pbl blok 8

  • View
    73

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of pbl blok 8

Fakultas kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat 11510 Tinjauan PustakaNo. Telp (021) 5694-2061

Analisis Terhadap Vaskularisasi dan SirkulasiDarah PeriferRionaldo Sanjaya P 102012022B3rionaldosanjaya@rocketmail.com

PendahuluanSistem sirkulasi darah sangatlah penting dalam kehidupan manusia, yakni berfungsi untuk mengatur dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh, sekaligus memberikan nutrisi seperti oksigen dan juga mengambil sisa metabolisme dari jaringan untuk dibuang melalui darah tsb. Sistem sirkulasi darah ini merupakan system yang tertutup dikarenakan darah yang mengalir tidak berada diluar dari pembuluh darah. Sistem sirkulasi darah ini terdiri dari jantung dan pembuluh darah ( arteri, vena, dan kapiler ). Jantung sebagai pemompa darah dan pembuluh darah sebagai saluran untuk menyalurkan darah beserta nutrisi dan sisa metabolisme.Sistem sirkulasi darah ini terbagi menjadi dua, yaitu sirkulasi darah perifer dan sentral. Sistem sirkulasi sentral ( pulmonal ) meliputi darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan ke paru paru dan melalui vena pulmonal dextra dan sinistra kembali ke atrium kiri. Sedangkan sirkulasi darah perifer (sistemik), mengalirkan darah ke seluruh tubuh kembali ke jantung maupun sebaliknya, yang meliputi atrium kiri ke ventrikel kiri ke aorta ke arteri muscular kemudian ke arteriole dan masuk ke kapiler kemudian dari jaringan melalui venula ke vena sedang ke vena cava dan kembali ke jantung.Pada kasus ini, seorang bapak menderita luka yang tidak sembuh-sembuh pada ibu jari kakinya dan dinyatakan adanya gangguan aliran darah. Khususnya pembuluh darah yang memperdarahi ibu jari kaki bapak tersebut, sehingga proses pembekuan darah terhadap luka tersebut tidak dapat terjadi. Dalam makalah ini, penulis akan membahas mengenai mekanisme dan struktur dari system peredaran darah perifer mikroskopik maupun makroskopik, mengenai pembekuan darah, dan mengenai aliran darah yang menggagu tersebut.Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui mekanisme dan struktur dari system peredaran darah perifer mikroskopik maupun makroskopik, mengenai pembekuan darah, dan mengenai aliran darah yang menggagu tersebut.Identifikasi IstilahTidak adaRumusan MasalahSeorang bapak yang mengalami luka yang tidak sembuh sembuh pada ibu jari kakiMind Map

Gambar 1. Mind Map KasusSeorang bapak berusia 50 tahun menderita luka yang tidak sembuh-sembuh pada ibu jari kaki sejak 1 bulan yang lalu. Setelah memeriksakan diri ke dokter, dinyatakan pasien menderita gangguan aliran darah pada tungkainya.HipotesisLuka yang dialami bapak tersebut karena aliran darah yang terganggu

Vaskularisasi TungkaiSetelah melalui ligamentum infinale a illiaca externa selanjutnya disebut a. femoralis. dan setelah melewati canalis adductorius, a. femoralis selanjutnya disebut sebagai a. poplitea.1Cabang cabang dari a. femoralis,1 Cabang Superficial a. epigastrica inferior yang berjalan kearah cranial ke dinding perut. a. circumflexa illium superficialis menuju kearah lateral sejajar dengan ligamentum inguinale.Gambar 2. Vaskularisasi Tungkai Aa. Pudendae externae menuju Sumber:imaios.comkearah medial memperdarahi genitalia externa. Cabang Profundus a. profunda femoris, cabang-cabangnya terbesar yang member darah pada sebgian besar tungkai atas. Cabang- cabang dari a. profunda femoris adalah, a. circumflexa femoris medialis: menuju ke otot- otot addukcotr (R. superficialis dan R. profundus ) dank e articulation coxae (R. articularis). R profundus mengadakan anastomosis dengan cabang-cabang a. gluteae superior dan inferior a. circumflexa femoris lateralis yang berjalan kearah lateral dan bercabang mnejadi ramus ascendens dan descendens. R. ascendens mengadakan anastomosis dengan a. glutea superior dan a. circumflexa illium profunda. Ramus descendens berhubungan dengan a. genus superior lateralis dan a. circumflexa femoris medialis aa. Perforantes: pembuluh pembuluh ini membelok kea rah femoris medial dan menembus otot otot adductor untuk mencapai bagian posterior tungkai atas. a. genus superma: dipercabangkan dalam canalis adductorius, kemudian menembus membrane vasto-adductorius bagian distal, bersama n. saphenus, dan akhirnya ikut membentuk rete articulare genu ( dengan beranastomosis dengan a. genu superior medialis .

a. poplitea merupakan lanjutan dari a. femoralis setelah melewati canalis adductorius, dan mempercabangkan:1 a genus superior medialis a genus superior lateralis a genus superior media aa. Surales a genus inferior medialis a genus inferior lateralisa. poplitea kemudian bercabang dua menjadi, a tibilais anterior, melalui lubang di dalam interossea dan mencapai baigan anterior tungkai bawah di mana dipercabangkan a. reccurens tibialis anterior dan posterior. A tibialis posterior, mempercabangkan ramus fibularis untuk reter articularis genus dan a. peronea.A Obturatoria cabang a. illiaca interna ( atau a. glutea superior) melalui foramen obturatorium akan mencapai otot-otot addukctor dan bercabang menjadi ramus superficial dan profundus.A glutea superior mengambil jalan melalui foramen suprapiriforme. Cabang-cabangnya mengadakan anastomosis dengan a. circumflexa illium profunda ramus ascendens a. circumflexa femoris lateralis dan ramus profundus a. circumflexa femoris medialis.1

