MORFOLOGI KELENJAR PAROTIS DAN MANDIBULARIS .(AB) pH 2.5, periodic acid . Schiff (PAS), dan . C

  • View
    226

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of MORFOLOGI KELENJAR PAROTIS DAN MANDIBULARIS .(AB) pH 2.5, periodic acid . Schiff (PAS), dan . C

MORFOLOGI KELENJAR PAROTIS DAN MANDIBULARIS

LANDAK JAWA (Hystrix javanica)

Tresna Setia

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2016

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Morfologi Kelenjar

Parotis dan Mandibularis Landak Jawa (Hystrix javanica) adalah benar karya saya

dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun

kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip

dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah

disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir

skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut

Pertanian Bogor.

Bogor, Oktober 2016

Tresna Setia

NIM B04120005

ABSTRAK

TRESNA SETIA. Morfologi Kelenjar Parotis dan Mandibularis Landak Jawa

(Hystrix javanica). Dibimbing oleh I KETUT MUDITE ADNYANE dan

SUPRATIKNO.

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari morfologi kelenjar parotis dan

kelenjar mandibularis landak jawa secara makro dan mikro. Sampel didapatkan

dengan melakukan preparir di daerah kepala, selanjutnya jaringan dibuat preparat

histologi menggunakan metode paraffin. Slide jaringan kemudian dilakukan

pewarnaan histokimia Hematoksilin eosin (HE), alcian blue (AB) pH 2.5,

periodic acid Schiff (PAS), dan Casson trichrome. Hasil dari penelitian

menunjukkan kelenjar parotis landak jawa memiliki tekstur lunak, berlobus, dan

berukuran lebih besar dari kelenjar mandibularis. Kelenjar mandibularis memiliki

tekstur kenyal dan tidak berlobus. Secara mikroskopis kelenjar parotis merupakan

kelenjar serous murni, sedangkan kelenjar mandibularis merupakan kelenjar

campuran. Asinar sereous pada kelenjar parotis tidak mengandung karbohidrat

netral dan asam. Asinar mukous pada kelenjar mandibularis mengandung

karbohidrat asam dan netral dengan intensitas kuat (+++). Asinar serous pada

kelenjar mandibularis mengandung karbohidrat netral maupun asam dengan

intensitas rendah. Karbohidrat dalam saliva pada landak jawa utamanya dihasilkan

oleh kelenjar mandibularis.

Kata kunci: kelenjar parotis, kelenjar mandibularis, landak jawa

ABSTRACT

TRESNA SETIA. Morphology of Parotid and Mandibular Gland Sunda Porcupine

(Hystrix javanica). Supervised by I KETUT MUDITE ADNYANE and

SUPRATIKNO.

This research aimed to examine morphology of parotid and mandibular

glands of javan porcupine (Hystrix javanica) in macro and micro anatomy.

Samples were obtained from the head and processed histologically with paraffin

method. Slide were stained using histochemical method with hematoksilin eosin

(HE), alcian blue (AB) pH 2.5, periodic acid Schiff (PAS), and Cassons

trichrome. The result showed that parotid glands have a soft texture, lobulated,

and larger than mandibular gland. Mandibular gland have a hard texture and not

lobulated. From microscopic observation showed that parotid gland was a pure

serous gland, where as mandibular gland was a mixed gland. Serous acinar of

parotid gland was not contain acid and neutral carbohydrate. Mucous acinar of

mandibular gland was contain acid and neutral carbohydrate with high intensity

(+++). Neutral and acid carbohydrate with weak concentration (+) were found in

the serous acinar of mandibular gland. Carbohydrate in the saliva of javan

porcupine mainly produced by mandibular gland.

Keywords : mandibular gland, parotid gland, javan porcupine

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Kedokteran Hewan

pada

Fakultas Kedokteran Hewan

MORFOLOGI KELENJAR PAROTIS DAN MANDIBULARIS

LANDAK JAWA (Hystrix javanica)

TRESNA SETIA

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2016

PRAKATA

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa taala atas

segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Judul yang

dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan September 2015 adalah

Morfologi Kelenjar Parotis dan Mandibularis Landak Jawa (Hystrix javanica).

Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Drh I Ketut Mudite Adnyane, MSi, PhD, PAVet dan Drh Supratikno, MSi, PAVet selaku Dosen Pembimbing atas segala bimbingan, masukan, nasihat,

dan dukungannya selama proses penelitian dan penulisan skripsi ini.

