of 39 /39
Struktur dan Mekanisme Pencernaan Pebriyanti Salipadang 102013241 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510 email : [email protected] Pendahuluan Manusia merupakan organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri atau disebut sebagai organisme heterotrof. Semua kebutuhan makanan didatangkan dari luar untuk memenuhi kebutuhan energy dan untuk sistesis zat yang dibutuhkan dalam tubuh. Makhluk hidup khususnya manusia selalu membutuhkan suplai makanan. Sebelum dapat digunakan oleh tubuh, makanan dicerna dalam system pencernaan. Sistem pencernaan ini dimulai dari rongga mulut sampai ke anus. System pencernaan juga melibatkan beberapa organ tambahan yang berperan dalam membantu proses pencernaan seperti hati dan pankreas. Sistem pencernaan adalah penghancuran bahan makanan (mekanis/enzimatis, kimia dan mikrobia) dari bentuk komplek (molekul besar) menjadi sederhana (bahan penyusun) dalam saluran cerna. Tujuan utama dari pencernaan itu sendiri adalah untuk mengubah bahan komplek menjadi sederhana. Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk membahas mengenai system digestivus atau disebut juga system pencernaan yang

Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pbl blok 9

Citation preview

Page 1: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Struktur dan Mekanisme

Pencernaan

Pebriyanti Salipadang

102013241

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510

email : [email protected]

Pendahuluan

Manusia merupakan organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri atau disebut

sebagai organisme heterotrof. Semua kebutuhan makanan didatangkan dari luar untuk memenuhi

kebutuhan energy dan untuk sistesis zat yang dibutuhkan dalam tubuh. Makhluk hidup

khususnya manusia selalu membutuhkan suplai makanan. Sebelum dapat digunakan oleh tubuh,

makanan dicerna dalam system pencernaan. Sistem pencernaan ini dimulai dari rongga mulut

sampai ke anus. System pencernaan juga melibatkan beberapa organ tambahan yang berperan

dalam membantu proses pencernaan seperti hati dan pankreas. Sistem pencernaan adalah

penghancuran bahan makanan (mekanis/enzimatis, kimia dan mikrobia) dari bentuk komplek

(molekul besar) menjadi sederhana (bahan penyusun) dalam saluran cerna. Tujuan utama dari

pencernaan itu sendiri adalah untuk mengubah bahan komplek menjadi sederhana.

Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk membahas mengenai system digestivus atau disebut

juga system pencernaan yang berkaitan dengan skenario. Saya akan membahas anatomi serta

histologi organ pencernaan, mekanisme kerja sistem pencernaan dalam mencerna 3 bahan utama,

yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Enzim-enzim yang berperan didalamnya juga akan

diuraikan berdasarkan fungsinya dalam saluran cerna.

Page 2: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Pembahasan

Sistem pencernaan terdiri atas saluran cerna dan kelenjar terkait.1 Saluran cerna dapat

berupa rongga mulut, oesophagus, lambung, usus halus, usus besar, rectum dam anus. Sedangkan

untuk kelenjar terkait seperti kelenjar liur, hati, dan pancreas. Berdasarkan prosesnya pencernaan

pada manusia dibedakan menjadi 3 cara, yaitu:

Pencernaan Mekanis yaitu perombakan makanan dari bentuk kompleks ke bentuk yang

lebih sederhana dengan bantuan gerakan alat pencernaan. Seperti pada mulut.

Pencernaan Kimiawi yaitu proses penguraian makanan dari bentuk kompleks ke bentuk

yang lebih sederhana dengan bantuan enzim pencernaan.

Pencernaan Biologis yaitu proses penguraian dan pembusukan makanan dengan bantuan

organisme lain.

1. Struktur makroskopis

Gambar 1. Struktur Makroskopis Sistem Pencernaan.

Page 3: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

A. Gaster

Gaster merupakan organ yang termasuk saluran cerna yang dimasuki oleh bolus (bahan

makanan) paling awal dalam cavum abdomen. Gaster biasa disebut dengan ventriculus atau

lambung. Berbentuk seperti huruf J pada proyeksi supinasi (terlentang).

Bagian-bagian Lambung

Lambung mempunyai dua lambung (ostium cardiakum dan pylorus). Dua lengkungan

(kurvatura mayor dan minor) dan dua permukaaan (facies anterior dan posterior). Lambung

terdiri dari lima bagian, yaitu cardia, fundus, corpus, pars pilorika, dan pylorus.

a. Cardia merupakan daerah tempat masuknya esophagus ke dalam lambung. Fundus

gastrikus yang berbentuk kubah merupakan bagian lambung yang berada di atas kiri dari

ostium kardiakum.

b. Pada fundus ini biasanya berkumpul gas. Di antara fundus dan pars abdominalis esofagei

terdapat sudut yang tajam, disebut incisura kardiaka.

c. Corpus gastrikum yang merupakan bagian utama, terletak kurang lebih vertical (sedikit

kearah depan kanan) antara fundus dan incisura angularis beralih menjadi pars pilorika.

Kurvatura minor yang merupakan batas kanan lambung terbentang dari kardia sampai

pylorus. Kurvatura mayor yang lebih besar terbentang dari incisura kardiaka terus ke

fundus dan pinggir kiri lambung sampai piloruss. Pada kurvatura minor di batas antara

korpus dengan pars pilorika terbentuk sudut yang disebut incisura angularis.

d. Pars pilorika terdiri dari antrum pilorikum yang lebar di sebelah proximalis dan kanalis

pilorikus yang lebih sempit di sebelah distal yang berakhir pada pylorus. Pada batas

antara kedua bagian ini kadang-kadang terdapat suatu sulkus dangkal.

e. Pylorus merupakan daerah terdapatnya penyempitan berupa spinchter yang umumnya

berada dalam keadaan kontraksi tonik. Sphincter pilori mempunyai otot sirkularis tebal

yang mengatur aliran lambung ke duodenum.

Fungsi gaster

1. Tempat penimbunan sementara makanan dan minuman, dan tempat mengadakan

pencernaan yang dilaksanakan secara kimia dan mekanik

Page 4: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

2. Menghasilkan getah lambung yang mengandung mucus air, electrolit, pepsin, rennin

3. Sel parietal diduga menghasilkan gastric intrinsic factor untuk absorbsi vit B12

Letak Lambung

Ostium kardiakum terletak kurang lebih 3 cm di sebelah kiri garis tengah, setinggi vertebra

torakalis 11, dan 10 cm di sebelah dalam dari tulang rawan iga 7 kiri. Lubang ini merupakan

tempat yang paling tetap dari lambung. Pylorus letaknya relatif tetap, yaitu pada posisi

berbaring terletak di atau sedikit kanan dari linea mediana setinggi vertebra lumbalis 2 atau 3

pada posisi berdiri, atau bahkan dapat bergeser 5 cm ke kanan pada lambung yang penuh yang

penuh. Fundus letaknya paling superior di belakang iga ke-5 kiri di linea midklavikularis.

