of 77 /77
i BAHAN AJAR PRODUKTIF TKJ INSTALASI SISTEM OPERASI JARINGAN BERBASIS GUI Kelas : XI TKJ SMK PGRI 1 CIBINONG Arga Prahara, S.Kom Tahun Pelajaran 2013-2014

MODUL-Instalasi SO Jaringan

Embed Size (px)

DESCRIPTION

instalasi

Text of MODUL-Instalasi SO Jaringan

INSTALASI SISTEM OPERASI JARINGAN BERBASIS GUI

INSTALASI SISTEM OPERASI JARINGAN BERBASIS GUIKelas : XI TKJ

SMK PGRI 1 CIBINONG

Arga Prahara, S.KomTahun Pelajaran 2013-2014

BAHAN AJAR PRODUKTIF TKJ

KATA PENGANTAR

Modul dengan judul Instalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI ini disusun sebagai panduan dalam pelaksanaan pembelajaran Produktif Teknik Komputer dan Jaringan. Harapan yang ingin dicapai dari penyusunan bahan ajar dalam mata pelajaran Instalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI ini adalah operasionalisasi pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan rambu-rambu akademik yang telah ditetapkan oleh SMK PGRI 1 Cibinong dalam rangka mencapai kompetensi yang diharapkan.Modul ini menguraikan tentang cara menginstalasi sistem operasi komputer yang terhubung dalam jaringan. Sistem operasi yang digunakan adalah Linux Debian 5 (lenny). Keunggulan sistem operasi ini diantaranya yaitu free alias gratis, merupakan proyek open source sehingga dapat didistribusikan, diedit, dicopy dan disebarluaskan kembali, dan salah satu sistem operasi jaringan yang handal.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa modul mata pelajaran ini masih jauh dari kesempurnaan disebabkan oleh piciknya pengetahuan penulis. Oleh karena itu segala saran dan kritik perbaikan akan penulis terima dengan tangan terbuka. Kritik dan saran tersebut sangat berguna demi sempurnanya pelaksanaan pembelajaran pada matakuliah serupa di masa mendatang.

Bogor, 15 Desember 2012

Arga Prahara, S.KomDAFTAR ISI

HalamanKATA PENGANTARiDAFTAR ISIiiPETA KEDUDUKAN MODULivPERISTILAHAN / GLOSSARYvii

BAB IPENDAHULUANA. Deskripsi Judul1B. Prasyarat1C. Petunjuk Penggunaan Modul11. Petunjuk Bagi Siswa12. Peran Guru2D. Tujuan Akhir2E. Kompetensi3F. Cek Kemampuan4BAB IIPEMBELAJARANA. Rencana Pembelajaran Siswa5B. Kegiatan Belajar61. Kegiatan Belajar 16a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran6b. Uraian Materi6c. Rangkuman11d. Tugas11e. Tes Formatif11f. Kunci Jawaban12g. Lembar Kerja122. Kegiatan Belajar 214a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran14b. Uraian Materi14c. Rangkuman39d. Tugas39e. Tes Formatif39f. Kunci Jawaban40g. Lembar Kerja413. Kegiatan Belajar 342a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran42b. Uraian Materi42c. Rangkuman45d. Tugas45e. Tes Formatif45f. Kunci Jawaban46g. Lembar Kerja464. Kegiatan Belajar 448a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran48b. Uraian Materi48c. Rangkuman55d. Tugas55e. Tes Formatif55f. Kunci Jawaban55g. Lembar Kerja555. Kegiatan Belajar 557a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran57b. Uraian Materi57c. Rangkuman58d. Tugas58e. Tes Formatif58f. Kunci Jawaban58g. Lembar Kerja59BAB IIIEVALUASIA. Pertanyaan60B. Kunci Jawaban Evaluasi60C. Kriteria Kelulusan61BAB IVPENUTUP62DAFTAR PUSTAKA63

PETA KEDUDUKAN MODUL

Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat diterapkan.

LULUS SMKTKJ.TIK.KK.19TKJ.NW.KK.18TKJ.NW.KK.17TKJ.NW.KK.16TKJ.TIK.KK.15TKJ.NW.KK.14TKJ.NW.KK.13TKJ.SW.KK.12TKJ.HW.KK.11TKJ.HW.KK.10TKJ.NW.KK.09TKJ.SW.KK.08TKJ.SW.KK.07TKJ.HW.KK.06TKJ.HW.KK.05TKJ.HW.KK.04TKJ.HW.KK.03TKJ.HW.KK.02TKJ.EL.KK.01TKJ.PK.DKK.03TKJ.SW.DKK.02TKJ.HW.DKK.01IIIIII

KETERANGAN :

TKJ.HW.DKK.01Merakit Personal Computer

TKJ.SW.DKK.02Melakukan instalasi Sistem Operasi Dasar

TKJ.PK.DKK.03Menerapkan prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja dan lingkungan kerja (K3LH)

TKJ.EL.KK.01Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar

TKJ.HW.KK.02Menerapkan fungsi peripheral dan instalasi PC

TKJ.HW.KK.03Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan periferal

TKJ.HW.KK.04Melakukan perbaikan dan/atau sistem ulang sistem PC

TKJ.HW.KK.05Melakukan perbaikan periferal

TKJ.HW.KK.06Melakukan perawatan PC

TKJ.SW.KK.07Melakukan instalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan command line interface (CLI)

TKJ.SW.KK.08Melakukan instalasi software

TKJ.NW.KK.09Melakukan instalasi perangkat jaringan lokal (Local Area Network)

TKJ.HW.KK.10Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan

TKJ.HW.KK.11Melakukan perbaikan dan/atau sistem ulang koneksi jaringan

TKJ.SW.KK.12Melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical User Interface) dan Text

TKJ.NW.KK.13Melakukan instalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network)

TKJ.NW.KK.14Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area Network)

TKJ.TIK.KK.15Membuat desain sistem keamanan jaringan

TKJ.NW.KK.16Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)

TKJ.NW.KK.17Mengadministrasi server dalam jaringan

TKJ.NW.KK.18Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network

TKJ.TIK.KK.19Merancang Web Data base untuk content server

Konsep dasar instalasi SO jaringan berbasis GUIKonsep dasar manajemen media penyimpan Jenis dan cara pengaturan ROM untuk media penyimpan khusus untuk jaringan Jenis-jenis sistem operasi jaringan berbasis GUI Menjelaskan langkah instalasi software

Langkah instalasi sistem operasi jaringan Instalasi driver periferal pendukung Melasanakan instalasi software sesuai instalation manual

Instalasi Sistem Operasi Jaringan GUI dan Text

Pengaturan konfigurasi pada sistem operasi Service pada sistem operasi jaringan Penomoran TCP/IP Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling

Mengoperasikan sistem operasi jaringan Hubungan antara koneksi jaringan dengan service pada sistem operasi jaringan Mengkonfigurasi jaringan pada sistem operasi

Jenis-jenis troubleshooting pada sistem operasi jaringan Melakukan Troubleshooting

PERISTILAHAN / GLOSSARY

Instalasi :Melakukan pengkopian, penempatan dan konfigurasifile-file yang diperlukan oleh sistem komputer.

Open Source :Proyek pengembangan software komputer yang pendistribusiannya bersifat free dan menyertakan kode program aslinya sehingga dapat dikembangkan orang lain.

Sistem Operasi :suatu pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga memudahkan dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer.

Jaringan Komputer :Hubungan antara komputer satu dengan komputer lainnya untuk mendapatkan sharing sumber daya.

GUI :GUI (Graphical User Interface) merupakan tampilan menu suatu program komputer dengan mode grafis.

Sharing :Penggunaan bersama sumber daya (peripheral dan data) yang terdapat dalam komputer dalam jaringan.

