Paradigma Pembangunan Lingkungan Hidup

  • Published on
    03-Jan-2016

  • View
    288

  • Download
    0

Transcript

<ul><li><p>15/04/12 PARADIGMA PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP</p><p>1/12www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1629:paradigma-pembang</p><p>Home</p><p>Depan</p><p>Tentang UIN</p><p>Sistem Pendidikan</p><p>Tri Dharma PT</p><p>Lembaga / Unit</p><p>Artikel Dosen</p><p>PMB Online 2011</p><p>Berita</p><p>Terkini</p><p>Seputar Kampus</p><p>Cari Berita/Artikel</p><p>Pengumuman</p><p>Akademik</p><p>Cek Bayar SPP</p><p>Kritik &amp; Saran (SMSBox)</p><p>Portal Akademik</p><p>Fakultas</p><p>Fakultas Tarbiyah</p><p>Fakultas Syariah</p><p>Humaniora &amp; Budaya</p><p>Fakultas Psikologi</p><p>Fakultas Ekonomi</p><p>Fakultas Saintek</p><p>Pohon Ilmu UIN Maliki</p><p>Kolom PR 1</p><p>Runtuhnya Karakter</p><p>Bangsa dan Urgensi</p><p>Pendidikan Pancasila (1)</p><p>Metode Pengumpulan</p><p>Data Penelitian Kualitatif</p><p>Fungsi Teori dan State of</p><p>the Arts dalam Penelitian</p><p>More Articles</p><p>Kolom PR 2</p><p>Dinamisasi Hukum dalam</p><p>Realitas Sosial</p><p>Memperluas Cakrawala</p><p>Ajaran</p><p>Paradigma Metodologi</p><p>Penelitian Hukum</p><p>More Articles</p><p>Tentang Situs</p><p>Bagaimana Pendapat</p><p>PARADIGMA PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP</p><p>KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 13:12</p><p>PARADIGMA PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA</p><p>Saifullah *)Sejak tahun 1950-an masalah lingkungan mendapat perhatian serius, tidak</p><p>saja dari kalangan ilmuwan, tetapi juga politisi maupun masyarakat umum. Perhatian</p><p>tersebut tidak saja diarahkan pada terjadinya berbagai kasus pencemaran terhadap</p><p>lingkungan hidup tetapi juga banyaknya korban jiwa manusia.</p><p>Beberapa kasus lingkungan hidup yang menimbulkan korban manusia</p><p>seperti pada akhir tahun 1950 yaitu terjadinya pencemaran di Jepang yang</p><p>menimbulkan penyakit sangat mengerikan yang disebut penyakit itai-itai (aduh-</p><p>aduh). Penyakit ini terdapat di daerah 3 Km sepanjang sungai Jintsu yang tercemari</p><p>oleh Kadmium (Cd) dari limbah sebuah pertambangan Seng (Zn). Penelitian yang</p><p>telah dilakukan menunjukkan bahwa kadar Cd dalam beras di daerah yang</p><p>mendapat pengairan dari sungai itu mengandung kadmium 10 kali lebih tinggi</p><p>daripada daerah lain. Pada tahun 1953 penduduk yang bermukim disekitar Teluk</p><p>Minamata, Jepang mendapat wabah penyakit neurologik yang berakhir dengan</p><p>kematian. Setelah dilakukan penelitian terbukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh</p><p>air raksa (Hg) yang terdapat di dalam limbah sebuah pabrik kimia. Air yang</p><p>dikonsumsi tersebut pada tubuh manusia mengalami kenaikan kadar ambang batas</p><p>keracunan dan mengakibatkan korban jiwa. Pencemaran itu telah menyebabkan</p><p>penyakit keracunan yang disebut penyakit Minamata.