Paper Ilmiah (Pesisir Pantai Aceh)

  • Published on
    21-Oct-2015

  • View
    142

  • Download
    0

DESCRIPTION

AbstrakPenelitian ini dilatar-belakangi oleh keindahan Sumber Daya Alam di Aceh berupa pantai. Aceh terkenal dengan keindahan alam dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Namun kekayaan dan keindahan ini tidak sebanding dengan perhatian pemerintah dan partisipasi masyarakat. Rendahnya partisipasi pemerintah dalam mengelola kekayaan panorama alam zona pantai Aceh berdampak pada kurangnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Padahal jika zona pantai Aceh ini dikelola dengan baik, maka akan sangat membantu mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya bagi mereka yang berdomisili di daerah pantai, mengingat keindahan panorama pantai alam Aceh tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Secara umum dapat dikatakan bahwa panorama alam pesisir Aceh sudah dapat dikategorikan sebagai pantai yang berskala internasional. Kendala lain yang menyebabkan lambatnya perkembangan industri pariwisata juga dapat disebabkan oleh benturan adat dan budaya, aturan pemerintah daerah (yang dikenal dengan qanun), serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang betapa pentingnya industri pariwisata sebagai sumber daya ekonomi bagi mata pencaharian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan library research sebagai penunjang penelitian di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perhatian dari pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan indahnya panorama pantai Aceh. Perhatian ini akan berdampak pada peningkatan industri pariwisata sehingga dapat menjadikannya sebagai sumber peningkatan perekonomian baru bagi masyarakat Aceh. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar pemerintah dapat mengoptimalkan pengelolaan potensi panorama alam pantai pesisir Aceh untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat di samping untuk mendongkrak penerimaan visa negara. Kata kunci: Perekonomian, Pariwisata, Pesisir, Aceh, dan Pantai

Transcript

UPAYA PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PESISIR PANTAI ACEH UNTUK MENGGAIRAHKAN PEREKONOMIAN DI SEKTOR PARIWISATAMuhammad DiahUniversitas Almuslim BireuenJln. Almuslim no.1 Matangglumpangdua, Bireuen-AcehTelp. (0644) 442166, Website: http://www.umuslim.ac.id/

AbstrakPenelitian ini dilatar-belakangi oleh keindahan Sumber Daya Alam di Aceh berupa pantai. Aceh terkenal dengan keindahan alam dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Namun kekayaan dan keindahan ini tidak sebanding dengan perhatian pemerintah dan partisipasi masyarakat. Rendahnya partisipasi pemerintah dalam mengelola kekayaan panorama alam zona pantai Aceh berdampak pada kurangnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Padahal jika zona pantai Aceh ini dikelola dengan baik, maka akan sangat membantu mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya bagi mereka yang berdomisili di daerah pantai, mengingat keindahan panorama pantai alam Aceh tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Secara umum dapat dikatakan bahwa panorama alam pesisir Aceh sudah dapat dikategorikan sebagai pantai yang berskala internasional. Kendala lain yang menyebabkan lambatnya perkembangan industri pariwisata juga dapat disebabkan oleh benturan adat dan budaya, aturan pemerintah daerah (yang dikenal dengan qanun), serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang betapa pentingnya industri pariwisata sebagai sumber daya ekonomi bagi mata pencaharian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan library research sebagai penunjang penelitian di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perhatian dari pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan indahnya panorama pantai Aceh. Perhatian ini akan berdampak pada peningkatan industri pariwisata sehingga dapat menjadikannya sebagai sumber peningkatan perekonomian baru bagi masyarakat Aceh. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar pemerintah dapat mengoptimalkan pengelolaan potensi panorama alam pantai pesisir Aceh untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat di samping untuk mendongkrak penerimaan visa negara. Kata kunci: Perekonomian, Pariwisata, Pesisir, Aceh, dan Pantai

