Pencegahan Infeksi

  • Published on
    05-Dec-2014

  • View
    148

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<p>Pencegahan Infeksi</p> <p>By : Friska Junita, SST</p> <p>Tujuan1. Mencegah terjadinya infeksi 2. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial yang terus meningkat (Alvarado 2000) 3. Pencapaian Visi Indonesia 2015 4. Menurunkan kematian Ibu dan Bayi</p> <p>Prinsip Dasar Pencegahan Infeksi1. Setiap orang dianggap dapat menularkan penyakit 2. Setiap orang dianggap beresiko terkena infeksi 3. Permukaan tempat pemeriksaan, peralatan dan benda lain yang telah terkontaminasi 4. Risiko infeksi tidak bisa dihilangkan secara total, tapi dapat dikurangi sekecil mungkin</p> <p>Pedoman Pencegahan Infeksi1. Penghalang antara mikroorganisme dan individu (Pasien atau petugas kesehatan), meliputi : a. Pencucian tangan b. Penggunaan APD c. Penggunaan cairan antiseptik untuk membersihkan luka pada kulit d. Pemrosesaaan alat bekas (Dekontaminasi, cuci bilas serta desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi) e. Penanganan limbah atau pembuangan sampah f. Pengelolaan Linen</p> <p>Mata Rantai InfeksiMata Rantai Infeksi terdiri atas 6 Unsur : 1. Agen Penginfeksi Sesuatu yang dapat menyebabkan penyakit infeksi 2. Tempat Penyimpanan (Reservoir / sumber ) Tempat agen penginfeksi dapat hidup, tumbuh dan berkembang biak. Meliputi : - Pasien itu sendiri : Kulit - Aliran darah - Petugas kesehatan - Peralatan Medis - Hewan (DBD)</p> <p>3. Pintu Keluar Tempat Agen meninggalkan reservoir, cth: Saluran pernafasan, pencernaan, darah, kulit. 4. Cara Penularan (Modus Transmisi) Mekanisme perpindahan agen penginfeksi dari reservoir ke orang yang rentan, melalui kontak, percikan udara, darah, binatang. 5. Pintu Masuk (Portal of Entry) Tempat agen infeksi memasuki Host. Cth : Sal. Pernafasan, pencernaan 6. Penjamu (Host) yang rentan Orang yang tidak memiliki daya tahan yang cukup untuk melawan agen penginfeksi dan mencegah infeksi.</p> <p>Faktor yang mempengaruhi Proses Infeksi Sumber Penyakit : Infeksi berjalan cepat atau lambat Kuman penyebab Cara Penularan : Kontak langsung, melalui makanan atau udara Cara Masuknya kuman : Melalui saluran pencernaan, pernafasan, kulit, dll. Daya Tahan Tubuh</p> <p>Upaya memutuskan Mata Rantai Infeksi : Meningkatkan daya tahan tubuh penjamu, Pola Hidup. Membuat Agen penginfeksi tidak aktif, yaitu : Dekontaminasi, pembersihan, sterilisasi. Memotong rantai penularan infeksi dengan segala tekhnik pencegahan infeksi Pemakaian antibiotic yang benar dan rasional. Perhatikan dosis, cara pemakaian, efek samping.</p> <p>Infeksi Nosokomial Adalah Infeksi yang terjadi dalam pelayanan kesehatan, berasal dari proses penyebaran di sumber pelayanan kesehatan, baik melalui pasien, petugas kesehatan, pengunjung, maupun sumber lain. Ciri ciri : Tanda - tanda klinis infeksi timbul pada masa kurang dari 2 x 24 jam sejak mulai perawatan Waktu penderita mulai dirawat di RS tidak sedang masa inkubasi, tidak ada tanda-tanda infeksi Infeksi tersebut bukan sisa dari infeksi sebelumnya</p> <p>Definisi Tindakan-tindakan Pencegahan InfeksiAsepsis Usaha yang dilakukan dalam mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh dan berpotensi untuk menimbulkan infeksi Teknik aseptik menurunkan jumlah atau menghilangkan seluruh (eradikasi) mikroorganisme pada kulit, jaringan dan instrumen/ peralatan hingga tingkat yang aman</p> <p>Antisepsis Dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit atau jaringan tubuh lainnya Dekontaminasi adalah tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa petugas kesehatan dapat menangani secara aman berbagai benda yang terkontaminasi darah dan cairan tubuh. Mencuci dan Membilas Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua cemaran darah, cairan tubuh atau benda asing (misalnya debu, kotoran) dari