Mewujudkan Budaya Maritim Indonesia

  • Published on
    31-Jan-2016

  • View
    220

  • Download
    0

DESCRIPTION

Maritim

Transcript

BAB XIIMEWUJUDKAN BUDAYA MARITIM INDONESIASEJARAH BUDAYA KELAUTAN INDONESIAEra kelautan pada abad tujuh dunia baru mengenal adanya dan berkuasanya abad kelautan Romawi-Yunani yang berpusat di laut tengah (Mediterania) yang oleh bangsa romawi disebut sebagai Mere Nastrum (Laut Kita). Lingkup pemanfaatan dan jangkauan ilmu pengetahuan-sain-teknologi kelautannya pada waktu itu masih berkisar pada tiga jenis pemanfaatan: militer, pelayaran, dan perikanan; sedangkan jangkauan dan dampaknya, serta pengaruhnya belum menyentuh dan menjamah lokasi berkuasanya kelautan raja sriwijaya. Jadi, pengaruh persaingan dan gangguan yang dapat mengancam era kelautan kerajaan sriwijaya hingga menjelang surutnya abad tiga belas tidak terasa sama sekali.Era kelautan Kerajaan Majapahit terjadi pada abad empat belas, tepatnya ketika era kelautan ini mulai berkembang dan dunia telah dikuasai oleh abad kelautan Eropa-Atlantik. Peranan bangsa portugis dan spanyol tampak sangat menonjol untuk menguasai samudera atlantik dan samudera dunia lainnya kita masih ingat tentang pelayaran Colombus pada 1492 yang berhasil menemukan benua baru : Amerika. Pada 1498, seorang pelaut asal portugis, Vasca de Gama, berlayar mengitari pucuk selatan Afrika dan mendarat di kalikit, india. Dari India, ia berlayar terus ketimur dan selatan merebut makala pada 1552 terus menyusur lebih ketimur lagi hingga sampai dikepulauan Maluku.Pada 1521, pelaut Spanyol lainnya, Magal Hans, berhasil pula berlayar mengitari pucuk selatan benua Amerika dan mencapai Filipina, serta juga Maluku. Kehadiran armada portugis dan spanyol di lingkungan Nusantara itu telah mendesak dan akhirnya menghancurkan era kelautan Kerajaan Majapahit hingga berakhir sama sekali. Bahkan, pada perkembangan sejarah berikutnya, bangsa portugis dan spanyol menjajah Nusantara selama beberapa tahun. Rakyat Indonesia yang tertinggal di daerah kelautannya sendiri bahkan didesak dari pantai masuk ke pedalaman untuk menjadi petani daratan. Desakan ini terus berlangsung hingga sekarang. Kini, ketika Gus Dur memegang tampuk dari anggota parlemen kelautan diharapkan dapat menjadi sector yang dapat mengendalikan pembangunan di Indonesia. Sayang, untuk mewujudkan hal ini banyak sekali kendaa yang harus dihadapi.IMPERIALISME AMERIKA SERIKAT: INDONESIA SEBAGAI PERANTARAPentingnya Indonesia bagi imperialism-kolonialisme AS pernah di tegaskan oleh presiden Eisenhower pada 1953. Saat itu, ia mengatakan dihapan peserta konferensi gubernur Negara-negara bagian bahwa pembiayaan oleh AS untuk perang kolonial pemerintah perancis di Vietnam sangat imperaktif, dan merupakan jalan termurah untuk tetap mengontrol Indonesia. Lebih jauh Eisenhower menerangkan bahwa: sekarang, marilah kita anggap bahwa kita kehilangan Indocina. Bila Indocina hilang, beberapa hal akan langsung terjadi. Tanjung Malaka, sebidang tanah terakhir yang bertahan disana, akan menjadi sulit dipertankan. Timah dan tungsten yang sangat kita hargai akan berhenti datang, dan seluruh india akan terkepung. Birma tidak akan berada di posisi yang dapat dipertahankan. Semuanya posisi di sekitar sana akan menjadi sangat tak menyenangkan untuk Amerika Serikat, karena pada akhirnya jika kita kehilangan semua itu, bagaimanakah dunia bebas akan mempertahankan kerajaan Indonesia yang kaya ? jadi, entah dimana, ini harus diberhentikan dan harus diberhentikan sekarang, dan inilah yang kita usahakan. Jadi bila AS memutuskan untuk menyumbang 400 juta dolar untuk membantu perang di indocina, kita bukannya menyuarakan program bantuan gratis. Kita memilih jalan termurah untuk mencegah sesuatu yang akan berarti sangat buruk untuk Amerika serikat, keamanan, kekuatan, dan kemampuan untuk mendapatkan barang-barang tertentu yang kita butuhkan dari kekayaaan-kekayaan wilayah Indonesia dan Asia Tenggara.Indonesia telah diperkirakan sebagai Negara terkaya nomor lima di dunia dibidang sumber-sumber alam. Selain sebagai produser minyak nomor lima terbesar, Indonesia juga mempunyai cadangan-cdangan timah, bauksit, batubara, emas perak, berlian, mangan, fostal, nikel, tembaga, karet, kopi, minyak