Modul Msdm

  • View
    107

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Modul Msdm

Text of Modul Msdm

  • Diklat Peningkatan Guru Produktif Bidang Manajemen Hortikultura Kalimantan Timur Tahun 2011 1

    MODUL PJJ

    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

    OLEH :

    Ir. Graito, MT Ir. Toni Suyono, MM

    DEPARTEMEN AGRIBISNIS TANAMAN

    KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAl PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN

    PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERTANIAN CIANJUR

    2011

  • Diklat Peningkatan Guru Produktif Bidang Manajemen Hortikultura Kalimantan Timur Tahun 2011 2

    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

    PENDAHULUAN

    Keberlangsung suatu perusahaan sangat bergantung pada tingkat kualitas dan

    produktivitas sumber daya manusianya. Sarana dan prasarana input suatu perusahaan

    memang penting dalam mendukung kinerja perusahaan, tetapi keberadaan sarana dan

    prasarana yang handal sekalipun tanpa dukungan sumber daya manusia yang

    berkompeten dan berdedikasi, sarana dan prasarana tersebut tidak berdampak nyata

    terhadap kinerjanya.

    Mengapa sumber daya manusia merupakan hal yang patut diperhatikan, karena manusia

    merupakan triger/pemicu kinerja perusahaan, ketiadaan manusia menjadikan perusahaan

    sebagai barang mati yang tidak produktif. Demikian juga dalam bidang agribisnis

    tanaman, sumber daya manusia yang menjadi tenaga kerja perusahaan berperan besar

    terhadap kinerja perusahaan.

    Oleh karena itu, bagaimana mengelola sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan

    sehingga memberikan kinerja yang maksimal dan terjamin keberlangsungannya

    merupakan kajian dalam makalah ini.

    TUJUAN PEMBELAJARAN

    Tujuan pembelajaran adalah sebagai berikut :

    Peserta mampu mengenal ruang lingkup, fungsi manajemen sumber daya manusia.

    Peserta mampu mengimplementasikan teori dan prinsip-prinsip manajemen sumber

    daya manusia dalam bidang perkebunan.

    RUANG LINGKUP MATERI

    Ruang lingkup materi pembelajaran adalah sebagai berikut :

    1. Pengertian manajemen sumber daya manusia.

  • Diklat Peningkatan Guru Produktif Bidang Manajemen Hortikultura Kalimantan Timur Tahun 2011 3

    2. Keputusan-keputusan manajemen sumber daya manusia.

    3. Peran baru manajemen sumber daya manusia.

    4. Peran manajemen sumber daya manusia dalam mencapai keunggulan bersaing.

    5. Hubungan industrial Pancasila.

    6. Implementasi manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan hortikultura.

  • Diklat Peningkatan Guru Produktif Bidang Manajemen Hortikultura Kalimantan Timur Tahun 2011 4

    MATERI PEMBELAJARAN

    1. Pengertian MSDM

    Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara

    bagaimana mengatur sumber daya yang dimiliki oleh individu dapat digunakan secara

    maksimal sehingga tujuan (goal) menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep

    bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi

    sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti

    psikologi, sosiologi, dll

    Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah

    pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk

    dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah

    ditentukan.

    Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang

    berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan

    orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat

    organisasi memerlukannya.

    Dessler (2000) mendefinisikan manajemen sumber daya manusia strategis sebagai

    berikut:

    strategic human resource management is the linking of human resource

    management with strategic role and objectives in order to improve business

    performance and develop organizational cultures and foster innovation and

    flexibility.

    Jelaslah bahwa para manajer harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya

    manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan

    budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas.

    Tujuan manajemen sumberdaya manusia ditinjau dari sudut pandang pegawai adalah

    untuk menjamin bahwa pegawai mampu berkinerja semaksimal mungkin, sedangkan dari

    sudut pandang perusahaan adalah memperoleh tenaga kerja yang profesional sehingga

  • Diklat Peningkatan Guru Produktif Bidang Manajemen Hortikultura Kalimantan Timur Tahun 2011 5

    perusahaan dapat beroperasi secara efektif dan efisien agar mampu memberikan

    kuntungan yang maksimal bagi para pegawai atau orang-orang yang bekerja dalam

    perusahaan tersebut.

    2. Peran dan Fungsi MSDM

    Secara umum bagian Sumber Daya Manusia memiliki peran, fungsi, tugas dan tanggung

    jawab :

    a. Melakukan seleksi tenaga kerja

    Ruang lingkup seleksi tenaga kerja dimulai dari analisis kebutuhan dan uraian jabatan

    tenaga kerja, cara rekruitmen, seleksi dan penempatan tenaga kerja.

    Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia

    dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan

    adalah dengan melakukan perkiraan akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan

    lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan,

    yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi,

    departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan,

    kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

    Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan,

    buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau

    perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat

    deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.

    Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian

    banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima

    berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup milik pelamar. Kemudian dari berkas

    riwayat hidup pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan

    yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil

    kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja dan proses seleksi

    lainnya. Pada bidang tertentu yang sifat pekerjaannya bersifat harian/musiman seleksi

    pekerja dapat dilakukan secara informal dan tidak terstruktur.

  • Diklat Peningkatan Guru Produktif Bidang Manajemen Hortikultura Kalimantan Timur Tahun 2011 6

    Calon pegawai yang dinyatakan terpilih dalam kegiatan seleksi selanjutnya diangkat

    sebagai pegawai sesuai dengan prosedur perusahaan dan jenis pekerjaannya baik sebagai

    pegawai tetap maupun pegawai lepas/kontrak. Penempatan pegawai sesuai dengan

    kompetensi dan minat pegawai agar pegawai tersebut dapat berkinerja semaksimal

    mungkin, mencegah kesalahan dan kecelakaan kerja yang berdampak pada beban biaya

    yang harus ditanggung oleh perusahaan maupun oleh tenaga kerja yang bersangkutan.

    b. Pengembangan dan evaluasi karyawan

    Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan

    yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar

    tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta

    meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi

    karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang

    tinggi.

    Kegiatan pengembangan pegawai dilakukan melalui berbagai cara dengan tujuan utama

    meningkatkan kompetensi kerja. Cara-cara yang biasa dipergunakan dalam peningkatan

    kompetensi pegawai adalah melalui pelatihan, magang maupun induksi dari senior kepada

    yunior dalam melakukan pekerjaanya.

    Evaluasi karyaman ditujukan untuk menilai kinerja pegawai sebagai bagian dari fungsi

    manajemen. Melalui evaluasi dapat dianalisis apakah pegawai yang bersangkutan

    berkompeten atau tidak, apakah karakteristik pegawai sesuai dengan bidang pekerjaanya.

    Evaluasi juga dipergunakan sebagai bahan keputusan pengembangan pegawai,

    pemberian kompensasi ataupu untuk keperluan pemutusan hubungan kerja.

    c. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai

    Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi

    atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi

    pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai

    dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari

    atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga

    perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang

  • Diklat Peningkatan Guru Produktif Bidang Manajemen Hortikultura Kalimantan Timur Tahun 2011 7

    sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke

    waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya, pemilihan

    metode kompensasi sesuai dengan persepsi pekerja sangat diperlukan untuk menciptakan

    hubungan kerja yang baik antara pemberi pekerjaan dan penerima pekerjaan.

    d. Melakukan pemutusan hubungan kerja

    Pemutusan hubungan kerja adalah berakhir hubungan kerja at