muh. ramli

  • View
    43

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

karya tulis

Text of muh. ramli

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Lanjutan dari program Repelita I sampai dengan Repelita V adalah program

    tinggal landas. Inilah salah satu program pemerintah yang telah digalakkan pada era

    Orde Baru. Pemerintahan pada era ini menitipberatkan pembangunan nasional pada

    sektor pertanian. Pertanian telah berusaha melaksanakan program pembangunan

    jangka panjang selain pembangunan jangka pendek.

    Salah satu langkah pemerintah yang ditempuh guna mencapai tujuan

    pembangunan nasional adalah memperbaiki sistem dalam dunia pertanian. hal yang

    harus dibenahi adalah bagaimana produksi pertanian kita dapat bersaing dalam pasar

    internasional. Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Arief Daryanto (2006)

    menyatakan bahwa ketika kita ingin bersaing dengan Negara lain maka kata yang

    pantas kita perhitungkan adalah daya saing.

    Dengan penerapan teknologi usaha tani jagung (Zea mays) spesifik lokasi,

    meliputi penggunaan varietas unggul, perbaikan cara tanam, pemupukan dengan cara

    dan dosis yang tepat, pengelolahan tanah yang sesuai dengan kondisi lahan,

    pengendalian hama dan penyakit, deteksi musim tanam yang cocok memberikan

    peluang untuk meningkatkan produktifitas jagung (Zea mays) yang cukup tinggi

    (Setijati Sastrapratja, 1981).

    1

  • 2

    Terkadang teknik budidaya terlaksana sesuai dengan rencana, namun serangan

    hama atau penyakit yang datang secara tiba-tiba dapat menjatuhkan nilai produksi

    tanaman termasuk di dalamnya hasil panen dan merosotnya kualitas pohon atau kerdil

    dan bahkan bisa mengalami kematian.

    Hama atau penyakit saat ini memang menjadi kendala besar pada

    pembudidayaan tanaman jagung. Problem ini mestinya menjadi sebuah wacana yang

    harus dibenahi oleh pemerintah melalui dinas yang terkait bersama dengan

    pemerintah (Dinas Pertanian RI,2009).

    IKB (Instalasi Kebun Benih) Palawija Batukaropa merupakan salah satu tempat

    penanaman jagung yang digunakan sebagai Instalasi Kebun Benih di Indonesia.

    Begitu banyak hamparan perkebunan tanaman jagung tersebar di Negara kita

    termasuk Sulawesi Selatan. Semua itu masih dalam bentuk pertanian rakyat, artinya

    perkebunan itu milik rakyat. Dalam hal ini, IKB Palawija berperan dalam

    memproduksi benih unggul tanaman palawija.

    Usaha peningkatan produksi tanaman jagung di Indonesia telah dan akan terus

    dikembangkan dan dilaksanakan, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri

    maupun ekspor. Usaha peningkatan produksi tersebut diikuti pula dengan usaha

    peningkatan mutunya. Salah satunya yang perlu diamati adalah pengendalian

    penyakit tanaman jagung.

    Umumnya serangan penyakit dapat menurungkan produktifitas tanaman

    jagung, yang akan berdampak pada turunnya kualitas dan kuantitas produksi. Hal ini

    merupakan petunjuk bahwa penyakit tanaman perlu mendapat perhatian besar. Di

  • 3

    samping pengaruh merugikan terhadap pertumbuhan dan penurunan hasil tanaman,

    pengendalian penyakit juga dapat menyerap biaya dan tenaga kerja yang cukup

    tinggi. Hingga kadang-kadang para petani mengeluarkan anggaran untuk penanganan

    penyakit paling tinggi dibandingkan dengan biaya lain.

    Sebagai langkah awal yang harus ditempuh dalam pengendalian penyakit

    adalah identifikasi penyakit. Dengan adanya identifikasi penyakit akan dijumpai jenis

    penyakit apa yang menyerang tanaman jagung, sehingga akan ditetapkan tindakan

    yang akan dilakukan. Salah satu langkah yang diterapkan untuk mengendalikan dan

    mencegah serangan penyakit adalah penggunaan pestisida seperti fungisida secara

    teratur.

    Berdasarkan pada uraian di atas maka akan dilakukan penelitian mengenai

    Identifikasi Jenis Penyakit Pada Tanaman Jagung Komposit Varietas Lamuru.

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan pada latar belakang di atas penulis menentukan rumus masalah

    yaitu jenis penyakit apa yang teridentifikasi pada tanaman jagung komposit varietas

    lamuru?.