kelapa sawit, tembakau, gula,kelapa, rempah-rempah kayu dan kina yang sangat besar.Pada 1939 yang pada waktu itu masih dipanggil East Indies Belanda Indonesia memasok lebih dari separuh konsumsi total bahan mentah yang terpenting bagi Amerika Serikat. Kekuasaan atas daerah penting ini dalam perang kelas penguasa AS bertekad bulat untuk tidak kehilagan kekayaan-kekayaan negeri ini ketangan rakyat Indonesia.Setelah kekayaan Prancis di Vietnam pada 1954, AS menjadi sangat khawatir bahwa perjuangan rakyat Vietnam akan menyulut pergolakan revolusioner diseluruh daerah Asia Tenggara, mengancam kontrol mereka atas Indonesia pada 1965 sebelum kudeta kaum komunis di Indonesia yang gagal itu, Richard Nixon yang segera menjadi presiden AS menyerukan untuk pemboman saturasi untuk melindungi potensi mineral besar Indonesia. Dua tahun setelah itu, ia menyatakan bahwa Indnesia merupakan hadiah terbesar Asia Tenggara Setelah kudeta kaum komunis yang lebh dikenal dengan sebutan Gerakan 30 september 1965,kegunaan diktator-otoritarisme Soeharto bagi dan demi kepentingan imperialism-kolonialisme AS telah tergaris bawahi dala laporan Departemen Luar Negeri AS ke Kongres pada 1975 yang disebutnya sebagai lokasi yang paling penting berwenang secara strategis di dunia. Hal ini didukung berbagai ha sebagai berikut: Mempunyai populasi yang terbesar diseluruh Asia Tenggara. Merupakan penyuplai utama bahan-bahan mentah di daerah itu. Kemakmuran ekonmi Jepang yang harus berkembang, sangatlah tergantung pada minyak bumi dan bahan-bahan mentah lain yang dipasok oleh Indonesia. Investasi Amerika yang sudah ada di Indonesia sangatlah kokoh dan hubungan dagang kita sedang berkembang cepat. Indonesia mungkin secara meningkat akan menjad penyedia yang penting untuk keperlua energi AS. Indoesia adalah anggota OPEC, tetapi itu mengambil sikap yang moderat dalam langkah-langkahnya dan tidak ikut serta dalam embargo minyak bumi. Kepulauan Indonesia terletak pada jalur-jalur laut yang sangat strategis pemerintah Indonesia memainkan peranan yang vital dalam perundingan-perundingan hukuk kelautan, yang sangatlah penting untuk keamanan komersial kita.Strategi AS didaerah ini sewaktu itu dapat di ringkas oleh senator William Beveridge: Filipina adalah milik kita selamanya dan lewat Pilipina adalah pasaran cina yang tak terbatas. Tidak akan mundur dari keduannya. Kita tidak akan meninggalkan tanggung jawab kita, kepercayaan Tuhan, untuk peradaban di dunia ini kita akan maju berkarya dengan rasa terima kasih dan rasa syukur kepada tuhan kita yang maha besar karena dia telah memilih kita sebagai orang-oang terpilihnya dan selanjutnya memimpin dalam kegenerasi dunia.........Perdaganagan terbesar kita mulia sekarang harus dengan Asia. Laut Pasifik itu adalah laut kita........ Pasifik adlah laut perdaganagan masa depan. Kekuatan yang memiliki pasifik, adalah kekuatan yang menguasai dunia. Dan dengan Filipina, kekuatan itu adalah dan akan selalu menjadi Republik Amerika. MENGHIDUPKAN KEMBALI BUDAYA KELAUTANMenurut Karjadi Wirjoatmojo, kelautan adalah sikap hidup dasar bahwa laut adalah sumberdaya utama untuk kelangsungan dan pertumbuhan hidup bangsa. Meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan, Indonesia perlu menengok dan mencontoh negara-negara kontinental seperti Rusia, Cina, dan India sudah sejak lama mengembangkan visi-misi kelutannya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Rusia mulai memberi perhatian yang sangat khusus terhadapsektor kelautan pada 1960. Disusul kemudian oleh India sekitar 1970-an. Demikian pula Cina dengan jumlah penduduk lebih dari satu milyar tidakmau ketinggalan dibawah kepemimipinan Deng Xiao Ping, Cina memetapkan program-program kelautan yang harus dicapai dalam waktu tertentu.Kini, Cina tidak hanya mengeksplorasi dan mengeksploitasi laut Cina selatan, terutama perikanannya, tetapi juga sudah merambah ke Afrika Barat. Itulah sebabnya tidak mengherankan jika menteri kelautan dan perikanan ( masa presiden Gus Dur ), Sarwono Kusumaatmadja beberapa waktu lalu mengungkapakan bahwa Indonesia sesungguhnya belum siap menjadi negara maritim. Hingga kini, belum ada persepsi yang sama tentang laut, baik di antara masyarakat