MODUL SCHWANNOMA SARAF TEPI - saraf tepi 6 d Mengetahui pengobatan berbagai jenis schwannoma saraf tepi 6 e Mampu menentukan perubahan neurofisiologi karena schwannoma

Embed Size (px)

Text of MODUL SCHWANNOMA SARAF TEPI - saraf tepi 6 d Mengetahui pengobatan berbagai jenis schwannoma saraf...

  • Bedah Saraf : Neoplasma Susunan Saraf

    1

    MODUL

    SCHWANNOMA SARAF TEPI1. DEFINISISchwannoma adalah tumor yang berasal dari lapisan pembungkus sel saraf(neuron). Schwannoma tumbuh lambat dan dapat tumbuh di sepanjang saraf tepi.2. WAKTU PENDIDIKAN

    TAHAP I TAHAP II TAHAP IIIS1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11

    PROGRAM MAGISTER (beban dihitung dengan SKS) >=40SKSProgram Magister Neurologi

    TesisProgram Profesi Bedah Saraf

    Pogram Bedah DasarProgram Bedah SarafDasarPROGRAM KEPROFESIAN (beban dihitung berdasarkan kompetensi)

    GOLONGAN PENYAKIT & LOKALISASI

    KONGENITALICD 10 - Bab XVII

    Kranial

    SpinalINFEKSI

    ICD 10 - Bab I

    NEOPLASMAICD 10 - Bab II

    Kranium

    Supratentorial

    Infratentorial

    SpinalSaraf Tepi

    TRAUMAICD 10 - Bab XIX

    Kranial

    SpinalSaraf Tepi

    DEGENERASIICD 10 - Bab VI & XIII

    SpinalSaraf Tepi

    VASKULERICD 10 - Bab IX

    Intrakranial

    SpinalFUNGSIONAL

    ICD 10 - Bab VI & XXIPendidikan spesialisasi bedah saraf terdiri dari 3 tahap, yaitu :1. Tahap Pengayaan (tahap I):a. Lama pendidikan 4 semester yaitu semester 1 sampai semester 4, pesertadidik diberi ilmu-ilmu dasar maupun bedah saraf dasar. Dalam tahap inidapat dipergunakan untuk mengambil program magister.

  • Bedah Saraf : Neoplasma Susunan Saraf

    2

    b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen I, yaitu di akhir masapendidikan tahap I residen baru mencapai Kompetensi tingkat I. Residensudah harus mengenal kelainan bedah saraf, khususnya semua jenisneoplasma dan 10 jenis kasus penyakit terbanyak.2. Tahap Magang (tahap II) :a. Lama pendidikan 1 semester, yaitu pada semester 5. Peserta didik mulaidilatih melakukan tindakan bedah saraf.b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen II, yaitu di akhir masapendidikan tahap II residen telah mencapai Kompetensi tingkat II. Residensudah harus mampu menangani secara mandiri kasus-kasus schwannoma,minimal 1 kasus.3. Tahap Mandiri (tahap III) :a. Lama pendidikan 6 semester, yaitu dari semester 6 s/d 11. Peserta didikmenyelesaikan pendidikan sampai kompetensi bedah saraf dasar.b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen III, yaitu di akhir masapendidikan tahap III residen telah mencapai kompetensi tingkat III.Residen sudah harus mampu menangani kasus schwannoma yangtergolong kompetensi bedah saraf dasar, minimal 1 kasus.Kompetensi bedah saraf dasar :1. Semua jenis penyakit yang diajarkan dalam masa pendidikan sampaimencapai tingkat mandiri (residen boleh mengerjakan operasi sendiri, dengantetap dalam pengawasan konsulen)2. Tehnik operasi yang diajarkan sebagai target akhir pendidikan adalah terbataspada tindakan operasi konvensional yang termasuk dalam Indeks Kesulitan 1dan 2; tehnik operasi sulit yang membutuhkan kemampuan motoris lebihtinggi dan/ataupun membutuhkan alat-alat operasi canggih, termasuk dalamIndeks Kesulitan 3 dan 4, diajarkan hanya maksimal sampai tingkat magang.Tindakan operasi dalam kelompok ini merupakan kelanjutan pendidikan yangmasuk dalam CPD.JENIS PENYAKIT ICD10