Fiksasi paling kuat dari lambung terdapat pada cardia kerena hubungannya dengan esophagus

yang terfiksasi pada diafragma. Omentum minus juga dapat membantu fiksasi lambung pada

tempatnya.2

Hubungan Lambung dengan Sekitarnya

Facies anterior gaster bagian kanan berbatasan dengan lobus sinister hepatis dan lobus

quadrates hepatis. Sedangkan pylorus berbatasan dengan lobus quadrates hepatis. Sebagian

facies anterior lambung juga berbatasan dengan dinding perut yang sesuai dengan lapang

lambung. Sedangkan curvatura major berbatasan dengan colon transversum dan ligamentum

gastrocolokum. Facies posterior gaster pada fundus ventriculinya berbatasan dengan

diaphragma.2

Corpus ventrikuli berbatasan dengan bagian diapragma yang menurun. Curvatura major

berbatasan dengan ren sinister, gandula suprarenalis sinister, dan lien. Bagian caudal dari gaster

berbatasan dengan bagian superior pancreas. Kurvatura minor bagian kiri atas berbatasan dengan

tuber omentale pancreatic. Sedangkan ventrikuli bagian distalnya berbatasan dengan colon

transversum dan mesencolon.

Page 5: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Pendarahan

Arteri

1. A. Gastrica Sinistra, merupakan cabang dari A. Coeliaca (tripus Halleri). A. Gastrica

Sinistra beranastomose dengan A. Gastrica dextra yang merupakan cabang dari A.

Hepatica Propia di curvature minor dan A. Oesophagea yang merupakan cabang dari

Aorta Thoracalic.

2. Aa. Gastrica Breves, merupakan cabang dari A. Lienale di fundus ventriculi dan

memperdarahi fundus ventriculi.

3. A. Gastroepiploica (gastro omentalis) sinistra, merupakan cabang dari A. Lienale. Arteri

ini beranastomose dengan A. Gastroepiploica dextra yang merupakan cabang dari A.

Gastroduodenale di curvatura major. A. Gastroepiploica sinistra memperdarahi curvatura

major dan omentum majus.

Vena

Pembuluh balik vena mengikuti jalannya arteri.

1. Darah dari V. Gastrica dextra dan sinistra dialirkan ke dalam V. Porta.

2. Darah dari V. Gastrica Breves dan V. Gastroepiploica sinistra dialirkan ke dalam V.

Lienalis yang bergabung dengan V. Mesenterica superior menuju V. Porta.

Getah Bening

Pembuluh getah bening berasal dari Nnll. Gasromentalis yang terdapat pada pembuluh nadi

sepanjang curvatura major dan minor akan dialirkan ke dalam nnll. Coeliaca.

Persarafan

Persarafan gaster berasal dari sistem saraf otonom. Saraf parasimpatis berasal dari N. X

anterior dan posterior. Saraf simpatis dari nervi spinals T6-T9 melalui plexus coeliacus dan

mendistribusikan melalui anyaman saraf di sekitar A. Gastrica dan A. Gastroepiploica.2

Page 6: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Gambar 2. Struktur Anatomi Lambung

http://www.google.co.id/search?hl=id&cp=17&gs_id=25&xhr=t&q=anatomi+lambung+manusia

B. Intestinum tanue (usus halus)

Merupakan saluran yang panjang sekitar 8,25 m. Usus halus menggantung dari dinding

posterior abdomen ditahan oleh mesenterium yang mengandung pembuluh darah

mesenterika superior, pembuluh limfe, dan saraf otonom. Mesenterium memiliki panjang

sekitar 15 cm dan berjalan dari fleksura duodenojejunalis sampai sendi sakroiliaka dekstra.

Dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu:3

Duodenum (usus duabelas) jari merupakan bagian teratas usus halus yang berbatasan

dengan ventriculus. Fungsi utamanya adalah absorpsi produk-produk pencernaan.

Terjadi proses pemecahan lemak dan karbohidrat. Panjangnya sekitar 25 cm/0,25 m dan

berliku-liku di sekitar kaput ea rah. Walaupun ukurannya ea rah pendek, area

permukaannya sangat diperluas karena mukosanya berlipat-lipat dengan vili yang

hanya terlihat secara mikroskopik.

Dengan pengecualian 2,5 cm pertama, yang seluruhnya dilapisi peritoneum, duodenum

merupakan struktur retroperitoneal. Secara umum dibagi dalam empat bagian: (1)

bagian pertama (5 cm); (2) bagian kedua (7,5 cm), bagian ini menurun di sekeliling

kaput ea rah. Di bagian dalam, pada potogan tengah, ea ditemukan penonjolan kecil di

aspek posteromedial mukosa—ea rah duodenalis. Struktur ini merupakan tempat

masuknya duktus biliaris komunis dan duktus pankreatikus utama Wirsungi. Sfingter

Oddi menjaga tempat masuk ini.

Page 7: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Duktus pankreatikus tambahan (Santorini) yang berukuran lebih kecil masuk ke

duodenum sedikit di atas papilla; (3) bagian ketiga (10 cm), bagian ini di sebelah

anterior dilewati oleh pangkal mesenterium dan pembuluh darah mesenterika superior;

dan (4) bagian keempat (2,5 cm), bagian ini berakhir sebagai sambungan

duodenojejunal. Ujung bawah duodenum ditandai oleh lipatan peritoneal yang

meregang dari sambungan ke kruris dekstra diafragma yang melapisi ligamentum

suspensorium Treitz. Bagian terminal dari v. mesenterika inferior terletak di sebelah

sambungan duodenojejunal dan berfungsi sebagai penanda.

Duodenum didarahi oleh a. gastroduodenalis yang merupakan cabang dari a. hepatica

communis yang akan memperdarahi dinding posterior duodenum dan juga didarahi oleh

a. pancreaticoduodenalis superior (anterior dan posterior) yang berjalan antara pars

descendens duodeni dan caput ea rah. A. pancreaticoduodenalis inferior yang merupakan

cabang dari a. mesenterica superior juga mendarahi duodenum.

Jejunum (usus kosong) merupakan usus halus yang berbatasan langsung dengan

duodenum dan ileum. Pada jejunum terdapat arcade dan vasa recta. Dimana pada

jejunum arcadenya hanya 1 tingkat saja dan memiliki vasa recta panjang. Lumen dari

jejunum juga lebih besar daripada ileum. Disini tidak terjadi proses penyerapan dan

pencernaaan makanan. Panjangnya sekitar 7 m.

