Model Pembelajaran Kooperatif

  • View
    44

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Model Pembelajaran Kooperatif

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANGDalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan formal banyak dijumpai perbedaan-perbedaan mulai dari perbedaan gender, suku, agama, dan lain-lain. Dari karakter yang heterogen tersebut, timbul suatu pertanyaan bagaimana guru dapat memotivasi seluruh siswa mereka untuk belajar dan membantu saling belajar satu sama lain? Bagaimana guru dapat menyusun kegiatan kelas sedemikian rupa sehingga siswa akan berdiskusi, berdebat, dan menggeluti ide-ide, konsep-konsep, dan keterampilan sehingga siswa benar-benar memahami ide, konsep dan keterampilan tersebut? Bagaimana guru dapat memanfaatkan energi sosial seluruh rentang usia siswa yang begitu besar di dalam kelas untuk kegiatan-kegiatan pembelajaran produktif? Bagaimana guru dapat mengorganisasikan kelas sehingga siswa saling menjaga satu sama lain, saling mengambil tanggung jawab satu sama lain, dan belajar untuk menghargai satu sama lain terlepas dari suku, tingkat kinerja, atau ketidakmampuan karena cacat?Jawabannya adalah melalui pembelajaran kooperatif. Muhammad Nur (2005: 1 dalam model-pembelajaran-kooperatif.pdf ) mengatakan bahwa model pembelajaran kooperatif dapat memotivasi seluruh siswa, memanfaatkan seluruh energi sosial siswa, saling mengambil tanggungjawab. Model pembelajaran kooperatif membantu siswa belajar setiap mata pelajaran, mulai dari keterampilan dasar sampai pemecahan masalah yang kompleks. Untuk menciptakan suasana belajar kooperatif bukan suatu pekerjaan yang mudah. Untuk menciptakan suasana belajar tersebut diperlukan pemahaman filosofis dan keilmuan yang cukup disertai dedikasi yang tinggi serta latihan yang cukup pula.Sebagai tenaga pendidik, guru dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lebih dan pemahaman mengenai model-model pembelajaran kooperatif. Oleh karena itu, untuk memperkuat pengetahuan kita dalam makalah ini akan membahas mengenai model-model pembelajaran kooperatif beserta sintaksnya.B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang di bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif itu?2. Ada berapa tipe model pembelajaran kooperatif?

3. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif STAD?

4. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif TGT?5. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif TAI?

6. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif CIRC?

7. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif JIGSAW?

8. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif GI?

9. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif TPS?

10. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif NHT?C. TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk :

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif.

2. Mengetahui tipe-tipe model pembelajaran kooperatif.

3. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

4. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe TGT.

5. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe TAI.

6. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe CIRC.

7. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW.

8. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe GI.

9. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe TPS.

10. Mengetahui apa itu model pembelajaran kooperatif tipe NHT.BAB II

PEMBAHASANMODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepedensi efektif diantara anggota kelompok.

( Sugandi, 2002:14 dalam http://riyadi.purworejo.asia/2009/07/pembelajaran-kooperatif-cooperative/).Menurut Slavin (dalam http://elnicovengeance.wordpress.com/2012/09/09model-pembelajaran-kooperatif/) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengutamakan pembentukan kelompok yang bertujuan untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang efektif.Pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian, tujuannya untuk meningkatkan kerjasama akademik antar siswa, membentuk hubungan positif, mengembangkan rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. Aktivitas belajar berpusat pada siswa dalam bentuk diskusi, mengerjakan tugas bersama, saling membantu dan saling mendukung dalam memecahkan masalah. Melalui interaksi belajar yang efektif, siswa lebih termotivasi, percaya diri, mampu menggunakan strategi berpikir, serta mampu membangun hubungan interpersonal. Tujuan Model Pembelajaran Kooperatif

Tujuan model pembelajaran kooperatif menurut Widyantini ( 2006 : 4 dalam http://elnicovengeance.wordpress.com/ 2012/ 09/ 09/ model- pembelajaran -kooperatif/) adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya serta pengembangan keterampilan sosial.Johnson & Johnson ( dalam http://elnicovengeance.wordpress.com/2012/ 09/09/model-pembelajaran-kooperatif/) menyatakan bahwa tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok.

Louisell dan Descamps ( dalam http://elnicovengeance.wordpress.com/ 2012/09/09/model-pembelajaran-kooperatif/) juga menambahkan, karena siswa bekerja dalam suatu tim, maka dengan sendirinya dapat dapat memperbaiki hubungan diantara para siswa dari latar belakang etnis dan kemampuan, mengembangkan keterampilan-keterampilan proses dan pemecahan masalah.Jadi inti dari tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa, dan memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa lainnya. Prinsip Dasar Model Pembelajaran KooperatifMenurut Widyantini ( 2006: 4 dalam http://elnicovengeance.wordpress.com /2012/09/09/model-pembelajaran-kooperatif/), prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut:1. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya dan berpikir bahwa semua anggota kelompok memiliki tujuan yang sama.

2. Dalam kelompok terdapat pembagian tugas secara merata dan dilakukan evaluasi setelahnya.

3. Saling membagi kepemimpinan antar anggota kelompok untuk belajar bersama selama pembelajaran.

4. Setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas semua pekerjaan kelompok.

Ciri-ciri model pembelajaran kooperatifMenurut Widyantini ( 2006: 4 dalam http://elnicovengeance.wordpress.com /2012/09/09/model-pembelajaran-kooperatif/), model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:1. Siswa dalam kelompok bekerja sama menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.

2. Kelompok dibentuk secara heterogen.

3. Penghargaan lebih diberikan kepada kelompok, bukan kepada individu. Keunggulan pembelajaran Kooperatif LearningPenelitian telah menunjukkan bahwa model cooperative learning:

1. Meningkatkan aktivitas belajar siswa dan prestasi akademiknya.

2. Meningkatkan daya ingatan siswa

3. Meningkatkan kepuasan siswa dengan pengalaman belajar

4. Membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan

5. Mengembangkan keterampilan social siswa

6. Meningkatkan rasa percaya diri siswa

7. Membantu meningkatkan hubungan positif antar siswa.

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif, Menurut Ibrahim, Muslimin, et.al. ( 2000:10 dalam http://zaifbio.wordpress.com), yaitu :FaseTingkah Laku Guru

1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi peserta didik belajar

2. Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada peserta didik dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

3. Mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok-kelompok belajarGuru menjelaskan kepada peserta didik bagaimana caranya membentuk kelompok belajar agar melakukan transisi secara efisien

4. Membimbing kelompok bekerja dan belajarGuru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka

5. Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

6. Memberikan penghargaanGuru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Kekurangan model pembelajaran cooperative learning

Kekurangan pembelajaran kooperatif bersumber pada dua faktor yaitu faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern).

Faktor dari dalam yaitu sebagai berikut:

1. Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran d