3
BAB IV PEMBAHASAN Setelah melakukan asuhan keperawatan kepada An.R dengan Kejang Demam Sederhana (KDS) di Ruang Perawatan Anak (Tulip II A) RSUD Ulin Banjarmasin. Maka disini kami buat perbandingan antara teori dan asuhan keperawatan yang kami buat. a. Dalam tahap pengkajian, kami tidak mengalami kesulitan dalam mengkaji pasien, karena ibu pasien sangat kooperatif dalam berkomunikasi, sehingga kami sangat mudah dalam mengkaji pasien. b. Dalam diagnosa keperawatan, kami mengambil 3 (tiga) diagnosa yang ditegakkan, yaitu : 1) Hipertermi 2) Ketidakefektifan bersihan jalan napas 3) Ansietas Disini kami tidak menemukan kesenjangan dengan teori, karena dalam asuhan keperawatan yang kami tegakkan menggunakan diagnose yang sama. c. Dalam perencanaan (intervensi), kami buat sesuai dengan kondisi yang dialami oleh pasien, sehingga tidak ada kesenjangan teori dalam penegakan asuhan keperawatan yang kami buat. d. Dalam implementasi, kami melakukan tindakan yang sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya, sehingga pada tahap ini juga tidak terdapat kesenjangan dengan teori yang ada. e. Dalam tahap evaluasi, kami mendapatkan hasil yaitu masalah teratasi sepenuhnya dari ketiga diagnosa tersebut.

pembahasan + kesimpulan

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kds

Citation preview

Page 1: pembahasan + kesimpulan

BAB IV

PEMBAHASAN

Setelah melakukan asuhan keperawatan kepada An.R dengan Kejang Demam

Sederhana (KDS) di Ruang Perawatan Anak (Tulip II A) RSUD Ulin Banjarmasin. Maka

disini kami buat perbandingan antara teori dan asuhan keperawatan yang kami buat.

a. Dalam tahap pengkajian, kami tidak mengalami kesulitan dalam mengkaji pasien,

karena ibu pasien sangat kooperatif dalam berkomunikasi, sehingga kami sangat

mudah dalam mengkaji pasien.

b. Dalam diagnosa keperawatan, kami mengambil 3 (tiga) diagnosa yang ditegakkan,

yaitu :

1) Hipertermi

2) Ketidakefektifan bersihan jalan napas

3) Ansietas

Disini kami tidak menemukan kesenjangan dengan teori, karena dalam asuhan

keperawatan yang kami tegakkan menggunakan diagnose yang sama.

c. Dalam perencanaan (intervensi), kami buat sesuai dengan kondisi yang dialami oleh

pasien, sehingga tidak ada kesenjangan teori dalam penegakan asuhan

keperawatan yang kami buat.

d. Dalam implementasi, kami melakukan tindakan yang sesuai dengan yang

direncanakan sebelumnya, sehingga pada tahap ini juga tidak terdapat kesenjangan

dengan teori yang ada.

e. Dalam tahap evaluasi, kami mendapatkan hasil yaitu masalah teratasi sepenuhnya

dari ketiga diagnosa tersebut.

Page 2: pembahasan + kesimpulan

BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan

Pengkajian kasus dengan kejang demam sederhana ditemukan pada teori, serta

kasus dan semua data ditemukan secara kooperatif dari keluarga maupun tim medis.

Pada diagnosa keperawatan tidak ditemukan adanya kesenjangan dengan teori dalam

kasus ini. Asuhan keperawatan dapat terlaksana dengan baik dan mandiri ataupun

berkolaborasi dengan tim kesehatan. Hasil yang didapat menunjukkan masalah teratasi

sepenuhnya.

2. Saran

Kejang demam sederhana yaitu kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan umum.

Perlunya penyuluhan kesehatan bagi orang tua untuk mengetahui gejala yang mungkin

muncul,proses penyakit, prognosisserta kebutuhan penanganannya.