of 6/6
PELAJARAN IV DEKLINASI KATA BENDA MASKULINUM BERAKHIR VOKAL A Pengertian: Deklinasi : perubahan kata benda, kata ganti, kata sifat dan kata bilangan sesuai dengan fungsinya dalam kalimat. Syarabrya; 1. Tiga macam jumlah ; sing, dual, plur 2. Tiga jenis kelamin; maskulinum(antan), femininum (betina), netrum (banci) 3. 8 kasus (kasus ; kedudukan kata dalam kalimat). Arti kasus 1. Nominatif ; berarti subyek/pokok kalimat dengan segala keterangannya dan sering tidak memakai kata kerja penghubung. 2. Akusatif ; berarti obyek/penderita kalimat atau arah, lama waktu. 3. Instrumentalis ; berarti alat dalam arti luas, sebab, orang yang mengerjakan, benda yang dipakai, juga sama dengan. Sering diterjemahkan dengan kata ; oleh atau dengan. 4. Datif ; berarti tujuan, yang berkepentingan (orang, tetapi juga hal), maksud (dengan maksud untuk). Dapat diterjemahkan dengan kata untuk. 5. Ablatif ; berarti tempat asal, akibat, meninggalkan "dari" benda yang dipersamakan. Sering diteriemahkan dengan kata dari 6. Genetif ;berarti menyatakan milik (tetapi tidak selalu). Dapat diterjemahkan dengan kata, kepada atau bagi. 7 . lokatif ; berarti tempat, waktu saat kejaelian, mengenai hal. Dapal diterjemahkan dengan kata, Dalam, padao di. 8.Vokatif ; berarti untuk panggilan. 15

Pelajaran IV Bahasa Sansekerta

  • View
    374

  • Download
    56

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sansekerta

Text of Pelajaran IV Bahasa Sansekerta

  • PELAJARAN IVDEKLINASI KATA BENDA MASKULINUM BERAKHIR VOKAL A

    Pengertian:Deklinasi : perubahan kata benda, kata ganti, kata sifat dan kata bilangansesuai dengan fungsinya dalam kalimat.Syarabrya;1. Tiga macam jumlah ; sing, dual, plur2. Tiga jenis kelamin; maskulinum(antan), femininum (betina), netrum

    (banci)3. 8 kasus (kasus ; kedudukan kata dalam kalimat).

    Arti kasus1. Nominatif ; berarti subyek/pokok kalimat dengan segala

    keterangannya dan sering tidak memakai kata kerja penghubung.2. Akusatif ; berarti obyek/penderita kalimat atau arah, lama waktu.3. Instrumentalis ; berarti alat dalam arti luas, sebab, orang yang

    mengerjakan, benda yang dipakai, juga sama dengan. Seringditerjemahkan dengan kata ; oleh atau dengan.

    4. Datif ; berarti tujuan, yang berkepentingan (orang, tetapi juga hal),maksud (dengan maksud untuk). Dapat diterjemahkan dengan katauntuk.

    5. Ablatif ; berarti tempat asal, akibat, meninggalkan "dari" bendayang dipersamakan. Sering diteriemahkan dengan kata dari

    6. Genetif ;berarti menyatakan milik (tetapi tidak selalu). Dapatditerjemahkan dengan kata, kepada atau bagi.

    7 . lokatif ; berarti tempat, waktu saat kejaelian, mengenai hal. Dapalditerjemahkan dengan kata, Dalam, padao di.

    8.Vokatif ; berarti untuk panggilan.

    15

  • Contoh susunan kalimat sanskerta sederhana ;

    I6wara[r janan du[rkhAt raksati

    ISwara[r

    Janan

    duhkhat

    raksati

    : Tuhan, adalah pokok kalimat (subyek kalimat) yangberasal dari dasar kata "r6wara" (kata benda). Akibatdeklinasi dalamkasus nominatif singularis maka menjadiiSwarah.

    : manusia, adalah tujuan/obyek kalimat yang berasal darikata dasar (kata benda) 'ojana". Akibat deklinasi dalamkasus akusatif pluralis bentuknya berubah menjadi oojanan"

    : dari kesusahano adalah sebuah keterangan yangmemberikan keterangan pada kata manusia, berasal daridasar kata "du!rkha". Akibat deklinasi dalam kasus Ablatifsingularis bentuknya menjadi "duhkhAt"

    : ia melindungi, adalah sebutan/predikat kalimat yangberasal dari kata kerja rakqa, dan dasar kata ini berasaldari akar kata kerja kelas I o'raks" artinyamelindungilmenlaga, dan mendapat ato III, singularis.