Ileum/usus penyerapan merupakan usus halus yang berbatasan dengan jejunum dan

intestinum crassum. Ileum memiliki lumen yang lebih kecil daripada jejunum. Dimana

arcade ileum bertingkat – tingkat sehingga vasa rectanya lebih pendek. Disinilah terjadi

penyerapan sari-sari makanan. Panjangnya sekitar 1 m.

Dimana pada ileum ini terdapat tonjolan – tonjolan atau vili yang berfungsi

memperluas bidang penyerapan sari makanan.

Fungsi usus halus :

Menerima zat-zat makanan yang sudah dicerna untuk diserap melalui kapiler-kapiler

darah dan saluran-saluran limfe.

Menyerap protein dalam bentuk asam amino. 

Karbohidrat diserap dalam bentuk emulsi, lemak.

Page 8: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

C. Intestinum crasum (usus besar)

Intestinum crasum atau colon adalah usus besar, permukaannya bergelombang yang

disebut haustra, serta ada bentukan seperti cacing pada permukaan colon yang disebut:

taenia coli. Sepanjang taenia coli terdapat tonjolan jaringan lemak yang disebut: appendix

epiploika.

Tempat pertemuan antara ileum dan colon, terdapat sfinkter yang disebut: sfinkter

ileosecal, yang berfungsi mencegah refluk sisa makanan yang sudah masuk colon kembali

ke ileum. Bagian dari usus besar yaitu:4

Caecum: bagian colon yang terletak dibawah ileum, didalam cecum terdapat

appendix vermicularis (usus buntu)

Colon ascenden: bagian colon yang naik keatas, diatas ileum

Colon transversum: bagian colon yang berjalan mendatar

Colon descenden: bagian colon yang berjalan menurun, terletak disebelah kiri

Colon sigmoid: bagian colon yang berbelok, membentuk huruf s (sigmoid)

Rectum; bagian terakhir dari colon yang terletak pada ujung coclon sebelum anus

Colon ascendens dimulai dari ileocoecalis sampai flexura coli dextra. Didarahi oleh a.

colica dextra yang merupakan cabang dari a. mesentrica superior dimana ia berjalan

retroperitoneal menyilang a. spermatica interna pada laki-laki atau a. ovaria pada

perempuan. A. colica dextra memiliki r. ascendens yang beranastomosis dengan a. colica

media dan r. descendens yang beranastomosis dengan a. ileocolica. Colon accendens akan

berbelok ke kiri dan tempat berbeloknya dinamakan dengan flexura coli dextra.

Colon transversum terletak di bawah bidang transpyloric. Colon ini menyilang pars

descendens duodeni dan akan melengkung diantara flexura coli dextra dan sinistra.

Didarahi oleh a. colica media yang merupakan a. mesenterica superior dan a. colica

sinistra yang merupakan cabang dari a. mesenterica inferior. Flexura coli sinistra

merupakan tempat usus membelok ea rah bawah.

Colon descendens merupakan lanjutan dengan colon transversum yang didarahi oleh a.

coli sinistra yang merupakan cabang dari a. mesentrica inferior.

Colon sigmoideum berbentuk menyerupai huruf S dan memanjang dari crista illiaca

sampai vertebrae sacralis 2-3. Organ ini didarahi oleh aa. Sigmoidae yang merupakan

cabang dari a. mesentrica inferior.

Page 9: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Gambar 3. Usus halus Gambar 4. Usus besar

D. Pankreas

Terletak dekat ventriculus (rongga perut sebelah kiri) yaitu diantara duodenum dan limpa.

Dengan panjang sekitar 15 cm dan lebar 5 cm. Kelenjar pancreas menghasilkan hormone insulin

yang berfungsi untuk mengatur (menurunkan) kadar gula dalam darah. Berfungsi untuk

menghasilkan getah pancreas yang banyak mengandung enzim.

Pada pancreas terdiri dari caput, collum, corpus, dan cauda. Selain itu terdapat juga ductus

pankreatikus major (wirsungi), ductus pankreatikus accesorius (santorini).4

Gambar 5. Pankreas

E. Hati (Hepar)

Merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar dalam tubuh dengan berat sekitar 2 kg dan

berwarna kemerahan. Terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, di bawah sekat rongga dada.

Hepar dilapisi peritoneum kecuali pada area nuda.3

Page 10: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Lobus sinister hepar berbatasan dengan oesophagus dan gaster sedangkan lobus dexternya

berbatasan dengan duodenum dan pylorus gaster, colon, serta renal yang menimbulkan jejasnya

masing-masing.

Hepar didarahi oleh a. hepatica comunis, a. hepatica propria, a. hepatica dextra dan sinistra.

Sedangkan sistem pembuluh balik melalui v. porta.

Vesica fellea merupakan organ penampung empedu yang diliputi oleh peritonium kecuali pada

bagian yang melekat lagsung ke hepar. Vesika fellea terdiri atas fundus, corpus dan collum dan

memiliki saluran empedu yang disebut dengan ductus systicus. Vesica fellea didarahi oleh a.

cystica yang merupakan cabang dari a. hepatica dextra.

Pada klasifikasi anatomis, lobus kanan terdiri dari lobus kaudatus dan kuadratus. Menghasilkan

cairan empedu (bilus) yang ditampung dalam kantung empedu (vesica felea). Setiap hari vesica

felea menghasilkan 0,5 liter cairan empedu.

Hepar berfungsi:5

Menghasilkan cairan empedu.

Menawarkan racun.

Menyimpan gula dalam bentuk glikogen (gula otot).

Mengubah provitamin A menjadi vitamin A.

Menjaga keseimbangan zat makanan dalam darah.

Mengubah kelebihan asam amino menjadi urea untuk dikeluarkan dari tubuh

Page 11: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Gambar 6. Kelenjar Pankreas Gambar 7. Hati

F. Kandung empedu

Kandung Empedu merupakan kantong berbentuk seperti buah alpukat yang terletak tepat

dibawah lobus kanan hepar. Pada orang dewasa panjangnya sekitar 7-10 cm, yang berfungsi

untuk menyimpan empedu dengan kapasitas ± 45 ml. Empedu yang disekresi secara terus

menerus oleh hati masuk ke saluran empedu yang kecil di dalam hepar. Saluran empedu yang

kecil-kecil tersebut bersatu membentuk dua saluran yang lebih besar yang keluar dari permukaan

bawah hati sebagai duktus hepatikus kanan dan kiri, yang akan bersatu membentuk duktus

hepatikus komunis.6

Fungsi kandung empedu7

a. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang secara terus-menerus disekresi oleh sel-

sel hati,sampai diperlukan dalam duodenum.Di antara waktu makan,Sfingter Oddi

menutup dan cairan empedu mengalir ke dalam kandung empedu yang relaks.Pelepasan

cairan ini dirangsang oleh CCK.

b. Kandung empedu mengkonsentrasikan cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan

elektrolit.Dengan demikian,kandung ini mampu menampung hasil 12 jam sekresi empedu

hati.

