Upload
zaras-yudisthira-saga
View
153
Download
8
Embed Size (px)
DESCRIPTION
ppt
Neoplasma Tulang
PengertianPertumbuhan sel baru abnormal, progresifNeoplasma dapat bersifat :- jinak tidak dapat bermetastase- Ganas dapat bermetastase ke organ lainNeoplasma tulang :- Primer : neoplasma yanga berasal dari sel yang
membentuk jaringan tulang sendiri- Sekunder : metastase dari neoplasma ganas
Diagnosis neoplasma tulang :1. Evaluasi klinis anamnesis dan pemeriksaan
fisik. Usia, lokasi neoplasma, untuk dapat menentukan kemungkinan jenis neoplasma
2. Pemeriksaan radiologi X-ray, bone scan, tomograf, angiografi, CT-scan, MRI
3. Biopsi, biopsi dapat berupa insisional atau eksisional (diagnosis histologi)
- Biopsi insisional : sebagian jaringan neoplasma- Biopsi eksisional : seluruh neoplasma dieksisi
(biasanya dilakukan pada neoplasma yang berukuran kecil)
Jaringan tulang rangka terdiri dari :- Tulang- Tulang rawan- Jarigan ikat- Sumsum tulang
1. Neoplasma osteogenikA. Osteoid Osteoma - Lesi jinakKlinis : - Terjadi pada pria- Usia 10-25 tahun- Keluhan : nyeri pada tulang, nyeri menetap tidak
hilang saat istirahat dan makin terasa pada malam hari, nyeri dapat hilang saat minum aspirin
- Lokasi : daaat mengenai semua tulang, biasanya tulang panjang (femur, tibia)
Radiologi : tampak daerah nidus radiolusen yang dikelilingi oleh pinggir sklerotik, ukuran < 2 cm
Patologi : didapat jaringan seluler, vascularisasi banyak
Diagnosa banding : sclerosing osteomielitis, abses brodie, periostitis, bone cyst
Terapi : - operatif, melakukan eksisi lengkap dari nidus
- Tulang sklerotik disekitar nidus tidak perlu dieksisi, karena dengan eksisi nidus dengan sendirinya tulang sklerotik tersebut akan menghilang
B. Osteoblastoma- Jarang terjadiKlinis :- didapat pada dewasa muda- Keluhan : nyeri pada tulang yang bersangkutan- Lokasi : dapat mengenai tulang panjang dan
pendek, dengan predileksi tulang vertebra
Radiologi : tampak daerah osteolitik dengan pinggir yang tidak atau sedikit sklerotik, gambaran mirip dengan abses tulang, ukuran lesi > 2cm
Patologi : didapat jaringan yang seluler yag lebih agresif dengan ukuran > 2cm, tepi tulang sklerotik (-)
Terapi : eksisi operatif, bila lesi besar diperlukan bone graft untuk mengisu bagian tulang- tulang yang dieksisi.
C. Osteoma- Lesi jinak, didapat pada permukaan tulang, tidak
mengandung tulang rawan, paling banyak ditemukan pada tulang tengkorak. Apabila tidak ada keluhan tidak perlu diobati
D. Osteosarkoma/ sarkoma Osteogenik- Neoplasma ganas paling sering- Sangat ganas dan cepat bermetastase ke paru-
paru melalui hematogenKlinis :- Pria> wanita 2:1- Usia muda 10- 20 tahun- Keluhan : sakit pada tulang, benjolan (+),
anemia, BB yang menurun- Lokasi : didapat pada metafisis tulang2 panjang
terutama pada bagian distal femur, proximal tibia, dan proximal humerus.
Radiologi : - Gambaran osteolitik dimulai proses
destruksi- Gambaran osteoblastik akibat
pertumbuhan tumor tulang yang banyak- Gambaran destruksi dan proses
pembentukan tumor tulang- pada X-ray akan terlihat segitiga codman
(terangkatnya periosteum karena pertumbuhan neoplasma dan terbentuk tulang reaktif antara periostium yang terangkat dengan tulang. Gambaran sunburst
Gambaran Sunburst
Patologi : Struma sarkoma dengan pembentukan osteosid neoplastik, gambaran anaplasia yang mencolok
Terapi : Operatif : amputasi, amputasi melalui tulang darah
proksimal tumor/ melalui sendi (disartikulasi) proksimal dari tumor
Kemoterapi/ radioterapi dilakukan setelah amputasi karena adanya mikrometastase ke paru-paru
E. Parosteal Osteosarkoma/ Justakortikal Osteosarkoma
- Didapatkan pada usia muda- Lokasi : posterior distal femur- Pertumbuhan lebih lambat dibandingkan
osteosarkoma dan lambat bermetastaseTerapi : eksisi luas, amputasi kalau perluPrognosis : baik
2. Neoplasma golongan Kondrogenik
A. Osteokondroma- Neoplasma jinak, sebagian ahli menganggap
bukan neoplasma tetapi hamartomaKlinis :- Pada usia dewasa muda- Benjolan di yang tidak sakit- Lokasi : metafisis tulang panjang terutama distal
femur, proksimal tibia, proksmal humerusRadiologi : bentuk ada 2 macam :- bertangkai/ pedunculated- Mempunyai dasar yang lebar