umum, pemerintah, maupun pakar kelautan. Jadi, tak perlu heran pula kalau pihak asing sering kali memanfaatkan kondisi ini untuk mengeksploitasi kekayaan laut Indonesia (kompas).Menurut Hasjim, Indonesia sebagai negara yang dikelilingi laut seharusnya sejak dulu mengembangkan visi-misi kelautannya. Apalagi letaknya yang sangat strategis. Sayang, Indonesia belum mampu memanfaatkan potensi kelautan dan posisi yang sangat strategisnya itu. Para ahli memanfaatkan sumberdaya yang ada, yang terjadi malah dimanfaatkan oleh negara lain. STRATEGI MENGHIDUPKAN BUDAYA KELAUTANDalam menghidupkan kembali budaya kelautan yang telah lama terkubur, bangsa Indonesia memerlukan waktu yang sangat lama. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan strategi yang matang dan tepat-akurat. Untuk menumbuhkan kesadaran budaya kelautan Indonesia, ada tiga faktor yang perlu diperkuat.1) Faktor lingkungan, termasuk didalamnya adalah faktor sosial- budaya masyarakat yang sekarang ini masih berbudaya pedalaman. Sosio-kultur demikian harus segera diubah menjadi budaya maritim, termasuk dalam dari kalangan pemerintah dan legislative. Kini masih banyak orang yang selalu beranggapan bahwa laut hanyalah faktor penghubung pulau-pulau yang ada d Nusantara.2) Lembaga-lembaga pelayanan penunjang, seperti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Perkapalan. Alangkah baiknya pula jika pendidikan kelautan bagi generasi muda Indonesia ditanamkan sejak pendididkan dasar.3) Perilaku masyarakat yang dapat memusnahkan potens kelautan. Untuk itu, perilaku masyarakat harus segera mungkin diperbaiki. Salah satu cara yang dianggap tepat untuk melaksanakan program ini adalah publikasi tentang pendididkan lingkungan kelautan. Juga sosialisasi tentang penjelasan hokum di laut yang belum jelas keberadaannya sehingga sangat wajar jka potensi kelautan kita sering dicuri oleh bangsa lain.Membangun SDM Kelautan IndonesiaWalaupun Indonesia, selama ini dikenal memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, tetapi kalau Sumber Daya Manusia kita tidak mumpuni, kita hanya akan menjadi orang-orang upahan.(A.Yahya Muhaimin , Kompas, 6 Oktober 2000)Undang-undang No.22/1999 tentang Otonomi daerah yang mulai berlaku pada 1 Januari 2001 telah memberikan kewenangan yang sedemikian luas kepada daerah untuk mengelola Sumberdaya nasional yang tersedia diwilayahnya dan bertanggug jawab untuk memelihara kelestarian lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan sebagaimana tercantum dalam pasal 10 ayat 1. Penjelasan pasal 10 ayat 1 tersebut menguraikan bahwa yang dimaksud dengan sumber sumber daya nasional adalah sumber daya alam (SDA), sumber daya buatan (SDB), dan sumber daya manusia (SDM),yang tersedia di daerah.Indonesia merupakan negara bahari dengan 70 persen wilayahnya terdiri atas perairan sehingga laut merupakan lingkunan fisik yang lebih menonjol. Karena itu, masuk akal jika bangsa Indonesia khususnya daerah otonom mulai mengembangkan kesadaran tentang perlunya memanfaatkan secara lebih intensif namun tetap dalam batas-batas nilai yang dapat dipertanggung jawabkan bagi kesjahteraan dan kelestarian potensi sumber daya laut bagi generasi masa kini dan masa datang.Untuk mengatasi keadaan ini, warga negara Indonesia harus mempunyai satu kesatuan kesadaran, sikap dan perilaku terhadap keberadaan dan pemanfaatan sumberdaya alam yang kita memiliki. Pembinaan suatu etika global memang tidak mudah. Dalam hal ini, pemerintah dan para peneliti kebijakan harus dapat memerintahkan perlunya suatu perubahan. Menurut Engleson (1985), upaya ini dinilai hanya sebagai upaya jangka pendek. Upaya ini kan berhasil baik jika pada diri pemuda diseluruh dunia terdidik oleh etika semacam itu. Jenis pendidikan untuk mencapai tujuan ini adalah pendidikan Lingkungan Hidup (the environmental Education) bagi generasi muda bangsa.Ini sejauh dengan visi-misi kelautan dan perikanan abad dua puluh satu bahwa wilayah pesisir dan laut beserta segenap sumber daya dan jasa-jasa yang terkandung didalamnya merupakan sumber kehiduapn dan pembangunan yang harus dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi upaya peningkatan kemakmuran rakyat menuju terwujudnya bangsa Indonesia yan sejahtera dan maju.