Page 12: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Gambar 8. Vesica velea

2. Struktur mikroskopis

Saluran cerna pada umumnya memiliki ciri structural khas. Saluran ini merupakan suatu

tabung berongga yang terdiri atas lumen dengan diameter yang bervariasi dan dikelilingi oleh

dinding yang terdiri atas 4 lapisan utama: mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa.1

Gaster

A. Tunica mucosa

Pada keadaan hidup biasanya terlihat merah muda kecuali pada daerah cardia dan

pylorus agak pucat. Tampak pada permukaan lipatan-lipatan yang disebut rugae karena

longgarnya tunica submucosa di bawahnya. Terdapat gambaran yang lebih menetap yaitu

tonjolan-tonjolan yang membentuk bulat dipisahkan oleh alur-alur disekitarnya yang

dinamakan areola gastrica. Sebagian besar tunica mucosa terisi oleh kelenjar lambung

yaitu : glandula cardiaca, glandula fundica, dan glandula pylorica.

Epitel

Dilapisi oleh epitel silindris selapis. Didaerah cardia terdapat peralihan dari epitel

oesophagus. Semua sel epitel merupakan sel yang menghasilkan mucus. Sel-sel epitel

tersebut dijumpai adanya terminal bars. Dengan mikroskop elektron tampak microvili

pada permukaan dengan lapisan karbohidrat pada membran plasma. Pada sitoplasma

terdapat butir musigen, bentuk bintang dengan warna gelap dan homogen. Dalam

keadaan normal sel-sel epitel ini selalu diperbarui setiap 3 hari. Tanda-tanda regenerasi

Page 13: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

tampak pada bagian dasar foveola gastrica. Sel-sel yang terbentuk baru akan mendorong

ke atas utuk menggantikan sel-sel yang dilepaskan.

Lamina propria

Jaringan pengikat pada lamina propria ini sangat sedikit karena terdesak oleh

kelenjar-kelenjar yang begitu rapat, yaitu jaringan ikat kolagen dan retikuler. Infiltrasi

limfosit tersebar secara difusi dan kadang-kadang ditemukan lymphanodulus solitarius.8

Ventriculi terdapat 3 macam kelenjar :

Glandula cardiaca

Kelenjar ini terdapat disekitar muara oesophagus di dalam gaster. Glandula cardiaca

merupakan kelenjar tubuler kompleks yang bermuara pada dasar foveola gastrica. Pada

kelenjar ini hanya ditemukan satu jenis sel yaitu sel mukosa yang mirip dengan sel mukosa

pada glandula pylorica atau sel mukosa leher dari glandula fundica.

Glandula fundica/glandula gastrica propria

Merupakan kelenjar utama pada dinding ventriculus yang menghasilkan getah lambung.

Bentuk masing-masing kelenjar ialah tubuler simplex bercabang, bermuara pada dasar

foveola. Ujung-ujungnya sedikit membesar dan bercabang menjadi 2—3 buah. Ujung-

ujung kelenjar mencapai lamina muscularis mucosa. Dalam sebuah lambung terdapat

sekitar 15 juta kelenjar. Dalam kelenjar ini dibedakan 4 macam sel8 :

a. Sel principal = sel zimogen atau sel utama (chief cell)

* Bentuk sel : silindris pendek atau kuboid, tersusun selapis pada ½ atau 1/3 bagian distal

dari kelenjar

* Mudah rusak, tapi jika tidak ada asam lambung kerusakan dapat dihambat

* Menghasilkan pepsinogen yang akan berubah menjadi enzim pepsin

* Dengan mikroskop elektron terlihat : pada permukaan terdapat microvili yang tidak

teratur, kompleks golgi yang berkembang menghasilkan protein, granular reticulum

endoplasmic lebih banyak, ribosom bebas atau menempel lebih banyak, merupakan

penyebab warna basofil.

b. Sel parietal

* Terdapat tersebar diantara sel utama sepanjang dinding kelenjar

Page 14: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

* Bentuk sel seperti pyramid atau agak bulat pada dasarnya yang terdesak ke basal oleh

selutama

* Inti bulat, sitoplasma tampak asidofil serta adanya canaliculi secretori yang tampak

sebagai bangunan intraseluler

* Menghasilkan asam HCl dalam getah lambung

* Dengan mikroskop elektron terlihat : permukaan sel yang mengadakan invaginasi

membentuk canalikul, microvili panjang, hubungan dengan sel utama diperkuat oleh

zenula occluden dan desmosom, mitokondria tampak asidofil, kompleks golgi terdapat

antara inti dan basal.

c. Sel mukosa leher

* Relatif sedikit dan terletak antara sel-sel parietal di daerah leher kelenjar

* Pada pewarnaan biasa mirip sel utama, tapi inti di basal agak pipih

* Untuk membedakan dengan sel parietal, diwarnai dengan past/mucicarmine

* Dengan mikroskop elektron terlihat : microvili pendek pada permukaan sel, dengan sel di

dekatnya dihubungkan dengan desmosom interdigitasi, kompleks golgi diatas inti sel,

mitokondria tersebar diseluruh sitoplasma, granular reticulum endoplasma lebih sedikit.

d. Sel argentafin (sel enterokromatin)

* Sel-sel kecil yang bergranula, tersebar diantara dasar sel utama

* Merupakan tempat sintesa dan penimbunan serotonin

* Menghasilkan gastrin, serotonin, dan enteroglukogen

• Glandula pylorica

Kelenjar ini terdapat di dalam lamina propria daerah pylorus. Glandula pylorica

berbentuk tubuler bercabang simpleks, ujungnya bercilia hingga pada sediaan tampak

terpotong melintang.

Sifat-sifat lain :

* Lumen besar

* Terdapat satu macam sel saja

* Sel-selnya berbentuk silindris dengan sitoplasma pucat yang mengandung butir-butir

tidak jelas, inti terdesak ke basal sel

* Tampak kapiler sekretori di antara sel-sel kelenjar

Page 15: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

* Dengan pewarnaan HE tampak sebagai sel zymogen atau sel mucosa leher

Lamina muskularis mucosa gaster terdiri atas serabut-serabut otot polos sirkuler sebelah

dalam dan longitudinal sebelah luar. Kadang-kadang terdapat lagi serabut sirkuler di luar.