Terapi : bila tumor menimbulkan gejala karena menekan organ sekitar dilakukan eksisi
Prognosis : baik
B. Multipel Osteokondromatosis- Merupaka penyakit kongenital bersifat herediter
autosomal dominanC. Enkondroma- Lesi jinak- Terdapat di rongga sumsum tulang- Terdapat pada dewasa muda- Sakit (-)- Lokasi : tulang2 tubuler kecil pada tangan dan
kaki. Kadang pada tulang besar
Radiologi : lesi radiolusen dengan bercak2 kalsifikasi
Terapi : operatif : kuret pada lesi lalu rongga lesi diisi dengan bone garft
Enkondromatosis adalah bentuk multipel dari enkondroma
Enkondromatosis + multipel hemangioma di jaringan lunak disebut Mafucci Syndrome
Prognosis : kemungkinan malignansi 20-25 % jia terjadi pada tulang besar panjang atau di pelvis
D. Kondroblastoma- Lesi jinak- Usia <20 tahun- Lokasi : tulang humerus, femur dan tibiaRadiologi : lesi osteolitik terletak di eksentrik pada
epifisis tulang panjang sering didapatkan bintik- bintik kalsifikasi
Terapi : operasi kuret, lalu lesi diberi bone graft
E. Kondromiksoid fibroma- Tumor jinak- Usia 20-30- Lokasi : pada tulang2 ekstermitas bawah
didaerah metafisis terutama pd distal femur dan froksimal tibia
Radiologi : osteolitik dengan tepi yang sklerotik, sering korteks menagalami erosi, dapat ditemuka reaksi periosteal.
Terapi : operasi kuret lalu pengisian bone graft, dapat rekurensi
Eksisi lengkap
F. Kondrosarkoma- Tumor ganas- Usia 30-60 tahun- Pertumbuhan lambat- Keluhan : adanya massa tumor yang menjadi
besar secara perlahan- Lokasi : tulang ceper seperti pelvis, skapula,
tetapi dapat pula terjadi pada femur dan humerus
Radiologi : lesi osteolitik dengan bercak- bercak kalsifikasi
Patologi : nampak sel2 ganas yang membentuk tulang rawan
- Terapi : reseksi luas amputasi
3. Neoplasma golongan kolagenik/ fibrogenikA.Non Ossifying fibroma/ nonosteogenik
fibroma- Lesi jinak- Pada anak-anak dan dewasa muda- Lokasi : tulan panjang terutama tulang2
ekstremitas bawah- Keluhan : jarang ada keluhan
Radiologi : nampak daerah osteolotik dan trabekulasi, multilokuler dengan tepi yang sklerotik
B. Fibrosarkoma- Tumor ganasKlinis : - Usia 20-60- Keluhan : benjolan yang terasa sakit yang
membesar dengan lambat- Lokasi : Tulang2 panjang : femur, tibia dan
humerus. Tumor didapat di daerah metafisis
Radiologi : tampak lesi radiolusen akibat destruksi tulang, batas tumor tidak jelas
Patologi : tumor ganas dengan adanya anaplasia,mitosis.
Terapi : 5 years survival rate 25-30%
4. Neoplasma Golongan MielogenikA.Multipel mieloma- Merupakan tumor ganas- Pria>wanita- Usia >40 tahunKlinis : Sakit pada benjolan, anemia, suhu badan
yang meninggi,BB menurun, perasaan mudah lelah
- Lokasi : tulang vertebra, pelvis dan tengkorak
LAB : - gammaglobulin meningkat (darah) - protein spesifik/ protein bence jones (dalam urine)
Radoilogi : tampak gambaran Punched out berupa lesi osteolitik yang bulat
Terapi : radioterapi dan kemoterapiPrognosis : buruk 5 yeras survival rate sekitar 10%,
penderita biasanya meninggal 20 tahun setelah didiagnosis
B. Sarkoma Ewing - Merupakan tumor ganas- Menyerang usia muda < 20 tahun- Pria > wanitaKlinis : sakit didaerah benjolan, demam,
lekositosis, LED meningkatLokasi : diafisis tulang2 panjang paling sering pada
femur, tibia,ulna dan fibula dan mengenai tulang2 ceper
Radiologi : destruksi tulang dengan batas tidak jelas, gambaran onion skin yaitu periosteum yang berlapis2 karena pembentukan tulang baru
Terapi : operasi reseksi luas/ amputasi, kemoterapi, radioterapi
Prognosis : buruk
C. Sarkoma sel Retikulum- Merupakan tumor ganas- Usia dewasaKlinis : rasa sakit pada benjolanGabaran mikroskopik mirip dengan sarkoma ewing,
tumbuh lebih lambat dari pada sarkoma ewing- Lokasi : tulang panjang, pelvis dan iga- Radiologi : destruksi tulang dengan batas tidak
jelas, gambaran onion skin yaitu periosteum yang berlapis2 karena pembentukan tulang baru
Patologi : dengan pewarnaan khusus, sel2 tumor sarkoma retikulum tidak mengandung glikogen (P.A.S negatif) sedangkan sel sarkoma Ewing mengandung glikogen (P.A.S positif)
Terapi : Radiosensitif, tindakan amputasi mungkin diperlukan