kulit atau instrumen/ peralatan</p> <p>Disinfeksi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua mikroorganisme penyebab penyakit yang mencemari benda-benda mati atau instrumen Disinfeksi Tingkat Tinggi (DTT) adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri dengan cara merebus atau kimiawi Sterilisasi Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit dan virus) termasuk endospora bakteri dari benda-benda mati atau instrumen</p> <p>Kebersihan Tangan Kebersihan tangan adalah Suatu prosedur tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun / antiseptic dibawah air mengalir atau dengan menggunakan handrub berbasis alcohol.</p> <p>Tujuan Mencuci Tangan Menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara Menghilangkan atau meminimalkan mikroorganisme di tangan Mencegah perpindahan mikroorganisme dari lingkungan ke pasien dan dari pasien ke tenaga kesehatan Mencegah transmisi mikroorganisme dari pasien ke pasien lain, dari petugas ke pasien, alat alat kesehatan Tindakan utama pengendalian infeksi nosokomial.</p> <p>Kepatuhan Mencuci TanganPetugas Kesehatan Patuh mencuci tangan 30% 52% 47% 38% Tidak patuh mencuci tangan</p> <p>DokterPerawat / Bidan Asisten Perawat Lain - lain</p> <p>70%48% 53% 62%</p> <p>Alasan rendahnya kepatuhan cuci tangan petugas kesehatan dengan sabun Kurangnya pengetahuan Kurangnya fasilitas cuci tangan Keadaan gawat darurat, perlu cepat Iritasi kulit Terlalu sibuk Lupa Sudah menggunakan sarung tangan Tangan tidak terlihat kotor</p> <p>Waktu Mencuci Tangan Segera setelah tiba dan sebelum meninggalkan RS Sebelum masuk dan meninggalkan ruangan pasien Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, melakukan tindakan pada pasien atau benda yang terkontaminasi cairan tubuh pasien Diantara kontak pasien satu dengan yang lain Sesudah ke kamar kecil toilet dan membersihkan sekresi hidung Bila tangan kotor Sebelum dan setelah menyiapkan dan mengkonsumsi makanan</p> <p>The Five Moments For Hand Hygience Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien Before patient contact Pemasangan Kateter, ganti balutan dan pemberian terapi injeksi Before aseptic TASK Setelah berhubungan dengan cairan tubuh pasien Setelah melakukan TTV, setelah melepas sarung tangan. Before Patient Contact. Setelah meninggalkan ruangan pasien : memegang tempat tidur, pegang file / status pasien</p> <p>Macam macam Cuci tangan Cuci tangan rutin / social Mengurangi kotoran dan flora yang ada di tangan dengan menggunakan sabun.</p> <p> Cuci tangan pembedahan Menghilangan kotoran, debu dan organism sementara, secara mekanikal dan mengurangi flora tetap selama pembedahan.</p> <p>Tipe Cuci Tangan Biasa Cuci tangan Antisepsis Cuci Bedah</p> <p>Tujuan Mengangkat melepaskan kotoran &amp; mikroorganisme sementara Untuk menghilangkan atau memusnahkan mikroorganisme sementara Untuk menghilangkan atau memusnahkan mikroorganisme sementara dan mengurangi flora residen</p> <p>Metode Sabun atau deterjen</p> <p>Sabun antimikroba Handrub berbasis alcohol 10 15 detik Sabun antimikroba, dengan menyikat atau mencapai friksi/gosokan min.120 detik atau persiapan berbasis alcohol sekurang kurangnya 120 detik</p> <p>Alat Perlindungan Diri (APD) Peralatan untuk melindungi pekerja dari kecelakaan atau penyakit yang serius di tempat kerja, akibat kontak dengan potensi bahaya kimia, radiologic, fisik, elektronik mekanik atau potensi bahaya lainnya. Tujuan Melindungi kulit dan selaput lender petugas dari risiko pajanan darah dan semua jenis cairan tubuh Mencegah kontaminasi pasien dan mengurangi penyeabaran organisme dari pasien lingkungan</p> <p>Jenis jenis Alat Pelindung Diri, antara lain: Sarung tangan Pelindung Wajah (Masker, Kaca Mata, Dll) Pelindung Kepala (Topi) Baju Pelindung (Apron) Sepatu Pelindung (Bot, Karet tertutup )</p> <p>Indikasi Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Alat pelindung diri dipakai tergantung pada jenis tindakan yang akan dilakukan Contohnya : Apabila bidan akan memasang / mengangkat inplant atau vasektomi maka bidan cukup memakai sarung tangan steril atau sarung tangan DTT Melakukan pertolongan persalinan atau tindakan bedah di kamar bedah maka bidan harus memakai semua alat pelindung diri.