B. Tunika submucosa

Merupakan jaringan ikat padat yang mengandung sel-sel lemak, mast cells, sel limfoid

C. Tunika muscularis

Terdiri dari 3 lapisan berturut-turut dari dalam keluar, yaitu:

* Stratum oblique

Terutama pada facies ventralis dan dorsalis di daerah fundus dan corpus ventriculi.

* Stratum circulare

Merupakan lapisan yang paling merata di seluruh bagian ventriculus, di pylorus

membentuk muskulus sphincter pylori.

* Stratum longitudinal

Banyak pada daerah curvatura minor dan curvatura major.

D. Tunika serosa

Merupakan jaringan pengikat biasa yang sebelah luar dilapisi oleh mesotil sebagai

lanjutan dari peritoneum viscerale yang meneruskan sebagai omentum majus. Pada

perlekatan sepanjang curvatura minor dan major tidak dilapisi oleh mesotil.8

Gambar 9 . Lapisan-lapisan lambung5

Page 16: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Usus halus

Usus halus terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum. Lapisan mukosanya diliputi epitel selapis

torax. Sedangkan untuk lapisan submukosanya dipenuhi kelenjar brunner.4 Muskularisnya terdiri

dari berkas – berkas longitudinal dan sirkular.

Epitel dari jejunum adalah epitel selapis torax bersel goblet. Dimana sel gobletnya lebih banyak

dari yang ada di duodenum. Pada dasar kriptus dapat ditemukan sel paneth berupa sel berbentuk

limas dengan puncaknya menghadap ke lumen yang terletak pada kelenjar intestinal.

Pada ileum sel gobletnya lebih banyak daripada di jejunum. Di dalam lamina propria terdapat

kelompok nodulus limfatikus yang membentuk bangunan khusus yang disebut plaque peyeri

yang merupakan kekhasan dari ileum.

Usus besar

Di usus besar sel-sel goblet terdapat lebih banyak daripada di usus halus.1 Sel goblet ini juga

bertambah dibagian sekum ke kolon sigmoid. Usus besar ini tidak memiliki plika sirkularis

maupun vili intenstinalis, dan kelenjar usus terletak lebih dalam daripada di usus halus. Kelenjar

intenstinal usus besar juga tidak memiliki sel paneth. Pada colon, dindingnya terdiri atas empat

lapisan yaitu lapisan mukosa, lapisan submukosa, muskularis dan adventisia. Mulai dari caecum

sampai dengan rectum, epitel yang melapisi mukosa yaitu epitel selapis selindiris dengan sel

goblet.

Hati

Hepar terdiri atas satuan heksogonal disebut lobus hepar. Di pusat setiap lobus terdapat sebuah

vena sentral yang dikelilingi lempeng-lempeng sel hepar, yaitu hepatosit dan sinusoid secara

radial. Jaringan ikat disini membentuk triad porta, cabang arteri hepatica, cabang vena porta, dan

cabang duktus biliaris, darah arteri dan darah vena mula-mula bercampur di sinusoid hepar saat

mengalir kea rah vena ventral.4

Sinusoid hepar adalah saluran darah yang berliku-liku dan melebar, dengan diameter tidak

teratur, dilapisi sel endotel bertingkat tidak utuh, yang dipisahkan dari hepatosit dibawahnya oleh

Page 17: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

ruang perisinusoidal. Akibatnya, zat makan yang mengalir didalam sinusoid yang berliku-liku,

menembus dinding endotel tidak utuh dan berkontak langsung dengan hepatosit.

Pankreas

Pancreas memiliki unsur eksokrin maupun endokrin yang mempunyai sebagian besar kelenjar.

Pankreas eksokrin yang merupakan bagian terbesar dari kelenjar, terdiri atas asini serosa yang

berhimpitan, tersusun dalam banyak lobules kecil. Lobuli dikelilingi septa intra dan interlobular

dengan pembuluh darah, duktus, saraf, dan kadang-kadang badan pacini.4 Di dalam masa asini

serosam terapat pukau langerhans yang terisolasi. Pulau ini adalah bagian endokrin pankreas dan

merupakan ciri khas pancreas.

3. Enzim pencernaan

Lambung

Getah lambung merupakan cairan jernih bewarna kuning pucat yang mengandung HCl 0,2-0,5%

dengan pH 1. Getah lambung terdiri atas 97-99% air dan sisanya musin (lendir) serta garam

anorganik, enzim pencernaan (pepsin dan renin), dan lipase.10

Pepsin

- Fungsi utama untuk hidrolisis molekul protein menjadi peptide.

- Disekresikan dalam bentuk inaktif. Jika diperlukan maka akan berubah bentuk dari

pepsinogen menjadi pepsin.

Renin

- Fungsi utama mengubah kaseinogen menjadi kasein.

- Hanya terdapat pada lambung bayi untuk mengolah susu.

Lipase

- Fungsi utama hidrolisis tri-asilgliserol menjadi asam lemak dan gliserol.

Page 18: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Pankreas

Pankreas berfungsi menghasilkan enzim-enzim pencernaan (dalam bentuk getah

pankreas) yang nantinya akan dibawa ke duodenum melalui saluran pankreas.

a. Tripsin

Berfungsi mengubah protein menjadi polipeptida dan disekresikan dalam bentuk inaktif

(tripsinogen) dan diaktifkan dalam duodenum (tripsin).

b. Kemotripsin

Berfungsi mengubah pepton menjadi polipeptida dan inaktif (kemotripsinogen) dan aktif

(kemotripsin).

c. Amilase Pankreas

berfungsi mengubah pati menjadi maltose dan bekerja hampir sama dengan amilase pada saliva

d. Karboksi Peptidase

berfungsi mengubah peptida menjadi asam amino

e. Nukleas : berfungsi mengkatalisa asam nukleat menjadi komponen nukleotida. 9

Hati

Meskipun hati tidak memegang peran yang begitu besar dalam system pencernaan, hati

menghasilkan empedu yang berguna dalam mencerna lemak.10

Usus Halus

Dalam usus halus terdapat berbagai macam enzim, diantaranya adalah :

a. Enterokinase : mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin.

b. Laktase : mengubah laktosa menjadi glukosa.

c. Dipeptidase : mengubah pepton menjadi AA.

d. Maltase : mengubah maltose menjadi glukosa.

e. Disukrase : mengubah disakarida menjadi monosakarida.

f. Peptidase : mengubah polipeptida menjadi AA.

g. Sukrase : mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

Page 19: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

h. Lipase : mengubah tri-asilgliserol menjadi gliserol dan AA.5

4. Mekanisme Pencernaan

Fungsi utama sistem pencernaan adalah untuk memindahkan zat gizi atau nutrien, air, dan

elektrolit dari makanan yang kita makan ke dalam lingkungan internal tubuh. Dimana dalam

proses memindahkan zat tersebut sistem pencernaan melaksanakan 4 proses dasar, yaitu

motilitas, digesti, absorpsi dan sekresi.7

A. Motilitas

Motilitas adalah kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi saluran pencernaan,

otot polos di dinding saluran pencernaan secara terus menerus berkontraksi dengan kekuatan

rendah yang disebut dengan tonus. Tonus ini sangat penting untuk mempertahankan agar tekanan

pada isi saluran pencernaan tetap dan untuk mencegah dinding saluran pencernaan melebar

secara permanen setelah mengalami distensi.

