Nervus Cranialis VII

  • View
    19

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Nervus Cranialis VII

Nervus cranialis VII : FACIALIS

Nervus cranialis VII : FACIALISdr. Heny Anggraeny Lenap

Hubungan perifer dan intermediaSerabut motorik dari nukleus motorik dibagian caudal pons melingkari nukleus nervus VI dan meninggalkan tengkorak memanjang lewat bagian petrosus os temporalis mempersarafi m. Stapedius telinga tengah, otot superficial muka dan scalp, m. platysma, venter posterior m. digastricus, m. stylohyoideus2. Serabut parasimpatomimetik dari nukleus salivatorius superior berjalan melalui nervus intermedius (n. Glossopalatinus) ke kelenjar dan membran mukosa pharynx, palatum, cavitas nasalis, sinus paranasalis lewat ganglion petrosum superficialis magna serta ganglion sphenopalatinum; dan ke glandula submaxillaris serta sublinguinalis melalui chorda tympani, nervus lingualis dan ganglion submaxillaris3. Serabut sensorik dari sel unipolar ganglion geniculatum. Cabang perifer membawa sensasi pencecap dari dua pertiga anterior lidah melalui saraf lingualis dan chorda tympani dan mengangkut sensasi dari kelenjar parotis melalui ganglion oticum dan n. geniculotympanicusHubungan-hubungan centralNucleus motorik menerima serabut menyilang dan tidak menyilang dari tractus corticobulbaris, tr. extrapyramidalis, tr. corticospinalis, hubungan reflek dari nucleus tr. soliatrius serta nucleus tractus spinalis nervus trigeminus. Otot frontalis menerima inervasi corteks bilateral shg tidak mengalami paralisa pada lesi salah satu corteks motorik atau lintasannya

2. Nervus salivatorius superior menerima impuls kortikal dari nucleus tractus solitarius melalui traktus longitudinalis dorsalis3. Serabut sensorik berhubungan dengan corteks melalui lemniscus medialis dan thalamus, dengan nucleus salvatorius dan nuclei motorik nervus VII dihubungkan dengan neuron refleksLesi pada nervus facialisBells palsy : paralisis facialis periferEC/ dingin pada muka, infeksi telinga tengah, tumor, fraktur, meningitis, hemorraghe.Usia 20-50 tahunFenomena bell

Keluhan dan gejalaLesi diluar foramen stylomastoideus : tipe paralisis flacid LMN, reaksi degenerasi timbul dalam 10-14hrmulut turun, mencong kesisi lain, makanan berkumpul diantara pipi dan gusi, sensasi wajah menghilang, tidak dapat bersuit, mengedip, mengatupkan mata, mengerutkan dahi, lakrimasib. Lesi canalis facialis dan mengenai nervus chorda tympani, seluruh gejala terdapat ditambah hilang sensasi pengecap pd dua pertiga anterior lidah dan berkurangnya salivasic. Lesi canalis facialis dan m. Stapedius gejala diatas ditambah hyperacusisd. Lesi ganglion geniculatum : syndrom Ramsay Hunt e. Lesi meatus auditorius internus : gejala bells palsy ditambah ketulian akibat terkenanya nervus VIIIf. Lesi tempat keluarnya nervus facialis di pons : bells palsy dengan lesi nervus V, VI, VIII, XI, XII. Fenomena Marcus gunn terlihat elevasi kelopak mata yang ptosis terjadi pada gerakan rahang kesisi kontralateralPengobatan dan prognosaKesembuhan dalam 2-8 mingguMuka dijaga hangat, kassa steril pada mataPengait pada sudut mulut dan diikatkan di telingaStimulasi listrikMassageInframerah 2. Facial palsy tipe nuclear : gejala bells palsy ditambah hemiplegi kontralateralSindrom Millard Gubber : paralisis menyilang (hemiplegi alternans nervus facialis) karena lesi pons ditandai hemiplegi kontralateral + facial palsy ipsilateralSindrom foville : hemiplegimenyilang akibat lesi pons ditandai hemiplagia kontralateral + ipsilatral palsy nervuscranialis VII3. Facial palsy tipe supranuclearHemiplegi ipsilateral, paralisis tipe spastik, sensasi pengecap dan salivasi tidak terganggu. Reaksi degenerasi (-)4. Neuralgia geniculataNyeri dibelakang atau didalam telinga, sensasi pengecap menghilangBiasanya menyertai bells palsy tipe (3), sindroma hunt5. Sindroma air mata buaya (crocodile tears syndrome) : lacrimal paroksismal selama makan, akibat trauma nervus facialis di proksimal ganglion geniculatum6. Spasme facialis : twitching unilateral, involunter, akibat hiperkinesia paroksismal otot facial

7. Facial palsy bilateral (facial diplegi) : wajah datar, tanpa ekspresi, keluar air liur terjadi pada lesi bulbar, polyneuritis, myastenia gravis8. Lesi striatum : grimace, khorea9. Sindroma mobius : paralisis oculofacial kongenital, diplegi facial kongenital, aplasia nuclearis infantil. Kelainan kongenital ditandai paresis/paralisis musculus rectus lateralis dan otot wajahUji Pemeriksaan Status motorik : kemmpuan tersenyum, bersuit, pemeriksaan elektrik, elektromiografiRefleks : refleks kornea, refleks kelopak mataStatus sensorik : sensasi pengecap manis dg gula, asam dengan asam sitrat, pahit dg kina, asin dg garamSimetris muka Terimakasih