    C. Tujuan Penulisan

    Dari rumusan masalah di atas maka tujuan penulis adalah untuk mengetahui

    jenis penyakit pada tanaman jagung komposit varietas lamuru.

  • 4

    D. Manfaat Penulisan

    Berdasarkan pada rumusan masalah dan tujuan penulis di atas, peneliti berharap

    agar penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa:

    1. Sebagai sumber informasi bagi petani tentang teknik pengendalian penyakit pada

    tanaman jagung.

    2. Sebagai informasi tentang teknis budidaya tanaman jagung.

    3. Sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.

    E. Metode Pengumpulan Data

    Metode pengumpulan data dalam pengamatan ini adalah sebagai berikut :

    1. Observasi

    a. Menjelajahi areal penanaman tanaman jagung yang ada di Instalasi Kebun Benih

    Palawija Desa Tanaharapan Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.

    b. Mengidentifikasi penyakit pada tanaman jagung berdasarkan gejala yang timbul.

    c. Melakukan pengendalian penyakit pada tanaman jagung di IKB Palawija.

    2. Dokumentasi

    Metode dokumentasi dilakukan dengan cara mengambil gambar tanaman

    jagung yang terserang yang ditemukan untuk untuk dijadikan bahan dokumentasi

    pada lampiran.

  • 5

    BAB II

    KAJIAN TEORI

    A. Tinjauan Umum Jagung

    1. Klasifikasi tanaman jagung

    Klasifikasi tanaman jagung dalam sistematika tumbuhan tinggi menurut

    Indriani (2002) adalah sebagai berikut:

    Regnum : Plantae (tumbuh-tumbuhan)

    Divisio : Spermatopyta (tumbuhan berbiji)

    Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup)

    Classis : Monocotyledonae (berbiji satu)

    Ordo : Graminae( rumput-rumputan)

    Familia : Graminaceae

    Genus : Zea

    Species : Zea mays

    2. Morfologi Tanaman Jagung

    Jagung (Zea mays) merupakan tanaman semusim, satu siklusnya diselesaikan

    dalam 80-150 hari. Paru pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif

    dan paru kedua untuk tahap pertumbuhan generative. Tinggi tanaman jagung sangat

    bervariasi, tergantung pada jenis varietas.

    2

  • 6

    a. Akar

    Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat menembus tanah dan mampu

    menyerap air dan mineral dari dalam tanah dan disalurkan kebagian yang

    membutuhkan. Akar jagung pada tingkat kesuburan tertinggi akan mencapai panjang

    15-40 cm. pada tanaman yang suda cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-

    buku batang bagian bawah yang membantu menyanggah tegaknya tanaman.

    b. Batang

    Batang jagung tegak dan mudah terlihat, beruas-ruas, dan setiap ruas

    terbungkus oleh pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh

    dan tidak banyak mengandung lignin.

    c. Daun

    Daun jagung adalah daun sempurna, bentuknya memanjang, antara palepah dan

    helai terdapat higula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun

    ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun yang berbentuk halter, yang

    khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk

    kipas, ( Danarti dan Sri Najiati, 1995).

    d. Bunga

    Jagung memiliki bunga jantang dan bunga betina yang terpisah( diklin) dalam

    satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari

    suku Poaceae yang disebut floret. Bunga jantang tumbuh dibagian puncak tanaman,

    berupa karangan bunga (inflorescense).

  • 7

    Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun atas

    tongkol, tongkol tumbuh dari buku, diantara batang dan pelepah daun. Pada

    umumnya satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun

    memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih

    dari satu tongkol produktif, yang disebut sebagai varietas prolifik, (Sukirno

    Harjodonoto, 1983).

    Bunga betina jagung berupa tongkol yang terbungkus oleh semacam pelepah

    dengan rambut, rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik, (Sukirno

    Harjodonoto, 1983).

    e. Buah

    Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya,

    satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki

    sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu

    tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung

    cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya

    (protandri).

    3. Teknik Penanaman

    1) Penentuan Pola Tanaman

    Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan:

    a) Tumpang sari (intercropping), melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman

    (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan

    kedelai: tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.

  • 8

    b) Tumpang gilir (Multiple Cropping, dilakukan secara beruntun sepanjang tahun

    dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan

    maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dan lain-

    lain.

    c) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping), yaitu pola tanam dengan menyisipkan

    satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam

    yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang

    tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.

    d) Tanaman Campuran (Mixed Cropping) , penanaman terdiri beberapa tanaman

    dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, se