Morfologi Dan Histologi Jaringan Otot

  • View
    237

  • Download
    20

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

Text of Morfologi Dan Histologi Jaringan Otot

MORFOLOGI DAN HISTOLOGI JARINGAN OTOT

Jaringan otot adalah jaringan yang mampu melakukan kerja mekanis sehingga tubuh bergerak dengan cara berkontraksi dan berelaksasi. Kontraksi dapat terjadi jika ada rangsangan dari saraf karena adanya energi kimia berbentuk adenosine triposphate(ATP) pada sel otot. ATP tersebut terbentuk karena adanya interaksi antara 2 protein miofilament, yakni aktin (thin filament) dan myosin (thick filament).

-Dibangun oleh berkas-berkas serabut otot yang berinti banyak dan menggambarkan garis-garis melintang -Intinya banyak terletak di bagian tepi serabut otot

-Kontraksi kuat, volunter, cepat dan tidak sinambung (terputus)-Serabut otot terdiri dari miofibril-miofibril -Miofibril terdiri dari sub unit struktural yang disebut sarkomer - yang didalamnya terdapat susunan yang teratur dari filamen-filamen tebal (miosin) dan filamen-filamen tipis (aktin). -Membran plasma serabut otot disebut sarkolema dan retikulum endoplasmiknya disebut retikulum sarkoplasmik .

Morfologi otot dibedakan menjadi 2 berdasarkan pola susunan dan adanya fibril, yaitu:

1. Otot polos (smooth muscle)

Otot polos berbentuk kumparan (fusiform) dengan inti sel yang terletak ditengah sel. Sitoplasma yang dimiliki otot polos bersifat homogen.Otot polos terdapat pada dinding organ-organ internal dan pembuluh darah yang diatur oleh saraf otonom.Otot polos terdiri dari membran plasma atau sering disebut sarkolema (sarcolemma), sitoplasma (sarcoplasma), dan inti. Sitoplasma otot polos bersifat eosinofilik yang mengandung organel mitokondria, retikulum endoplasma, apparatus golgi, miofibril, dan sentriol. Miofilbril memiliki peranan dalam kontraksi otot karena memiliki aktin dan myosin.

Otot polos banyak ditemukan di saluran pernapasan, seperti bronchus, broncheolus, dan trakhea; dinding pembuluh darah yang membentuk tunica media; alat jeroan yang berupa lamina muskularis mukosa usus, lambung, dan esophagus, muskulus arektorpili pada kulit; dan muskulus cilliaris pada mata: dan saluran urogenital.

2. Otot serat melintang (striated muscle), yang terdiri dari:

a. Otot kerangka (skeletal muscle)Otot kerangka berbentuk sinsitium (gabungan sel dengan batas antar sel tidak jelas) dari beberapa seldan memiliki inti lebih dari satu yang berada di tepi sel otot. Penyusun otot kerangka adalah membran plasma (sarcolemma) yang bersifat transparan sehingga resisten terhadap asam dan alkali, sitoplasma yang terdiri dari organel sel, lipid, glikogen, dan mioglobin, dan inti sel. Serabut otot akan membentuk fasikulus. Dalam fasikulus terdapat 5 sel utama yang dijumpai, yakmi serabut otot, sel endotel, perisit, fibroblast, dan miosatelit.

Otot kerangka terbagi menjadi otot merah, otot putih, dan otot intermedier. Otot merah merupakan otot kerangka yang kaya akan miglobin, sitokrom, dan mitokondria. Otot putih merupaka otot yang memiliki sedikit mioglobin, sitokrom, dan mitokondria. Campuran bentuk otot merah dan putih adalah otot intermedier. Otot kerangka juga membutuhkan aktin dan myosin untuk berkontraksi. Otot kerangka memiliki zona gelap (anisotropik) berada pada pita A, yakni perpaduan miosin dan aktindan zona terang (isotropik) berada pada pita I yang terdiri dari aktin. Garis H merupakan garis terang pada pita A, sedangkan garis Z merupakan garis gelap pada pita I dan menjadi batas antara dua sarkomer.

Gambar 1. Susunan filamen aktin dan myosin

b. Otot jantung (cardiac muscle)

Otot jantung merupakan otot yang tidak disadari kerjanya (otonom) sehingga dapat melakukan kontraksi/ relaksasi denyut jantung secara teratur. Otot jantung terdapat di dinding jantung dengan inti sel satu berada di tengah. Otot jantung bergaris melintang dan memiliki percabangan. Hal inilah yang membuat otot jantung berbeda dengan otot polos dan otot kerangka. Pada otot jantung terdapat diskus interkalatus yang terdiri dari fascia adherens, macula adherens (desmosom) dan gap junction (komunikasi).

Sel otot jantung berbentuk serabut yang bercabang dan beranastomose membentuk anyaman yang rapat dan memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya Mempunyai satu inti dalam satu serabut otot jantung Pertemuan antara cabang-cabang serabut otot jantung membangun suatu hubungan yang kompleks , disebut keping (cakram) interkalaris.Bekerja ritmis, terus menerus, kuat dan involunter

Otot jantung adalah jaringan khusus yang hanya ditemukan di dalam hati. Ini memiliki karakteristik mirip dengan kedua halus dan jaringan otot rangka, serta sifat khusus, yang memungkinkan untuk berfungsi dengan cepat tetapi berkelanjutan kontraksi, konduksi cepat dan gerakan terkoordinasi. Ada juga tipe berbeda dari jaringan otot jantung yang memungkinkan untuk kedua kontraksi yang kuat dan terkoordinasi.

