NAMA : NIM : KELAS suatu obyek, ada yang berenang-renang bebas( Gambar 4 ). Gambar 4.Beberapa jenis

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of NAMA : NIM : KELAS suatu obyek, ada yang berenang-renang bebas( Gambar 4 ). Gambar 4.Beberapa jenis

  • 1

    NAMA :

    NIM :

    KELAS :

  • 1

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha

    Esa, atas segala limpahan Rahmat, Taufik, dan hidayah-Nya

    sehingga buku panduan praktikum avertebrata air tahun 2018

    dapat disusun dengan baik.

    Atas terselesaikannya buku panduan ini, kami

    mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

    membantu, diantaranya :

    - Seluruh dosen pengampu mata kuliah Avertebrata

    Air

    - Keluarga besar asisten Avertebrata Air, atas

    komitmen dan kerjasamanya

    - Serta seluruh pihak yang belum sempat tercatat

    dan telah memberikan dukungan serta bantuan

    atas tersusunnya buku panduan ini.

    Kami berharap dengan adanya buku panduan

    praktikum Avertebrata Air ini, mahasiswa mampu

    mengembangkan pengetahuan dan dapat bermanfaat bagi

    pembacanya.

    Kami menyadari masih banyak kekurangan yang

    terdapat dalam buku ini, adanya kritik dan saran yang

    membangun sangat kami harapkan.

    Malang, Agustus 2018

    Tim Penyusun

  • 2

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    TATA TERTIB PRAKTIKUM AVERTEBRATA AIR

    1. Praktikan wajib datang maksimal 15 menit sebelum

    praktikum dimulai

    2. Dilarang menggunakan pakaian tanpa krah, wajib

    bersepatu (tidak diperkenankan menggunakan sepatu

    sandal atau sandal gunung)

    3. Menggunakan jas laboratorium lengkap dengan identitas

    masing-masing praktikan

    4. Masuk dengan tertib dan menempati tempat sesuai

    dengan kelompoknya masing-masing

    5. Praktikan hanya diperbolehkan membawa alat tulis

    (pensil, penghapus, bolpoint) serta buku panduan

    praktikum dan dua lembar kertas A4 kosong, tas dan

    perlengkapan lain diletakkan pada tempat yang telah

    disediakan

    6. Praktikan wajib mengerjakan Lembar Kerja Praktikum dan

    dikumpulkan sesuai praktikum kepada asisten yang telah

    ditentukan

    7. Tidak diperkenankan mengganggu jalannya praktikum,

    makan dan minum di dalam laboratorium, dan merokok

    8. Menyerahkan tiket masuk yang telah ditentukan sesuai

    kelompok kepada asisten yang telah ditentukan pada saat

    akan masuk ke dalam laboratorium

    9. Wajib meminta tanda tangan asisten pada kartu kendali

    sebagai bukti telah mengikuti praktikum

    10. Praktikan diwajibkan mengkonsultasikan hasil praktikum

    kepada asisten yang telah ditentukan dan dilakukan dua

  • 3

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    kali diluar praktikum serta tidak diperkenankan melebihi

    batas waktu yang telah ditentukan

    11. Bagi yang berhalangan mengikuti praktikum, melapor

    pada koordinator asisten dengan surat yang sah dan

    mengkonsultasikan penggantian waktu praktikum

    12. Bagi praktikan yang in hole, seluruh biaya dan bahan

    ditanggung oleh praktikan

    13. Pelanggaran terhadap tata tertib ini akan diambil tindakan

    semestinya

    14. Ketentuan-ketentuan lain yang belum tercantum akan

    ditentukan kemudian dengan kesepakatan bersama

  • 4

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    PENDAHULUAN

    Praktikum Avertebrata Air memperkenalkan kepada

    mahasiswa tentang jenisjenis hewan Avertebrata yaitu jenis

    hewan tanpa tulang belakang (notochord) yang hidup di dalam

    air (tawar dan asin). Ruang Lingkup praktikum ini meliputi

    taksonomi, anatomi dan ekologi/lingkungan hidup serta fungsi

    organism Avertebrata ini di alam. Praktikum ini bertujuan untuk

    menambah pengetahuan mahasiswa tentang organism

    Avertebrata perairan dan melengkapi teori yang pernah

    diperoleh pada saat kuliah.

    Materi dari praktikum ini mencakup Phylum yang ada

    dalam kuliah, walaupun tidak semua organisme dapat dipelajari

    mengingat sulitnya memperoleh sampel untuk dipelajari.

    Materi dalam praktikum Avertebrata Air dibagi menjadi 3

    pertemuan (tabel 1). Mahasiswa akan diberikan sampel

    organisme sesuai bahasan, kemudian membahasnya mulai dari

    nama spesies, klasifikasi, ciri umum maupun ciri khusus dari

    masing-masing organisme sampel. Setiap informasi yang

    didapatkan secara langsung dari pengamatan akan disesuaikan

    dengan informasi atau sumber dari buku ataupun sumber

    lainnya untuk menambah wawasan mahasiswa mengenal

    Avertebrata Air.