</p> <p>Mikroorganisme dapat ditemukan di Petugas kesehatan (Termasuk Bidan) rambut dan kulit Kepala Hidung dan mulut Tubuh dan kulit</p> <p>Mikroorgan APD yang dapat isme dapat menghambat menyebar dari Lepaskan Kap / topi kulit / rambut Batuk dan Bicara Terlepas kulit / rambut Masker Gaun Penutup</p> <p>Perlindungan ditujukan pada Pasien</p> <p>Pasien Pasien</p> <p>Tangan</p> <p>- Sarung tangan - Cuci tangan - Antiseptic tangan tanpa air</p> <p>Pasien</p> <p>Kulit pasien yang terkelupas dan selaput lender</p> <p>Sentuhan</p> <p>Sarung tangan</p> <p>Pasien dan staf</p> <p>Darah Pasien, Cipratan, kontak cairan tubuh pasien</p> <p>Sarung tangan Pelindung mata Masker, Duk Apron</p> <p>Satf</p> <p>Sentuhan, kontak</p> <p>Membersihkan dan memproses instrumen</p> <p>Pasien</p> <p>Kebetulan kontak Alas terkontaminasi dengan jarum, dan tempat sampah. scalpel yang tidak terkontaminasi</p> <p>Satf</p> <p>Sampah terinfeksi</p> <p>-Sarung tangan Staf dan rumah tangga masyarakat -Kantong Plastik</p> <p>Pasien dengan Sentuhan kulit yang diaseptik/disiap kanLingkungan klinik atau rumah sakit Sentuhan</p> <p>- Aseptik/antise Pasien ptic kulit. - Sarung tangan-Sarung tangan Staf, -Penutup wajah keluarganya -Cuci tangan dan masyarakat</p> <p>Langkah Mengenakan APD Cuci tangan Pelindung Kaki Apron / gaun pelindung Topi Masker Kaca mata atau pelindung wajah Sarung Tangan</p> <p>Langkah Melepaskan APD Sarung tangan Kaca mata / pelindung wajah Masker Topi Apron, gaun pelindung Pelindung kaki Cuci tangan</p> <p>Sarung TanganTujuan melindungi tangan dari kontak dengan darah, cairan tubuh, secret, esekreta, kulit yang tidak utuh, selaput lender pasien dan benda yang terkontaminasi. Jenis - Jenis Sarung tangan bersih : Melindungi petugas sewaktu melakukan pekerjaan rutin Sarung tangan steril : digunakan pada tindakan bedah, tindakan invasive (kateter, perawatan luka,dll) Sarung tangan rumah tangga : Membersihkan alat kesehatan, permukaan yang terkontaminasi, seperti permukaan meja kerja, dll.</p> <p>Indikasi pemakaian sarung tangan Harus dipakai pada saat melakukan tindakan yang kontak atau diperkirakan akan terjadi kontak dengan darah, cairan tubuh, secret, ekskreta, kulit yang tidak utuh, selaput lender pasien, dan benda yang terkontaminasi</p> <p>Hal yang harus diperhatikan Selalu cuci tangan pada saat sebelum dan sesudah melepas sarung tangan Gunakan dengan ukuran yang sesuai Jaga agar kuku selalu pendek Jangan menyimpan sarung tangan ditempat suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin. Gunakan sarung tangan yang berbeda untuk situasi berbeda pula</p> <p> Sarung tangan sekali pakai lebih dianjurkan, tapi jika sarananya sangat terbatas bisa digunakan berulang kali jika dilakukan dekontaminasi, cuci dan bilas, DTTdan sterilisasi. Akan tetapi, jangan diproses lebih dari tiga kali karena mungkin telah terjadi robekan / lubang yang tidak terlihat atau sarung tangan dapat robek pada saat sedang digunakan</p> <p>Pelindung WajahTujuan Melindungi selaput lendir, mulut dan Mata. Jenis Pelindung Wajah a. Masker b. Kacamata c. Visor</p> <p>Indikasi penggunaan pelindung wajah :Masker tanpa kacamata Digunakan pada saat tertentu, mis. Merawat pasien tuberkolosis, bila berada dalam jarak 1 meter dari pasien. Masker, kacamata, pelindung wajah dipakai bersaman : Bila digunakan bersamaan, maka pasang masker, kacamata dan pelindung wajah terlebih dahulu sebelum memakai baju pelindung, sarung tangan dan sebelum melakukan cuci tangan bedah. Digunakan apabila bidan / petugas kesehatan lain, seperti tindakan merawat / membersihkan luka, mengganti kateter atau dekontaminasi alat bekas pakai.