Neonatal Necrotizing Enterocolitis

  • Published on
    03-Jul-2015

  • View
    1.779

  • Download
    11

Embed Size (px)

Transcript

Neonatal Necrotizing Enterocolitis

Neonatal Necrotizing EnterocolitisPendahuluan Necrotizing enterocolitis (NEC ) merupakan penyebab tertinggi dari angka kematian dan angka kecacatan di Neonatal Intensive Care Unit ( NICU) di sepenjuru dunia. Kemajuan dalam perawatan perinatal dan neonatal telah memberikan kontribusi dalam pertumbuhan populasi bayi prematur yang berisiko NEC.(1) Neonatal Necrotizing Enterocolitis (NEC) merupakan keadaan darurat yang mengancam kehidupan di traktus gastrointestinal pada periode bayi baru lahir. Penyakit ini di gambarkan dengan nekrosis pada mukosa saluran cerna. Penyebab dari NEC masih belum jelas, namun diduga penyebabnya multi faktoral. Angka kejadian dan angka kematian meningkat pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah atau premature. Penyakit ini jarang ditemukan pada bayi yang cukup bulan.(1) Insidens pasti dari NEC tidak diketahui. Hal ini signifikan sangat bervariasi di berbagai Negara. Angka NEC sekitar 1%-7% dari semua NICU di Amerika Serikat, atau 1 sampai 3 kasus dari 1000 angka kelahiran. Pada bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR, 50% viable ) c. Pan-intestinal ( NEC totalis, < 25% viable ) Tergantung dari penyakit dan karakteristik pasien pada saat operasi, sejumlah pilihan operasi dapat diambil, seperti reseksi dengan enterostomy, reseksi dengan anastomosis, proximal enterostomy, teknik clip and drop dan teknik patch, drain and wait. Abdomen diinsisi secara transversal pada supraumblikal kanan. Insisi dilakukan dengan hati-hati jangan sampai melukai hati. Contoh cairan peritoneal di ambil untuk dikultur organisme aerobik, anaerobik dan jamur. Seluruh traktus gastrointestinal secara sistemik diperiksa untuk menilai panjang penyakit dan berapa panjang usus yang masih dapat dipertahankan. (2)

19

Neonatal Necrotizing Enterocolitis

Gambar 10. Potongan usus yang mengalami nekrosis ( dikutip dari kepustakaan 5) Komplikasi Sekitar 75% pasien dapat bertahan hidup, dengan pasien yang memerlukan intervensi bedah selama fase akut penyakit menunjukkan suatu tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah. Dari pasien yang bertahan hidup, 50% pasien mengalami komplikasi jangka panjang. Terdapat 2 komplikasi yang paling sering ditemukan pada pasien yaitu striktur usus dan sindrom usus pendek.(4) Striktur usus Striktur usus dapat berkembang pada bayi dengan atau tanpa perforasi sebelumnya. Insidennya sekitar 25-33%. Walaupun lokasi yang paling mungkin untuk penyakit akut yaitu ileum terminal, dan striktur yang paling sering sering melibatkan sisi kiri dari kolon. Gejala intoleransi pemberian ASI/susu formula dan gangguan pencernaan lain biasanya terjadi 2 sampai 3 minggu setelah sembuh dari penyakit awal. Keberadaan dan lokasi obstruksi tersebut didiagnosis dengan menggunakan enema kontras, dan reseksi bedah diperlukan pada daerah yang mengalami striktur. Banyak dokter bedah secara rutin melakukan enama kontras pada pasien

20

Neonatal Necrotizing Enterocolitis

mereka sebelum reanastomosis usus sehingga semua intervensi bedah dapat dilakukan pada saat bersamaan(2,4) Sindrom Usus Pendek ( Short Bowel Syndrome ) Sindrom usus pendek adalah suatu gejala kesulitan pencernaan yang dihasilkan dari reseksi berlebihan usus halus yang diperlukan untuk penyerapan nutrisi penting dari lumen usus. Gejala paling sering ditemukan pada bayi yang telah mengalami pemotongan sebagian besar usus kecil atau kehilangan sebagian kecil katup ileocecal. Pemotongan usus halus dapat

mengakibatkan malabsorpsi zat gizi serta cairan dan elektrolit. Usus bayi tumbuh dan beradaptasi dari waktu ke waktu, tetapi penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa pertumbuhan ini dapat berlangsung selama 2 tahun. Selama waktu itu, pemeliharaan gizi yang lengkap sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal ini dapat dicapai dengan pemberian vitamin yang cukup, mineral dan kalori secara parenteral, pengelolaan yang tepat dari hipersekresi asam lambung, dan pemantauan pertumbuhan bakteri yang terlalu cepat.(2,4) Prognosis Seperti disebutkan diatas, lebih dari 75% bayi bertahan hidup dari penyakit ini. Namun, banyak komplikasi seperti striktur dan sindrom usus pendek. Secara keseluruhan, prognosis untuk pasien yang mengalami adalah baik.(2)

21

Recommended

View more >