Click here to load reader

Mud Loss (Hilang Lumpur)

  • View
    102

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Mud Loss

Text of Mud Loss (Hilang Lumpur)

MUD LOSS

MUD LOSS

(HILANG LUMPUR)

DISUSUN OLEH : IR. KASWIR BADU

CEPU, 1999

i

PENGUMUMAN

Bersama ini kami khabarkan bahwa telah terbit buku-buku Teknik Pemboran sebagai berikut :

1.Teknik Pencegahan Semburan Liar (Well Control) Jilid I

2.Teknik Pencegahan Semburan Liar (Well Control) Jilid II

3.Teknik Pencegahan Semburan Liar (Well Control) Jilid III

4.Teknik Pencegahan Semburan Liar (Well Control) Jilid IV

5.Teknik Pencegahan Semburan Liar (Well Control) Jilid V

6.Teknik Pencegahan Semburan Liar (Well Control) Jilid VI

7.Teknik Pencegahan Semburan Liar (Well Control) Latihan Soal-Soal dan kuncinya.

8.Peralatan Pencegahan Semburan lIar (BOP) Jilid I

9.Lumpur Pemboran Jilid I

10.Lumpur Pemboran Jilid II

11.Hidrolika Pemboran Jilid I

12.Hidrolika Pemboran Jilid II

13.Peralatan Pemboran Jilid I

14.Peralatan Pemboran Jilid II

15.Perhitungan Teknik Pemboran Jilid I

16.Perhitungan Teknik Pemboran Jilid II

17.Perhitungan Teknik Pemboran Jilid III

18.Fishing Jilid I

19.Fishing Jilid II

20.Casing Jilid I

21.Cementing Jilid 1

22.Pemboran Lurus Jilid I

23.Pemboran Berarah Jilid I

24.Mud Loss Jilid I

ii

25.Pipa Terjepit Jilid I

26.Pemboran Lepas Pantai (Offshore Drilling) Jilid I

27. Latihan Soal Teknik Pemboran Jilid I

28.Latihan Soal Peralatan Pemboran Jilid I

Bagi anda yang berminat untuk mempunyai buku-buku tersebut diatas dapat menghubungi :

IR. KASWIR BADU

Jl. Dumai No. 154 Nglajo Cepu

Telp : 0296 422130

HP: 08155033761

Rek: BNI Cabang Cepu 252000005733.901

Harga buku perbuah adalah Rp. 40,000.-

Terima kasih atas perhatiannya.

Hormat penulis

iii

K A T A P E N G A N T A R

Operasi Pemboran minyak dan gas bumi merupakan kegiatan utama dalam industri minyak dan gas bumi, Industri Minyak dan Gas Bumi tidak akan ada tanpa operasi pemboran.

Dalam operasi pemboran sering terjadi problema-problema yang merugikan operasi.

Untuk kelancaran operasi pemboran problema tersebut harus dicegah sedapat mungkin, atau paling tidak harus sekecil mungkin.

Untuk mencapai keinginan diatas para pekerja di operasi pemboran harus mempunyai pengetahuan dan ketrampilan minimum yang diperlukan untuk operasi.

Untukl mendapatkan pengetahuan yang baik tentan Teknik Operasi pemboran tentu sebaiknya tersedia buku-buku untuk dipelajari supaya dapat terampil bekerja di lapangan.

Sayang sekali buku dalam bahasa Indonesia tidak terdapat dipasaran. Sedangkan kemampuan pekerja pemboran untuk memahami buku bahasa asing sangat rendah.

Berdasarkan kenyataan diataslah penulis berniat untuk membuat buku-buku panduan.

Berhubung waktu yang sempit penulis baru bisa menyajikan buku ini dengan judul Problema Hilang Lumpur Pemboran Jilid I.

v

Mudah-mudahan Allah Swt. memberikan waktu dan kemampuan kepada penulis untuk membuat jilid-jilid selanjutnya.