Pembuluh balik extremitas inferior, pada jaringan subkutan dapat ditemukan v. saphena magna, yang pada fossa ovalis menembus fascia cribosa dan bermuara ke dalam v. femoralis.Selain pembuluh ini terdapat pula beberapa pembuluh balik lain, yang membelok ke dalam fossa ovalis, yakni V. epigastrica superficialis, v. circumflexa illium superficialis, vv. Pudendae externa. Masing-masing pembuluh balik ini mnegikuti perjalanan pembuluh nadi yang sesuai dengan namanya. Biasanya tiap pembuluh nadi diikuti oleh 2 pembuluh balik, kecuali a. profunda femoris yang hanya mempunyai satu vena yaitu, v profunda femoris danGambar 3. Pembuluh Balik Extremitas Inferior a femoralis.1Sumber: vascularultrasound.net

Vaskularisasi Regio CrurisPada ujung ujung distal a. poplitea bercabang menjadi a. tibialis anterior dan a. tibialis posterior. A tibilais anterior menembus membrane interossea dan tiba di region cruris anterior, dimana pembuluh ini menuju kearah distal di sisi lateral M. tibialis anterior. Cabang cabang dari a tibialis anterior adalah, A. reccurents tibialis anterior A. reccurents tibialis posterior, cabang untuk rete articularis genus A. malleolaris medialis anterior A. malleolaris lateralis anterior, dan berakhir sebagai a. dorsalis pedis. A tibialis posterior mempercabangkan ramus fibularis untuk rete articularis genus dan a. peronea, lalu berjalan di bawah arcus tendineus m. solei dan dengan demikian terletak antara lapisan otot-otot flexor dangkal dan lapisan otot-otot flexor dalam. Cabang cabang dari a. tibialis posterior adalah, A. malelolaris medialis posterior untuk rete malleolare, dipercabangkan di daerah maleoli Ramus calcaneus medialis posterior bercabang dua dan berakhir sebagai a. plantaris medialis dan a. plantaris lateralis. A. peronea mengikuti fibula ke arah distal, tertutup oleh M. flexor hallucis longus. Di malleolus lateralis pembuluh ini mempercabangkan: Gambar 4. Arteri Regio Cruris A. maleolaris lateralis posteriorSumber: Elsevier.de Rr. Perforans yang menembus membrana interossea R. communicansA tibialis posterior akan berakhir sebagai r. calcaneus lateralis.1

Pembuluh balik pada region cruris, pada jaringan subkutan berjalan 2 vena dangkal, yakni v. saphena magna dan v. saphena parva. V. saphena magna sampai di region cruris dengan berjalan anterior dari malleolus medialis. Lalu menuju ke proksimal di sisi medial tungkai bawah. V saphena parva berasal dari bagian lateral dorsum pedis, berjalan posterior dari malleolus lateralis dan menuju ke fossa poplitea di pertengahan permukaan posterior tungkai bawah. Pada umumnya setiap 1 pembuluh nadi diikuti oleh 2 pembuluh balik senama. Gambar 5. Vena Regio CrurisVaskularisasi KakiPeredaran darah arterialis di kaki biasanya diurus oleh a. tibialis anterior dan a. tibialis posterior. A. tibialis anterior di dorsum pedis disebut a. dorsalis pedis. Di sisi medial kaki dipercabangkan oleh aa. Tarsae mediales dan untuk sisi lateral kaki dipercabangkan a. tarsea lateralis. Di bagian distal dipercabangkan a. arcuata, yang berjalan di bawah otot- otot kaki ke arah Gambar 6. Arteri Dorsum dan Plantar Pedis lateral dan berhubungan dengan a. tarsea Sumber: westvanphysio.comlateralis untuk membentuk rete dorsalis pedis.Dari rete dorsalis pedis berasal cabang-cabang yang terkenal sebagai Aa. Metatarsae dorsales. Tiap A. metatarsea dorsalis member satu ramus perforans yang berhubungan dengan pembuluh pembuluh di plantar pedis, lalu tiap A. metatarsea dorsalis bercabang dua menjadi Aa. Digitales dorsales.A Dorsalis pedis sendiri menembus spatium interosseum I sebagai ramus plantari profundus.A tibilais posterior bercabang menjadi a. plantaris medialis dan a. plantaris lateralis. A. plantaris medialis lebih kecil dan berjalan kea rah distal di sisi medial kaki.A Plantaris medialis mengikuti otot otot jari I kea rah distal, lalu bercabang menjadi ramus superficialis dan ramus profundus. Ramus profundus a. plantaris medialis mengadakan anastomosis dengan ramus plantaris profundus, a. dorsalis pedis dan ramus profundus a. plantaris lateralis. Dengan demikian membentuk arcus plantaris. Dari arcus plantaris dipercabangkan Aa. Metatarsea plantaris. Tiap A. metatarsea plantaris mempercabangkan ramus perforans posterior yang berhubungan dengan a. metatarsea dorsalis, ramus perforans anterior yang berhubungan dengan pembuluh nadi di permukaan dorsalis jari, lalu bercabang dua membentuk Aa. Digitalis plantares.

Pembuluh balik berasal dari v. digitalis dorsalis pedis dan di setiap jari vena ini akan bersatu menjadi satu dengan v.