3

I. PendahuluanProvinsi Aceh yang merupakan provinsi yang terletak di ujang barat pulau sumatera di kenal juga dengan subutan provinsi seramoe Mekkah. Oleh karena letaknya di ujung pulau tentunya provinsi ini umumnya berbatasan langsung dengan lautan. Sumber daya alam yang terdapat di Aceh sangat beragam dan melimpah. Jika dilihat dari mata pencaharian masyarakatnya, secara umum dapat dikatakan bahwa kehidupan masyarakat Aceh tidak dapat dipisahkan dari laut. Sejak zaman peradaban Aceh mulai dikenal, diketahui hampir sekitar 50% masyarakat Aceh hidup dan berdomisili di daerah pesisir pantai. Kenyataan inilah yang menjadikan kehidupan masyarakat memiliki interaksi yang sangat erat dengan ekosistem pesisir pantai dan lautnya. Interaksi yang terjadi sejak turun temurun telah mempengaruhi perkembangan budaya dan struktur peradaban masyarakat pesisir. Hampir seluruh aktivitas yang terjadi tidak terlepas dari budaya pesisirnya. Di provinsi Aceh terdapat beraneka ragam kekayaan alam yang jumlah melimpah. Keanekaragaman sumber daya alam itu tidak hanya terdapat di perut bumi dan hutannya melaikan juga terdapat pada ekosistem di pesisir dan lautannya. Sayangnya potensi kekayaan alam yang sangat tinggi dan melimpah ini belum digali dan dioptimalkan pemanfaatannya. Padahal jika potensi kekayaan pesisir dan laut Aceh ini dikelola dengan baik maka bukan tidak mungkin pesisir pantai Aceh akan menjelma sebagai sebuah sumber kebangkitan perekonomian yang sangat potesial bagi masyarakat..

II. Bahan dan Metode2.1 Bahan2.1.1 Demografi masyarakat pesisir AcehProvinsi yang terletak di wilayah paling ujung pulau ini berada pada posisi antara 20 - 60 lintang utara dan 950 - 980 bujut timur dengan ketinggian rata-rata 125 m di atar permukaan laut. Provinsi Aceh terdiri dari 23 kabupaten/ kota yang mana 18 diantaranya berada di daerah pesisir. Beberapa diantara kabupaten/ kota berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara sedangkan yang lainnya berbatasan langsung dengan 2 (dua) perairan yakni perairan selat malaka di sebelah timur laut dan Samudra Hindia di sebelah barat. Secara geografis dapat dilihat bahwa Aceh memiliki garis pantai terpanjang di antara provinsi-provinsi lain di Sumatera yaitu panjang 2.666, 27 km. panjang ini terdiri dari garis pantai di pulau utama (mainland) Sumatera dengan panjang 1.253.58 km, dan sisanya sepanjang 1.412,69 km merupakan panjang garis pantai dari pulau-pulau besar maupun kecil lainnya yang mengitari pulau utama dilepas pantai Aceh. Pengelolaan wilayah laut yang menjadi kewenangan provinsi Aceh adalah sejauh 12 mil laut yang diukur dari garis pantai pulau-pulau yang berada dalam wilayah administrasi Aceh. Sedangkan sepertiga dari itu menjadi wilayah kewengan pengelolaan pemerintah kabupaten/ kota.Dari fakta bahwa Aceh memiliki 18 kabupaten/ kota yang berada di daeara pesisir pantai, maka tidak heran jika sebagian besar masyarakat Aceh bermukin di kawasan pesisir. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh badan pusat statistik pada tahun 2005 tercatat bahwa jumlah penduduk yang tinggal di wilayah pesisir mencapai angka 50% yang tersebar di 115 kecamatan yang berbatasan langsung dengan pantai. Masyarakat Aceh terdiri dari beberapa etnik asli yakni Aceh, Alas, Aneuk Jamee, Gayo, Kluet, Simeulu, Singkil dan Tamiang. Jumlah ini didominasi oleh penduduk dengan usia produktif yaitu usia antara 15 sampai dengan 64 tahun baik dari pendatang maupun penduduk asli dengan latar belakang sejarah, budaya dan bahasa yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.2.1.2Kekayaan Alam Pesisir Pantai AcehProvinsi Aceh memiliki kekayaan alam yang sangat bervariasi pada ekosistem pesisir dan laut. Kekayaaan sumber daya alam yang membentang di sepanjang pesisir dan laut tersebut antara lain adalah panorama alam, keanekaragaman ekosistem terumbu karang, hamparan padang lamun, keanekaragaman ikan hias dan bentangan hutan mangrove. Tidak dapat dipungkiri bahwa terjangan tsunami yang memporak porandaka Aceh pada tahun 2004 telah membawa perubahan yang signifikan terhadap ekosistem yang ada di pesisir dan laut Aceh, seperti terjadinya abrasi dibeberapa pantai. Kenyataan ini bukan berarti keaneka ragaman hayati dan keindahan panorama aceh telah lenyap, namun hingga kini hamparan panorama alam nan indah memposona tersebut masih dapat disaksikan di beberapa lokasi yang selamat dari musibah maha dahsyat tersebut. Bahkan di beberapa lokasi bekas hantaman tsunami pun keindahan alam pesisir pantainya masih dapat menghipnotis setiap mata yang memandangnya. Keanekaragaman hayati yang terdapat di beberapa lokasi pantai seperti di seputaran pulau sabang, pulau rondo, dan pulau rubiah dapat menjadi bukti betapa indahnya pesona pesisir pantai yang dimiliki oleh provinsi Aceh. Potensi yang sangat besar ini bila mampu dikembangkan dan dikelola dengan baik maka akan membantu pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat yang berdomisili di seputaran wilayah pantai tersebut.