Sekian, dan terima kasih atas perhatian pembaca.

Hormat Penulis

v

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR..iii

DAFTAR ISI .v

DAFTAR GAMBAR ..vii

I.PENDAHULUAN 1

II.PENYEBAB HILANG LUMPUR 4

2.1. Formasi Pecah 4

2.2. Formasi Bergoa ..6

2.3. Formasi Kasar 7

2.4. Formasi Rekah Secara Alamiah .8

2.5. Soal Pertanyaan Sampai Bab II .9

2.6. Kunci Soal Bab II .. 13

III.JENIS HILANG LUMPUR ..13

3.1. Seepage Losses .. 13

3.2. Partial Losses .. 143.3. Complete Losses 143.4. Tanda Mud Loss 14

3.5. Metoda Penentuan Daerah Mud Loss 153.6. Pencegahan Mud Loss 15

3.7. Leak Off Test ..17

3.8. Soal Latihan Untuk Bab III .20

3.9. Kunci Soal Bab III 26

vi

IV.PENANGGULANGAN HILANG LUMPUR 27

4.1. Penanggulangan Seepage losses .27

4.2. Penanggulangan Partial losses ..29

4.3. Penanggulangan Complete losses 30

4.4. Latihan Soal Untuk Bab IV ..38

4.5. Kunci Soal Untuk Bab IV ..47

PENUTUP ..48

DAFTAR PUSTAKA ...49

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Gambaran Hilang Lumpur ...................................... 1

Gambar 2 : A. Kondisi Sebelum Loss

B. Gambaran Terjadi Loss dan Diikuti Terjadi Kick .... 3

Gambar 3 : Formasi Pecah Karena Squeeze Effect ..................... 5

Gambar 4 : Mud Loss Disaat Bit Menembus Formasi Bergoa ....... 7

Gambar 5 : Gambaran Formasi Kasar ........................................ 8

Gambar 6 : Formasi Yang Mempunyai Rekanan ......................... 8

Gambar 7 : Gambaran Leakoff Test .......................................... 17

Gambar 8 : Hasil Plot Tekanan Dan Volume Lumpur ................... 18

1

I.PENDAHULUAN

---------------------------

Mud loss yang disebut juga dengan hilang lumpur, maksudnya adalah lumpur masuk kedalam formasi.

Bila hilang lumpur sampai tidak ada lumpur yang kembali kepermukaan, maka akan membahayakan dan menimbulkan problema yang serius. Gambaran kejadi mud loss dapat dilihat pada gambar 1.

Gb.1. Gambaran Hilang Lumpur

2

Karena lumpur hilang kedalam formasi maka lubang sumur tidak penuh dengan lumpur. Dengan kata lain tinggi kolom lumpur didalam lubang akan turun. Hal ini akan menurun tekanan hidrostatik lumpur. Bila tekanan hidrostatik untuk menahan tekanan formasi sampai lebih kecil dari tekanan formasi, maka akan terjadi kick dan bisa menimbulkan blowout.

Pada gambar 2 terlihat diwaktu belum terjai hilang lumpur. Saat ini belum terjadi kick dari formasi 1, dan tinggi kolom lumpur dalam lubang adalah h1 terhadap formasi 1. Setelah terjadi hilang lumpur pada formasi 2, tinggi kolom lumpur dalam lubang adalah h2 terhadap formasi 1. Sehingga tekanan hidrostatik untuk menahan tekanan formasi dari formasi 1 sudah berkurang, dan terjadi kick dari formasi 1.

Selain dari itu dengan turunnya permukaan lumpur di annulus, menyebabkan ada bagian dari lubang yang kosong dari lumpur. Kalau bagian tersebut adalah lubang terbuka akan ada kemungkinan terjadi keruntuhan dinding lubang (caving).

Hilang lumpur sangat merugikan operasi pemboran. Lumpur yang bahan- bahanya cukup mahal hilang dengan percuma masuk kedalam formasi.

