Muh Shony Abriliandha_znAJKLzMZKLmXjJZjJZj

  • View
    79

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rgrdgdfdhdfcfsfdvjisdohsnhynhdsyhsidhshdilhshhsehxhsdhshodsohiodhsodhshxjdsidsjjdjioiohjdoshmodmhsodskjdio;sjdjsjdn nunhuhhmhohjojiomijuiojmioiohjiohuhuihhumhuihmmhmlmhoiji0ijo,ji,jiopj,iojioojxsjiodjsid

Text of Muh Shony Abriliandha_znAJKLzMZKLmXjJZjJZj

Upaya Counter Drugs (Pemberantasan Narkoba) Amerika Serikat di Kolombia

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Pendek Mata Kuliah Kejahatan Transnasional

Disusun Oleh :Muhammad Shony Abriliandhashonshonshony@gmail.com170210100044

Jurusan Hubungan InternasionalFakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu PolitikUniversitas Padjadjaran2013KATA PENGANTAR

Puji syukur bagi Allah SWT semesta alam yang telah memberikan saya kesempatan dan kemudahan untuk menyelesaikan makalah ini. Salawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan insya allah kepada umat pengikutnya di akhir zaman.

Saya selaku penulis makalah ini sangat bersyukur karena makalah ini bisa diselesaikan tepat waktu berkat kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT. Terima kasih juga saya sampaikan kepada pihak pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian makalah ini.

Saya sadari bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT ,maka dari itu saya memohon maaf apabila terdapat kekurangan dan kurang sempurnanya dalam penulisan makalah ini.

Bandung , 29 Juli 2013

PENULIS

DAFTAR ISI1. Kata Pengantar.............................................................................................. 11. Daftar Isi......................................................................................................... 21. PENDAHULUAN1.1 Latar belakang1.2 Identifikasi1.3 Metode Kajian D. KAJIAN PUSTAKA

E. ANALISIS & PEMBAHASAN F. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kejahatan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia mulai dari zaman primitif hingga modern saat ini. Kemampuan untuk memasuki suatu negara tanpa batas adalah faktor yang menyebabkan munculnya kejahatan modern saat ini. Selain itu tidak terlepas juga dengan perkembangan teknologi dan informasi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern telah menjadi sumber kejahatan baru. Era digital saat ini telah memunculkan suatu fenomena yang disebut global village (Mc Luhan) dimana orang dapat berhubungan satu dengan yang lain tanpa ada batas wilayah geografis, ekonomi, ideologi, politik, sosial, budaya dan hukum. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, kemudahan transportasi dan perkembangan ekonomi dunia, kejahatan lintas negara yang terorganisasi telah berkembang dengan pertumbuhan yang sangat cepat dan mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Jaringan kejahatan lintas negara telah melengkapi dirinya dengan teknologi yang makin canggih dan menerapkan organisasi sistem sel yang makin sulit dilacak. Adanya jaringan kejahatan lintas negara yang telah membuktikan memiliki hubungan erat antara pendanaan kelompok teroris dan separatis dengan keuntungan yang diperoleh dari kejahatan narkotika.

Fenomena semacam ini tentu amat mengkhawatirkan bagi perkembangan dunia yang lebih aman, tenteram, damai dan sejahtera di masa depan. Indonesia juga dihadapkan pada tantangan besar dalam upaya penegakan hukum dan perlindungan warga bangsa dari mata rantai kejahatan lintas negara. Pemerintah dihadapkan pada kejahatan peredaran gelap narkotika, perdagangan dan penyelundupan manusia atau human trafficking, terorisme, korupsi serta kejahatan terorganisasi yang dikendalikan aktor bukan negara (non state actors). Fenomena ragam kejahatan khususnya kejahatan lintas negara yang terorganisasi dapat berdampak besar pada penurunan rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat. Kejahatan ini juga merongrong keamanan dalam negeri, berpotensi mengganggu kedaulatan negara, serta ikut mengancam stabilitas pembangunan ekonomi. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya mobilitas warga antar negara yang akan berdampak pada meningkatnya mobilitas maupun modus kejahatan lintas negara.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang sebelumnya, dengan topik inti Upaya Penanggulangan Narkoba Amerika Serikat di Kolumbia makalah ini, maka dapat diambil sejumlah rumusan masalah, yaitu:Transnational crime merupakan kejahatan yang melibatkan organisasi kejahatan Internasional dimana akibat yang ditimbulkan sangat merusak dan luas dan permasalahan ini tidak hanya dihadapi oleh negara Kolumbia saja namun juga oleh seluruh bangsa di dunia ini. Pemerintah berusaha untuk melakukan penanggulangan dengan melakukan kerjasama dengan negara lain dan tentu saja pihak negara lain seperti Amerika Serikat berusaha untuk melakukan upaya-upaya untuk menanggulani kejahatan ini. Oleh karena itu, penulis akan menentukan masalah dalam tulisan ini adalah Bagaimana fenomena kejahatan narkoba sebagai salah satu bentuk transnational organized crime di Kolumbia dan bagaimana tindakan Amerika Serikat dalam upaya penanggulangannya?.