    TAHAPI

    TAHAP II TAHAP III IK1IK2

    IK3

    IK4

    S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 G M G M G PNEOPLASMA

    KraniumGranuloma eosinofilik D 76.0 3 5Plasmositoma C 90.2Osteoma D 16Fibrous dysplasia M 85.0Hamartoma Q 85.9Tumor metastatik C 79.5 2 2Neurofibrosarkoma /osteosarkoma C41.0SupratentorialGlioma C 71.9Glioma simpel 3 3Glioma kompleks 3 3Ependimoma M 93.92 2Pleksus papiloma C 71.9 2Meningioma (simpel) C 70 4 4Meningioma (kompleks) 3

  • Bedah Saraf : Neoplasma Susunan Saraf

    3

    JENIS PENYAKIT ICD10TAHAP

    ITAHAP II TAHAP III IK1

    IK2

    IK3

    IK4

    Pituitary adenoma /t. sella (simpel) D 26.7 3 2Pituitary adenoma/t. sella (kompleks) 2Kraniofaringioma D.35.3 2Pinealoma /t. korpus pineal C 75.3, D 35.4 2Tumor metastatik (simpel) C 79.5 2 1Tumor metastatik (kompleks) C 79.5 2Angioma (simpel) D 18.0 2 1Angioma (kompleks) D 18.0 2InfratentorialGliomaSimpel C 71.9 2 1Kompleks C 71.9 2Acoustic neuroma D 33.3 2Meningioma (simpel) C 70 2 2Meningioma (kompleks) C 70 2Medulloblastoma C 71.6 2Kolesteatoma H 71 1Ependimoma M 9392, C 71.9 1Pleksus papiloma C 71.9 1Angioma (simpel) D.18.5 2 1Angioma (kompleks) D 18.5 2Tumor Spinal . . .Glioma D 33.4 2Meningioma D 32.1 2 1Ependimoma D 33.4 2Schwannoma D 36.1 2 2Angioma D 18.5 1Tumor Saraf Tepi . . .Schwannoma D 36.1 1 1

    KETERANGANTingkat Pengayaan. Dalam periode ini, tingkat Kognisi harus dapat mencapai 6 (K6)Tingkat Magang. Dalam periode ini, di samping K6, Psikomotor harus mencapai 2 (P2) dan Afektif mencapai 3 (A3)Tingkat Mandiri. Semua Kategori Bloom harus mencapai maksimal, K6, P5, A5S : Semester G : Magang M : Mandiri K : Kognitif : A : Afektif P : Psikomotor

    3. TUJUAN UMUMSetelah menyelesaikan modul schwannoma peserta didik diharapkan mampumengenali schwannoma, mampu mengobati schwannoma yang diajarkan sampailevel mandiri serta mampu mengatasi kegawatan akut schwannoma.4. TUJUAN KHUSUS1. Mampu menerangkan insidens, patogenesis, dan mikrobiologi darischwannoma saraf tepi.2. Mengetahui neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan saraf danpembungkusnya.

  • Bedah Saraf : Neoplasma Susunan Saraf

    4

    3. Mengetahui dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan tambahan(neuroradiologi, patologi dan mikrobiologi) dalam menegakkan diagnosisschwannoma saraf tepi.4. Mengetahui pengobatan pada berbagai jenis schwannoma saraf tepi.5. Mampu menentukan perubahan neurofisiologi yang disebabkan olehschwannoma saraf tepi.6. Mampu menentukan lokasi schwannoma saraf tepi.7. Mampu melakukan pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkandiagnosis schwannoma saraf tepi.8. Mampu menegakkan diagnosis banding dari schwannoma saraf tepi.9. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalammenegakkan diagnosis schwannoma saraf tepi.10. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada schwannoma saraftepi.11. Mampu melakukan tindakan operasi pada schwannoma saraf tepi.12. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus kegawatanakut schwannoma saraf tepi.13. Mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus schwannoma saraf tepi.14. Mengetahui tindak lanjut yang diperlukan15. Mampu memberi informed consent5. STRATEGI PEMBELAJARANa Pengajaran dan kuliah pengantar Kuliah tatap muka 50 menitb Tinjauan PustakaPresentasi ilmu dasar : 1 kali tiapsubmodul penyakit 1 kali, telaah kepustakaanPresentasi kasus : 1 kali tiap jenissubmodul penyakit presentasi kasus : 1 kalib Diskusi Kelompok2 x 50 menit diskusi kasus tiapsubmodul penyakit menyangkutdiagnosis, operasi dan penyulit 2 x 50 menit diskusi kasusd Bed side teachingbedsite teaching minimum 3 kali setiapsubmodul penyakit ronde diikuti bedsite teachinge Bimbingan Operasi