BAB IPENDAHULUAN

Deskripsi JudulMenginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI (Graphical User Interface) merupakan modul teori dan atau praktikum yang membahas dasar-dasar menginstalasi sistem operasi komputer yang terhubung dalam jaringan. Modul ini terdiri dari 4 (empat) kegiatan belajar, yaitu mempersiapkan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI, memahami sistem operasi jaringan berbasis GUI Linux Debian 5 (Lenny), melaksanakan instalasi sistem operasi jaringan Linux Debian 5 (Lenny), mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi jaringan. Dengan menguasai modul ini diharapkan peserta didik mampu melakukan instalasi sistem operasi pada komputer yang terhubung dalam jaringan sehingga dapat beroperasi dengan baik.

PrasyaratKemampuan awal yang harus dipenuhi untuk mempelajari modul ini adalah : 1. Peserta didik telah lulus modul/materi menginstalasi sistem operasi berbasis GUI dan modul instalasi perangkat jaringan local (LAN).2. Peserta didik menguasai pengetahuan pengoperasian komputer.3. Peserta didik mampu mengoperasikan komputer sesuai dengan intruksi manual book.4. Peserta didik mampu menginstalasi jaringan komputer.

Petunjuk Penggunaan Modul1. Petunjuk Bagi SiswaSiswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi dengan sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :a. Langkah Langkah Belajar :Modul ini berisi materi mengenai kompetensi Menginstalasi sistem operasi yang terhubung jaringan berbasis GUI, oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal agar peserta didik lebih berkompeten dan profesional, yaitu :

1.) Apa yang harus dikerjakan pertama kali dalam menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI ? 2.) Bagaimana cara melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI?3.) Apakah instalasi yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan dan apakah sistem dapat bekerja dengan baik dan benar ? b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan Untuk menunjang kelancaran tugas yang akan Anda lakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan jenis tugas pada masing-masing kegiatan pembelajaran. c. Hasil Pelatihan Anda diharapkan mampu melakukan tugas/pekerjaan menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI dengan sistem operasi yang dikehendaki.

2. Peran GuruGuru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran, penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran dan perangkat evaluasinya.

Tujuan AkhirSetelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan memiliki kompetensi dan profesionalisme untuk melakukan tugas/pekerjaan menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki.

KompetensiSubKompetensiKriteria UnjukKerjaLingkup BelajarMateri Pokok Pembelajran

SikapPengetahuanKeterampilan

123456

A.1 Mempersiapkan instalasi sistem operasijaringanberbasis GUIA.1.4.Paket instalasi sistem operasi jaringan yang legalInstallation Manual sistem operasi sudah disediakan dan dipahamiKonsep dasar instalasi sistem operasi jaringanberbasis GUI Konsep dasar manajemen mediapenyimpan.Melaksanakan keamanandan KeselamatanKerja (K3) dalam pengoperasia n peralatan.Mengikuti prosedur penyiapandan pelaksanaan tindakanMenjelaskan konsep dasar sistem operasi jaringanberbasis GUI. Mengidentifikasi jenis-jenismediapenyimpanyang sesuai untuk instalasi sistem operasi jaringanberbasis GUIMemasang media paket instalasisistem operasi. Mengidentifikasikan jenis-jenis file yang digunakan dalam instalasi sistem operasi jaringan

A.2Melaksanakan instalasi sistem operasijaringan sesuai Installation ManualProses instalasi sudahdilaksanakan Seluruh file, icon, folder dan konfigurasitelah tercopy danterkonfigurasi Muncul pesan bahwa proses instalasi telah berhasildilaksanakanLangkah instalasi sistem operasi jaringan Instalasi driver periferal pendukungPengaturan konfigurasipada sistem operasiService pada sistem operasi jaringaPenomoran TCP/IPMengikutiprosedur pelaksanaan dan memberikanpilihan setting sesuai dengan pemahaman terhadap tujuan yang digariskan dalamInstallationManualMenjelaskan langkah-langkahinstalasi sistem operasijaringanMenjelaskan file, icon dan folderkonfigurasi pada sistem operasijaringanberbasis GUI Menguraikan konfigurasi jaringan yang akan diinstalasiMempersiapkan media instalasiuntuk sistemoperasi jaringan (mempartisi, memformat, dan lainlain)Menginstall sistem operasi jaringan Mengaturkonfigurasi sistem operasi jaringan Mengaktifkanservice pada sistem operasiMenata hak akses administrator dan user pada sistem operasi jaringan Menginstall driver berbagai jenis

A.3Mengecek hasil instalasidengan menjalankan sistem operasi jaringan dan melakukan Trouble-shooting sederhanaSistem operasi jaringan dijalankansecara sampling tanpa error Sistem operasi jaringan ditutup tanpa error Troubleshooting dilakukansesuaiInstallation ManualMengoperasikan sistem operasi jaringanJenis-jenis troubleshooting pada sistem operasi jaringan Hubunganantara koneksi jaringan denganservice pada sistem operasi jaringanMengikutiprosedur pemeriksaan dan mem-buat dokumentasihasilpemeriksaan sesuai dengan Installation ManualMenjelaskan langkah- langkah pengoperasi-an sistem operasi, termasikmenjalankandan menutup sistem operasi jaringanMenjelaskan langkah- langkah penanganan terhadap troubleshooting yang terjadi pada sistem operasi jaringanMengecek hasil instalasi sistem operasiMengaktifkan dan meng-aturkonfigurasi service pada sistemoperasi jaringan berbasis GUI Memeriksa kondisi sistem operasijaringan sesuai Installation Manual

Cek KemampuanUntuk mengetahui kemampuan awal yang telah Anda miliki, maka isilah cek lis () seperti pada tabel di bawah ini dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.SubKompetensiPernyataanSaya dapat MelakukanPekerjaan ini denganKompetenBilaJawabanYaKerjakan

YaTidak

Melakukan instalasi sistemoperasi jaringan1. Menguasai dan terampil dalam mempersiapkan instalasi sistem operasi jaringanTesFormatif 1

2. Memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUITesFormatif 2

3. Mampu melakukan instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUITesFormatif 3

4. Mampu melakukan pengecekan hasil instalasi dan melakukan trouble shooting sederhanaTesFormatif 5

Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas, maka pelajarilah modul ini.

BAB IIPEMBELAJARAN

1. Rencana Pembelajaran SiswaKompetensi: 12. Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI (Graphical User Interface)Sub Kompetensi:12.1 Menjelaskan langkah instalasi software12.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual12.3 Mengkonfigurasi jaringan pada sistem operasi12.4 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)12.5 Melakukan troubleshootingJenis KegiatanTanggalWaktuTempat BelajarAlasan PerubahanTanda Tangan Guru

Menjelaskan langkah instalasi software

Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual

Mengkonfigurasi jaringan pada sistem operasi

Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)

