Pemberdayaan Komunitas Fix

  • View
    49

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemberdayaan Komunitas Fix Pemberdayaan Komunitas Fixkunjungi http://warungbidan.blogspot.com/

Text of Pemberdayaan Komunitas Fix

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPemberdayaan komunitas adalah sebagai subjek sekaligus objek dari sistem kesehatan. dalam dimensi kesehatan, pemberdayaan merupakan proses yang dilakukan oleh komunitas (dengan atau tampa campur tangan pihak luar) untuk memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatan komunitas.Dalam Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs), terdapat delapan tujuan (goal) yang hendak dicapai sampai tahun 2015 oleh negara-negara di dunia termasuk Indonesia, dengan tujuan pertama adalah mengatasi dan/atau memberantas kemiskinan dan kelaparan (United Nations, 2000). Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah Indonesia telah membuat komitmen nasional untuk memberantas kemiskinan dalam rangka pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pemerintah dan semua perangkatnya dalam semua level, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota bersama-sama dengan berbagai unsur komunitas memikul tanggungjawab utama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan sekaligus memberantas kemiskinan yang terjadi di Indonesia paling lambat tahun 2015.Salah satu upaya untuk meningkatkan kulalitas sumber daya manusia Indonesia adalah dengan melaksanakan program pemberdayaan komunitas. Konsep pemberdayaan komunitas sejatinya lahir sekitar 1960-an. Pemberdayaan komunitas yang disebut Community Development adalah sebuah proses pembangunan jejaring interaksi dalam rangka meningkatkan kapasitas dari sebuah komunitas, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan kualitas hidup komunitas (United States Departement of Agriculture, 2005). Community Development tidak bertujuan untuk mencari dan menetapkan solusi, struktur penyelesaian masalahatau menghadirkan pelayanan bagi komunitas. CD adalah bekerja bersama komunitas sehingga mereka dapat mendefinisikan dan menangani masalah, serta terbuka untuk menyatakan kepentingan-kepentingannya sendiri dalam proses pengambilan keputusan (Standing Conference for Community Development, 2001).

BAB IIPEMBAHASAN

A. Pendekatan Dalam Pemberdayaan KomunitasDaya merupakan kemampuan melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak, sedangkan berdaya berarti berkekuatan, bertenaga, berkemampuan memiliki akal, cara untuk mengatasi sesuatau. Pemberdayaan komunitas dapat diartikan suatu usaha untuk memberikan kekuatan, tenaga, kemampuan, mempunytai akal/atau cara mengatasi masalah dalam kehidupan komunitas. Upaya pemberdayaan komunitas berarti mamampukan dan memandirikan komunitas dalam kebijakan pembangunan nasional harus berwujud dalam tiga aspek kebijakan utama Yaitu :1. Menetapkan suasana untuk iklim yang memungkinkan berkembangnya potensi yang dimiliki komunitas, baik sumber daya alam maupun sistem nilai tradisonal dalam menata kehidupan komunitas.2. Memperkuat potensi yang dimiliki komunitas, baik potensi lokal yang telah memberdaya dalam menata kehidupan komunitas melalui pemberian masukan berupa bantuan dana, pembagunan prasarana dan sarana baik fisik (jalan, irigasi, listrik) maupun sosial (pendidikan, kesehatan) serta pengembangan lembaga pendanaan, penelitian dan pemasaran didaerah.3. Melindungi melalui pemihakan kepada komunitas yang lemah untuk mencegah persiangan yang tidak seimbang dan bukan berarti mengisolasi atau menutupi dari interaksi.

B. Tujuan pemberdayaan komunitasPemberdayaan komunitas ialah upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan komunitas dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri (Notoatmodjo, 2007). Batasan pemberdayaan dalam bidang kesehatan meliputi upaya untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan sehingga secara bertahap tujuan pemberdayaan komunitas bertujuan untuk:1. Menumbuhkan kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman akan kesehatan individu, kelompok, dan komunitas.2. Menimbulkan kemauan yang merupakan kecenderungan untuk melakukan suatu tindakan atau sikap untuk meningkatkan kesehatan mereka.3. Menimbulkan kemampuan komunitas untuk mendukung terwujudnya tindakan atau perilaku sehat.

Suatu komunitas dikatakan mandiri dalam bidang kesehatan apabila:1. Mereka mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Pengetahuan tersebut meliputi pengetahuan tentang penyakit, gizi dan makanan, perumahan dan sanitasi, serta bahaya merokok dan zat-zat yang menimbulkan gangguan kesehata.2. Mereka mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dengan menggali potensi-potensi komunitas setempat.3. Mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai ancaman kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan.4. Mampu meningkatkan kesehatan secara dinamis dan terus-menerus melalui berbagai macam kegiatan seperti kelompok kebugaran, olahraga, konsultasi dan sebagainya.

Prinsip pemberdayaan komunitas1. Menumbuhkembangkan potensi komunitas.2. Mengembangkan gotong-royong komunitas.3. Menggali kontribusi komunitas.4. Menjalin kemitraan.5. Desentralisasi.