    operasi magang memenuhi minimal 1 kasusschwannoma sebagai prasyaratuntuk instruksi/evaluasi operasisampai dinyatakan lulus

  • Bedah Saraf : Neoplasma Susunan Saraf

    5

    operasi mandiri melakukan operasi mendiriminimal 1 kasus schwannomasebagai prasyarat untuk maju keujian kompetensi tingkat nasional6. PERSIAPAN SESI1. Materi kuliah pengantar berupa kisi-kisi materi yang harus dipelajari dalammencapai kompetensi, mencakupa. Insidens, patogenesis, dan sitogenesis schwannomab. Neuroanatomi, dan neurofisiologisusunan saraf dan pembungkusnya.c. Dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan tambahan(neuroradiologi) dan patologi anatomi dalam menegakkan schwannomad. Pengobatan berbagai jenis schwannomae. pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkan diagnosis schwannomaf. Diagnosis banding schwannomag. Pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalam menegakkan schwannomah. Pengobatan medikamentosa schwannomai. Tindakan operasi schwannomaj. Penyulit tindakan bedah pada kasus schwannomak. Kegawatdaruratan schwannomal. Tindak lanjut yang diperlukan

    m. Informed consent2. Audio visual3. Lampu baca x ray7. REFERENSIa.Osborn AG, Blasser SI, Salzman KL, Katzman GL, Provenzale J, Castillo M, et all.Osborn Diagnostic Imaging. Canada : Amirsys/Elsevier. 1st ed. 2004b.Wilkins RH, Rengachary SS. Neurosurgery. USA : Mc Graw-Hill. 2nd Ed. 1996c. Rengachary SS, Wilkins RH. Principles of Neurosurgery. London : Mosby. 1994d.Winn HR. Youmans Neurological Surgery. 5th ed. USA : Saunders. 19948. KOMPETENSI

    JENIS KOMPETENSITingkat

    Kompetensi TAHAPK P Aa. Mampu menerangkan insidens, patogenesis, dan sitogenesis

    schwannoma saraf tepi6 P

    ENGAYAAN

    b Mengetahui neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan saraf danpembungkusnya. 6c Mengetahui dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaantambahan (neuroradiologi) dan patologi anatomi dalam menegakkan

    schwannoma saraf tepi6

    d Mengetahui pengobatan berbagai jenis schwannoma saraf tepi 6e Mampu menentukan perubahan neurofisiologi karena schwannomasaraf tepi

    6 2 3 MA

  • Bedah Saraf : Neoplasma Susunan Saraf

    6

    f Mampu menentukan lokasi schwannoma saraf tepi 6 2 3 GANG

    g Mampu melakukan pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkandiagnosis schwannoma saraf tepi 6 2 3h Mampu mengetahui diagnosis banding schwannoma saraf tepi 6 2 3i Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalammenegakkan schwannoma saraf tepi 6 5 5MANDIRI

    j Mampu melakukan pengobatan medikamentosa terhadap schwannomasaraf tepi

    6 5 5k Mampu melakukan tindakan operasi schwannoma saraf tepi 6 5 5l Mampu mengatasi tindakan pertolongan pertama pada schwannomasaraf tepi

    6 5 5m Mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus schwannoma saraf tepi 6 5 5n Mengetahui tindak lanjut yang diperlukan 6 5 5o Mampu memberi informed consent 6 5 59. GAMBARAN UMUMSchwannoma dalah tumor yang berasal dari lapisan pembungkus neuron. Tumor inimenyumbang sekitar 25% dari keseluruhan tumor intradural pada dewasa dan hanya2,5% yang bersifat ganas.Gejala yang ditimbulkan tergantung pada level radiks yan