Melakukan troubleshooting

Kegiatan PembelajaranMateri Pembelajaran 1Tujuan KegiatanSetelah mempelajari materi ini peserta didik mampu :1.) Memahami konsep sistem operasi jaringan secara benar dan tepat.2.) Mengidentifikasi sistem operasi jaringan berdasarkan keunggulan masing-masing secara benar dan tepat3.) Memahami kebutuhan hardware untuk masing-masing sistem operasi jaringan secara benar dan tepata. Uraian MateriPendahuluan Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer dengan perangkat keras komputer. Pengertian sistem operasi secara umum adalah suatu pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga memudahkan penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer. Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan. Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text. Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis text akan mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan yang kurang menarik dibandingkan dengan mode Grafis (GUI). Metode instalasi sistem operasi berbasis GUI, mempunyai tampilan grafis yang lebih menarik dan memudahkan dalam proses instalasi sehingga sering dipilih oleh pemakai sistem operasi. Dengan perkembangan hardware komputer yang semakin baik menjadikan faktor kecepatan tidak menjadi kendala dalam proses instalasi. Sistem operasi komputer telah mengalami perkembangan yang sangat pesat baik untuk keperluan stand alone maupun jaringan. Ada banyak sistem operasi komputer yang dapat digunakan dalam sebuah komputer baik stand alone maupun jaringan diantaranya adalah Microsoft Windows Series (Win 3.1, Win 9x, Win ME, Win 2000, Win XP, Win NT, Win 7), Unix, San Solaris, Linux Series (Debian, Debian, SUSE, Mandrake, Knoppix), Mac, dan lain sebagainya. Masing-masing sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan analisis dalam memilih sistem operasi mana yang sesuai dengan kebutuhan. Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI Seperti pada sistem operasi yang dapat digunakan pada PC, sistem operasi jaringan juga bermacam-macam. Banyak perusahaan yang mengembangkan sistem operasi jaringan dari yang komersial sampai dengan sistem operasi yang bersifat free alias gratis. Sistem operasi memegang peranan yang sangat vital terhadap program yang akan berjalan. Pemilihan sistem operasi harus disesuaikan dengan kebutuhan baik hardware, program yang akan dipakai maupun user yang akan memakai sistem. Microsoft Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003 Server merupakan sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dengan lisensi komersial. Untuk menggunakan sistem operasi jaringan dari Microsoft kita harus membayar lisensi atau membeli sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna dengan perusahaan. Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan sistem operasi jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan lainnya. Salah satu sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara dengan free adalah Linux. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds, mengusung proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program tersebut tetapi dengansyarat source code asli dan hak cipta harus diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan konsep ini semua orang dapat ikut mengembangkan sistem operasi dan software berbasis linux. Dengan lisensi GNU/GPL Linux menjadi salah satu sistem operasi yang mengalami perkembangan yang sangat cepat, karena Linux dikembangkan oleh komunitas pengguna sistem operasi open source. Kelemahan sistem operasi atau yang sering disebut dengan Bug akan segera diperbaiki oleh komunitas pengguna linux dan dapat langsung didistribusikan dengan free. Dengan demikian sistem operasi Linux menjadi sistem operasi yang up to date setiap saat. Mungkin anda masih bingung dengan Lisensi GNU/GPL, kalau demikian perusahaan atau orang yang mengembangkan Linux dari mana mendapat keuntungan?. Yang dimaksud dengan GNU/GPL disini adalah bahwa sistem operasi yang dikembangkan memang bersifat free tetapi pengembang dapat juga menjualnya dengan harga yang tidak terlalu mahal dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari jasa pelayanan instalasi, pelatihan, implementasi sistem dan lain sebagainya. Spesifikasi Hardware Perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan minimum harware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi mensyaratkan spesifikasi minimal hardware agar komputer dapat bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi syarat maka akan berdampak pada tidak optimalnya kerja sistem operasi. Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada manual book. Jika manual book tidak ada, dapat dilihat spesifikasi hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka sistem BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di layar monitor.

Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai berikut : CPU: CPU atau prosesor merupakan inti dari sebuah mesin komputer. Ada banyak pengembang prosesor dengan spesifikasi dan teknologi yang berbeda. Tiap jenis prosesor memerlukan hardware yang berbeda sehingga diperlukan pengetahuan mendalam dalam pemilihan prosesor. Intel mengembangkan prosesor jenis Pentium I, II, III, IV, Pentium Celeron, Intel Xeon, core duo, core 2 duo, core i3, i5 sampai i7 dengan clock speed mulai 100 MHz sampai 3,2 GHz. AMD merupakan pesaing terdekat Intel mengembangkan AMD Duron, Athlon, Barton, Opteron dengan clock speed yang hampir sama. Xyrix, Via, Sys, Motorolla, Apple dan perusahaan lainnya juga mengembangkan prosesor.

Gambar 1. Prosesor/CPUMotherboardMotherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis, kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi prosesor yang dipakai yang ditunjukkan dengan chipset yang digunakan ..

Gambar 2. MotherboardRAM (Random Acces Memory)RAM merupakan memori penyimpan sementara untuk menjalankan sistem operasi dan program aplikasi. RAM mempunyai beberapa teknologi antara lain EDO RAM, SDRAM, DDRAM dan RAMBUS dengan kapasitas mulai dari 4 MB, 16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain sebagainya. Hard diskHard disk memegang peranan yang sangat penting berhubungan dengan instalasi sistem operasi. Hard disk merupakan komponen untuk menyimpan data-data secara permanen file-file sistem. Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi diperlukan syarat kapasitas hard disk yang cukup dan juga terkadang diperlukan partisi hard disk. Beberapa ukuran hard disk yang ada adalah sbb : 1 GB, 2,1 GB, 4,2 GB, 6,4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB, 120 GB, 200 GB dan lain sebagainya. Hard disk mempunyai beberapa tipe yaitu IDE, ATA, SATA dan SCSI. Biasanya untuk keperluan server digunakan hard disk jenis SCSI, walaupun bisa juga menggunakan jenis lainnya. Kartu Grafis (kartu VGA)Kartu Grafis berfungsi untuk menghubungkan antara sistem komputer dengan tampilan di layar monitor. Kartu VGA mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak. Teknologi kartu VGA yang digunakan adalah ISA, EISA, VESA, PCI, AGP dan PCI Express, sedangkan macamnya antara lain Voodoo, Nvidia Gforce, Ati Radeon dan lain sebagainya. Kartu jaringan (Lan Card) Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan dengan kartu ini melalui switch/hub.

Gambar 3. Kartu JaringanRangkuman 1 1.) Sistem operasi adalah suatu pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga memudahkan penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer. Dalam jaringan komputer, sistem operasi diperlukan untuk mengorganisasi seluruh sumber daya yang terdapat dalam jaringan. 2.) Macam-macam sistem operasi jaringan a) Microsoft Windows (Win NT, Win 2000 Server, Win Server 2003)b) Linux (Debian, Mandrake, Debian, SUSE, Caldera dll)c) UNIX d) Free BSD e) San Solaris3.) Sistem operasi jaringan yang akan diinstal ke komputer server harus disesuaikan dengan spesifikasi hardware yang meliputi : a) Mainboard b) Jenis dan Kecepatan Prosesor c) Kapasitas RAM d) Kapasitas hard disk e) Kartu grafis (VGA) f) Kartu JaringanTugas Materi 11.) Periksa dan sebutkan spesifikasi hardware komputer yang anda gunakan !2.) Jelaskan apakah spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal sistem operasi Linux Debian 5 sudah memenuhi syarat !3.) Jelaskan perbedaan antara sistem operasi komputer stand alone dan sistem operasi jaringan ! Tes Formatif 1 1.) Sebutkan macam sistem operasi yang dapat digunakan dalam jaringan komputer baik sebagai server maupun sebagai workstation ! 2.) Bagaimana pendapat anda dengan pengembangan sistem operasi yang dikembangkan dengan konsep Open Source ?3.) Jelaskan kelebihan sistem operasi Microsoft Windows dan Linux yang telah anda sebutkan pada soal no. 1 !