</p><p>Pada tahun 1962 dipublikasikan karya Rachel Carson yang berjudul The Silent</p><p>Spring (Musim Bunga yang Bisu) yang menguraikan tentang adanya penyakit</p><p>baru yang mengerikan dan kematian hewan yang disebabkan oleh pencemaran dari</p><p>penggunaan pestisida. Organisme hama dan vektor menjadi resisten terhadap</p><p>pestisida yang dipakai, sehigga di banyak tempat pestisida tidak ampuh lagi</p><p>memberantas penyakit malaria. Beberapa kasus lingkungan hidup yang terjadi dan</p><p>merenggut banyak korban jiwa serta dipublikasikannya buku tersebut, menimbulkan</p><p>keprihatinan masyarakat dan ditindak lanjuti dengan konferensi lingkungan hidup di</p><p>Amerika Serikat pada tahun 1968 dengan judul Teknologi yang Tidak Peduli</p><p>(The Careless Technology) yang mengemukakan tentang kerusakan lingkungan</p><p>hidup yang disebabkan oleh bantuan luar negeri negara maju kepada negara</p><p>berkembang yang menghasilkan bencana lingkungan. Pada tahun 1972</p><p>dipublikasikan karya dari The Club of Rome yang berjudul Batas-batas</p><p> DEPAN TENTANG UIN BERITA PENGUMUMAN PMB ONLINE 2011 WEB LINK ENGLISH JURNAL</p><p>.: Kolom Rektor :.</p><p>Tujuan Akhir Mempelajari Ilmu</p><p> Sebentar lagi para siswa SMA, MA dan SMK akan</p><p>mengikuti ujian nasional....</p><p>More in: Artikel Rektor</p><p>Kekuatan Jama'ah</p><p>Ikut Berbincang tentang Gaji Para Hakim</p><p>More Articles </p><p>Minggu 15 April</p><p>IFI Award</p><p>"Selamat kepada Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Prof.</p><p>Dr. H. Imam Suprayogo yang meraih IFI (Islamic Fair of Indonesia) Award</p><p>kategori Tokoh Pendidikan.</p></li><li><p>15/04/12 PARADIGMA PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP</p><p>2/12www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1629:paradigma-pembang</p><p>Pascasarjana</p><p>Link Internal</p><p>Prof.Dr.H.Imam</p><p>SuprayogoProf. Dr. H. Mudjia</p><p>Rahardjo, M.SiSertifikasi Dosen</p><p>Perpustakaan</p><p>EL ZAWA</p><p>Penjaminan Mutu</p><p>UIN-MALIKI PRESS</p><p>LEMLITBANG</p><p>LPM</p><p>Self Access Center</p><p>(SAC)Infopub</p><p>UIN Class</p><p>UIN Blogger</p><p>Slide by Rector</p><p>Rector Article Files</p><p>PR 1 Article Files</p><p>Link Eksternal</p><p>Kementerian Agama</p><p>SPMB-PTAIN</p><p>Ditjen Pendis Kemenag</p><p>PKES Interaktif</p><p>Anda Tentang Website</p><p>Kami?Menarik</p><p>Bagus</p><p>Bermanfaat</p><p>Biasa-biasa saja</p><p>Pilih Hasil</p><p>Sekilas Info</p><p>Download Jadwal</p><p>Kegiatan Layanan On-Line</p><p>Semester Genap</p><p>2010/2011 UIN MALIKI</p><p>Malang</p><p>Kalender Akademik UIN</p><p>MALIKI Malang 2011/2012</p><p>dapat di download di_sini</p><p>Download Surat</p><p>Permohonan Company</p><p>Profile Rekanan UIN</p><p>Maulana Malik Ibrahim</p><p>Malang </p><p>Download Form Isian Data</p><p>Rekanan UIN Maulana</p><p>Malik Ibrahim Malang</p><p>Pengunjung</p><p>Kami memiliki 157</p><p>Tamu online</p><p>Hari ini 14316</p><p>Kemarin 18123</p><p>Minggu ini 14316</p><p>Bulan ini 273993</p><p>Total 17605990</p><p>Pertumbuhan (The Limits to Growth) yang meramalkan bahwa jika</p><p>kecenderungan pertumbuhan penduduk dunia, industrialisasi, pencemaran, produksi</p><p>makanan dan menipisnya sumber daya alam terus berlaku tanpa perubahan, maka</p><p>batas-batas pertumbuhan di planet kita ini akan tercapai dalam waktu 100 tahun</p><p>mendatang.1</p><p>Kesadaran umat manusia akan masalah lingkungan hidup semakin meluas yaitu</p><p>dengan diadakannya Konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia di</p><p>Stockholm, Swedia tanggal 5-16 Juni 1972. Konferensi ini merupakan perwujudan</p><p>kepedulian bangsa-bangsa di dunia akan masalah lingkungan hidup dan merupakan</p><p>komitmen prima bagi tanggung jawab setiap warga negara untuk</p><p>memformulasikannya dalam setiap kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup.</p><p>Hasil dari konferensi ini adalah : (1) Deklarasi tentang Lingkungan Hidup Manusia,</p><p>terdiri atas mukadimah (Preamble) dan 26 prinsip dalam Stockholm Declaration ;</p><p>(2) Rencana Aksi Lingkungan Hidup Manusia (Action Plan) yang terdiri dari 109</p><p>rekomendasi. Deklarasi dan rekomendasi dari konferensi ini dapat dikelompokkan</p><p>menjadi lima bidang utama yaitu pemukiman, pengelolaan sumber daya alam,</p><p>pencemaran, pendidikaan dan pembangunan. Deklarasi Stockholm juga menyerukan</p><p>agar bangsa-bangsa di dunia mempunyai kesepakatan untuk melindungi kelestarian</p><p>dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi kehidupan manusia.</p><p>Setelah dikeluarkannya deklarasi tersebut, sejarah juga mencatat akan banyaknya</p><p>peristiwa lingkungan hidup seperti : pencemaran di darat, air dan udara, pemanasan</p><p>global, pelubangan lapisan ozon, sampai pada berkurangnya sumber daya alam dan</p><p>energi, baik itu renewable resources, non renewable resources, maupun common</p><p>property resources. Gangguan terhadap mata rantai ekosistem ini terjadi salah</p><p>satunya disebabkan oleh kegiatan perekonomian yang menjadikan sumber daya alam</p><p>dan energi menjadi modal utama berlangsungnya proses pembangunan ekonomi.</p><p>Keberpihakan akan kemajuan ekonomi inilah yang mengakibatkan sumber daya</p><p>alam dan energi menjadi korban bagi kemajuan pembangunan.</p><p>Menyadari akan hal tersebut maka aspek kelestarian lingkungan hidup untuk</p><p>kesinambungan kehidupan antar generasi menjadi komitmen mutlak yang</p><p>mendasari setiap kebijakan pengelolaan lingkungan hidup setiap negara di masa kini</p><p>maupun masa mendatang. Dengan prinsip dasar seperti ini diharapkan setiap negara</p><p>mampu untuk mengaktualisasikan komitmen ini agar dapat mengantisipasi sejauh</p><p>mungkin segala akibat yang akan terjadi sehingga dapat memperkecil malapetaka</p><p>lingkungan bagi umat manusia. Hal ini disebabkan masalah lingkungan hidup yang</p><p>terjadi di suatu negara dapat memberikan dampak buruk bagi negara lain, dalam arti</p><p>masalah lingkungan sudah tidak mengenal lagi akan batas-batas negara atau lintas</p><p>negara dan bersifat global. Contoh dari hal ini seperti masalah kebakaran hutan,</p><p>pembuangan limbah B3 (bahan beracun berbahaya), pencemaran air laut dan</p><p>sebagainya.</p><p>Konferensi yang mencetuskan Deklarasi Stockholm tersebut melahirkan konsep</p><p>ecodevelopment. Pencetus konsep ini adalah Maurice Strong yang kemudian</p><p>dipopulerkan oleh Ignacy Sachs yang memberikan definisi sebagai berikut :</p><p>ecodevelopment is style of development that, in each ecoregion,</p><p>calls for specific solutions to the particular problems of the region</p><p>in the light of cultural as well as ecological data and long term as</p><p>well as immediate needs. Accordingly, it operates with criteria of</p><p>progress that are related to each particular case, and adaption to</p><p>the environment plays and important role. 2</p><p>Sejalan dengan gagasan ecodevelopment tersebut maka pembentukan WCED</p><p>(World Commission on Environment and Development) oleh PBB tahun 1983</p><p>mempunyai andil yang sangat besar dalam merumuskan wawasan lingkungan dalam</p><p>pembangunan di semua sektor. Pendekatan yang dilakukan WCED terhadap</p><p>lingkungan dan pembangunan dari 6 (enam) aspek yaitu : keterkaitan, berkelanjutan,</p><p>pemerataan, sekuriti dan resiko lingkungan, pendidikan dan komunikasi serta</p><p>kerjasama internasional. Laporan WCED yang dibuat oleh Komisi Brundtland</p><p>(Brundtland Commission) di tahun 1987 yaitu Hari Depan Kita Bersama</p><p>(Our Common Future) telah mencuatkan gagasan sustainable development</p><p>(pembangunan berkelanjutan). 