    Jika kita baca secara wajar dalam urutan terjemahan apa adanya makaakan tersusun sebagai berikut :Iswarah ian[n duhkh[t raksati ;

    SOTuhan, manusia-manusia dari kesusahan, ia melindungiS O denganketerangannya P: S-O-P

    16

  • Perhatikan:Subyek dan obyeknya terdiri dari kata nama benda, sedangkanpredikatnya terjadi dari kata kerja dan letaknya dalam kalimat berada diakhir kalimat. Dan kata kerja ini, dalam susunan bahasa sanskertamemang selalu diakhir kalimat. Tetapi jika susunan kalimat sanskertayang terdapat didalam kitab weda itu bentuknya berupa syair atau 51oka,maka aturan di atas banyak yang menyimpang.

    Kalaususunankalimatsanskertanya:S + O + P.Kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia maka akan tersusunsebagai berikut ;Tuhan melindunsi manusia-manusia d4I!&[email protected]

    S P O :S-P-O

    A(rvnh netati: seekor lrrrda .iahrh (e6rvah sho Srrhvek)"-o'*

    Ramah wirah bhawati : sang rama adalah pahiawan (keterangan subyek)

    ASwa: kudaNo Kasus singularis Dualis Pluralis

    I \T^*:*^+:s1\ \rlllrllcltll A:.-,^L.a1DW(lll -.tDwcu.l a1.JvvA"t tZ ^a r'FAt(usaur ASWam ASWaU ASWan3 Instrumentalis ASw6na ASwabhyam ASwaih

    4 Datif ASwaya ASwabhyam ASw6bhyah5 Ahlatif ASwat ASwabhyam A6w6bhyah6 Genetif ASWaSya ASwayoh ASWanam7 Lokatii ASw6 ASwayoh ASw6su8 Vokatif ASwa ASwau ASwah

    17

  • r'

    Beberapa kosa kata tambahan :

    ; di atas

    ; sesudah, sepanjang; diaatara, di dalam

    ;tanpa; dekat, terhadap

    ; di kedua sisi, di sekeliling

    ; dekat (di bawah);tanpa; dari kedua sisi

    ; cis

    ; dekat

    ; sekitar

    ; maju terhadap; sekeliling

    ; cukup

    ; cukup

    ; dengan, bersama-sama dengan

    ; hornratkepada

    ; salam hormat kepada

    ; dan, semua jalan dari, semua jalan ke, sampai di; segera, sesudah

    ; kecuali, tanpa

    ; di depan

    ; sejak;sebelum;keluar; pada kehadiran

    ; di bawah

    ; di atas

    ; untukkehormatan

    ; di belakang

    ; di luar

    ; di depan

    ;padakehadiranri.

    ":

    AtiAnuAntaraAntar6{raAbhiAbhitahupaWinA

    Ubhayata[tDhikNikaSa

    Paritah

    PratiSarwatalrAlamKgamSaha

    Nama[rSwasti

    AAnantaram

    Bt6Prnwam

    PrabfutiPrDk

    Bahih

    As6Adhal.r

    UpariKrt6PaScat

    Parata{rPurata{rSamaksam

    18

  • Akar kata kerja kelas IKrid ; bermainJwal ; menyala, bersinar, bercahayaCam kl I P : + a; minum, menegulg berkumur (pk.pres.nya acama)Tf ; menolong, menyebrangDal ; merobelg mencabik, memecahkanDhma ; meniup (pk.prs. dhama)Ram ; berhenti, beristirahatSa,fij ; melekat (pk.prs. saja)Has ; tertawa.

    Kata benda maskulinum ;Anila ; anginASwa ; kudaOdana ; nasiKar+a ; telingaK-satriya ; prajurit, kasta kgatria

    ; gajah; dusun

    ; periuk

    ; bulan

    ; omng laki-laki, rukyatJanaka ; ayahDasa ;pelayanNara ; orang laki-laki, manusia

    GajaffimaGha{aCandraJana

    NrpaPartha

    wrkpHasta

    Hrada

    i raJa

    ; arjuna

    ; pohon

    ;kngan; danau, telaga

    Parwata ; guungPuta ;putraPrEsEda ; istanaWra ;pahlawan

    19

  • Latihan

    l. Anilatr sarati2. Odanam pacamah3. Ksatriya[r jayati4. Janakah odanam klddati5. Gaja[ dhlwanti6. Ghatdna odanam pacawa{r7 Dasah nrati nrnam oar.e,hati8. Narah kridanti putrai[r9. Parthah naram tarai10. Wrksah abhitah hradam rohanti11. ASwalq gajaSca na drawatS12. Partha[r nikas6 hradam ramati13. Ksafivah saha hasamah

    '-i--.^J

    14. Gajasya kamam wirah dalati15. Na dham6wah na dalawaSca

    2A