Umpan Balik / Feedback :Bobot soal tes formatif No. 1 : 10% , No. 2 : 15%, No. 3 : 15%.Bobot Tugas setiap soal 20%.Lembar Kerja 1Alat dan bahan : 1 unit komputer dengan hard disk yang masih kosong, DVD Master Instalasi Linux Debian 5, buku manual hardware komputer, obeng sesuai dengan baut atau mur chasing komputer. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1.) Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar. 2.) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar. 3.) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terkoneksi dengan baik. 4.) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan sebagainya). 5.) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati. 6.) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar. Langkah Kerja 1.) Bukalah chasing komputer dengan hati-hati, pastikan power tidak terhubung ke sumber tegangan PLN. 2.) Periksa kelengkapan hardware pada komputer yang akan diinstal sistem operasi jaringan Debian 9. 3.) Periksa dan catatlah spesifikasi hardware yang ada pada komputer tersebut dan cocokkan dengan buku manual yang ada. 4.) Periksa DVD Master instalasi Linux Debian 5. 5.) Periksa kapasitas hard disk yang ada di komputer minimal 8 GB. 6.) Hidupkan komputer dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on. 7.) Masuklah ke menu BIOS dan aturlah BIOS komputer agar booting dari CD-ROM. 8.) Masukkan DVD Master Linux Debian 5. 9.) Booting ulang komputer 10.) Pastikan komputer dapat boot dari CD-ROM11.) Matikanlah komputer dengan benar. Form Penilaian Sikap

No.Aspek1234

1.2.3.4.56,.AntusiasKetepatanKecepatan KerjaKetelitianKerapihan / KebersihanTanggung Jawab

Catatan :1 = Amat baik2 = Baik3 = Cukup4 = Kurang

1. Materi Pembelajaran 21. Tujuan Kegiatan1.) Peserta didik mampu memahami sistem operasi jaringan Linux Debian 5 dengan benar dan tepat2.) Peserta didik mampu memahami prosedur instalasi Linux Deian dengan baik dan benar3.) Peserta didik mampu melakukan instalasi sistem operasi jaringan Linux Debian 5 sesuai Manual Instalation4.) Peserta didik mampu menginstal driver berbagai jenis dengan baik dan benar1. Uraian Materi 21. PendahuluanUntuk dapat melakukan instalasi sistem operasi jaringan Linux Debian 5 dengan baik dan benar diperlukan pemahaman yang baik akan kebutuhan sistem dan kondisi yang ada. Tanpa adanya pemahaman yang baik, implementasi sistem komputer dapat menjadi masalah yang serius di kemudian hari. Sistem operasi jaringan memegang peranan yang sangat vital dalam implementasi sistem berbasis komputer. Sistem operasi jaringan harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada. Linux Debian 5 merupakan salah satu varian dari Sistem Operasi Linux yang cukup populer di lingkungan pengembang software open source. Dengan mahalnya software dan sistem operasi Microsoft Windows, mendorong banyak pemakai komputer baik instansi, perusahaan maupun perkantoran untuk beralih ke Linux. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem operasi Linux Debian berbasis GUI diantaranya adalah sebagai berikut : a. Pemilihan Versi Debian Karena terdapat varian Debian maka perlu dipilih varian mana yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi pekerjaan b. Pemilihan mode instalasiMode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menumenu program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini memerlukan dukungan hardware yang bagus. Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih mode text untuk mempercepat proses instalasi c. Penomoran TCP/IPSetelah peserta didik melakukan instalasi sistem operasi Linux Debian dengan benar, kemudian dapat member IP Address pada setiap computerProses InstalasiProses instalasi yang akan dijelaskan disini menggunakan DVD-ROM sebagai file master Linux Debian 5. Proses ini dipilih karena lebih sering digunakan dan persiapan yang dilakukan cukup mengubah setting bios pada boot sequence dengan menempatkan CD-ROM pada urutan pertama. Untuk melakukan pengaturan BIOS tekan tombol Delete pada keyboard pada saat komputer pertama kali booting sehingga muncul tampilan sebagai berikut :

Gambar 4. BIOS Setup

Pilihlah menu Advanced BIOS Features sehingga akan muncul tampilan setting BIOS sebagai berikut :

Gambar 5. Boot Sequence

Setelah melakukan setting BIOS masukkan DVD Linux Debian 5 lalu komputer di restart sehingga komputer akan booting dari DVDROM. Setelah komputer booting dari DVD, maka akan muncul menu tampilan pemilihan mode instalasi seperti gambar di bawah :

Gambar 6. Pemilihan Mode InstalasiJika sudah, maka anda akan mendapatkan tampilan seperti berikut. Disini saya menggunakan Debian 5 (Lenny) sebagai acuannya. Untuk memulai menginstall, pilih saja install lalu tekan enter.

Gambar 7. Pemilihan Bahasa InstalasiKemudian akan muncul pilihan bahasa sistem operasi yang akan digunakan. Disini saya gunakan default saja yaitu bahasa Inggris.

Gambar 8. Pemilihan Regional NegaraKemudian anda harus menentukan regional tempat anda tinggal anda. Jika regional anda tidak terdaftar, pilih saja other untuk daftar selanjutnya.

Gambar 9. Pemilihan BenuaMaka akan muncul daftar daftar benua. Pilih saja Asia.

Gambar 10. Pemilihan NegaraKemudian pilih Indonesia dan tekan enter.

Untuk keyboard layout pilih saja American English lalu enter.

Gambar 11. Proses mendeteksi hardware komputerMaka tunggu sebentar, installer sedang mendeteksi hardware hardware yang terpasang di komputer anda.

Gambar 12. Pemilihan NIC CardSelanjutnya jika anda memiliki lebih dari satu NIC card, maka pilih salah satu NIC card yang anda gunakan sebagai NIC card utama.

Gambar 13. Konfigurasi DHCPSelanjutnya installer akan mencari DHCP server untuk konfigurasi IP Address secara otomatis.

Gambar 13. DHCP FailedBerhubung saya sedang tidak terkoneksi dengan DHCP server, maka akan muncul pesan seperti gambar diatas. Tekan saja enter.

Gambar 14. Konfigurasi JaringanLalu pilih configure network manually untuk menset IP address secara manual

Gambar 15. Pemberian IP AddressPada kolom isian isi IP address untuk PC anda sekarang. Kemudian klik tab lalu pilih continue dan tekan enter.

Gambar 16. Pemberian Subnet MaskKemudian isi subnet mask.

Gambar 17. Setting IP GatewayIsi IP gateway jika komputer anda bukan komputer yang menghubungkan ke koneksi luar.

Gambar 18. Setting DNS ServerKemudian isi IP DNS server.

Gambar 19. Perberian Nama KomputerIsi nama komputer yang anda inginkan. Nama hostname ini digunakan sebagai nama komputer anda pada sebuah network.

Gambar 20. Pemberian Nama DomainKemudian masukkan domain network yang anda inginkan. Semisalserver-local.netdsb.

Gambar 21. Konfigurasi Zona WaktuPilih bagian waktu di daerah anda.

Gambar 22. Partisi Hard DiskKemudian anda akan diminta untuk mempartisi harddisk anda. Disini saya pilih manual untuk mempartisi harddisk saya secara manual.

Gambar 23. Partisi ManualMaka akan tampilan seperti berikut. Jika anda memiliki partisi sebelumnya. Maka partisi tersebut juga akan ditampilkan disini. Pilih saja FREE SPACE untuk membuat partisi baru.

Gambar 24. Membuat Partisi BaruPilih saja Create a new partition untuk membuat partisi baru.

Gambar 25. Ukuran Partisi Hard DiskKemudian masukkan berapa besar partisi yang akan dibuat. Disini saya akan membuat partisi untuk swap terlebih dahulu. Besar partisi swap adalah 2x besar memori ram yang terpasang di komputer anda. Jadi jika ram anda 512 MB. Maka 512 x 2 = 1024 MB atau 1 GB.

Gambar 26. Tipe Partisi Hard DiskKemudian pilih Logical lalu enter.

Gambar 27. Letak Partisi Hard DiskDan pilih saja End agar partisi swap yang kita buat diletakkan di urutan belakang.

Gambar 28. Aturan PartisiKemudian pilih Use as lalu tekan enter untuk mengubahnya.

Gambar 29. Jenis File SystemPilih swap area untuk menjadikan partisi ini menjadi partisi swap. Lalu tekan enter.

