Muh Sala Gus

  • View
    151

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Muh Sala Gus

RESUME PENELITIAN KUALITATIF BAB 6, 7, 8, 9 Prof. Dr. Bungin Burhan. MPenelitian berangkat dari rasa ingin tahu manusia tentang sesuatu hal dengan adanya akal pikiran manusia. Dari ingin tahu tersebut berkembang menjadi ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang minatnya. Ilmu pengetahuan dikembangkan berdasarkan paradigma dan metode-metode yang sesuai sehingga mendukung keilmiahan ilmu pengetahuan tersebut. Untuk menjawab sebuah permasalahan atau untuk mengungkap sebuah realitas diperlukan sebuah metode penelitian yang sesuai sehingga data yang diperoleh valid. Metode penelitian kualitatif merupakan salah satu metode penelitian yang dianggap dapat menjawab permasalahan penelitian terutama pada disiplin ilmu sosial. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses penelitian daripada hasil, artinya bila proses penelitian telah sesuai maka hasil dengan sendirinya akan valid. Sehingga tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memberikan pemahaman (to understand) terhadap fenomena atau gejala sosial yang sedang diteliti. Perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu sosial juga mempengaruhi terbentuknya cabang-cabang ilmu pengetahuan yang lebih khusus dan dengan sendirinya akan mempengaruhi perkembangan metodologi penelitian yang dipergunakan. Dalam lingkup metode penelitian kualitatif juga dikembangkan dalamberbagai ragam metodologi penelitian sosial. BAB 6 METODE PENGUMPULAN DATA KUALITATIF

A. Relasi Metode Pengumpulan Data Dan Teknik Analisi Data Berdasarkan mamfaat empiris, bahwa metode pengumpulan data kualitatif yang paling independen terhadap terhadap semua metode metode wawancara

pengumpulan data dan teknik analisis data adalah mendalam, observasi

partisipasi, bahan dukumenter, serta metode-metode

baru seperti metode bahan visual dan metode penelusuran bahan internet, sedangkan metode dan teknik lain yang memiliki keterkaitan antara metode dan teknik analisis data. Metode pengumpulan data kualitatif adalah metode yang paling

independen terhadap semua metode pengumpulan data dan teknik analisis data adalah metode wawancara mendalam, obervasi partisipasi, bahan dokumenter, serta metode metode baru sepertimetode bahan visual dan metode penelusuran bahan internet, sedangkan metode danteknik lain yang memiliki keterikatan1

2

antara metode dan teknik analisi data akandijelaskan paad bab strategi dan metode analisis kualitatif. B. Metode Wawancara 1. Metode Wawancara Mendalam Merupakan proses memperoleh keterangan ntuk tujuan penelitian

dengan cara tanyajawab sambil bertatap muka antara perwawancara dan informan atau orang yangdiwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, bimanapewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. a. Peran pewawancara Pewawancara adalah orang yang menggunakan metode

wawancara sekaligus bertindaksebagai

"pemimpin" didalam proses

wawancara tersebut dia pula berhak menentukanmateri yang akan dimulai dan diakhiri.jika wawancara dilakukan secara tersamar,makan peran pewawancara selain melakukan dan menjaga penyamaran juga harusmelakukan peliputan terhadap semua proses wawancara. b. Tujuan Wawancara Sebagai peneliti, pewawancara harus memahami apa tujuan dia melakukan wawancaraterhadap informan dengan demikian

pewawancara senantiasa terikat dengan tujuanmelakukan wawancara, termasuk juga terus mengembangkan tema - tema baru lokasidilokasi wawancara. c. Peran Informan Dalam wawancara mendalam peran informan tetap menjadi sentral, walaupun kadanginforman berganti-ganti, peran informan yang

dimanipulasi oleh informan sebagaiakibat dari kesalahan interaksi dilapangan akan merusak jalannya wawancara untukmemperbaiki perubahan perilaku informan. d. Cara Melakukan wawancara Wawancara mendalam dapat dilakukan dua cara yaitu penyamarn dan terbuka.

3

e. Catatan Harian Begitu penting karena catatan inilah yang akan menjadi bahan analisis data kemudian.Semakin banyak catatan semakin menghemat waktu, karena tidak perlu melakukanwawancara ulangan untuk membicarakan hal yang sama, dan umumnya informan bosandan bahkan mencurigai pertanyaan yang terus diulang - ulang. 2. Metode Wawancara Bertahap Bentuk wawancara yang kedua ini sedikit lebih formal dan sistematik bila dibandingkanwawancara mendalam, tetapi masih jauh tidak formal dan tidak sistematik biladibandingkan dengan wawancara sistematik. Wawancara terarah dilaksanakan secarabebas dqn mendalam, tetapi kebebasan ini tetap tidak terlepas dari pokok permasalahanyang akan ditanyakan kepada responden dan telah dipersiapkan sebelumnya oleh pewawancara. Karakter utama dari wawancara ini adalah dilakukan secara bertahap dan pewawancarafidak harus terlibat dalam kehidupan sosial informan, kehadiran pewawancara sebagaipeneliti yang sedang mempelajari objek penelitian yang dapat dilakukan secaratersembunyi atau terbuka. Sistem "datang dan pergi" dalam wawancara ini mempunyaikehandalan dalam mengembangkan objek-objek baru dalam wawancara

berikutnyaakarena pewawancara memperoleh waktu yang panjang diluaf informan untukmenganalisis hasil wawancara yang telah dilakukan dan dapat di koreksi oleh sesamatim yang lain. 3. Bentuk - Bentuk Subjek Dan Objek Wawancara Apabila dilihat dari objek dan subjek maka metode wawancaranya dibagi beberapa bentuk yaitu: a. wawancara individu dengan individu b. wawancara individu dengan kelompok c. wawancara kelompok dengan individu d. wawancara kelompok dengan kelompok lainnya. 4. Melaksanakan Wawancara Yang Baik