Dalam proses motilitas terjadi dua gerakan yaitu gerakan propulsif dan gerakan

mencampur. Gerakan propulsif yaitu gerakan mendorong atau memajukan isi saluran pencernaan

sehingga berpindah tempat ke segmen berikutnya, dimana gerakan ini pada setiap segmen akan

berbeda tingkat kecepatannya sesuai dengan fungsi dari regio saluran pencernaan, contohnya

gerakan propulsif yang mendorong makanan melalui esofagus berlangsung cepat karena struktur

ini hanya berfungsi sebagai tempat lewat makanan dari mulut ke lambung tapi sebaliknya di usus

halus tempat utama berlangsungnya pencernaan dan penyerapan makanan bergerak sangat

lambat sehingga tersedia waktu untuk proses penguraian dan penyerapan makanan. Gerakan

kedua adalah gerakan mencampur, gerakan ini mempunyai 2 fungsi yaitu mencampur makanan

dengan getah pencernaan dan mempermudah penyerapan pada usus.

Yang berperan dalam kedua gerakan ini salah satunya yaitu muskularis eksterna suatu

lapisan otot polos utama di saluran pencernaan yang mengelilingi submukosa. Di sebagian besar

saluran pencernaan lapisan ini terdiri dari dua bagian yaitu lapisan sirkuler dalam dan lapisan

longitudinal luar. Serat-serat lapisan otot polos bagian dalam berjalan sirkuler mengelilingi

saluran, kontraksi serat-serat sirkuler ini menyebabkan kontriksi, sedangkan kontraksi serat-serat

Page 20: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

di lapisan luar yang berjalan secara longitudinal menyebabkan saluran memendek, aktivitas

kontraktil lapisan otot polos ini menghasilkan gerakan propulsif dan mencampur.

B. Sekresi

Sejumlah getah pencernaan disekresikan ke lumen saluran pencernaan oleh kelenjar

eksokrin yang terletak di sepanjang rute, masing-masing dengan produk sekretorik spesifiknya

sendiri. Setiap sekresi pencernaan terdiri dari air, elektrolit dan konstituen organik spesifik yang

penting dalam proses pencernaan, seperti enzim, garam empedu, atau mukus. Sel-sel sekretorik

mengekstraksi dari plasma sejumlah besar air dan bahan-bahan mentah yang penting untuk

menghasilkan produk sekretorik mereka. Sekresi semua getah pencernaan memerlukan energi,

baik untuk transportasi aktif sebagian bahan mentah ke dalam sel (sebagian berdifusi secara

pasif) maupun untuk sintesis produk sekretorik oleh retikulum endoplasma. Sel-sel eksokrin ini

memiliki banyak mitokondria untuk menunjang tingginya kebutuhan energi yang diperlukan

dalam proses sekresi. Sekresi tersebut dikeluarkan ke dalam lumen saluran pencernaan karena

adanya rangsangan saraf atau hormon yang sesuai. Dalam keadaan normal, sekresi pencernaan

direabsorpsi dalamm satu bentuk atau bentuk lain untuk dikembalikan ke darah setelah produk

sekresi tersebut ikut serta dalam proses pencernaan. Kegagalanproses reabsorpsi ini (misalnya

akibat diare atau muntah( menyebabkan hilangnya cairan yang “dipinjam” dari plasma tersebut.

C. Digesti (pencernaan)

Digesti merupakan proses penguraian makanan dari struktur yang kompleks menjadi

satuan-satuan yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh enzim-enzim yang diproduksi

didalam sistem pencernaan. Karbohidrat, protein dan lemak merupakan molekul-molekul besar

yang tidak dapat menembus membran plasma utuh untuk diserap dari lumen saluran pencernaan

ke dalam darah atau limfe sehingga diperlukan proses pencernaan untuk menguraikan molekul-

molekul tersebut.

Bentuk karbohidrat paling sederhana adalah gula sederhana atau monosakarida (molekul

“satu gula”), misalnya glukosa, fruktosa, dan galaktosa, yang dalam keadaan normal jumlahnya

sangat sedikit dalam makanan.

Page 21: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

D. Absorpsi (penyerapan)

Pencernaan diselesaikan dan sebagian besar penyerapan terjadi di usus halus. Setelah

proses digesti molekul-molekul yang telah menjadi satuan-satuan kecil dapat diabsorpsi bersama

dengan air, vitamin, dan elektrolit, dipindahkan dari lumen saluran pencernaan ke dalam darah

atau limfe.

Pencernaan Karbohidrat

Pencernaan karbohidrat dalam mulut dan lambung. Ketika makanan dikunyah,

makanan bercampur dengan saliva, yang terdiri atas enzim ptialin yang terutama disekresikan

oleh kelenjar parotis. Enzim ini menghidrolisis tepung menjadi disakarida maltose dan polimer

glukosa kecil lainnya yang mengandung tiga sampai sembilan molekul glukosa (seperti

maltotriosa dan αlimit dekstrin) yang merupakan titik cabang molekul tepung. Tetapi makanan

berada dalam mulut hanya untuk waktu yang singkat, dan mungkin tidak lebih dari 5 persen dari

semua tepung yang dimakan telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan. Pencernaan berlanjut

di dalam korpus dan fundus lambung selama 1 jam sebelum makanan bercampur dengan sekresi

lambung. Kemudian aktivitas amilase saliva dihambat oleh asam yang berasal dari sekresi

lambung, karena amilase pada dasarnya tidak aktif sebagai suatu enzim bila pH medium turun di

bawah sekitar 4,0. Meskipun demikian, rata-rata, sebelum makanan menjadi bercampur secara

menyeluruh dengan sekresi dari lambung, sebanyak 30 sampai 40 persen tepung akan

dihidrolisis terutama menjadi maltosa.