Gambar 30. Akhir Dari Partisi Hard DiskSetelah itu pilih Done setting.... dan tekan enter.

Gambar 31. Pembuatan Partisi SytemMaka partisi yang telah kita buat akan muncul seperti berikut. Dan kita lanjut untuk membuat partisi untuk sistem operasi linux. Pilih bagian FREE SPACE lalu tekan enter.

Gambar 32. Menentukan Ukuran PartisiMasukkan besar partisi yang akan anda buat.

Gambar 33. Menentukan Type PartisiPilih primary. Lalu tekan enter.

Gambar 34. Menentukan Aturan PartisiPada Use as pilih Ext3 seperti pada gambar diatas. Lalu pilih bootable flag tekan enter untuk mensetnya menjadi ON. Jika sudah Done setting....

Gambar 35. Finishing Partisi Hard DiskJika anda sudah selesai mempartisi harddisk anda. Pilih finish partitioning and write changes to disk.

Gambar 36. Konfirmasi Partisi Hard DiskMaka akan muncul pesan konfirmasi. Pilih saja yes untuk menlanjut.

Gambar 37. Proses Pembuatan PartisiMaka pembuatan partisi akan segera berlangsung.

Gambar 38. Root PasswordKemudian anda akan diminta memasukkan password . Isi password yang anda inginkan. Password ini digunakan untuk akses masuk root.

Gambar 39. Re-enter Root PasswordKemudian masukkan lagi password yang anda masukkan tadi.

Gambar 40. Nama LengkapLalu masukkan nama lengkap anda.

Gambar 41. Membuat UsernameSetelah itu masukkan username untuk membuat account baru.

Gambar 42. Password UsernameLalu masukkan password untuk account baru tersebut.

Gambar 43. Scan Another DVDSetelah itu tunggu beberapa saat. Maka akan muncul pesan seperti gambar diatas. Pesan diatas yaitu jika anda memiliki beberapa DVD binary yang lainnya maka anda bisa sekalian untuk mescan isi tersebut sekarang agar paket paket software yang ada pada DVD anda yang lainnya bisa didaftarkan. Untuk melakukannya. Masukkan DVD anda yang lain lalu pilih yes. Jika anda sudah selesai mescan semua DVD yang anda miliki. Maka masukkan kembali DVD pertama yang digunakan untuk mengsintall. Lalu pilih no. Dan tunggu sampai muncul pesan selanjutnya.

Gambar 44. Network MirrorPilih saja no.

Gambar 45. Survey PaketPilih no untuk tidak berpartisipasi dalam survey paket.

Gambar 46. Pemilihan Software InstalasiLalu hilangkan tanda bintang di Desktop environment dengan menekan spasi. Desktop environment yaitu tampilan GUI dari linux. Saat ini kita akan membutuhkan tampilan GUI untuk sebuah server linux.

Gambar 47. Proses Instalasi SoftwareTunggu sebentar, sementara installer sedang menginstall sofware yang dibutuhkan.

Gambar 48. Install Boot LoaderLalu jika muncul tampilan seperti berikut pilih saja yes untuk menginstall GRUB Loader. Yang digunakan jika kita memiliki beberapa sistem operasi dalam harddisk kita.

Gambar 49. Akhir Proses InstalasiMaka komputer akan merestart dan tampilan login akan muncul seperti gambar diatas. Maka proses installasi telah selesai sampai disini

Rangkuman Materi 2Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem operasi jaringan dengan Linux Debian 5 diantaranya adalah sebagai berikut : a.) Pemilihan Versi Debian Pilih versi Debian yang sesuai dengan spesifikasi hardware dan kebutuhan b.) Pemilihan mode instalasi Pilih mode instalasi yang sesuai baik mode grafik (GUI) atau mode text c.) Jenis sistem operasi apakah sebagai personal desktop, work station, server atau custom sesuai dengan kebutuhan sendiri. Dalam hal ini diperlukan ruang hard disk yang berbeda sehingga untuk setiap pilihan mempunyai konsekuensi yang berbeda. Untuk melakukan instalasi sistem operasi Linux debian 5 dari CDROM masuklah ke BIOS. Atur BIOS agar boot pertama kali dari CDROM. Instalasi Linux debian menyediakan dua mode pilihan yaitu mode grafik dan mode text. Mode text akan mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan yang kurang menarik, namun dengan spesifikasi hardware yang baik masalah kecepatan tidak terlalu signifikan untuk mode instalasi text dan grafis Tugas Materi 21) Booting komputer dan masuk ke setting BIOS, atur agar komputer booting dari CD-ROM ! 2) Cek CD master Linux Debian 5 apakah masih baik atau rusak dengan menu Check media CD pada saat instalasi Linux ! 3) Lakukan instalasi sistem operasi Linux Debian 5 dari CD-ROM ! Tes Formatif 21) Apa yang harus diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem operasi Debian Linux 9? 2) Jelaskan urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Debian Linux 9 dengan metode dari CDROM ? 3) Buatlah partisi hard disk anda menjadi 5 buah dengan spesifikasi sebagai berikut : /root, swap, /usr, /home dan /var 4) Instal komputer dengan sistem operasi Linux Debian dengan mode grafik ?

Umpan Balik / Feedback :Bobot soal tes formatif setiap soal 10%.Bobot Tugas setiap soal 20%.Lembar Kerja 2Alat dan bahan : 1 (Satu) unit komputer dengan hard disk yang masih kosong, DVD Master Linux Debian 5.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar. 2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar. 3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terkoneksi dengan baik. 4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan sebagainya). 5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.6) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar. Langkah Kerja 1) Periksa hardware komputer yang akan diinstalasi sistem operasi jaringan Linux debian 5. 2) Periksa semua kabel penghubung pada komputer. 3) Hidupkan komputer dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on. 4) Aturlah booting sequence pada BIOS agar komputer booting dari CD-ROM 5) Masukkan DVD Master Linux Debian 5 ke dalam DVD-ROM 6) Restart komputer 7) Tunggulah sampai komputer restart dan booting dari CD dan akan masuk ke menu instalasi Linux Debian 58) Ikuti petunjuk instalasi seperti yang telah dijelaskan di atas 9) Lakukan instalasi sesuai dengan prosedur yang telah dijelaskan 10) Matikan komputer dengan benar setelah selesai melakukan proses instalasi. Form Penilaian Sikap

No.Aspek1234

1.2.3.4.56,.AntusiasKetepatanKecepatan KerjaKetelitianKerapihan / KebersihanTanggung Jawab

Catatan :1 = Amat baik2 = Baik3 = Cukup4 = Kurang

Materi Pembelajaran 31. Tujuan Pembelajaran1) Peserta didik mampu mengecek hasil instalasi sistem operasi jaringan dengan benar.2) Peserta didik mampu mengaktifkan dan mengatur konfigurasi service pada sistem operasi jaringan berbasis GUI dengan benar3) Peserta didik mampu memeriksa kondisi operasi jaringan sesuai installation manual. 1. Uraian Materi 3Setelah memahami cara melakukan instalasi sistem operasi jaringan dengan Linux Debian 5. pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta didik berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana. Setelah sistem operasi Linux Debian 5 terinstal ke hard disk, pada saat pertama kali sistem dijalankan maka akan muncul tampilan setup agent sebagai berikut :

Gambar 50. Welcome Screen

Setelah melakukan login dengan benar, maka kita akan masuk ke dalam menu utama sistem operasi Linux Debian 5 dengan tampilan grafis seperti berikut :