Kalaupun hilang lumpur dapat ditanggulangi, kerugian waktu dalam operasi pemboran tidak dapat dihindari, yang mana waktu dapat diekivalenkan dengan biaya operasi.

3

GB. 2 A. KONDISI SEBELUM LOSS

B. GAMBARAN TERJADI LOSS DAN DIIKUTI

TERJADI KICK.

Mengingat bahaya dan kerugian yang ditimbulkan oleh peristiwa hilang lumpur, maka personil yang terlibat dalam operasi pemboran harus mengerti:

-penyebab hilang lumpur

-pencegahan hilang lumpur

-jenis-jenis hilang lumpur

-tanda-tanda bahwa terjadi hilang lumpur

-penanggulangan terhadap hilang lumpur

4

II. PENYEBAB HILANG LUMPURPenyebab hilang lumpur adalah sebagai berikut :

a.Formasi pecah

b.Formasi bergoa

c.Formasi kasar

d.Formasi rekah alamiah

2.1. Formasi PecahDalam operasi pemboran formasi bisa pecah (breakdown formation). Secara umum formasi pecah apabila tekanan lumpur ke formasi melebihi tekanan rekah formasi itu sendiri.

Kalau ditinjau secara lebih terinci tentang pecah formasi, penyebabnya adalah sebagai berikut :

a.Viscositas lumpur yang terlalu tinggi Viskositas lumpur yang tinggi akan menyebabkan pressure loss juga akan tinggi, tekanan sirkulasi yang diperlukan juga akan tinggi. Bila tekanan sirkulasi melebihi tekanan rekah formasi, maka formasi akan pecah, dan lumpur akan masuk kedalam formasi.

Selain itu disaat menurunkan rangkaian pemboran kedalam lubang sering terjadi Squeeze effect.

Karena viskositas yang tinggi tahanan terhadap aliran juga besar. Lumpur yang berada dibawah bit terlambat naik keatas bit. Sehingga lumpur tersebut tertekan oleh bit. Tekanan ini diteruskan lumpur ke formasi. Bila melebihi tekanan rekah formasi, maka formasi akan pecah, dan lumpur akan masuk kedalam formasi. Gambaran dari squeeze effect dapat dilihat pada gambar 3.

5

Gb.3. Formasi Pecah Karena Squeeze Effect

b.Berat jenis lumpur yang tinggi.

Berat jenis lumpur yang tinggi akan menyebabkan tekanan hidrostatis lumpur menjadi tinggi juga. Tekanan sirkulasi merupakan tekanan hidrostatis ditambah dengan pressure loss. Bila tekanan sirkulasi melebihi tekanan rekah formasi, maka formasi akan pecah, dan lumpur akan masuk kedalam formasi.

c.Gelstrength lumpur yang tinggi.

Gelstrength lumpur yang tinggi akan menyebabkan tekanan awal yang diperlukan untuk mersirkulasikan lumpur yang tinggi. Hal ini untuk memecah gel yang terjadi. Kalau hal ini dipaksakan dan tekanan melebihi tekanan rekah formasi, maka formasi akan pecah, dan lumpur akan masuk kedalam formasi.

6

d.Pemompaan yang mengejut.

Kalau mulai memompakan lumpur langsung dengan rate sirkulasi yang diperlukan akan terjadi kejutan pada lumpur. Bila tekanan sirkulasi melebihi tekanan rekah formasi, maka formasi akan pecah, dan lumpur akan masuk kedalam formasi.

e.Penggumpalan cutting pada bit.

Bila cutting menggumpal pada bit maka aliran lumpur naik di annulus terhalang, sehingga tekanan akan naik. Bila tekanan lumpur melebihi tekanan rekah formasi, maka formasi akan pecah, dan lumpur akan masuk kedalam formasi.

2.2. Formasi BergoaFormasi yang mempunyai goa-goa sering dijumpai pada

Search related