O3 Sandy (Repaired) (Repaired)

  • Published on
    12-Jan-2016

  • View
    230

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

data hasil percobaan

Transcript

<p>PRAKTIKUM FISIKA DASAR IPERCOBAAN O3 POLARIMETER LIPPICH</p> <p>I. MAKSUDMenentukan daya putar spesifik dari larutan gula tebu</p> <p>II. ALAT ALAT DAN BAHAN1. Polarimeter Lippich (polarisator, analisator, lampu)2. Pipa zat cair pemutar 20cm3. Gelas ukur dan bejana zat cair4. Neraca teknis5. Gula tebu</p> <p>III. TEORISalah satu zat yang dapat memutar bidang polarisasi cahaya adalah gula. Apabila gula tebu dilarutkan dalam zat cair yang tidak mempunyai daya putar, maka larutan gula tersebut akan bersifat memutar bidang polarisasi cahaya. Besarnya sudut perputaran yang terjadi tersebut adalah: = 0 k L.(1)dengan: = sudut perputaran0 = konstanta pembanding yang disebut daya putar spesifikk = konsentrasi larutanL= panjang pipa berisi larutan yang ditempuh oleh cahayaMetoda yang dipakai dalam percobaan ini adalah metoda Lippich dengan skema seperti gambar 1.</p> <p>Gambar 1Keterangan gambar:P= polarisatorK= prisma pemutarZ= tabung zat pemutarA= analisator</p> <p>Sinar cahaya putih 1dan 2 setelah melalui P akan mempunyai arah polarisator OR, sedangkan sinar 2 akan mempunyai arah polarisasi OS setelah melalui K, dan sinar 1 mempunyai arah tetap.Arah polarisasi dapat diuraikan pada daerah a (komponen ordiner) dan arah b (komponen ekstra ordiner). Pada komponen ordiner, sinar 2 terlambat 180o dari sinar 1.Dengan memutar-mutar A, maka mata yang berada dibelakangnya akan melihat suatu bidang lingkaran (medan penglihatan) yang terbagi dua, dimana untuk suatu kedudukan dengan arah a maka kedua bidang redup-redup dan untuk arah b kedua bidang akan terang-terang. Di luar kedudukan a atau b, bidang kiri/kanan tidak sama terangnya.Bila diantara P dan A diletakkan zat yang dapat memutar bidang polarisasi, maka arah OR dan OS akan berputar pula, sehingga kedudukan A harus diatur kembali untuk mendapatkan bidang penglihatan yang sama seperti semula. Pengamatan yang terbaik adalah pada kedudukan redup-redup. Pada metoda Lippich, tidak perlu mempergunakan cahaya monokromatis. Untuk mendapatkan medan penglihatan yang terbagi dua seperti di atas cukup dengan mengganti K dengan prisma Nikol yang membuat arah polarisasi berkas 2 yang berbeda arah dengan berkas 1.Bila dua sumber cahaya mempunyai intensitas I1 dan I2 dan kepekaan mata untuk membedakannya sebanding dengan:</p> <p>S = ....(2)</p> <p>Maka kedudukan a akan memberikan ketelitian yang lebih besar dari kedudukan b dalam pengamatan pada percobaan ini.Catatan:Kedudukan a adalah terang-terang yang redup yang biasa disebut redup-redup, dan kedudukan b adalah terang-terang yang cerah yang biasa disebut dengan terang-terang.