Pencernaan Karbohidrat di dalam usus halus

Pencernaan oleh Amilase Pankreas. Sekresi pancreas, seperti saliva, mengandung

sejumlah besar α-amilase yang fungsinya hamper mirip dengan α-amilase saliva tetapi beberapa

kali lebih kuat. Oleh karena itu, dalam waktu 15 sampai 30 menit setelah kimus dikosongkan

dari lambung ke dalam duodenum dan bercampur dengan getah pancreas, sebenarnya, semua

tepung telah dicernakan. Pada umumnya, hampir semua tepung diubah menjadi maltosa dan

polimer-polimer glukosa yang sangat kecil lainnya sebelum keduanya melewati duodenum atau

jejunum bagian atas.

Page 22: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Hidrolisis disakarida dan polimer-polimer glukosa kecil menjadi monosakarida

oleh enzim-enzim epitel usus. Enterosit yang terletak pada vili usus halus mengandung empat

enzim, laktase, sukrase, maltase, dan α-dekstrinase, yang mampu memecahkan disakarida

laktosa, sukrosa, dan maltosa demikian juga dengan polimer-polimer glukosa kecil lainnya

menjadi unsur monosakarida. Enzim-enzim ini terletak di dalam membrane mikrovili brush

border enterosit, dan disakarida dicernakan sewaktu berkontak dengan membran ini. Laktosa

dipecahkan menjadi satu molekul galaktosa dan satu molekul glukosa. Sukrosa dipecahkan

menjadi satu molekul fruktosa dan satu molekul glukosa. Maltosa dan polimer-polimer kecil

lainnya semua dipecahkan menjadi molekul-molekul glukosa. Jadi produk akhir dari pencernaan

karbohidrat adalah semua monosakarida, dan monosakarida tersebut diserap dengan segera ke

dalam darah portal.

Pencernaan Protein

Pencernaan protein dalam lambung. Pepsin, enzim peptic lambung yang penting,

paling aktif pada pH 2,0 sama 3,0 dan tidak aktif pada pH kira-kira di atas 5. Akibatnya, agar

enzim ini dapat melakukan kerja pencernaan terhadap protein, maka cairan getah lambung harus

bersifat asam. Kelenjar lambung mensekresi sejumlah besar asam hidroklorida. Asam

hidroklorida ini disekresikan oleh sel-sel parietal pada pH kira-kira 0,8, tetapi pada saat asam

hidroklorida bercampur dengan isi lambung dan bersama dengan sekresi dari sel-sel kelenjar

nonparietal lambung, pH berkisar antara 2,0 sampai 3,0 suatu batas asiditas yang cukup tinggi

untk aktivitas pepsin.5

Salah satu gambaran penting pencernaan pepsin adalah kemampuannya untuk

mencernakan kolagen, suatu albuminoid yang sangat sedikit dipengaruhi oleh enzim-enzim

pencernaan lainnya. Kolagen merupakan unsur dasar utama darijaringan penyambung

interseluler daging; oleh karena itu, agar enzim pencernaan saluran pencernaan dapat menembus

daging dan mencernakan protein seluler, pertama penting bahwa serabut-serabut kolagen

dicernakan. Akibatnya, pada orang yang tidak mempunyai aktivitas peptic dalam lambung,

pencernaan daging kurang baik ditembus oleh enzim-enzim pencernaan dan, oleh karena itu

proses pencernaannya buruk.

Page 23: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Pepsin hanya memulai proses pencernaan protein, biasanya hanya menghasilkan 10

samapi 20 persen dari pencernaan total protein. Pemecahan protein merupakan proses hidrolisis

yang terjadi pada ikatan peptide di antara asam-asam amino.

Pencernaan protein oleh sekresi pankreas. Kebanyakan pencernaan protein terjadi

terutama di dalam usus halus bagian atas, di dalam duodenum dan jejunum di bawah pengaruh

enzim-enzim proteolitik dari sekresi pancreas. Saat protein meninggalkan gaster, protein

biasanya terutama dalam bentuk proteosa, pepton, dan polisakarida-polisakarida besar. Segera

setelah masuk ke usus halus, produk yang sudah dipecahkan sebagian diserang oleh enzim-enzim

proteolitik utama pankreas, tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase, dan proelastase. Keduanya,

baik tripsin ataupun kimotripsin dapat memecahkan molekul-molekul protein menjadi

polipeptida-polipeptida kecil; karboksipeptidase kemudian memecahkan asam amino-asam

amino tunggal dari ujung karboksil polipeptida. Proelastase meningkatkan elastase yang

kemudian mencernakan serabut-serabut elastin yang menahan daging. Hanya suatu persentase

protein kecil yang dicernakan sepenuhnya menjadi unsur-unsur asam amino oleh getah pankreas.

Kebanyakan tinggal sebagai dipeptida, tripeptida, dan beberapa bahkan lebih besar.

Pencernaan peptida-peptida oleh peptidase di dalam enterosit yang terletak pada

vili usus halus. Pencernaan terakhir protein di dalam lumen usus dicapai oleh enterosit yang

terletak pada vili usus halus, terutama dalam duodenum dan jejunum. Sel-sel ini memiliki suatu

brush border yang sesungguhnya mengandung beratus-ratus mikrovili yang menonjol dari

permukaan masing-masing sel. Pada membran sel pada masing-masing mikrovili ini terdapat

banyak peptidase yang menonjol keluar melalui membran, dimana peptidase berkontak dengan

cairan usus. Dua jenis enzim peptidase yang sangat penting adalah, aminopolipeptidase dan

beberapa dipeptidase. Enzim-enzim tersebut berhasil memecahkan sisa polipeptida-polipeptida

yang besar menjadi bentuk tripeptida dan dipeptida serta beberapa sepenuhnya menjadi asam-

asam amino. Baik asam amino, dipeptida, dan tripeptida dengan mudah ditranspor melalui

membran mikrovili ke bagian enterosit.

Akhirnya, di dalam sitosol enterosit terdapat banyak peptidase-peptidase lain yang

spesifik untuk jenis ikatan antara asam amino yang masih tertinggal. Dalam beberapa menit,

sebenarnya semua dipeptida dan tripeptida yang masih tertinggal akan dicerna sampai tahap

akhir yaitu asam amino tunggal; kemudian asam amino tunggal tersebut dihantarkan ke sisi yang

Page 24: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

berlawanan dari enterosit ke dalam darah. Lebih dari 99 persen produk pencernaan akhir protein

yang diabsorpsi merupakan asam amino tunggal, jarang berupa peptidan dan lebih jarang lagi

berupa molekul protein utuh. Dan semua ini sangat sedikit molekul protein yang kadang-kadang

dapat menyebabkan gangguan alergi yang berat atau gangguan imunologik.