2.2 Metode Penelitian2.2.1Bentuk PenelitianPenelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu menggambar keadaan alam yang sesungguhnya dengan mengambil obyek penelitian pada beberapa literatur perpustakaan. Disamping itu, penelitian ini juga dilakukan dengan mengamati beberapa objek wisata pantai seperti objek wisata pantai Lampuuk dan pantai Sabang.2.2.2 Teknik pengumpulan dataa. ObservasiYaitu pengumpulan dengan cara mendatangi objek penelitian dan kemudian melakukan pengamatan langsung terhadap objek tersebutb. Riset kepustakaanYaitu dengan mengumpulkan data-data dari beberapa literatur yang identik dengan kondisi objek yang sedang diteliti.2.2.3 Teknik Analisis DataData dianalisis berdasarkan hasil perbandingan antara kajian-kajian yang dilakukan oleh para ahli dengan kenyataan yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah yang kemudian diuraikan secara detil tentang kaidah-kaidah yang berkaitan dengan kepariwisataan seperti jenis-jenis pariwisata, tipologi pariwisata, dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mengembangkan industri pariwisata khususnya pariwisata alam pesisir pantai.

III. Pembahasan3.1. PariwisataPariwisata atu industri pariwisata seringkali artikan sebagai suatu kegiatan perjalanan atau kunjuangan kesuatu daerah oleh seseorang atau sekelompok orang sehingga dengan aktivitas itu berdampak positif terhadap pergerakkan roda perekonomian masyarakat, meningkatkan pendapatan perkapita penduduk hingga dianggap mampu menghasilkan tambahan devisa suatu negara dalam jumlah yang sangat besar. Bagi wisatawan, mereka cenderung akan mengunjungi objek-objek wisata yang memiliki daya tarik yang unik sehingga dapat memberikan hiburan dan kepuasan batin bagi mereka. Salah satu objek wisata yang sangat diminati oleh wisatawan adalah objek wisata alam termasuk pantai (pesisir pantai). Objek wisata alam merupakan potensi keindahan alam yang memiliki daya tarik bagi pengunjung baik dalam keadaan natural maupun setelah adanya berbagai upaya penataan oleh manusia yang dapat memberikan daya pikat bagi pengunjung/ wisatawan. Khusus untuk wisata alam pesisir pantai, keunikan dan kekhasan ekosistem suatu pantai akan menjadi alasan bagi calon pengunjung untuk melakukan kunjungan wisata. Agar objek wisata menarik untuk dikunjungi maka harus dapat memenuhi beberapa kriteria antara lain adalah: adanya keunikan budaya suatu daerah yang dapat menghibur pengunjung, harus ada fasilitas pendukung seperti tempat-tempat perbelanjaan terutama tempat penjualan souvenir khas daerah tersebut yang dapat memberi kesan unik sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang oleh pengunjung, adanya alat transportasi yang memadai yang dapat diakses oleh setiap pengunjung serta terdapat tempat-tempat penginapan jika pengunjung ingin menikmati panorama alam sekitar lebih dari satu hari. Untuk alasan ini maka pengembangan pengelolaan suatu kawasan wisata akan sangat tergantung kepada peranan pihak-pihak terkait (termasuk, pemerintah melalui dinas terkait dan masyarakat selaku penduduk dikawasan wisata). Keseriusan pemerintah dalam upaya mengembangkan dan mengelola objek wisata sangat dituntut untuk menggenjot industri pariwisata agar mampu mendongkrak perekonomian secara umum. Berkembangnya industri pariwisata akan memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata dengan sendirinya akan berpengaruh kepada tingkat permintaan terhadap sejumlah barang dan jasa sehingga pada akhrinya akan memicu meningkatkan aktivitas perindustrian baik dalam skala kecil maupun besar untuk memproduksi barang dan jasa guna memenuhi permintaan khsusunya yang datang dari kalangan wisatawan. Aktivitas ini disebabkan oleh kebiasaan wisatawan yang cendrung ingin membeli/ mengkonsumsi barang dan jasa pada setiap destinasi yang mereka kunjungi. Meningkatnya permintaan terhadap sejumlah barang dan jasa secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap permintaan akan berbagai bahan penjunjang produksi lainnya seperti permintaan terhadap bahan baku dan barang modal guna memperlancar aktivitas produksi guna memenuhi permintaan dari wisatawan tersebut. Dalam upaya memenuhi berbagai permintaan barang dan jasa maka dengan sendirinya akan membutuhkan investasi keberbagai sektor lain seperti transportasi, komunikasi,, industri kerajinan tangan, rumah maka, restoran, perhotelan/ penginapan dan berbagai sektor lainnya (Spillane, 1994)

