Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi ?· Penyusunan Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi…

  • Published on
    28-Jul-2018

  • View
    222

  • Download
    9

Transcript

<ul><li><p>Pedoman Pemetaan Geospasial </p><p>Data Elektrifikasi Daerah </p></li><li><p>2 </p><p>Pengantar </p><p>Penyusunan Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah merupakan inisiatif USAID </p><p>Indonesia Clean Energy Development II (ICED II) dalam upaya mendukung pemerintah dalam </p><p>pengembangan energi daerah menggunakan energi setempat. Pedoman ini dapat digunakan untuk </p><p>memetakan desa-desa prioritas untuk kegiatan elektrifikasi, dan menjadi alat bantu untuk menganalisa </p><p>secara geospasial kondisi serta jarak desa desa yang ada terhadap infrastruktur ketenagalistrikan </p><p>terdekat. </p><p>Buku Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah memberikan informasi tentang </p><p>pengolahan data Potensi Desa BPS dan peta desa untuk menunjukkan tingkat elektrifikasi sebuah provinsi </p><p>dengan desa sebagai unit terkecil. Buku Pedoman ini bersifat memberi informasi dan dapat dijadikan </p><p>referensi dalam perencanaan energi daerah. Dengan tersusunnya peta elektrifikasi, proses konsultasi </p><p>dengan para pemangku kepentingan (KESDM, PLN, Pemerintah Daerah dan Kementerian Lembaga) dapat </p><p>berjalan lebih efektif. </p><p>Diharapkan pedoman ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan energi bersih dan akselerasi </p><p>elektrifikasi di daerah. </p><p>Tim Penyusun </p></li><li><p>3 </p><p>Daftar Isi </p><p>Pengantar ...................................................................................................................................................... 2 </p><p>Daftar Isi ........................................................................................................................................................ 3 </p><p>Penjelasan Umum ......................................................................................................................................... 4 </p><p>Bab 1: Pengolahan Tabel Data Podes ........................................................................................................... 6 </p><p>1.1 Pemilihan Provinsi ......................................................................................................................... 6 </p><p>1.2 Pengolahan Data Umum ............................................................................................................... 8 </p><p>1.3 Perhitungan Elektrifikasi ............................................................................................................. 10 </p><p>1.4 Identifikasi Elektrifikasi ............................................................................................................... 13 </p><p>1.5 Pengolahan Tabel Elektrifikasi .................................................................................................... 16 </p><p>Bab 2: Pengolahan Data Spasial .................................................................................................................. 21 </p><p>2.1 Pembuatan Peta Elektrifikasi Provinsi ........................................................................................ 21 </p><p>2.2 Pembuatan Peta dengan Perbedaan Warna Elektrifikasi ........................................................... 