Karakteristik otot Jantung ;

Otot jantung ditandai dengan serat otot bergaris, dihubungkan bersama oleh disk intercolated, di mana membran khusus untuk memungkinkan sinyal listrik untuk lulus dengan mudah. Seperti otot polos, otot jantung dapat tetap dalam kontraksi untuk jangka waktu yang berkelanjutan. Seperti otot rangka, otot jantung juga berkontraksi dengan cepat. Pembentukan protein kontraktil dalam sel otot jantung juga memungkinkan untuk kontraksi kuat ketika serat yang membentang, yang membuat jantung memompa lebih efisien.

Jenis Jantung otot Jaringan ;

Ada berbagai jenis sel-sel otot jantung di lokasi yang berbeda di dalam hati. Di atrium dan ventrikel, sel-sel yang kuat dalam kontraksi dan saling berhubungan. Di daerah antara atrium dan ventrikel ada jaringan fibrosa non-konduktif yang berfungsi untuk memisahkan kontraksi dari daerah-daerah. Ada jenis lain dari jaringan otot jantung antara atrium dan ventrikel, sepanjang jalur konduksi jantung. Jenis jaringan otot memiliki sangat sedikit serat kontraktil tapi melakukan sinyal listrik yang sangat baik. Akhirnya, ada jenis jaringan otot jantung dengan irama kontraktil biasa di SA dan AV node. SA node dan AV adalah lokasi di jantung yang berfungsi sebagai alat pacu jantung untuk denyut jantung.Masing-masing jenis jaringan ;

berkontribusi terhadap keseluruhan koordinasi irama jantung. Jantung adalah organ berotot yang memiliki empat ruang yang masing-masing memainkan peran penting dalam memompa darah dan beredar ke seluruh tubuh. Dalam tubuh manusia,

ada tiga jenis otot, dimana otot jantung adalah salah satunya. Hal ini hadir dalam dinding pelindung jantung, terutama terkonsentrasi di bagian miokardium. Mempertahankan kekuatan optimal dari otot sangat penting untuk fungsi normal dari jantung. Hal ini membutuhkan pasokan oksigen yang cukup, kegagalan yang menyebabkan kerusakan atau bahkan kematian sel-sel otot. Setiap kelainan pada struktur membawa kondisi medis, yang mungkin ringan sampai berat.

Sel-sel dari otot Jantung

Otot jantung merupakan otot yang mempunyai keistemawaan yaitu bentuknya lurik tetapi bekerja seperti otot polos yaitu di luar kesadaran atau di

luar perintah otak.Jadi seperti mengambil sifat-sifat terbaik dari ke2 jenis tersebut,namun membuang kejelekannya..

otot jantung memiliki sifat-skifat otot lurik :

1. berlurik

2.banyak inti

3.struktur hampir sama

4. kontraksi cepat dan kuat (mekanisme mirip otot lurik)

5.dll

Sel pacemaker ;

Selain kardiomiosit dari otot jantung, ada beberapa sel-sel khusus, yang disebut sel-sel alat pacu jantung. Mereka bertanggung jawab untuk memulai dan mengendalikan detak jantung. Secara fungsional, sel-sel alat pacu jantung mengatur impuls listrik jantung, sehingga memainkan peran langsung dalam menjaga denyut jantung.

SIFAT-SIFAT LISTRIK

Jantung dapat digambarkan sebagai dua pompa.satu pompa di sisi kanan mengirim darah ke paru-paru menjadi beroksigen dan untuk mengilangkan produk-produk limbah berupa karbondioksida dan satu pompa di sisi kiri mengirim darah keseluruh tubuh untuk mengoksidasi semua sel di dalam tubuh. Di dalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang mengahntarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus:1.Otomatisasi : menimbulkan impuls/rangsang secara spontan2. Irama : pembentukan rangsang yang teratur3. Daya konduksi : kemampuan untuk menghantarkan4. Daya rangsang : kemampuan bereaksi terhadap rangsangSistem kelistrikan pada jantung dikontrol oleh hati.Sistem listrik dalam hati mengontrol kecepatan detak jantung:

1. SA nodus (alat pacu jantung alami) pada hati mengendalikan detak jantung,SA node ini terbuat dari sel-sel khusus yang terletak di atrium kanan jantung,biasanya menghasilkan sinyal listrik 60-100 per menit(detak jantung).

2. AV node,seikat sel antara atrium dan ventrikel.Sinyal listrik yang dihasilkan SA node tertangkap dan ditahan dalam waktu milidetik.sebelum dikirim ke berkas HIS(HIS sistem purkinje).

3. HIS sistem purkinje,berada dalam ventrikel jantung .Listrik bergerak melalui sistem purkinje untuk membuat kontak vertikel.Listrik dari nodus Av hits berkas HIS sebelum diarahkan ke kanan dan kiri bungkusan cabang dan akhirnya ke serat purkinje yang terletak di otot jantung .ini merangsang ventrikel berkontraksi.

Siklus jantung berlangsung berlangsung selama 0.8 deti,atrium-sistole 0,1 detik,ventrikel-sistole 0,3 detik dan diastole 0.4 detik.Sistole mengacu pada kontraksi otot jantung dan diastole mengacu pada relaksasi otot jantung.

Aktifitas listrik jantung seperti halnya otot rangka dan saraf didasari oleh adanya arus pergerakan ion dari luar ke dalam sel atau sebaliknya melalui saluran atau ion channel. Terdapat dua jenis potensial aksi pada sel jantung yaitu potensial aksi respon cepat yaitu pada sebagian besar otot jantung ( atrium, ventrikel dan sel purkinje ) , dan respon lambat pada sel sel pacemaker ( NSA dan NAV )

Potensial aksi pada jantung mempunyai karakteristik dan waktu dar