Gambar 51. Interface Linux Debian

Manajemen User Account dengan Command Line Penambahan User Account Pembuatan user account dapat menggunakan dua perintah yang berbeda, yakni useradd dan adduser. Berikut penjelasan masing-masing perintah pembuatan user: useradd Pembuatan user account dengan useradd memiliki aturan tersendiri tentang bagaimana menambahkan uid, group, direktori home, dll. debian:~# useradd --help Misal: Penulis ingin membuat sebuah user account baru dengan nama debian, dengan ketentuan sbb: Memiliki direktori home dengan nama `/home/debian` Berada pada group `linuxstttelkom` UID user debian 504 Menggunakan shell `csh` Menggunakan password `debiangelo` Solusi:

debian:~# passwd debian

Enter new UNIX password: Retype new UNIX password: passwd: password updated successfully

adduser Penggunaan perintah adduser tidak jauh berbeda dengan perintah useradd. Untuk melihat opsi-opsi apa saja yang dibutuhkan, gunakan perintah berikut debian:~# adduser --help adduser[--home DIR][--shell SHELL][--no-create-home][--uidID][--firstuid ID][--lastuid ID][--gecos GECOS] [--ingroup GROUP|--gid ID][--disabled-password] [--disabled-login] user

Misal: Penulis ingin membuat sebuah user account baru dengan nama linuxgila, dengan ketentuan sbb: Memiliki direktori home dengan nama `/home/linuxgila` Berada pada group `linuxstttelkom` UID user debian 505 Menggunakan shell `bash` Menggunakan password `linuxgila`

Solusi:

Adding user linuxgila... Adding new user linuxgila (505) with group linuxstttelkom. Creating home directory /home/linuxgila. Copying files from /etc/skel Enter new UNIX password: Retype new UNIX password: passwd: password updated successfully Changing the user information for linuxgila Enter the new value, or press ENTER for the default Full Name []: askari azikin Room Number []: Work Phone []: +62-22-2508089 Home Phone []: +62-22-2508089 Other []: Is the information correct? [y/N] y Rangkuman Materi 31) Untuk masuk ke sistem dibutuhkan login baik sebagai user maupun sebagai root. Setelah masuk ke sistem sebagai user maka akan muncul tampilan seperti pada Gambar2) Login ke sistem sebagai root mempunyai bahaya yang sangat besar karena dengan login sebagai root dapat melakukan apa saja ke sistem, sehingga jika tidak terlalu penting lebih baik login sebagai user. 3) Untuk menambah user pada Linux Debian ada dua cara yaitu dengan perintah useradd dan adduser.Tugas 31) Buatlah user baru dengan nama bebas dan password juga bebas tetapi pastikan pada saat mengisi password dan retype password harus sama.2) Instal satu software tambahan yang terdapat dalam distribusi CD Master Debian Linux.

Tes Formatif 31) Sebutkan ada berapa pengguna yang dapat menggunakan sistem operasi jaringan dan tentukan kewenangan masing-masing pengguna tersebut.

2) Jelaskan bagaimana cara membuat user baru dan menentukan hak akses bagi user tersebut.3) Instal salah satu package dalam CD Master Debian LinuxUmpan Balik / Feedback :Bobot soal tes formatif setiap soal 10%.Bobot Tugas setiap soal 35%.Lembar Kerja 3Alat dan bahan : 1 (Satu) unit komputer yang baru saja terinstal sistem operasi jaringan Linux Debian 5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terkoneksi dengan baik.4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat komputer(magnet, handphone, dan sebagainya).5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.6) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.Langkah Kerja1) Periksa semua kabel penghubung pada komputer.2) Hidupkan komputer dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on.3) Jika komputer telah hidup, maka secara otomatis akan muncul tampilan welcome screen.4) Lakukan login dengan memasukkan username dan password untuk dapat login ke sistem, melakukan pengaturan waktu computer dan melakukan instalasi software jika diperlukan. 5) Perhatikan menu tampilan yang ada.6) Matikan komputer dengan benar.

Form Penilaian Sikap

No.Aspek1234

1.2.3.4.56,.AntusiasKetepatanKecepatan KerjaKetelitianKerapihan / KebersihanTanggung Jawab

Catatan :1 = Amat baik2 = Baik3 = Cukup4 = Kurang

Materi Pembelajaran 41. Tujuan Kegiatan1.) Peserta didik mampu mengoperasikan sistem operasi jaringan dengan baik dan benar.2.) Peserta didik mampu menyetting IP Address pada komputer baik dan benar.3.) Peserta didik mampu menghubungkan / mengkoneksikan komputer dengan baik dan benar.Uraian MateriIP AddressIP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 193.160.5.1.Contoh IP AddressNetwork IDHost ID

19316051

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.Kelas-kelas IP AddressUntuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel dibawah

Tabel 3. Pembagian kelas IP Address

KelasNetwork IDHost IDDefault Sub net Mask

Axxx.0.0.1 xxx.255.255.254255.0.0.0

Bxxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254255.255.0.0

Cxxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:Network ID = 113Host ID = 46.5.6IP address di atas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113. IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 :Network ID = 132.92Host ID = 121.1IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx 191.155.xxx.xxx.IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx 223.255.255.x.Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.Persiapan Sebelum Memulai KonfigurasiPastikan anda telah berpindah ke user root User root adalah user yang memiliki hak untuk menulis, menghapus, dan mengkonfigurasi system tanpa batasan akses. Untuk menjadi root anda dapat dilakukan dengan cara klik Aplikasi Aksesoris Root Terminal Atau klik Aplikasi Aksesoris Terminal

Perbedaannya adalah jika anda melakukan cara pertama maka anda akan langsung menjadi root namun jika melakukan cara kedua anda hanya akan menjadi user biasa dulu sehingga untuk menjadi root anda perlu mengetik perintah su di terminal.

Gambar 52. Terminal

Gambar 53. Perintah Super User

Untuk mengakses user root pada terminal dari user biasa gunakan perintah su lalu masukkan password root yang anda masukkan saat instalasi Linux Debian.Konfigurasi IP Address Sebelum memulai konfigurasi server sebaiknya anda terlebih dahulu memeriksa konfigurasi IP address anda dengan menggunakan perintah ifconfig. Konfigurasi IP address dapat dilakukan dengan perintah ifconfig [interface] [ip address/prefix] up contoh: ifconfig eth0 10.10.11.1/28 up namun perintah di atas hanya bersifat temporary yaitu jika anda merestart komputer konfigurasi IP yang anda masukkan kembali ke konfigurasi awal sebelum anda memasukkan perintah ifconfig. Namun jangan putus asa dulu, ingat anda bekerja di Linux dengan user root artinya bukan system yang mengatur aktifitasnya tetapi andalah yang menentukan semua, kembali ke topik awal perintah ifconfig sebenarnya hanya melakukan penulisan ke dalam direktori /etc/network artinya jika anda ingin melakukan perubahan IP address secara permanen anda cukup melakukan perubahan pada salah satu file yang berada di /etc/network yaitu file interfaces.

Gambar 54. Perintah Melihat Isi Direktori

Pada gambar 54 dapat kita lihat kegunaan dari perintah su dan perintah cd, juga perbedaan perintah ls dan perintah ls -l (-l merupakan syntax dari perintah ls yang berfungsi untuk menampilkan informasi file, syntax ini bekerjasama dengan perintah ls dan mengasilkan output yaitu isi direktory dan informasi file).

