadi mencabar akibat dari terapi antikoagulan farmakologis yang diandalkan sebagai terapi pencegahan dan pengobatan kepada TEV dapat berkontribusi terhadap komplikasi perdarahan yang lebih lanjut. Dalam artikel ini menjelaskan berbagai metode skrining untuk mendiagnosis TEV, pengobatan farmakologis dan pilihan

Pencegahan Tromboemboli Vena Pada Pasien Strok Hemoragik

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pencegahan Tromboemboli Vena Pada Pasien Strok Hemoragik

Citation preview

Pencegahan Tromboemboli Vena pada Pasien Strok HemoragikFarrukh S. Chaudhry, MD,1 Michael J. Schneck, MD,1 SarkisMorales-Vidal, MD,1 Furqan Javaid, MBBS,1 and Sean Ruland, DO1

1Loyola University Medical Center, Stritch School of Medicine, Maywood, IllinoisTrombosis vena dalam (TVD) dan emboli paru (EP) adalah bagian dari spektrum tromboemboli vena (TEV). Ini adalah salah satu komplikasi medis yang paling sering pada pasien strok hemoragik. Risiko VTE bahkan lebih tinggi setelah strok hemoragik. Artikel ini menjelaskan berbagai metode skrining, teknik diagnostik, farmakologi dan cara non-farmakologis mencegah TEV setelah strok hemoragik. Kata kunci: pencegahan TVD, strok hemoragik, pencegahan EP, pencegahan TEV.Trombosis vena dalam (TVD) dan emboli paru (Ep) adalah bagian dari spektrum tromboemboli vena (TEV) yang merupakan salah satu kondisi umum yang memerlukan perawatan opname di rumah sakit. Hal ini diperkirakan mempengaruhi 300000 hingga 900000 orang per tahun di Amerika Serikat.1-3 Pada orang berusia 80 tahun atau lebih tua, insiden mencapai hampir 1 per 100 orang per tahun.1 Ep adalah kondisi fatal Yang menyebabkan kematian sekitar 60000 100000 orang per tahun di Amerika Serikat.4 Sekitar seperempat dari kasus ini datang dengan kematian secara tiba-tiba . Secara keseluruhan, sepertiga dari pasien yang terkena TEV akan memiliki episode berulang dalam 10 tahun berikutnya.3Setelah stroke, TEV adalah salah satu komplikasi medis paling sering yang mempengaruhi hampir 63% dari kecacatan bagi penderita stroke akut dalam 21 hari setelah stroke.5 Tingkat terjadinya TVD atau EP atau sebagai gabungan TEV bahkan lebih tinggi setelah strok hemoragik, yang dianggap sebagai faktor risiko independen untuk TEV.6,7 Selain itu, manajemen dan pencegahan TEV setelah strok hemoragik manjadi mencabar akibat dari terapi antikoagulan farmakologis yang diandalkan sebagai terapi pencegahan dan pengobatan kepada TEV dapat berkontribusi terhadap komplikasi perdarahan yang lebih lanjut. Dalam artikel ini menjelaskan berbagai metode skrining untuk mendiagnosis TEV, pengobatan farmakologis dan pilihan nonfarmakologis untuk pencegahan VTE dan pengobatan setelah strok hemoragik.Identifikasi Awal dan Diagnosis TEVTanda-tanda klinis dan gejala VTD termasuklah bengkak ekstremitas, pitting edema, nyeri tekan lokal, dan / atau adanya vena superficial kolateral.8 Jika gejala-gejala tersebut ada, maka skor Wells DVT (Tabel 1) 9 Mei bisa digunakan untuk menghitung probabilitas pre tes TVD.Jika skor menunjukkan probabilitas pre tes rendah, pengujian awal pilihan adalah tes D-dimer atau kompresi USG dari vena proksimal.10-12 Jika probabilitas pre tes Sedang bisa dievaluasi dengan D-dimer yang sangat sensitif, kompresi USG proksimal, USG seluruh kak,dan / atau venografi.12 Dengan probabilitas pretes tinggi, kompresi USG proksimal, USG seluruh kaki atau venography harus dijalankan.12 Ini perlu dicatat bahwa meskipun strok hemoragik telah terbukti menjadi faktor risiko independen untuk TEV, skor Wells tidak termasuk dalam risiko hazard. Elevasi transien D-dimer sering terlihat pada strok akut. Meskipun Harvey et al13 menunjukkan elevasi D-dimer > 1092 ng / mL memiliki Sensitivitas 100% dan 66% spesifik 25 hari setelah stroke, tantangan tetap ada dalam menjadikan utilitas D-dimer sebagai alat skrining untuk TVD pada pasien risiko rendah atau sedang dalam beberapa hari petama setelah strok.14 Bagi pasien yang di opname, termasuklah pasien dengan strok iskemik dan hemoragik, tes D-dimer tidak di indikasikan secara klinikal.

Tabel 1. Skor TVD WellsGejala klinikSkor

Kanker aktif1

Paralisis,parese atau immobilisasi tungkai bawah1

Nyeri tekan terlokalisir di sepanjang distribusi vena profunda 1

Tirah baring selama 3 hari/operasi major dalam masa 4 minggu1

Keseluruhan kaki membengkak1

Pembengkakan tumit unilateral >3cm (dibawah tuberosity tibia)1

Unilateral pitting edema1

Kolateral vena superficial1

Alternatif diagnosis ke arah TVD-2

NB: Interpretasi skor Probabilitas terhadap DVT): Resiko tinggi (75%) : 3Moderate risk (17%) :1-2

Tanda dan gejala bagi edema paru adalah sesak, takikardia (nadi>99kali/menit), takipneu (pernafasan >20kali/menit), hipoksia(nilai pulse oksimetri kurang dari 95%), hemoptisis dan/ atau nyeri dada pleuritik.8 Tanda dan gejala ini bisa transient dan bisa terjadi tanpa gejala-gejala dari TVD. Seorang pasien yang secara klinikalnya tidak stabil bisa diakibatkan oleh edema paru dan memerlukanstabilisasi yang utamasebelumtes diagnostik dilakukan. Bagi pasien yang secara klinisnyastabil, dengansalah satuataukombinasidari gejalaini,modifikasi dariSkor Wells(Tabel2) 15 dapatdigunakanuntukmenghitungkemungkinan dari pre tes EP.8Apabila denganprobabilitas pretes hasilnya adalah tinggi,CTangiogram dadaadalahmetodeyangcepatdanpilihan utamayang digunakan untuk menentukan diagnosis.16Selain itu ventilasi paru terhadap scan perfusis (scanV/Q)dapat digunakanjika terdapat kontraindikasiuntukkontras beriodine.16Dengan probabilitaspretes yang rendah, EP menyingkirkan kriteria17(PERC). (Tabel3)dapatdigunakansebagai panduan manajemen; Namun,tidak adabukti yang cukupuntuk mendukung penggunaan PERCdalam menentukan kegunaan klinisnya.18

Table 2. Skor Emboli Paru WellsGejala klinisSkor

Gejalaklinis TVD3

Diagnosislain yang kurang memungkinkan3

Denyut jantung >100kali per menit1.5

Imobilisasiatauoperasidalammasa 4minggu

1.5

Riwayat TVD sebelumnya 1.5

Hemoptisis1

Keganasan1

NB : Interpretasi skor :Resiko tinggi(78,4%) :>6 Resiko Moderat (27.8%) : 2-6 Resiko rendah (3,4%) :