</p> <p>IV. TUGAS PENDAHULUAN1. Apakah yang termasuk dengan berkas cahaya terpolarisasi ?Jawab:Berkas cahaya terpolarisasi adalah cahaya yang diserap dimana sebagian arah getarnya menjadi satu arah getar2. Apakah kegunaan polarisator P, prisma Nikol K, dan analisator A dalam percobaan ini?Jawab:Polarisator: berfungsi untuk mempolarisasikan cahaya awal menjadi cahaya terpolarisasi yang memilik satu arah getar.Prisma Nikol : berfungsi untuk memisahkan cahaya terpolarisasiAnalisator : berfungsi sebagai alat untuk mengamati batas cahaya terpolarisasi.3. Bila K diantara Z dan A, dapatkah diadakan pengukuran?Jawab:Pengukuran tetap dapat dilakukan karena fungsi K hanya memisahkan berkas cahaya terpolarisasi..4. Dapatkah cahaya polychromatic (putih) dipakai untuk pengamatan dengan metoda Laurent? Mengapa, jelaskan !Jawab:Tidak. Sebab cahaya polychromatic (putih) merupakan cahaya yang terdiri dari beberapa warna sehingga akan sulit melakukan pengamatan apabila menggunakan warna putih dalam metoda Laurent yang hanya menangkap cahaya monochromatics.5. Apakah bentuk grafik terhadap k, dan bagaimana cara menentukan dari grafik tersebut?</p> <p>Jawab :Berupa garis linear.</p> <p>tg = o = </p> <p>k</p> <p>V. PERCOBAAN YANG HARUS DILAKUKAN1. Dengan gelas ukur, buatlah larutan gula dengan konsentrasi k1, k2, k3, dan k4 gram/cc.2. Atur okuler pada A, sehingga bidang lingkaran tampak dengan jelas (bayangan tegas).3. Putarlah keping berskala A, sehingga bidang lingkaran tampak tegas terang-terang dan redup-redup.4. Catatlah kedudukan ini5. Carilah kedudukan terang-terang dan redup-redup yang lain. Catat kedudukannya.6. Putar-putarlah A, dan ulangi IV.3 s/d IV.5 beberapa kali.</p> <p>A. DATA RUANG</p> <p>kondisiAwalAkhir</p> <p>Data ruang</p> <p>Suhu (oC)(2.400.05)10(2.400.05)10</p> <p>Tekanan (CmHg)(6.85850.0005)10(6.8530.0005)10</p> <p>kelembaban (%)(7.00.05)10(7.10.05)10</p> <p>DATA PENGAMATAN</p> <p>KeteranganPosisi</p> <p>TT1RR1TT2RR2TT1RR1TT2RR2</p> <p>Kosong54.7147.6232.2327.754146.6253.4327</p> <p>Tabung Kosong55146.7235.4329.556.6146.9236.8327.3</p> <p>Tabung + air51.1151233.7328.456.7150237.6329</p> <p>Tabung + k177.6167.5259.5344.374162.3256.8346.5</p> <p>Tabung + k285.4173.3268346.684171256.8348.4</p> <p>Tabung + k367.1157251337.467.3157.5244.6340</p> <p>Tabung + k463.5153.2242.8333.661.6153.1237328</p> <p>Tabung + k548.7154243.9332.756.7155.2241.7335</p> <p>PENGOLAHAN DATA</p> <p>a. Menentukan konsentrasi larutan gula</p> <p>. </p> <p>( k1 k1 ) = (1.5 0.19)10-1 gr/ml</p> <p>( k2 k2 ) = (1.13 0.14)10-1 gr/ml</p> <p>( k3 k3 ) = (8.44 1.06)10-2 gr/ml</p> <p>( k4 k4 ) = (6.33 0.8)10-2 gr/mlb. Menentukan ki</p> <p>( k1 k1) = ( 1.5490 0.0010 )102 o</p> <p>( k2 k2) = ( 1.7215 0.0010 )102 o</p> <p>( k3 k3) = ( 1.5725 0.0010 )102 o</p> <p>( k4 k4) = ( 1.5315 0.0010 )102 o</p> <p>( k5 k5) = ( 1.5460 0.0010 )102 o</p> <p> o</p> <p>( k k) = ( 1.5841 0.0010 )102 o Untuk Tabung + air</p> <p>( o o ) = (1.5050 0.0010)102 oc. Mencari sudut putaran ()</p> <p>( 1 1 ) = ( 4.40 0.20 )100 o( 1 1 ) = ( 2.165 0.020 )101 o</p> <p> ( 1 1 ) = ( 6.75 0.20 ) 100 o ( 1 1 ) = ( 2.65 0.20 ) 100 o</p> <p>( 1 1 ) = ( 4.10 0.20 )100 od. Menentukan daya putar