Pemprov DKI Perketat Izin Pelaksanaan Reklamasi Pantai

  • Published on
    30-Sep-2015

  • View
    6

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemprov akan tegas terhadap developer.

Transcript

<ul><li><p>Penahanan SDA dan OTT Adriansyah Belum TebusKekecewaan MasyarakatYogi Bayu Aji - 11 April 2015 06:54 wib</p><p>Barang bukti OTT KPK. (Foto: MTVN/Meilikhah)</p><p>Metrotvnews.com, Jakarta: Penahanan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) dan operasi tangkaptangan (OTT) anggota DPR Adriansyah dinilai belum punya dampak banyak terhadap pandangan publik ke KomisiPemberantasan Korupsi (KPK). Peristiwa itu belum mengapuskan anggapan soal adanya upaya pelemahan lembagaantikorupsi.</p><p>"Menurut pendapat saya tindakan itu belum bisa sepenuhnya menebus kekecewaan masyarakat atas anggapanpelemahan terhadap KPK," kata anggota Tim Sembilan Bambang Widodo Umar kepada Metrotvnews.com, Jumat(11/4/2015) malam.</p><p>Menurut dia, tindakan KPK terhadap SDA dan OTT baru langkah awal yang sikapnya teknis operasional.Taufiequrachman Ruki cs selaku pimpinan KPK, kata dia, masih perlu membuktikan upaya mereka dalammembenahi organisasinya, khususnya dalam strategi pemberantasan korupsi.</p><p>"Jadi ada mapping. kalau tanpa mapping, misalnya proyek-proyek, anggaran mana yang kena, kemudian birokrasi.Kalau enggak ada strategi yang jelas, belum tahu kita," imbuh Dosen Universitas Indonesia itu.</p><p>Ia menambahkan, kendati sudah menciduk Adriansyah yang merupakan anggota partai penguasa PDI Perjuangan,</p></li><li><p>nyali KPK belum terasa. Pasalnya, kata dia, penangkapan anggota partai yang berkuasa sudah sering dilakukansebelumnya, seperti pada Partai Demokrat sewaktu mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono memimpin.</p><p>"Kalau ini enggak nampak, belum bisa dikatakan (KPK) punya wibawa lagi. Membangun itu enggak bisa sekejap,sepihak," jelas dia.</p><p>Untuk diketahui, Jumat 10 April kemarin, ada dua peristiwa yang menjadi titik perhatian di Gedung KPK. Hal ituadalah penahanan SDA dan OTT terhadap Legislator Adriansyah serta Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat.</p><p>SDA ditahan dalam kasus dugaan korupsi penyelangaraan haji 2012-2013. Sementara, Adriansyah dan Andrewterjerat kasus dugaan suap izin usaha PT MMS di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.OGI</p><p>http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/11/384340/penahanan-sda-dan-ott-adriansyah-belum-tebus-kekecewaan-masyarakat</p></li><li><p>Pemprov DKI Perketat Izin Pelaksanaan ReklamasiPantaiDeny Irwanto - 11 April 2015 02:30 wib</p><p>Foto udara aktivitas reklamasi pantai utara di Jakarta, Rabu (25/2). (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)</p><p>Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta SarwoHandayani mengatakan, pengembang harus melalui berbagai tahapan sebelum memperoleh izin pelaksanaanreklamasi.</p><p>"Jadi ada syarat tertentu yang harus dipenuhi lebih dulu secara bertahap," katanya saat dikonfirmasi wartawan,Jumat (10/4/2015).</p><p>Dalam membangun reklamasi, lanjut Handayani, ada mekanismenya agar semua yang akan dilaksanakan sesuaitatanan dan aturan yang berlaku. Pemerintah Provinsi (Pemprov), kata dia, sudah menyiapkan izin yang berjenjang.</p><p>Tahap pertama, menurut Handayani, izin prinsip reklamasi. "Setelah itu diberikan dan sudah dipenuhi semuapersyaratannya, tahap kedua, dibuatkan izin pelaksanaan reklamasi," katanya.</p><p>Itu juga, jelas Handayani, ada data dan kajian yang harus dipenuhi. "Ketiga, setelah lahan reklamasi jadi, barudeveloper mengajukan izin pemanfaatan reklamasi," papar Handayani.</p><p>Menurut dia, dalam upaya mempercepat pelaksanaan, Pemprov berupaya menanggapi dengan cepat di setiap tahap.</p></li><li><p>Apabila ada kekurangan langsung diinformasikan.</p><p>Pemprov, lanjut dia, akan tegas terhadap developer. Jika developer melalaikan izin, akan ada klausul sanksi untukmencabut izin dan mengalihkan kepada pihak lain yang bisa mempercepat kegiatan itu.</p><p>OGI</p><p>http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/11/384325/pemprov-dki-perketat-izin-pelaksanaan-reklamasi-pantai</p></li></ul>

Recommended

View more >