2. Ibu (Geugeu), ayah (Munajat), dan adik (Setia dan Dea), atas semua doa, dukungan, dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini kepada penulis.

3. Teknisi Laboratorium Histologi: Pak Iwan atas bantuan selama di Laboratorium Histologi.

4. Rekan satu penelitian di laboratorium (April, Puput, Nadia, Eka, Denty, Mentari, Lida, Apri, dan Indri) atas semangat, dukungan, dan bantuannya

selama penelitian.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh

karena itu, adanya kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh

Penulis untuk kesempurnaan tulisan ini.

Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya

bagi Penulis sendiri.

Bogor, Oktober 2016

Tresna Setia

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Perumusan Masalah 2

Tujuan Penelitian 2

Manfaat Penelitian 2

TINJAUAN PUSTAKA 2

METODE 4

Waktu dan Tempat 4

Alat dan Bahan 4

Prosedur Analisis Data 7

HASIL DAN PEMBAHASAN 7

Hasil 7

Makroanatomi kelenjar parotis 7

Makroanatomi kelenjar mandibularis 7

Mikroanatomi kelenjar parotis 8

Mikroanatomi kelenjar mandibularis 8

Pembahasan 11

SIMPULAN DAN SARAN 11

Simpulan 11

Saran 11

DAFTAR PUSTAKA 12

RIWAYAT HIDUP 17

DAFTAR TABEL

1 Morfometri kelenjar parotis dan mandibularis landak jawa 9 2 Intensitas warna rata-rata kelenjar parotis dan mandibularis terhadap

pewarnaan alcian blue (AB) pH 2.5 dan periodic acid schiff (PAS) 12

DAFTAR GAMBAR

1 Gambaran umum landak jawa (Hystrix javanica) 3 2 Gambaran makroanatomi kelenjar parotis dan mandibularis landak jawa

(Hystrix javanica) 8

3 Fotomikrograf kelenjar parotis dan mandibularis landak jawa (Hystrix javanica) 10

4 Fotomikrograf kelenjar parotis dan mandibularis dengan pewarnaan Casons trichrome, AB pH 2.5, dan PAS 12

file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc330897740file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc330897741file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc330897741file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485136file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485137file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485137file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485139file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485139file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485140

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Landak jawa (Hystrix javanica) atau disebut juga javan porcupine

merupakan salah satu satwa endemik di Indonesia. Landak jawa memiliki potensi

untuk dikembangkan sebagai ternak harapan karena daging dan durinya dapat

dimanfaatkan. Ternak harapan merupakan satwa liar yang mempunyai prospek

baik dan dapat dimanfaatkan dengan cara dikembangbiakkan untuk kebutuhan

manusia. Landak jawa dapat dimanfaatkan dagingnya untuk memenuhi kebutuhan

protein hewani (Farida et al. 2010). Menurut Maruyama (2014) persentase

kandungan lemak dalam daging landak jawa sebesar 0% atau tidak mengandung

lemak. Daging landak juga mengandung penguat stamina dan kitotefin yang

berguna bagi penderita asma dan hampir seluruh bagian tubuh landak memiliki

khasiat bila dimakan. Hati landak jika dibakar dipercaya berkhasiat untuk

menyembuhkan penyakit asma dan diabetes (Abbas 2012). Duri landak jawa

dapat dimanfaatkan sebagai bahan dekorasi rumah tangga dan bahan baku

pembuatan aksesoris (Sheila 2011). Berdasarkan informasi tersebut, landak jawa

menjadi sangat potensial untuk diternakkan.

Data-data informasi mengenai habitat, perilaku dan biologi yang cocok

diperlukan untuk menunjang pemeliharaan landak jawa ketika diternakkan. Data-

data tersebut sampai saat ini masih sangat terbatas. Salah satu data yang penting

untuk diketahui yaitu data mengenai sistem pencernaan. Data ini sangat

diperlukan berkaitan dengan adaptasi terhadap jenis dan pola pakan landak jawa

saat diternakkan.

Kelenjar ludah merupakan bagian dari sistem pencernaan yang berfungsi

membantu proses pencernaan. Kelenjar ludah menghasilkan saliva yang

mempunyai fungsi penting untuk kesehatan rongga mulut. Saliva mempunyai

peran sebagai lubrikan rongga mulut, melindungi permukaan dalam