</p> <p>KACAMATA GOOGLE ATAU PELINDUNG WAJAH Pasang pada wajah dan mata, serta sesuaikan agar pas. TOPI Pasang pada kepala, serta sesuaikan agar Pas dan semua rambut terbungkus.</p> <p>BAJU PELINDUNGTujuan : Melindungi baju dari bahan bahan yang infeksius Melindungi petugas dari kemungkinan genangan atau percikan darah atau cairan tubuh lain yang dapat mencemari baju atau kulit petugas kesehatan Jenis baju pelindung adalah seragam kerja, gaun / baju bedah, jas laboratorium/jas lab, celemek, apron.</p> <p>Sepatu Pelindung :Tujuan Melindungi kaki petugas dari tumpahan / percikan darah atau cairan tubuh lainnya Mencegah dari kemungkinan tusukan benda tajam atau kejatuhan alat kesehatan Jenis : Sepatu karet atau plastic yang menutupi seluruh ujung dan telapak kaki</p> <p>Pemrosesan Alat (Alat kesehatan Bebas Pakai)a. Pengertian : Proses pencegahan infeksi dasar pada alat alat kesehatan b. Langkah langkah pemrosesan alat : Tiga langkah pokok dalam pemrosesan alat dan benda dalam upaya pencegahan infeksi, yaitu : - Dekontaminasi - Pencucian dan pembilasan - Desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi</p> <p>Tujuan Pemrosesan alat : Mengurangi resiko perlukaan atau terpapar darah atau duh tubuh Membersihkan hasil akhir berkualitas tinggi (Instrument atau benda lain yang steril atau yang DTT) Memutus mata rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit Mencegah penyebaran infeksi melalui alat kesehatan, atau untuk menjamin alat tersebut dalam kondisi steril dan siap pakai.</p> <p>Apabila suatu alat medis / alat kesehatan akan dipakai ulang, teliti dahulu : Apakah alat masih bagus setelah digunakan? Apakah dapat dibersihkan? Apakah alat itu steril? Apakah efektif (biaya)? Siapa bertanggung jawab bila terjadi sesuatu? Kesalahan dalam pengelolaan alatalat medis Pembersihan tidak ade kuat pada saat pembersihan Konsentrasi larutan desinfektan tidak tepat Penyimpanan tidak benar Penyimpanan basah setelah sterilisasi</p> <p>Rendam dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit</p> <p>DEKONTAMINASI</p> <p>Gunakan deterjen dan sikat Pakai sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak terluka oleh benda tajam</p> <p>CUCI DAN BILAS</p> <p>Metode yang dipilih</p> <p>Sterilisasi</p> <p>DESINFEKSI TINGKAT TINGGI</p> <p>Metode alternatif</p> <p>OTOKLAF</p> <p>106 kPa 170 C 121 C 60 menit 30 menit jika Terbungkus 20 menit jika Tidak terbungkus</p> <p>PANAS KERING</p> <p>Rendam 10-24 jam</p> <p>KIMIAWI REBUS/KUKUSPanci tertutup 20 menit</p> <p>KIMIAWIRendam 20 menit</p> <p>Peralatan yang sudah diproses bisa disimpan dalam wadah tertutup yang didisinfeksi tingkat tinggi Sampai satu minggu jika wadahnya tidak dibuka</p> <p>DINGINKAN DAN KEMUDIAN SIAP DIGUNAKAN</p> <p>DEKONTAMINASIDefinisi : Suatu proses untuk menghilangkan mikroorganisme dan kotoran yang melekat pada peralatan medis / objek, sehingga aman untuk digunakan. Tujuan Dekontaminasi Mencegah penyebaran infeksi Mematikan mikroorganisme dan kotoran lain yang tidak tampak Mempersiapkan alat untuk kontak langsung dengan desinfektan Melindungi petugas dan pasien</p> <p>Catatan Alat yang terbungkus dalam bungkusan steril dapat disimpan sampai satu minggu bila tetap kering Alat yang tidak terbungkus harus disimpan dalam tempat (tromol) steril Alat yang diolah dengan DTT disimpan dalam wadah tertutup yang tidak mudah terbuka atau segera digunakan</p> <p>PENCUCIAN DAN PEMBILASAN Pencucian adalah Cara paling efektif untuk menghilangkan sebagian besar mikroorganisme pada peralatan / perlengkapan yang kotor atau yang sudah digunakan. Pembersihan adalah : Suatu proses menghilangkan kotoran dari objek atau permukaan yang di...</p>