Gambar 55. Perintah Edit File InterfaceSelain perintah vim anda juga dapat lain menggunakan perintah vi, pico, nano, dan mcedit

Gambar 56. Isi File InterfacesPada file diatas dapat dilihat tulisan

auto lo iface lo inet loopback Sebaiknya anda tidak melakukan apa-apa pada script ini karena script ini berperan agar computer anda mengenali dirinya sendiri (localhost address), sedangkan untuk script allow-hotplug eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 network 192.168.1.0 broadcast 192.168.1.255 gateway 192.168.1.1 Merupakan script untuk memberi alamat IP pada interface eth0, instruksi untuk mengganti allow-hotplug menjadi auto karena jika hanya menggunakan allow-hotplug interface eth0 akan langsung down (mati) jika anda mencoba merestart network dengan perintah /etc/init.d/networking restart sehinga untuk menyalakan lagi interface eth0, anda harus mengetik perintah ifconfig eth0 up sedangkan jika anda mengganti script allow-hotplug menjadi auto maka interface eth0 anda tidak akan mati walaupun anda sudah merestart network. Setelah anda merestart interface gunakan perintah ifconfig untuk melihat apakah konfigurasi anda berhasil atau tidak.

Gambar 57. Output Setelah Restart Jaringan

Gambar 58. Tampilan perintah ifconfigJika tampilan yang muncul di layar anda tidak ada tulisan error berarti konfigurasi jaringan anda benar, cara lain untuk memastikan konfigurasi anda benar atau tidak lakukan ping ke alamat interface jaringan anda, dua syntax ping yang kita gunakan adalah ping 192.168.1.1(alamat yang kita masukkan pada /etc/network/interfaces) dan ping localhost

Gambar 59. Tampilan perintah pingRangkuman Materi 41) IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan 2) Kelas IP Address terbagi menjadi 3 kelas, yaitu kelas A, B dan C. 3) Untuk mengkonfigurasi IP Address ada file yang harus kita edit, yaitu file interfaces yang terletak pada /etc/network/interfaces.Tugas 41) Buatlah kelompok minimal 5 orang lalu pada setiap komputer di beri IP Address yang satu kelas.2) Buatlah jaringan sederhana dengan topologi star, lalu tes koneksi jaringan tersebut.Tes Formatif 41) Kenapa nomor IP 127 tidak termasuk dalam kelas A, B dan C.2) Jelaskan bagaimana cara mengkonfigurasi IP Address pada Linux Debian.3) Bagaimana cara untuk mengetes koneksi jaringan antar komputer.Umpan Balik / Feedback :Bobot soal tes formatif setiap soal 10%.Bobot Tugas setiap soal 35%.Lembar Kerja 4Alat dan bahan : 5 (Lima) unit komputer yang baru saja terinstal sistem operasi jaringan Linux Debian 5.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terkoneksi dengan baik.4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat komputer(magnet, handphone, dan sebagainya).5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.6) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.Langkah Kerja1) Periksa semua kabel jaringan terhubung pada komputer.2) Hidupkan komputer dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on.3) Jika komputer telah hidup, maka lalukan konfigurasi IP Address pada console terminal pada Linux Debian4) Lakukan pengecekan IP Address pada masing-masing komputer. 5) Tes koneksi jaringan yang telah dibuat.6) Matikan komputer dengan benar.Form Penilaian Sikap

No.Aspek1234

1.2.3.4.56,.AntusiasKetepatanKecepatan KerjaKetelitianKerapihan / KebersihanTanggung Jawab

Catatan :1 = Amat baik2 = Baik3 = Cukup4 = Kurang

Materi Pembelajaran 51. Tujuan Kegiatan1.) Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan pada saat instalasi Sistem Operasi Jaringan dengan benar.2.) Peserta didik mampu mengatasi permasalahan pada Sistem Operasi Jaringan dengan benar.Uraian MateriMendeteksi Masalah Cara mendeteksi suatu kesalahan adalah dengan mengumpulkan data dengan mengidentifikasi masalah lain. Dan memeriksa apa saja yang masih berjalan dengan normal. Bila perlu buatlah form untuk menarik hipotesa apa yg sedang terjadi. Kemudian periksa log file. Sebelum melakukan percobaan perbaikan backup file-file konfigurasi. Memeriksa X bila terjadi kesalahan yang harus dilakukan adalah melihat runlevel. Jangan pernah melakukan debug di runlevel 5 rubah terlebih dahulu menjadi runlevel 3. Untuk memeriksa pertama kali biasanya yang berhubungan dengan display yaitu : system-config-display. Kemudian periksa direktori tmp penuh atau tidak jika penuh hapuslah. Dan periksa juga ada user yang melebihi quota yang ditentukan. Lalu jalankan perintah xfs. Untuk memeriksa permasalahan pada jaringan adalah pertama dengan meriksa Hostname resolution : dig www.Debian.com Konfigurasi IP dengan perintah : ifconfig Untuk melihat Default gateway route n dan periksa aktivasi dari device Permeriksaan kesalahan pada proses booting adalah sebagai berikut: Memeriksa konfigurasi bootloader Memeriksa Kernel /sbin/init Mulai init etc/rc.d/rc.sysinit /etc/rc.d/rc, /etc/rc.d/rc?.d/ Masuk ke runlevel X /etc/rc.d/rc.localFilesystem corrupt Hal ini biasanya terjadi setelah crash atau shutdown tidak normal ditandai dengan disk yang ter-mount ext2 utk writing akan ditandai dirty. Jika tidak ter-mount atau ter-mount read-only ditandai dgn clean. Jika tidak ter-mount dan dirty, bisa jadi corrupt. Perbaikan membutuhkan pemeriksaan yg cukup banyak. Sedangkan pada ext3 biasanya hanya ditandai dgn clean. Journal akan berjalan jika recovery dibutuhkan dan hanya meng-cek file yg tersimpan di journal saja Filesystem recovery dilakukan dengan cara yaitu jika / punya journal, maka kernel akan memperbaikinya saat booting. Dan /etc/rc.d/rc.sysinit menjalankan fsck pada filesystem yg ditandai di /etc/fstab. fsck adalah program front end dari program-program yang lain. Jika disk mengalami failed, fsck dijalankan secara manual.Rangkuman Materi 51) Cara mendeteksi suatu kesalahan adalah dengan mengumpulkan data dengan mengidentifikasi masalah lain 2) Filesystem corrupt, Hal ini biasanya terjadi setelah crash atau shutdown tidak normal ditandai dengan disk yang ter-mount ext2 utk writing akan ditandai dirty. Jika tidak ter-mount atau ter-mount read-only ditandai dgn clean. Jika tidak ter-mount dan dirty, bisa jadi corrupt. 3) Sedangkan pada ext3 biasanya hanya ditandai dgn clean. Journal akan berjalan jika recovery dibutuhkan dan hanya meng-cek file yg tersimpan di journal sajaTugas 51) Buatlah kelompok minimal 5 orang lalu analisis troubleshooting apa saja yang muncul pada Sistem Operasi Jaringan.2) Apabila ada masalah yang muncul lakukan tindakan perbaikan.Tes Formatif 51) Jelaskan bagaimana cara untuk File System Recovery pada Linux Debian.2) Jelaskan bagaimana cara memeriksa permasalahan pada proses booting pada Linux Debian.3) Apakah yang dimaksud dengan fsck.Umpan Balik / Feedback :Bobot soal tes formatif setiap soal 10%.Bobot Tugas setiap soal 35%.

Lembar Kerja 5Alat dan bahan : 5 (Lima) unit komputer yang baru saja terinstal sistem operasi jaringan Linux Debian 5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1) Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.3) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terkoneksi dengan baik.4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat komputer(magnet, handphone, dan sebagainya).5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.6) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.Langkah Kerja1) Periksa semua kabel jaringan terhubung pada komputer.2) Hidupkan komputer dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on.3) Jika komputer telah hidup, maka lalukan analisis troubleshooting yang muncul.4) Apabila ada permasalahan yang muncul peserta didik melakukan perbaikan. 5) Matikan komputer dengan benar.