3.2 Jenis-jenis pariwisataMenutut pendid (1994), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis tersebut adalah:a. wisata budayab. wisata maritim atau baharic. wisata cagar alam (taman konservasi)d. wisata konvensie. wisata pertanian (agrowisata)f. wisata Burug. wisata ziarahSebenarnya masih banyak terdapat berbagai jenis wisata lain yang memungkinkan muncul sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan dunia kepariwisataan disuatu daerah/ negara serta dipengaruhi oleh campur tangan para profesional dalam mengembangkan industri pariwisata. Semakin kreatif dan inovative para profesional tersebut dalam mengembangkan ide-ide wisata, maka akan semakin banyak jenis wisata yang dapat dikembangkan.

3.3 Tipologi wisatawanMenurut Pendid (1994:39) pariwisata dikategorikan sebagai berikut: (1) periwisata menurut asal wisatawan yakni wisatawan domestik (berasal dari dalam negeri) dan wisatawan manca negara (wisatawan luar negeri) (2). Menurut akibat terhadap yang ditimbulkan pada neraca pembayaran yakni kedatang wisatawan asing yang memberikan pengaruh terhadap neraca pembayaran karena jaka wisatawan asing datang maka dia akan membawa valuta asing (3) menurut jangka waktu yang diperhitungkan berdaarkan lamanya ia tinggal. Lain hal nya menurut Plog (1972) dan pitana (2005), tipologi wisatawan dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu:a. Allocentris, yaitu wisatawan hanya ingin mengunjungi tempat-tempat yang belum diketahui, bersifat petualangan, dan mau memangaatkan fasilitas yang disediakan oleh masyarakat lokal.b. Psycocentris, yaitu wisatawan yang hanya ingin mengunjungi derah tujuan wisata yang sudah mempunyai fasilitas dengan standar yang sama dengan di negaranya.c. Mid-Centris, yaitu teletak diantara tipologi Allocentris dan Psyaconcentris.Tipologi wisatawan ini perlu untuk diketahui oleh pemerintah melalui departamen dan dinas terkait serta stakeholder lainnya untuk kepentingan perencanaan berbagai kepentingan dalam pengembangan industri pariwisata. Dengan adanya pengetahuan tentang tipologi wisatawan maka akan lebih mudah dalam menentukan pengembangan objek-objek wisata yang sesuai dengan kebutuhan riil dari wisatawan.

3.4Pesona keindahan alam pesisir pantai Aceh Pesona alam pantai di sepanjang pesisir pantai Aceh tidak bisa dipandang sebelah mata. Keindahannya mampu memanjakan setiap mata yang pernah menyaksikan langsung pesonanya. Perpaduan antara pasir pantai yang dibasahi oleh jernihnya air dengan pulau-pulau besar maupun kecil yang dapat membuat terpana setiap mata yang memandangnya. Keindahan alamiah pesisir pantai yang terbentang di kedua sisi ujung barat pulau Sumatera tidak kalah menariknya dengan pantai-pantai yang sudah sangat terkenal dan ramai dikunjungi oleh wisatawan dunia saat ini seperti pantai Kute Bali. Bahkan keindahannya bisa menyamai beberapa lokasi wisata pantai terkenal lainnya di Asia tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Untuk tingkat internasional, keindahan pesisir pantai Aceh juga tidak kalah dibandang dengan pantai-pantai di daratan Amirika, Australia maupun Eropa. Tidak hanya pantai yang mengitari pulau-pulau utaman (mainland), namun juga terdapat banyak pesona alam pesisir pantai lainnya di pulau-pulau kecil yang berada di daerah administrasi pemerintahan Aceh seperti di Simeulu, Pulau Aceh, dan Pulau Weh atau yang terkenal dengan p...