Peran petugas kesehatan dalam pemberdayaan komunitas1. Memfasilitasi komunitas melalui kegiatan-kegiatan maupun program-program pemberdayaan komunitas meliputi pertemuan dan pengorganisasian komunitas.2. Memberikan motivasi kepada komunitas untuk bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan agar komunitas mau berkontribusi terhadap program tersebut.3. Mengalihkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi kepada komunitas dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang bersifat vokasional.Ciri pemberdayaan komunitas1. Community leader: petugas kesehatan melakukan pendekatan kepada tokoh komunitas atau pemimpin terlebih dahulu. Misalnya Camat, lurah, kepala adat, ustad, dan sebagainya.2. Community organization: organisasi seperti PKK, karang taruna, majlis taklim, dan lainnnya merupakan potensi yang dapat dijadikan mitra kerja dalam upaya pemberdayaan komunitas.3. Community Fund: Dana sehat atau Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Komunitas (JPKM) yang dikembangkan dengan prinsip gotong royong sebagai salah satu prinsip pemberdayaan komunitas.4. Community material : setiap daerah memiliki potensi tersendiri yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan. Misalnya, desa dekat kali pengahsil pasir memiliki potensi untuk melakukan pengerasan jalan untuk memudahkan akses ke puskesmas.5. Community knowledge: pemberdayaan bertujuan meningkatkan pengetahuan komunitas dengan berbagai penyuluhan kesehatan yang menggunakan pendekatan community based health education.6. Community technology: teknologi sederhana di komunitas dapat digunakan untuk pengembangan program kesehatan misalnya penyaringan air dengan pasiratau arang.

C. Konsep dan Ruang lingkup Pemaberdayaan Komunitas1. Power dan EmpowermentKonsep impowerment itu sendiri merupakan sebuah konsep yang masih terlalu umum dan kadang-kadang hannya menyentuh cabang atau daun namun tidak menyentuh akar permasalahan, baik yang bersifat mendasar maupun yang akan terjadi dalam proses. Kita harus menempatkan konsep pemberdayaan itu tidak hannya indivudual, tertapi juga secara kolektif (individual self empowerment maupun collektive self empowerment), dan sesuatu itu harus menjadi bagian dari aktualisasi dan koaktualisasi eksistensi manusia dan kemanusiaan. Dengan demikian, konsep empowerment pada dasarnya adalah upaya menjadikan suasana kemanusiaan yang adil dan beradap manjadikan semakin imfektif secara struktural, baik didalam kehidupan keluarga, komunitas, negara, regional, internasional, maupun dalam bidang politik, ekonomi dan sebagainya.2. Pengertian Pemberdayaan KomunitasPemberdayaan adalah terjamahan dari empowerment. Menurut Mernam Webster Oxford English Dictionary, kata empower mengandung dua pengertian yaitu :a. to give power atau to memberikan kekuasaan, mengalihkan atau mendelegasikan otoritas dari pihak lain.b. to give ability to atau enable atau usaha untuk emmberikan kemampuan.c. usaha untuk emmberikan kemampuan.

Hulme dan Tunner (1990) berpendapat bahwa pemberdayaan mendorong terjadinya suatu proses perubahan sosial yang memungkinkan orang-orang pinggiran yang tidak berdaya untuk memberikan pengaruh yang lebih besar di arena politik secara lokal dan nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan sifatnya individual sekaligus kolektif. Pemberdayaan juga merupakan suatu proses yang menyangkut hubungan-hubungan kekuasaan/kekuatan yang berubah antara individu, kelompok dan lembaga-lembaga sosial.Menurut definisinya, pemberdayaan komunitas dapat diartikan sebagai upaya peningkatan kemampuan komunitas (miskin) untuk berpartisipasi, bernegosiasi, memengaruhi dan mengendalikan kelembangaan komunitas secara bertanggung-gugat demi perbaikan kehidupannya. Pemberdayaan dapat juga diartikan sebagai upaya untuk memberikan daya (empowermnet) atau kekuatan (strength) kepada komunitas. Keberdayaan komunitas adalah unsur-unsur yang memungkinkan komunitas mampu bertahan (survive) dan (dalam pengertian yang dinamis) maupun mengembangkan diri untuk mencapai tujuan-tujuannya. Oleh karena itu, memberdayakan komunitas merupakan upaya untuk (terus-menerus) meningkatkan harkat dan mertabat lapisan komunitas bawah tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain memberdayakan komunitas adalah meningkatkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian komunitas.Dalam dimensi kesehatan, pemberdayaan merupakan proses yang dilakukan oleh komunitas (dengan atau tampa campur tangan pihak luar) untuk memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang secara lasung maupun tidak lansung berpengaruh dalm kesehatan komunitas.

3. Aspek Pemberdayaan KomunitasPemberdayaan komunitas sebagaimana telah tersirat dalam definisi yang diberikan, ditinjau dari lingkup dan objek pemberdayaan mencakup beberapa aspek yaitu :a. peningkatan kepemilika