3</p><p>Tugas komisi tersebut telah ditentukan yaitu mendefinisikan hubungan antara</p><p>pembangunan dan lingkungan. Dalam laporan tersebut pembangunan berkelanjutan</p><p>dimaknai sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa</p></li><li><p>15/04/12 PARADIGMA PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP</p><p>3/12www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1629:paradigma-pembang</p><p>dimaknai sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa</p><p>mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka</p><p>sendiri (development that meet the needs of the present without compromising</p><p>the ability of future generations to meet their own needs). Di dalamnya</p><p>terkandung dua gagasan penting :</p><p>1. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan essensial kaum miskin</p><p>sedunia, yang harus diberi prioritas utama;</p><p>2. Gagasan keterbatasan yang bersumber pada kondisi teknologi dan</p><p>organisasi sosial terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi</p><p>kebutuhan kini dan hari depan. 4</p><p>Nilai hakiki yang tersirat dalam pernyataan di atas adalah generasi yang hidup saat</p><p>ini harus mampu bersikap arif dan bijaksana bahwa sumber daya alam yang</p><p>terbentang di darat, laut dan udara dapat dimanfatkan sebaik mungkin dengan</p><p>memperhatikan prinsip dasar ekologis yaitu : menjaga, memelihara, memanfaatkan</p><p>serta melestarikan lingkungan guna kehidupan generasi mendatang. Hal ini</p><p>menandakan bahwa generasi yang hidup di zamannya tidak boleh menghabiskan</p><p>sumber daya alam atau penggunaanya tidak melampaui kemampuan ekosistem yang</p><p>mendukung kehidupannya sehingga akan mengakibatkan generasi mendatang tidak</p><p>tersisa lagi atau mewariskan malapetaka lingkungan yang pada akhirnya</p><p>menghancurkan generasi umat manusia.</p><p>Berkelanjutan merupakan kegiatan yang secara terus-menerus dan pendefinisiannya</p><p>didasarkan pada keadaan saat itu. Keberlanjutan suatu kegiatan untuk masa yang</p><p>akan datang tidak dapat dijamin kepastiannya, oleh karena banyak faktor yang</p><p>mempengaruhi dan bersifat tidak terduga. Akan tetapi konsep moral yang mendasari</p><p>hal ini adalah tindakan konservasi dalam setiap kegiatan yang akan merusak,</p><p>mencemari lingkungan hidup, mampu untuk mempelajari dampak dari kegiatan yang</p><p>dilakukan serta banyak belajar dari setiap kesalahan.</p><p>Konsep pembangunan berkelanjutan ini selanjutnya oleh IUCN</p><p>(International Union for The Conservation of Nature), UNEP (United Nations</p><p>Environmental Programme) dan WWF (World Wide Fund For Nature) dikaji</p><p>secara mendalam dalam Caring For The Earth tahun 1991 sebagai berikut :</p><p>Terminologi tersebut telah dikritik sebagai sesuatu yang ambisius dan</p><p>menimbulkan interpretasi yang sangat luas, di mana banyak di antaranya</p><p>saling bertentangan (kontradiktif). Kerancuan itu disebabkan karena</p><p>istilah pembangunan yang berkesi-nambungan, pertumbuhan yang</p><p>berkesinambungan, dan pemakaian yang berkesinambungan telah</p><p>dipakai saling tukar seolah artinya sama. Padahal tidak demikian.