Pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup dan otonomi

  • Published on
    28-May-2015

  • View
    5.568

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li> 1. 1.Pendahuluan Semua ini di tujukan untuk kita mengetahui pembangunan yangberkelanjutan dan lingkungan, serta Otonomi di suatu daerahtertentu.2. Latar BelakangUntuk memahmi dan mengerti pengembangan ilmu teknologi danpengetahuan lingkungan, hubungan lingkungan dengan pembangan,serta pencemaran dan perusakan lingkungan hidup oleh prosespembangunan.</li></ul> <p> 2. Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memerlukan sumberdayaalam, yang berupa tanah, air dan udara dan sumberdaya alam yang lain yangtermasuk ke dalam sumberdaya alam yang terbarukan maupun yang takterbarukan. Namun demikian harus disadari bahwa sumberdaya alam yangkita perlukan mempunyai keterbatasan di dalam banyak hal, yaituketerbatasan tentang ketersediaan menurut kuantitas dan kualitasnya.Sumberdaya alam tertentu juga mempunyai keterbatasan menurut ruang danwaktu. Oleh sebab itu diperlukan pengelolaan sumberdaya alam yang baikdan bijaksana. Antara lingkungan dan manusia saling mempunyai kaitanyang erat. Ada kalanya manusia sangat ditentukan oleh keadaan lingkungandi sekitarnya, sehingga aktivitasnya banyak ditentukan oleh keadaanlingkungan di sekitarnya. Keberadaan sumberdaya alam, air, tanah dan sumberdaya yang lainmenentukan aktivitas manusia sehari-hari. Kita tidak dapat hidup tanpaudara dan air. Sebaliknya ada pula aktivitas manusia yang sangatmempengaruhi keberadaan sumberdaya dan lingkungan di sekitarnya.Kerusakan sumberdaya alam banyak ditentukan oleh aktivitas manusia.Banyak contoh kasus-kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan yangdiakibatkan oleh aktivitas manusia seperti pencemaran udara, pencemaranair, pencemaran tanah serta kerusakan hutan yang kesemuanya tidakterlepas dari aktivitas manusia, yang pada akhirnya akan merugikan manusiaitu sendiri. 3. Pembangunan yang mempunyai tujuan untuk meningkatkankesejahteraan masyarakat tidak dapat terhindarkan dari penggunaansumberdaya alam; namun eksploitasi sumberdaya alam yang tidakmengindahkan kemampuan dan daya dukung lingkunganmengakibatkan merosotnya kualitas lingkungan. Banyak faktor yangmenyebabkan kemerosotan kualitas lingkungan serta kerusakanlingkungan yang dapat diidentifikasi dari pengamatan di lapangan,oleh sebab itu dalam makalah ini dicoba diungkap secara umumsebagai gambaran potret lingkungan hidup, khususnya dalamhubungannya dengan pengelolaan lingkungan hidup di era otonomidaerah. 4. PEMBANGUNAN NASIONAL DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Pembangunan Nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambunganyang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugasmewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan Undangundang Dasar 1945.Dalam melaksanakan pembangunan nasional perlu memperhatikan tiga pilar pembangunanberkelanjutan secara seimbang, hal ini sesuai dengan hasil Konperensi PBB tentang LingkunganHidup yang diadakan di Stockholm Tahun 1972 dan suatu Deklarasi Lingkungan Hidup KTT Bumidi Rio de Janeiro Tahun 1992 yang menyepakati prinsip dalam pengambilan keputusanpembangunan harus memperhatikan dimensi lingkungan dan manusia serta KTT PembangunanBerkelanjutan di Johannesburg Tahun 2002 yang membahas dan mengatasi kemerosotan kualitaslingkungan hidup.Bagi Indonesia mengingat bahwa kontribusi yang dapat diandalkan dalam menyumbangpertumbuhan ekonomi dan sumber devisa serta modal pembangunan adalah dari sumberdayaalam, dapat dikatakan bahwa sumberdaya alam mempunyai peranan penting dalamperekonomian Indonesia baik pada masa lalu, saat ini maupun masa mendatang sehingga, dalampenerapannya harus memperhatikan apa yang telah disepakati dunia internasional. Namundemikian, selain sumberdaya alam mendatangkan kontribusi besar bagi pembangunan, di lainpihak keberlanjutan atas ketersediaannya sering diabaikan dan begitu juga aturan yang mestinyaditaati sebagai landasan melaksanakan pengelolaan suatu usaha dan atau kegiatan mendukungpembangunan dari sektor ekonomi kurang diperhatikan, sehingga ada kecenderungan terjadipenurunan daya dukung lingkungan dan menipisnya ketersediaan sumberdaya alam yang adaserta penurunan kualitas lingkungan hidup. Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidupyang tidak dilakukan sesuai dengan daya dukungnya dapat menimbulkan adanya krisis pangan,krisis air, krisis energi dan lingkungan. Secara umum dapat dikatakan bahwa hampir seluruhjenis sumberdaya alam dan komponen lingkungan hidup di Indonesia cenderung mengalamipenurunan kualitas dan kuantitasnya dari waktu ke waktu. 5. Dalam pelaksanaan pembangunan di era Otonomi Daerah, pengelolaanlingkungan hidup tetap mengacu pada Undang-undang No 23 tahun 1997tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan juga Undang-undang No 32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-undang No 33Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Dalammelaksanakan kewenangannya diatur dengan Peraturan Pemerintah No 25Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsisebagai Daerah Otonom. Dalam pengelolaan lingkungan hidup PemerintahPropinsi mempunyai 6 kewenangan terutama menangani lintasKabupaten/Kota, sehingga titik berat penanganan pengelolaan lingkunganhidup ada di Kabupaten/ Kota. Dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri No045/560 tanggal 24 Mei 2002 tentang pengakuan Kewenangan/Positif Listterdapat 79 Kewenangan dalam bidang lingkungan hidup.Sejalan dengan lajunya pembangunan nasional yang dilaksanakanpermasalahan lingkungan hidup yang saat ini sering dihadapi adalahkerusakan lingkungan di sekitar areal pertambangan yang berpotensimerusak bentang alam dan adanya tumpang tindih penggunaan lahan untukpertambangan di hutan lindung. Kasus-kasus pencemaran lingkungan jugacenderung meningkat. Kemajuan transportasi dan industrialisasi yang tidakdiiringi dengan penerapan teknologi bersih memberikan dampak negatifterutama pada lingkungan perkotaan. 6. Sungai-sungai di perkotaan tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga. Kondisitanah semakin tercemar oleh bahan kimia baik dari sampah padat, pupuk maupunpestisida. Masalah pencemaran ini disebabkan masih rendahnya kesadaran para pelakudunia usaha ataupun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan kualitaslingkungan yang baik.Dengan kata lain permasalahan lingkungan tidak semakin ringan namun justru akansemakin berat, apalagi mengingat sumberdaya alam dimanfaatkan untuk melaksanakanpembangunan yang bertujuan memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Dengan kondisi tersebut maka pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yangberkelanjutan ditingkatkan kualitasnya dengan dukungan penegakan hukum lingkunganyang adil dan tegas, sumberdaya manusia yang berkualitas, perluasan penerapan etikalingkungan serta asimilasi sosial budaya yang semakin mantap. Perlu segera didorongterjadinya perubahan cara pandang terhadap lingkungan hidup yang berwawasan etikalingkungan melalui internalisasi kedalam kegiatan/proses produksi dan konsumsi, danmenanamkan nilai dan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari termasuk prosespembelajaran sosial serta pendidikan formal pada semua tingkatan.Dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan, sektor Sumberdaya Alamdan Lingkungan Hidup perlu memperhatikan penjabaran lebih lanjut mandat yangterkandung dari Program Pembangunan Nasional, yaitu pada dasarnya merupakan upayauntuk mendayagunakan sumberdaya alam yang dipergunakan sebesar besarnya untukkemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbanganlingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budayamasyarakat lokal sertapenataan ruang. 7. Hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan (World Summit on Sustainable Development WSSD) diJohannesburg Tahun 2002, Indonesia aktif dalam membahas dan berupaya mengatasikemerosotan kualitas lingkungan hidup, maka diputuskan untuk melaksanakan pembangunanberkelanjutan untuk kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang denganbersendikan pada pembangunan ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup yang berimbangsebagai pilar-pilar yang saling tergantung dan memperkuat satu sama lain. Pembangunanberkelanjutan dirumuskan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpamengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutanmengandung makna jaminan mutu kehidupan manusia dan tidak melampaui kemampuanekosistem untuk mendukungnya. Dengan demikian pengertian pembangunan berkelanjutanadalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangikemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.Konsep ini mengandung dua unsur : Yang pertama adalah kebutuhan, khususnya kebutuhan dasar bagi golonganmasyarakat yang kurang beruntung, yang amat perlu mendapatkan prioritas tinggi dari semuanegara.Yang kedua adalah keterbatasan. Penguasaan teknologi dan organisasi sosial harusmemperhatikan keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusiapada saat ini dan di masa depan.Hal ini mengingat visi pembangunan berkelanjutan bertolakdari Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yaitu terlindunginya segenap bangsa Indonesiadan seluruh tumpah darah Indonesia; tercapainya kesejahteraan umum dan kehidupan bangsayang cerdas; dan dapat berperannya bangsa Indonesia dalam melaksankan ketertiban duniayang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dengan demikian, visipembangunan yang kita anut adalah pembangunan yang dapat memenuhi aspirasi dankebutuhan masyarakat generasi saat ini tanpa mengurangi potensi pemenuhan aspirasi dankebutuhan generasi mendatang. Oleh karena itu fungsi lingkungan hidup perlu terlestarikan. 8. Pengelolaan lingkungan termasuk pencegahan, penanggulangan kerusakandan pencemaran serta pemulihan kualitas lingkungan telah menuntutdikembangkannya berbagai perangkat kebijaksanaan dan program sertakegiatan yang didukung oleh sistem pendukung pengelolaan lingkunganlainnya. Sistem tersebut mencakup kemantapan kelembagaan,sumberdayamanusia dan kemitraan lingkungan, disamping perangkat hukum danperundangan,informasi serta pendanaan. Sifat keterkaitan (interdependensi)dan keseluruhan (holistik) dari esensi lingkungan telah membawakonsekuensi bahwa pengelolaan lingkungan, termasuk sistempendukungnya tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi terintegrasikan danmenjadi roh dan bersenyawa dengan seluruh pelaksanaan pembangunansektor dan daerah. Kebijakan Nasional dan Daerah dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sesuai dengan Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah dan PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah danKewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom, dalam bidang lingkunganhidup memberikan pengakuan politis melalui transfer otoritas daripemerintah pusat kepada daerah: 9. Meletakkan daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkunganhidup. Memerlukan prakarsa lokal dalam mendesain kebijakan. Membangun hubungan interdependensi antar daerah. Menetapkan pendekatan kewilayahan.POTRET LINGKUNGAN HIDUP DI DAERAHMengingat kompleksnyapengelolaan lingkungan hidup dan permasalahan yang bersifat lintassektor dan wilayah, maka dalam pelaksanaan pembangunan diperlukanperencanaan dan pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup yangsejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yaitu pembangunanekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup yang berimbang sebagaipilar-pilar yang saling tergantung dan saling memperkuat satu samalain. Di dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai fihak, sertaketegasan dalam penaatan hukum lingkungan. Sumber Refernsi: http://tanjungenimunions.wordpress.com/2010/06/06/pembangunan-berkelanjutan-lingkungan-hidup-dan-otonomi-daerah/</p>