spesifik (0)</p> <p>( 01 01 ) = ( 1.48 0.26 )100 o</p> <p>( 01 01 ) = ( 9.62 1.32 ) 100 o</p> <p>( 01 01 ) = ( 4.0 0.6 ) 100 o</p> <p>( 01 01 ) = ( 2.1 0.4 ) 100 o</p> <p>( ) = ( 4.5 0.6 ) 100 oe. Menentukan k5</p> <p>( k5 k5 ) = ( 4.8 1.0 )10-2</p> <p>f. Menentukan k5 dari grafik (grafik di belakang)</p> <p>Titik asteroid: ( )</p> <p>Dari grafik didapat:</p> <p>oo( ) = ( 8.97 0.07 )101 o</p> <p>oo( ) = ( 8.90 0.07 )101 o</p> <p>oo( ) = ( 8.91 0.06 )101 o</p> <p> o ml/gr.cmo( ) = ( 1.000 0.003 )101 o</p> <p>k5 = </p> <p>( k5 k5 ) = ( 2.05 0.11 )10-2</p> <p>VI. TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN1. Tunjukkan dengan data percobaan, bahwa zat pelarut dan pipa pemutar tidak punya daya putar (hitung dulu nya).Jawab:Untuk zat pelarut (air)o</p> <p>o (terbukti tidak memiliki daya putar)2. Tentukan larutan-larutan beserta ketelitiannya, adalah sudut putar, bukan kedudukan.Jawab:Terdapat pada pengolahan data3. Buatlah grafik antara dan k.Jawab:Terdapat pada pengolahan data4. Bagaimana bentuk grafik yang diharapkan dan bagaimana hasilnya. Hitung (o) dari grafik tersebut.JawabTerdapat pada pengolahan data5. Hitung (o) dengan rumus untuk k1 dan k3. Bandingkan dengan hasil no.4. apa satuan (o).Jawab: Terdapat pada pengolahan data.Apabila dibaningkan dengan hasil no4, terdapat perbedaan nilai o yang cukup besar.</p> <p>6. Hitung harga rata-rata (o) dari langkah 5.Jawab:7. </p> <p> ( ) = ( 2.74 0.22 ) 100 o8. Dengan harga (o) pada langkah 6, hitung k2 dan k4.k2 = k2 = </p> <p>9. Bandingkan harga itu dengan harga hasil percobaan saudara. Beri pembahasan.Nilai konsentrasi yang didapat antara percobaan dan perhitungan memiliki perbedaan yang cukup besar.</p> <p>VII. AnalisaUntuk kondisi kosong, sudut perputaran () = 3.4o dan daya putar spesifiknya (o) = 0.17. Dan untuk kondisi tabung kosong ,sudut perputaran () = 3.7o dan daya putar spesifiknya (o) = 0.19.Apabila berdasarkan teori, seharusnya kondisi kosong, tabung kosong, dan zat pelarut tidak memiliki sudut putar dan daya putar.hasil yang menyimpang ini bias terjadi karena: Kesalahan praktikan dalam melakukan percobaan, baik dalam me;lihat kondisi redup-redup yang terjadi maupun penggunaan alat yang kurang tepat Kondisi perhitungan yang berbeda dengan rumus. Karena,apabila menggunakan rumus, kondisi alat-alat percobaan dan bahan-bahan percobaan dianggap ideal,sedangakan pada perhitungan, tidak ada yang ideal.</p> <p>VIII. Kesimpulan Gula tebu memiliki daya putar spesifik yanitu kemampuan mengubah bidang terpolarisasi. Daya putar gula tebu = 4.3 o ml/gr.cm Letak prisma pemutar (Prisma Nikol K ) dapat dipindah letakkan di antara Z dan A karena fungsinya hanya mengubah arah getar saja. Besarnya sudut putar larutan gula berbanding lurus dengan besar konsentrasinya. Semakin kecil konsentrasi larutan gula, semakin kecil sudut putarnya. Berlaku untuk sebaliknya.</p> <p>IX. Daftar Pustaka1. Sears-Zemansky, Optics. Add. Wesley, 19602. Kronig, Textbook of Physics.1</p> <p>k</p>