4

Ada beberapa faktor Yang mempengaruhi yaitu: a. kemampuan pewawancara b. isi wawancara c. situasi wawancara d. kesiapan responden 5. Perlengkapan Wawancara Wawancara dapat menggunakan beberapa alat bantu, seperti: tape recorder, pulpen, pensil, penghapus,stopmap plastik, daftar pertanyaan , hardboard, surat tugas, surat ijin daftar responden, bahkan peta lokasijuga amat membantu. Perlengkapan tersebut secara langsung bermanfaat didalam melakukan wawancara.

C. METODE OBSERVASI Beberapa bentuk informasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah observasi partisipasi,observasi tidak bersruktur, dan observasi kelompok tidak besruktur. 1. Observasi partisipasi Kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indera mata sebagai alat bantu utamanya. Suatu kegiatan pengumpulan data harus memiliki kegiatan seperti berikut: a. pengamatan digunakan dalam penelitian yg direncanakan secara serius b. pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan c. pengamatan dicatat secara sistematik d. pengamatan dapat dicek dan dikontrol mengenai keabsahannya. 2. Observasi tidak bersruktur Observasi ini dilakukan tanpa menggunakanguideobservasi ini

perawat harus mampu secara pribadi mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek. 3. Observasi kelompok Observasi ini dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa

5

objek sekaligus. 4. Hal-hal yang diperhatikan dalam melakukan Observasi a. Hal-hal yang hendak diamati b. Bagaimana mencatat pengamatan c. Alat bantu pengamatan d. Bagaimana mengatur jarak antara pengamat dan objek yang diamati. 5. Hal-Hal Yang Hendak Diamati Pengamat harus mengamati masalah dan tujuan penelitian, hal ini disebabkan dalam rumusan masalahtujuan penelitian biasanya bisa bersifat garis-garis umum, padahal pengamat mengharapkan suatu yang telah spesifik. 6. Bagaimana Mencatat Pengamatan Ada beberapa kesulitan dalam mencatat asil pengamatan yaitu: a). Apabila peristiwa yang hendak diamati berlangsung cepat b). Pencatatan biasanya mennganggu konsentrasi pengamat karena harus membagi perhatian c.) Objek pengamatan menunjukkan sikap mengubah diri bahkan keberatan apabila tahu dirinya sedang diamati dan dicatat. 7. Alat bantu pengamatan Ada beberapa kesulitan dalam menggunakan alat bantu pengamatan yaitu a). Apakah alat bantu berfungsi dengan sebaik-baiknya? b). Apakah penggunaan alat bantu berpengaruh terhadap kemungkinan

perubahan tingkah laku objek pengamatan atau tidak? c.) Apakah penggunaan pembantu lebih efektif atau justru merusak situasi pengamatan? 8. Menjaga Jarak Antara Pengamat Dan Objek Pengamatan Hal ini dirasakan perlu, terutama apabila objek pengamatan adalah manusia. Bagaimana menjaga jarakyang ideal antara pengamat dan objek pengamatan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadiyakecurigaan anggota masyarakat atau objek pengamatan. Mungkin juga pengamat harus mencarialasannyang tepat yang dapat diterima tentang kehadirannya

6

ditempat itu. Pada keadaan tertentu, yaitumasyrakat sulit diberi alasan tentang keberadaan pengamat, maka cara penyamaran dapat

dilakukansebagai alternatif. 9. Kesulitan Umum Observasi a) amat sering pengamat tertangkap dalam subjektivitasnya tanpa disadari ataupun mengetahui jalankeluar. b) kadang pula pengamat terbawa situasi yang diamati sehingga melupakan fungsi utamanya. c) timbulnya gejala yang diobservasi sering menyulitkan pengamat d) pelaksanaannya observasi menjadi terganggu akibat dari munculnya peristiwa yang tidak terduga. e) pelakanaan observasi amat terbatas oleh berlangsungnya gejala tersebut, dan ini sangat menyulitkankarena beberapa gejala yang berlangsungnya amat cepat atausekejap mata. f) kadang kala tanpa bahwa pengamat mencampuradukkan antara data observasi dengan pendapat pribadi D. Metode Umum Observasi Merupakan salah satu metode pengumpulan data yang metodologi penelitian sosial, dengankata lain untuk menulusuri data historis. Sifat utama dari metode ini tak terbatas ada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepad penelitiuntuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi diwaktu silam. Kumpulan data ini berbentuk tulisan inidisebut dokumen dalam arti luas termasuk monumen, artefak, foto, tape, mikrofim, disc, cd, digunakan

metode yang menggunakan

hardisk,flashdisk dan sebagainya. Secara detail bahan dokumenter terbagi d