</p><p>pertumbuhan yang berkesinambungan merupakan suatu terminologi</p><p>yang kontradiktif, tidak ada sesuatu yang bisa berkembang dalam jangka</p><p>waktu yang tidak terbatas. Penggunaan / pemakaian yang</p><p>berkesinambungan hanya bisa diterapkan pada sumber daya yang dapat</p><p>diperbaharui ; artinya mempergunakan sumber daya tersebut pada</p><p>tingkat yang bisa diperbaharui kembali. Ungkapan pembangunan yang</p><p>berkesinambungan yang digunakan dalam dokumen ini dalam arti</p><p>meningkatkan kualitas kehidupan manusia sementara mereka hidup</p><p>dalam kapasitas daya dukung ekosistem pendukung. 5</p><p>Anthony Giddens menanggapi kosepsi pembangunan berkelanjutan tersebut</p><p>sebagai sebuah definisi yang sangat sederhana yaitu sebagai kemampuan generasi</p><p>sekarang untuk memastikan bahwa perkembangan tersebut memenuhi kebutuhan-</p><p>kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk</p><p>memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Karena generasi sekarang tidak</p><p>mengetahui kebutuhan generasi mendatang, atau bagaimana perubahan teknologi</p><p>mempengaruhi pemanfaatan sumber daya alam, gagasan pembangunan</p><p>berkelanjutan tidak pernah akurat, dan karena itu tidak mengejutkan bahwa ada</p><p>empat puluh definisi yang berbeda tentang hal itu. Pembangunan berkelanjutan</p><p>dengan demikian lebih merupakan prinsip panduan ketimbang sebuah formula yang</p><p>akurat. 6 Donald. N. Dewees menyebutkan bahwa pembanguan berkelanjutan</p><p>adalah pembangunan di mana kebutuhan sosial melampaui biaya sosial dalam jangka</p><p>panjang. Hal ini berarti terjadinya peningkatan yang berkesinambungan dalam</p><p>pendapatan nyata per orang dan kualitas hidup; memperkecil perbedaan tingkat</p><p>pendapatan, menghilangkan penderitaan fisik yang disebabkan oleh kemiskinan,</p><p>mencegah kepunahan spesies atau ekosistem, memelihara keharmonisan sosial dan</p><p>Live Traffic Feed</p><p> See your visitors in</p><p>RealTime! Get the Free</p><p>Live Traffic Feed Get</p><p>Feedjit Now!</p><p>A visitor from Indonesia</p><p>viewed "PARADIGMA</p><p>PEMBANGUNAN</p><p>LINGKUNGAN HIDUP"</p><p>0 secs ago</p><p>A visitor from Jakarta,</p><p>Jakarta Raya viewed</p><p>"PARADIGMA</p><p>PEMBANGUNAN</p><p>LINGKUNGAN HIDUP"</p><p>32 secs ago</p><p>A visitor from Indonesia</p><p>viewed "Berita Utama" 1</p><p>min ago</p><p>A visitor from Mojokerto,</p><p>Jawa Timur viewed "Berita</p><p>Utama" 1 min ago</p><p>A visitor from Indonesia</p><p>viewed "Problematika</p><p>Pendidikan Islam di</p><p>Indonesia (bagian 1)" 1</p><p>min ago</p><p>A visitor from Semarang,</p><p>Jawa Tengah viewed</p><p>"Berita Utama" 2 mins ago</p><p>A visitor from Surabaya,</p><p>Jawa Timur viewed "18</p><p>Jurnal Terakreditasi" 2</p><p>mins ago</p><p>A visitor from Jakarta,</p><p>Jakarta Raya viewed</p><p>"Agama dan Negara" 3</p></li><li><p>15/04/12 PARADIGMA PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP</p><p>4/12www.uin-malang.ac.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1629:paradigma-pembang</p><p>mencegah kepunahan spesies atau ekosistem, memelihara keharmonisan sosial dan</p><p>keamanan, dan memelihara peninggalan kebudayaan secara baik. Disebutkan pula</p><p>oleh Donald. N. Dewees terdapat dua faktor yang membatasi pembangunan</p><p>berkelanjutan ialah pencemaran dan konsumsi dari sumber daya yang dapat</p><p>diperbaharui (renewable resources) dan sumber daya yang tidak dapat</p><p>diperbaharui (non-renewable resources). Pencemaran lingkungan dapat</p><p>mengurangi produktivitas pertanian, perikanan, kehutanan, dan merusak...</p></li></ul>

Recommended

View more >