Pencernaan Lemak

Pencernaan lemak dalam usus. Sejumlah kecil trigliserida dicernakan di dalam

lambung oleh lipase lingual yang disekresikan oleh kelenjar lingual di dalam mulut dan ditelan

bersama dengan saliva. Jumlah pencernaan kurang dari 10 persen dan umunya tidak penting.

Sebaliknya, pada dasarnya semua pencernaan lemak terjadi di dalam usus halus.

Emulsifikasi lemak oleh asam empedu dan lesitin. Tahap pertama dalam pencernaan

lemak adalah memecahkan gelembung lemak menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga enzim

pencernaan yang larut dalam air dapat bekerja pada permukaan gelembung lemak. Proses ini

disebut emulsifikasi lemak, dan dicapai sebagian melalui pergolakan di dalam lambung bersama

dengan produk pencernaan lambung tetapi terutama dibawah pengaruh empedu, sekresi hati yang

tidak mengandung enzim pencernaan apapun. Akan tetapi, empedu mengandung sejumlah besar

garam empedu juga fosfolipid lesitin, sangat penting untuk emulsifikasi lemak. Gugus-gugus

polar dari garam empedu dan molekul-molekul lesitin sangat larut dalam air, sedangkan sebagian

besar gugus-gugus molekul keduanya sangat larut dalam lemak. Oleh karena itu, gugus yang

larut dalam lemak terlarut dalam permukaan lapisan gelembung lemak sedangkan gugus polar

menonjol keluar dan larut dalam cairan sekitarnya; efek ini sangat menurunkan tekanan antar

permukaan dari lemak.

Bila tegangan antar permukaan gelembung cairan yang tidak dapat larut ini rendah,

cairan yang tidak dapat larut, pada pengadukan, dapat dipecah menjadi banyak partikel halus

secara jauh lebih mudah daripada bila tegangan antar permukaan tinggi. Akibatnya, fungsi utama

garam empedu dan lesitin, terutama lesitin, dalam empedu adalah untuk membuat gelembung

lemak siap untuk dipecah oleh pengadukan di dalam usus halus. Kerja ini sama seperti yang

terjadi pada banyak deterjen yang banyak dipakai pada kebanyakan pembersih rumah tangga

untuk membersihkan noda kotoran.

Page 25: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Setiap kali diameter gelembung lemak diturunkan oleh suatu faktor 2 sebagai akibat

pengadukan pada usus, daerah permukaan total lemak meningkat dua kali. Dengan kata lain,

daerah permukaan total partikel lemak pada isi usus berbanding terbalik dengan diameter

partikel. Karena ukuran rata-rata partikel emulsi lemak dalam usus hanya kurang dari 1

mikrometer, ukuran ini menggambarkan peningkatan sebanyak 1000 kali lipat pada daerah

permukaan total lemak yang disebabkan oleh proses emulsifikasi.

Lipase merupakan senyawa yang larut dalam air dan dapat menyerang geelmbung lemak

hanya pada permukaannya. Akibatnya, dapat dimengerti betapa pentingnya fungsi deterjen

garam empedu untuk pencernaan lemak.

Pencernaan trigliserida oleh lipase pankreas. Sejauh ini enzim yang paling penting

untuk pencernaan trigliserida adalah lipase pankreas di dalam getah pankreas. Enzim ini terdapat

dalam jumlah sangat banyak di dalam getah pankreas, cukup untuk mencernakan semua

trigliserida yang dapat dilakukan dalam beberapa menit. Sebagai tambahan, enterosit dari usus

halus mengandung sejumlah kecil lipase yang dikenal sebagai lipase usus tetapi enzim ini

biasanya tidak penting.

Produk akhir pencernaan lemak. Sebagian besar trigliserida dalam makanan

dipecahkan oleh getah pankreas menjadi asam lemak bebas dan 2-monogliserida, sebagian kecil

tetap dalam bentuk digliserida.

Penutup

Kesimpulan Setiap organ dalam saluran pencernaan memiliki ciri spesifik yang menjadikannya berbeda

dibandingkan dengan yang lain. Pada struktur makroskopis dapat dilihat perbedaan ciri

tersebut, baik dai penyusunnya, pendarahan, persarafan dan peredaran getah beningnya.

Secara umum struktur mikroskopis saluran pencernaan dapat dilihat dari perbedaan 4

lapisan, yaitu tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis dan tunika adventisia.

Perbedaan setiap organ dapat terlihat pada ada/tidaknya kelenjar dan ciri khas tertentu pada

keempat lapisan tersebut.

Page 26: Pebriyanti Blok 9 Sken. 8

Fungsi umum saluran pencernaan dapat dijalankan melalui empat proses dasar pencernaan

yaitu motilitas, sekresi, digesti dan absorbsi. Keempat proses tersebut merupakan proses

dasar dalam pencernaan.

Mekanisme pencernaan karbohidrat terjadi melalui pemecahan polisakarida menjadi

mosakarida melalu sejumlah tahap. Pencernaan protein terjadi dari pemecahan protein

menjadi asam amino. Sedangkan trigliserida pada lemak akan dipecah menjadi asam lemak

dan gliserol.

Banyak enzim yang berperan dalam proses pencernaan. Kerja enzim ini adalah sebagai

katalisator dalam suatu reaksi yang terjadi. Sehingga reaksi dapat berlangsung dalam suhu

tubuh dengan tingkat kecepatan yang lebih tinggi.

Daftar pustaka

1. Junqueira LC, Carneiro J. Histologi dasar. Jakarta: EGC; 2007.

2. Winami W, Kindangen K, Inggriani Y. Buku ajar traktus digestivus. Jakarta: Bagian

Anatomi FK Ukrida; 2010. h.57-62.

3. Snell RS. Anatomi klinik untuk mahasiswa : cavum abdominalis. Edisi 6. Jakarta: EGC;

2006.

4. Eroschenko VP. Atlas histology difiore. Jakarta: EGC; 2005

5. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran edisi 20. Jakarta: EGC 2002.

6. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran edisi 11. Jakarta: EGC 2007.

7. Sherwood L. Fisiologi manusia. Edisi ke – 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2001.

h. 538-52.

8. Bevelander, G. Dasar-dasar histologi. Edisi ke – 8. Jakarta : Penerbit Erlangga; 1998. h.245-

52.

9. Lauralee S. Human physiology : from cells to system. Belmont: Thomson brooks/cole 2007.

10. Marks, Dawn B. Biokimia kedokteran dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000.

481-90.