    Tabel 1. Materi Praktikum

    PERTEMUAN MATERI PRAKTIKUM

    I Phylum Arthropoda

    II Phylum Coelenteratha dan Phylum

    Echinodermata

  • 5

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    III Phylum Porifera, Phylum Annelida dan

    Phylum Branchiopoda

    IV Phylum Mollusca kelas Bivalvia dan

    Phylum Chepalopoda

    V Mollusca kelas Gastropoda dan kelas

    Polyplacopora

    1. PHYLUM PORIFERA

    Porifera (sponge) merupakan hewan multiseluler tingkat

    rendah. Tubuhnya masih diorgansasi pada tingkat seluler,

    artinya tersusun atas sel-sel yang cenderung bekerja secara

    mandiri (differensiasi seluler), masih belum ada koordinasi

    antara sel satu dengan sel yang lainnya.

    Ada umumnya phylum porifera hidup di air laut, yaitu

    tersebar atau terbentang dari daerah perairan (tide) yang

    dangkal hingga daerah kedalaman 5,5 km. Fase dewasa bersifat

    polyp, artinya menetap pada suatu tempat tanpa mengadakan

    perpindahan. Bentuk tubuh sangat bervariasi, yaitu ada yang

    menyerupai kipas, jambangan bunga, batang, globular, genta,

    terompet, dan lainnya (lihat Gambar 1).

  • 6

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    Gambar 1. Bentuk tubuh porifera

    STRUKTUR

    Struktur tubuh porifera berpori dengan berbagai

    macam bentuk (Gambar 2) dan dapat dibagi menjadi tiga tipe,

    yaitu :

    1. Asconoid

    2. Syconoid atau Scypha

    3. Rhagon atau Leuconoid

  • 7

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    Gambar 2. Tipe tubuh dari porifera

    Tipe ascon yang berbentuk jambangan bunga merupakan

    tipe sederhana dapat dilihat suatu rongga sentral yang disebut

    spongocoel atau paragaster. Ujung atas dari jambangan

    terdapat lubang besar yang disebut osculum. Pada dinding

    tubuh hewan ini terdapat lubang-lubang kecil yang disebut

    prosopyle atau sering juga disebut ostium. Lubang ini

    merupakan pintu masuk aliran air yang menuju ke dalam

    rongga paragaster.

    FISIOLOGI

    Dinding tubuh tersusun atas dua lapis : (1) lapisan luar yang

    disebut lapisan epidermis/epithelium dermal. Menurut

    Laubenfels sel-sel itu bukan sel-sel epithelium sebenarnya dan

    sering disering disebut pinacocyt dan kadang-kadang

    mempunyai satu flagellum, (2) lapisan dalam yang terdiri atas

    jajaran sel-sel berleher yang disebut choanocyt yang berbentuk

    botol dan memiliki flagellum. Diantara kedua lapisan itu

    terdapat zat antara yang berbahan gelatin. Di dalam zat antara

    terdapat : (a) sel Amoebocyte yang berfungsi mengedarkan zat-

    zat makanan

    ke sel lainnya dan menghasilkan gelatin, (b) Porocyte/sel pori

    atau myocyt yang terletak disekitar pori, (c) Scleroblast yang

    berfungsi membentuk spikula, (d) Archeocyt merupakan sel

    amoebocyt embrional yang tumpul dan terdapat sel-sel

    lainnya misalnya sel-sel reproduksi, (e) Spikula yang

    merupakan unsur pembentuk tubuh. Macam-macam bentuk

    spikula dapat di lihat pada gambar 3.

  • 8

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    Gambar 3. Macam-macam spikula sebagai endoskeleton

    porifera

    SISTEMATIKA

    Berdasarkan bahan pembentuk kerangka tubuhnya serta

    tipe spiculanya, porifera digolongkan menjadi 3 klas dan 12

    ordo, sebagai berikut:

    1. Klas Calcarea atau Calcispongiae

    Merupakan porifera laut, gidup di daerah pantai yang

    dangkal, bentuk tubuhnya sederhana, kerangka tubuh

    terbuat dari CaCO3. Misalnya: Leucolsonia, Clatharina,

    Grantia, Scypha, Sycon, dan lain- lain. Dibagi menjadi

    dua ordo, yaitu Asconosa dan Syconosa.

    2. Klas Hexactinellida atau Hyalospongiae

    Merupakan porifera laut yang hidup di perairan dalam,

    kerangka tubuhnya terbuat dari bahan silikat dan

    spikulanya berduri enam (hexaxon). Contohnya :

  • 9

    Tim Pengajar Avertebrata Air, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

    Euplectella, Hyalonema dan lain-lain. Terbagi dalam

    dua ordo, yaitu Hexastropora, dan Amphidiscophora.

    3. Kl