Metode PenelitianDalam karya tulis ini saya menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek penelitian yang saya ke depankan dalam karya tulis ini merupakan suatu gejala dan fenomena sosial yang tidak dapat dianalisa dengan metode metode yang digunakan pada ilmu eksakta. Data data yang dianalisa pun berupa non-statistik. Dalam penelitian ini, saya sebagai penulis juga bertindak sebagai alat penelitian, yang merupakan alat utama pengumpul data melalui pengamatan dan dokumen dokumen tertulis. Data data yang telah dicantumkan, akan saya analisis lebih lanjut dengan menggunakan teori teori ilmu sosial yang juga telah dideskripsikan terlebih dahulu pada bagian sebelumnya.

Kajian Pustaka

1. Organized Criminal Group

Organized Criminal Group berarti suatu kelompok terstruktur yang terdiri dari tiga orang atau lebih, terbentuk dalam suatu periode waktu dan bertindak secara terpadu dengan tujuan untuk melakukan satu tindak pidana serius atau pelanggaran atau lebih yang ditetapkan menurut konvensi ini, untuk mendapatkan, secara langsung atau tidak langsung, keuntungan keuangan atau materi lainya.

2. Transnational Crime

Pengertian transnational crime menurut Neil Boister adalah Fenomena jenis kejahatan yang melintasi perbatasan internasional, melanggar hukum beberapa negara atau memiliki dampak terhadap negara lain sedangkan menurut GOW miller pengertian transnational crime adalah Kriminologi bukan istilah hukum, diciptakan oleh PBB bidang pencegahan kejahatan dan peradilan pidana dalam rangka untuk mengidentifikasi fenomena jenis kejahatan yang melintasi perbatasan international, melanggar hukum beberapa negara atau memiliki dampak terhadap negara lain. PBB di dalam piagamnya mendefinisikan organized crime sebagai the large scale and complex criminal activity carried on by groups of persons, however loosely or tightly organized, for the enrichment of those participating and at the expense of the community and its members atau suatu tindak kriminal dengan skala besar dan juga kompleks yang dijalankan oleh sekelompok orang, baik itu terorganisir secara ketat ataupun longgar, untuk kemudian memenuhi kepentingan pihak-pihak yang turut berpartisipasi dan mengorbankan keseluruhan anggota masyarakat. Dalam perkembangannya, tepat di saat istilah organized crime telah bertransformasi menjadi transnational crime, PBB pun merevisi juga definisi yang telah diberikan terhadap objek serupa di dalam piagamnya sebagai large scale and complex criminal activities carried out by tightly or loosely organized associations and aimed at the establishment, supply and exploitation of illegal markets at the expense of society atau suatu tindak kriminal berskala besar dan juga kompleks yang dilakukan oleh suatu asosiasi yang terorganisir secara ketat ataupun longgar dan ditujukan untuk membangun, memasok, serta mengeksploitasi sejumlah pasar illegal dengan mengorbankan keseluruhan anggota masyarakat. Lebih lanjut lagi, PBB melalui konvensinya yang berjudul United Nations Convention on Transnational Organized Crime pada tahun 2000, menyebutkan empat buah poin utama untuk kemudian suatu kejahatan dapat digolongkan sebagai transnational crime, yaitu: dilakukan di lebih dari satu negara, segala aktivitas persiapan, perencaan, pengarahan, dan pengawasan dilakukan di negara lain, melibatkan apa yang dinamakan sebagai organized criminal group, dan berdampak serius bagi negara lain.Transnational crime merupakan suatu fenomena sosial yang dalam praktiknya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, dan budaya yang berada pada diri indivu serta berlangsung pada suatu wilayah negara. Adapun aktor atau pelaku dari transnational crime tidak hanya selalu terpusat pada negara, tetapi individu atau kelompok juga dapat berperan serta di dalamnya baik sebagai pelaku aktif ataupun perantara. Motif dari berlangsungnya transnational crime cenderung begitu luas, tidak hanya terbatas pada persoalan ekonomi atau politik saja. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa transnational crime merupakan suatu tindak pidana yang melintasi batas-batas teritorial suatu negara, melibatkan lebih dari satu pelaku baik itu yang berwujud negara ataupun aktor non-negara, memiliki dampak terhadap posisi suatu negara atau aktor non-negara di negara lain, dan melanggar hukum nasional yang berdiri di lebih dari satu negara.

Pada tahun 1995, PBB merilis hasil identifikasi mereka mengenai bentuk-bentuk dari transnational crime yang terbagi ke dalam 18 bentuk tindak pidana, yaitu human trafficking, pencucian uang, terorisme, pencurian benda seni dan budaya, pencurian kekayaan intelektual, perdagangan senjata gelap, pembajakan udara, pembajakan laut, pembajakan darat, penipuan asuransi, kejahatan komputer, kejahatan lingkungan, perdagangan bagian tubuh manusia, perdagangan narkoba, penipuan kepailitan, infiltrasi bisnis, korupsi, dan penyuapan pejabat publik atau pihak-pihak tertentu.Guna memahami tentang kejahatan internasional maka harus dimengerti terlebih dahulu mengenai pengertian kejahatan internasional. Blacks Laws 9th edition memberikan definisi dari kejahatan internasional:

A grave breach of inter