31 </p><p>2.3 Penambahan Atribut Peta Elektrifikasi ....................................................................................... 37 </p><p>Bab 3: Penyajian Hasil Elektrifikasi ............................................................................................................. 45 </p></li><li><p>4 </p><p>Penjelasan Umum </p><p>Elektrifikasi merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara rumah tangga berlistrik terhadap </p><p>jumlah rumah tangga total di suatu wilayah. Dengan elektrifikasi nasional saat ini di atas 90 persen, </p><p>identifikasi daerah-daerah yang membutuhkan listrik semakin penting. Untuk dapat mencapai target </p><p>elektrifikasi mendekati 100 persen di tahun 2020, diperlukan pengolahan data yang lebih baik. Dalam </p><p>pedoman ini, upaya pemetaan elektrifikasi menggunakan dua sumber data utama yakni Data Potensi Desa </p><p>(Podes) 2014 dan peta desa BPS. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pengolahan data </p><p>elektrifikasi provinsi serta pewarnaan daerah-daerah yang memiliki elektrifikasi rendah. Tentunya hasil ini </p><p>masih memerlukan verifikasi lanjutan dari pemangku kepentingan daerah untuk memastikan bahwa </p><p>daerah-daerah dengan elektrifikasi rendah telah terpetakan dengan baik. </p><p>Untuk menunjukkan tingkat elektrifikasi sebuah provinsi dengan desa sebagai unit terkecil, dilakukan </p><p>pengolahan Data Potensi Desa dalam format Excel. Data Podes menampilkan data jumlah rumah tangga </p><p>(Kepala Keluarga atau KK) baik yang berlistrik PLN, berlistrik non-PLN maupun tidak berlistrik. Dengan data </p><p>Podes, elektrifikasi dapat dihitung tidak hanya di tingkat provinsi, namun juga tingkat Kabupaten/Kota, </p><p>Kecamatan, bahkan Desa. </p><p>Untuk perhitungan elektrifikasi, formula sederhana yang digunakan adalah: </p><p> (%) =. </p><p>. =</p><p>. ( + )</p><p>. </p><p>Untuk membantu perencanaan elektrifikasi, hasil perhitungan elektrifikasi idealnya ditampilkan dalam </p><p>sebuah peta elektrifikasi. Hal ini dimaksudkan agar Pemerintah Daerah mendapatkan gambaran tentang </p><p>daerah prioritas, sehingga perencanaan pembangunan kelistrikan untuk daerah-daerah dengan </p><p>elektrifikasi rendah menjadi tepat sasaran. </p><p>Data elektrifikasi yang ditampilkan secara visual dilakukan melalui pengolahan peta spasial dengan </p><p>menggunakan GIS (Geographic Information System). Penggunaan warna dalam peta juga akan </p><p>memudahkan pengguna dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang memiliki elektrifikasi yang rendah. </p><p>Terakhir, hasil pengolahan data elektrifikasi atau rasio elektrifikasi (RE) dapat disajikan dalam File </p><p>presentasi dengan format PowerPoint. </p><p>Secara umum, tiga tahapan pengolahan data elektrifikasi dijelaskan melalui bagan sebagai berikut. </p><p>Pengolahan Tabel Data Podes </p><p>Pengolahan Peta Spasial </p><p>Penyajian Hasil RE Perhitungan RE Peta Spasial RE </p><p>Identifikasi RE </p></li><li><p>5 </p><p>Adapun alur logika proses pengolahan data elektrifikasi, dijelaskan dalam urutan sebagai berikut. </p><p>Pilih Provinsi </p><p>Pengolahan Data Umum </p><p>Perhitungan RE </p><p>Identifikasi RE Pengolahan Peta Spasial </p><p>Pengolahan Tabel RE Layout Peta RE </p><p>Penyajian Hasil RE </p><p>Data Podes </p></li><li><p>6 </p><p>Bab 1: Pengolahan Tabel Data Podes </p><p>Langkah pertama untuk mengolah data elektrifikasi adalah dengan melakukan pengolahan Tabel Data </p><p>Potensi Desa (Podes). Perhitungan elektrifikasi menggunakan Data Podes mempertimbangkan jumlah KK </p><p>berlistrik dan jumlah total KK di suatu daerah. Dengan mengolah Data Podes, dapat dilakukan perhitungan </p><p>elektrifikasi di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa. Tahapan untuk melakukan </p><p>perhitungan RE melalui pengolahan tabel Data Podes dijelaskan sebagai berikut. </p><p>1.1 Pemilihan Provinsi </p><p>Data Podes 2014 berisikan informasi lengkap 34 Provinsi yang mencakup Nama dan Kode Provinsi, </p><p>Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Lakukan perhitungan elektrifikasi berdasarkan Provinsi yang diinginkan </p><p>dengan langkah sebagai berikut. </p><p>1. Buka File Data Podes 2014 </p><p>Pemilihan Provinsi</p><p>Pengolahan Data Umum</p><p>Perhitungan Elektrifikasi</p><p>Identifikasi Elektrifikasi</p><p>Pengolahan Tabel</p></li><li><p>7 </p><p>2. Pilih Provinsi menggunakan Filter </p><p>3. Salin/copy seluruh data Provinsi ke File baru </p></li><li><p>8 </p><p>4. Simpan File dengan nama Provinsi yang dipilih </p><p>1.2 Pengolahan Data Umum </p><p>Data Umum yang dimaksud mencakup beberapa hal penting sebagai berikut: </p><p>- Penomoran desa </p><p>- Jumlah penduduk </p><p>- Jumlah KK total </p><p>- Jumlah KK berlistrik </p></li><li><p>9 </p><p>Langkah untuk melakukan pengolahan Data Umum sebagai berikut. </p><p>1. Buka File Provinsi yang dipilih </p><p>2. Lakukan penomoran desa. Tambahkan/insert kolom pertama dan berikan nomor terhadap </p><p>seluruh baris. Beri judul kolom pertama tersebut dengan nama # </p><p>3. Hitung jumlah penduduk. Pada kolom Jumlah Penduduk, hitung totalnya di baris paling bawah </p></li><li><p>10 </p><p>4. Lakukan hal yang sama untuk kolom Jumlah KK dan KK berlistrik </p><p>5. Masukkan data total jumlah penduduk, total jumlah KK dan total KK berlistrik ke dalam File </p><p>presentasi hasil RE </p><p>1.3 Perhitungan Elektrifikasi </p><p>Prinsip perhitungan elektrifikasi adalah membandingkan jumlah KK berlistrik dengan jumlah KK total di </p><p>suatu daerah. Hal ini berlaku untuk perhitungan elektrifikasi desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi. </p><p>Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut. </p><p>Langkah untuk melakukan perhitungan elektrifikasi adalah sebagai berikut: </p><p>A. Perhitungan RE Desa </p><p>1. Tambahkan/insert kolom baru dengan judul RE Desa di kolom terakhir </p><p>2. Pada setiap baris, masukkan rumus KK berlistrik (KK berlistrik PLN dan KK berlistrik Non-</p><p>PLN) dibagi Jumlah KK </p><p>3. Untuk mempermudah, hitung RE untuk seluruh desa dengan cara drag/double click di </p><p>sudut kanan bawah sel kolom terakhir </p><p>4. Hasil akhir adalah pada setiap baris terdapat perhitungan RE Desa </p><p>Elektrifikasi =KK berlistrik (PLN + NonPLN)</p><p>Jumlah KK(Provinsi/KabKota/Kec/Desa) </p></li><li><p>11 </p><p>B. Perhitungan RE Provinsi </p><p>1. Tambahkan/insert kolom baru dengan judul RE Prov di kolom terakhir </p><p>2. Pada baris paling atas, masukkan rumus total KK berlistrik (KK berlistrik PLN dan KK </p><p>berlistrik Non-PLN) dibagi dengan total Jumlah KK, dengan cara sum </p><p>3. Hasil akhir adalah pada baris paling atas terdapat perhitungan RE Provinsi </p></li><li><p>12 </p><p>C. Perhitungan RE