Form Penilaian Sikap

No.Aspek1234

1.2.3.4.56,.AntusiasKetepatanKecepatan KerjaKetelitianKerapihan / KebersihanTanggung Jawab

Catatan :1 = Amat baik2 = Baik3 = Cukup4 = Kurang

BAB IIIEVALUASI

1. Pertanyaan1. Sebutkan jenis-jenis sistem operasi yang dapat digunakan sebagai server dalam jaringan !2. Dalam melakukan instalasi sistem operasi Linux Debian 5, hal-hal apa sajakah yang harus diperhatikan ?3. Setting BIOS agar booting dari CD-ROM !4. Install sistem operasi Debian Linux 9 ke hard disk dengan prosedur yang benar.B. Kriteria KelulusanAspekSkor(1-10)BobotNilaiKeterangan

Kognitif (soal no 1 s/d 2)3Syarat lulus nilai minimal 70 dan skor setiap aspek minimal 7

Kebenaran 3

Kerapian, kebersihan, ketelitian2

Ketepatan waktu2

Nilai Akhir

Kategori kelulusan:70 79: Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.80 89: Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.90 100: Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.

BAB IVPENUTUP

Demikianlah modul Pemelajaran Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI. Materi yang telah dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja bagi peserta didik untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta didik memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai teknik instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI lebih jauh sehingga peserta didik dapat menginstal berbagai sistem operasi jaringan yang ada sesuai dengan kebutuhan.Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta didik dapat dinyatakan lulus/ tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta didik harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Hariyanto, 1997, Sistem Operasi, InformatikaDali S. Naga, 1992, Teori dan Soal : Sistem Operasi Komputer, Universitas GunadarmaFajrillah, 2011,Sistem Operasi Komputer, Ghalia Indonesiahttp://id.wikipedia.org/wiki/Windowshttp://id.wikipedia.org/wiki/UNIXhttp://teknik-informatika.com/sistem-operasiPudja Mansyurin, 2011, Konfigurasi Debian Server, Al-Mansyurin Indonesia

KUNCI JAWABAN

1. Kunci Jawaban Formatif 11.) Sistem operasi yang dapat digunakan dalam jaringan komputer adalah :Server : Windows (Windows NT, Windows 2000 Server, Windows Server 2003), Linux (Debian, Mandrake, SUSE, Debian dll) Unix, San Solaris dll Work Station : Windows (Win 9x, Win ME, Win2000, Win XP), Linux (Debian, Mandrake, SUSE, Debian dll)2.) Lihat Uraian materi 1Proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk menyebarkan, memodifikasi atau bahkan menjual kembali program tersebut tetapi dengan syarat source code asli harus diikutsertakan dalam distribusinya. Jawaban tidak harus sama karena disini yang diminta adalah pendapat dengan garis besar seperti di atas. 3.) Kelebihan sistem operasi Microsoft Windows Mudah Banyak digunakan di instansi dan perusahaan Dukungan software aplikasi banyak Linux Free Dikembangkan dengan konsep open source Dapat dikembangkan dan didistribusikan secara free

2. Kunci Jawaban Formatif 21) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan instalasi sistem operasi Linux Debian diantaranya adalah sebagai berikut : a) Pemilihan Versi DebianPilih versi Debian yang sesuai dengan spesifikasi hardware dan kebutuhan b) Pemilihan mode instalasi Pilih mode instalasi yang sesuai baik mode grafik (GUI) atau mode text 2) Urutan langkah-langkah instalasi sistem operasi Debian Linux dengan metode dari CDROM yaitu : Melakukan setting BIOS agar boot dari CDROM Memasukkan DVD # 1 Master Linux Debian ke dalam DVDROM dan lakukan boot ulang Pilih mode instalasi Lakukan pemilihan bahasa, keyboard, mouse dan lainnya Buatlah partisi hard disk minimal menjadi 2 yaitu /root dan swap Ikuti proses instalasi sampai selesai Boot ulang komputer. 3) Partisi dapat dibuat dari proses instalasi Linux Debian 5 atau dengan program lain seperti fdisk dari DOS, Partisi Magic atau program lainnya.

3. Kunci Jawaban Formatif 31) Ada 2 pengguna dalam sistem operasi jaringan yaitu administrator jaringan dan user. User merupakan pengguna yang diberi hak yang terbatas oleh administrator untuk melakukan pengoperasian ke dalam komputer. Sedangkan administrator merupakan pengguna tertinggi dalam sistem operasi jaringan. 2) Cara membuat user adalah anda harus login sebagai administrator lalu masuk ke dalam menu add user. Tentukan login user dan passwordnya serta hak akses yang diperbolehkan kepada user tersebut. 3) Proses instalasi dan hasil instalasi dapat dilihat.

4. Kunci Jawaban Formatif 41) 127 tidak masuk ke dalam kelas IP Address dikarenakan merupakan IP Loopback atau local host untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri. 2) Cara mengkonfigurasi IP Address pada Linux Debian pertama kali adalah mengedit file interfaces yg terletak pada /etc/network/interfaces. Lalu setelah setelah di restart konfigurasi nya dengan syntax /etc/init.d/networking restart. Setelah itu baru di cek hasil nya dengan perintah ifconfig.3) Cara untuk mengetes koneksi jaringan dengan cara mengetikkan perintang ping lalu nomor IP Address tujuan, bila hasil nya reply maka koneksi jaringan tersebut baik.

5. Kunci Jawaban Formatif 51) Filesystem recovery dilakukan dengan cara yaitu jika / punya journal, maka kernel akan memperbaikinya saat booting. Dan /etc/rc.d/rc.sysinit menjalankan fsck pada filesystem yg ditandai di /etc/fstab.

2) Permeriksaan kesalahan pada proses booting adalah sebagai berikut: Memeriksa konfigurasi bootloader Memeriksa Kernel /sbin/init Mulai init etc/rc.d/rc.sysinit /etc/rc.d/rc, /etc/rc.d/rc?.d/ Masuk ke runlevel X /etc/rc.d/rc.local3) fsck adalah program front end dari program-program yang lain. Jika disk mengalami failed, fsck dijalankan secara manual. Kunci Jawaban Evaluasi1. Jenis-jenis sistem operasi jaringan yang dapat digunakan sebagai server dalam jaringan adalah :a. Sistem Operasi Microsoft Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows Server 2003b. Berbasis Linux (Debian, RedHat, Caldera, Mandrake, SUSE dan lain sebagainya) c. Unixd. Free BSDe. San Solaris2. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan instalasi Linux Debian adalah a. Pemilihan Versi DebianKarena terdapat varian Debian maka perlu dipilih varian mana yang akan digunakan. Pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan sistem dan kemampuan hardware. Dengan memilih sistem operasi yang sesuai akan menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi pekerjaanb. Pemilihan mode instalasiMode instalasi berbasis grafik (GUI) mempunyai tampilan yang menarik dengan menu yang user friendly seperti pada menu-menu program berbasis Microsoft Windows tetapi mode ini memerlukan dukungan hardware yang bagus.Jika hardware yang digunakan kurang mendukung dapat dipilih mode text untuk mempercepat proses instalasic. Pemilihan metode instalasiDebian Linux menyediakan beberapa cara instalasi yaitu dengan CD-ROM, melalui hard disk, Melalui NFS, FTP maupun HTTP. Proses instalasi melalui CD-ROM dan hard disk lebih baik karena lebih mudah dan cepat.

d. Penomoran TCP/IPSetelah peserta didik melakukan instalasi sistem operasi Linux Debian 5 dengan benar, kemudian dapat mengeceknya apakah sistem operasi yang telah diinstal dapat bekerja sesuai dengan yang diiginkan.3. Pengaturan BIOS dilakukan pada saat komputer pertama kali dihidupkan sebelum masuk ke sistem operasi tekan tombol [DELETE] sehingga akan muncul menu BIOS sebagai berikut :

Gambar 60. Pengaturan BIOSHasil yang diperoleh adalah komputer dapat melakukan booting dari CDROM.4. Lihat materi 2.