Kabupaten </p><p>1. Tambahkan/insert kolom baru dengan judul RE Kab di kolom antara RE Desa dan RE </p><p>Prov </p><p>2. Pada baris paling atas dari setiap Kabupaten, masukkan rumus total KK berlistrik (KK </p><p>berlistrik PLN dan KK berlistrik Non-PLN) dibagi dengan total Jumlah KK di setiap </p><p>Kabupaten, dengan cara sum </p><p>3. Untuk mempermudah, lakukan Filter per Kabupaten dengan menggunakan kode </p><p>Kabupaten </p><p>4. Hasil akhir adalah pada baris paling atas setiap Kabupaten terdapat perhitungan RE </p><p>Kabupaten tersebut </p><p>D. Perhitungan RE Kecamatan </p><p>1. Tambahkan/insert kolom baru dengan judul RE Kec di kolom antara RE Desa dan RE </p><p>Kab </p><p>2. Pada baris paling atas dari setiap Kecamatan, masukkan rumus total KK berlistrik (KK </p><p>berlistrik PLN dan KK berlistrik Non-PLN) dibagi dengan total Jumlah KK di setiap </p><p>Kecamatan, dengan cara sum </p><p>3. Untuk mempermudah, lakukan Filter dengan cara, filter per Kabupaten terlebih dahulu, </p><p>lalu diikuti dengan filter per Kecamatan. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan </p><p>Kecamatan terhadap Kabupatennya </p><p>4. Hasil akhir adalah pada baris paling atas setiap Kecamatan terdapat perhitungan RE </p><p>Kecamatan tersebut </p></li><li><p>13 </p><p>1.4 Identifikasi Elektrifikasi </p><p>Identifikasi elektrifikasi dilakukan untuk mengelompokkan perhitungan elektrifikasi ke dalam 4 kategori </p><p>yang ditandai dengan warna berbeda. Pada tabel Excel, perbedaan warna ditunjukkan sebagai berikut. </p><p>Elektrifikasi Warna </p><p>0.00 25.00 % Merah </p><p>25.01 50.00 % Jingga </p><p>50.01 75.00 % Kuning </p><p>75.01 100.00 % Tidak diberi warna </p><p>Langkah untuk melakukan identifikasi elektrifikasi adalah sebagai berikut: </p><p>1. Salin/copy seluruh kolom perhitungan RE Desa, RE Kec, RE Kab dan RE Prov </p><p>2. Tempatkan/paste di kolom terakhir dengan menggunakan Paste Special (Values &amp; Number </p><p>Formatting) agar yang disalin hanya angkanya saja, bukan formulanya. Hal ini dilakukan agar </p><p>ketika melakukan identifikasi dengan pengurutan/sort, angkanya tidak berubah </p></li><li><p>14 </p><p>3. Ubah judul kolom-kolom baru ini menjadi D untuk Desa, C untuk Kecamatan, B untuk </p><p>Kabupaten dan P untuk Provinsi </p><p>4. Pilih kolom berjudul D untuk RE Desa, urutkan nilai RE dari yang paling kecil sampai paling besar </p><p>dengan cara Sort Smallest to Largest. Lakukan identifikasi RE dengan cara memberikan warna </p><p>sesuai kategori </p></li><li><p>15 </p><p>5. Lakukan hal yang sama untuk kolom berjudul C untuk RE Kecamatan dan kolom berjudul B </p><p>untuk RE Kabupaten </p><p>6. Untuk mengembalikan seperti tampilan awal, pilih kolom pertama (kolom penomoran dengan </p><p>judul #) dan urutkan sesuai nomor dengan cara Sort Smallest to Largest </p><p>7. Pada kolom berjudul P untuk RE Provinsi, lakukan identifikasi sesuai kategori warna </p><p>8. Hasil akhir adalah RE Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi teridentifikasi sesuai kategori </p><p>warna </p></li><li><p>16 </p><p>1.5 Pengolahan Tabel Elektrifikasi </p><p>Pengolahan tabel elektrifikasi dilakukan untuk keperluan penyajian di PowerPoint. Tabel elektrifikasi </p><p>dapat dilakukan untuk tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa </p><p>Langkah untuk melakukan pengolahan tabel elektrifikasi adalah sebagai berikut </p><p>A. Pengolahan Data Informasi Akses Listrik Provinsi </p><p>1. Masukkan data RE Provinsi ke dalam File presentasi hasil RE </p><p>2. Lakukan perhitungan jumlah Desa dengan RE 50% dan total jumlah Desa dalam Provinsi, </p><p>dengan cara: </p><p>i. Pilih kolom berjudul D untuk RE Desa, urutkan nilai RE dari yang paling kecil </p><p>sampai paling besar dengan cara Sort Smallest to Largest </p><p>ii. Untuk mengetahui jumlah Desa dengan RE 50% di Provinsi, tambahkan/insert </p><p>kolom baru sebelum kolom berjudul D, beri judul kolom baru tersebut dengan </p><p>nama D1, lakukan penomoran pada kolom D1 untuk nilai RE 0.00% sampai </p><p>dengan 50.00% </p><p>iii. Masukkan data jumlah Desa dengan RE 50% dalam Provinsi ke File presentasi </p><p>3. Lakukan perhitungan jumlah Kecamatan dengan RE 50% dan total jumlah Kecamatan </p><p>dalam Provinsi, dengan cara: </p><p>i. Pilih kolom berjudul C untuk RE Kecamatan, urutkan nilai RE dari yang paling </p><p>kecil sampai paling besar dengan cara Sort Smallest to Largest </p><p>ii. Untuk mengetahui jumlah Kecamatan dengan RE 50%, tambahkan/insert kolom </p><p>baru sebelum kolom berjudul C, beri judul kolom baru tersebut dengan nama </p><p>C1, lakukan penomoran pada kolom C1 untuk nilai RE 0.00% sampai dengan </p><p>50.00% </p></li><li><p>17 </p><p>iii. Masukkan data jumlah Kecamatan dengan RE 50% dalam Provinsi ke File </p><p>presentasi </p><p>4. Lakukan perhitungan jumlah Kabupaten dengan RE 50% dan total jumlah Kabupaten </p><p>dalam Provinsi, dengan cara: </p><p>i. Pilih kolom berjudul B untuk RE Kabupaten, urutkan nilai RE dari yang paling kecil </p><p>sampai paling besar dengan cara Sort Smallest to Largest </p><p>ii. Jika ada Kabupaten dengan RE 50%, hitung secara manual, tidak perlu </p><p>ditambahkan kolom baru untuk penomoran karena jumlahnya tidaklah banyak </p><p>iii. Masukkan data jumlah Kabupaten dengan RE 50% dalam Provinsi ke File </p><p>presentasi </p><p>5. Untuk mengembalikan seperti tampilan awal, pilih kolom pertama (kolom penomoran </p><p>dengan judul #) dan urutkan sesuai nomor dengan cara Sort Smallest to Largest </p><p>B. Pengolahan Tabel RE Tingkat Kabupaten </p><p>1. Masukkan daftar nama Kabupaten/Kota berikut dengan RE Kab/Kota, jumlah Kecamatan </p><p>dengan RE 50% dan jumlah Desa dengan RE 50% ke tabel File presentasi </p><p>2. Lakukan perhitungan jumlah Desa dengan RE 50% dan total jumlah Desa di setiap </p><p>Kabupaten, dengan cara: </p><p>i. Tambahkan/insert kolom baru setelah kolom berjudul D, beri judul kolom baru </p><p>tersebut dengan nama D2, lakukan penomoran pada kolom D2 untuk </p><p>menghitung jumlah Desa di setiap Kabupaten </p><p>ii. Tambahkan/insert kolom baru sebelum kolom berjudul D1, beri judul kolom </p><p>baru tersebut dengan nama D3, lakukan penomoran pada kolom D3 untuk </p><p>setiap Desa dengan RE 50% </p></li><li><p>18 </p><p>iii. Masukkan data hasil perhitungan jumlah Desa dengan RE 50% terhadap total </p><p>jumlah Desa di setiap Kabupaten pada tabel di File presentasi </p><p>3. Lakukan perhitungan jumlah Kecamatan dengan RE 50% dan total jumlah Kecamatan di </p><p>setiap Kabupaten, dengan cara: </p><p>i. Tambahkan/insert kolom baru setelah kolom berjudul C, beri judul kolom baru </p><p>tersebut dengan nama C2, lakukan penomoran pada kolom C2 untuk </p><p>menghitung jumlah Kecamatan di setiap Kabupat...</p></li></ul>

Recommended

View more >