62
Model Model-Model Model Pembelajaran Pembelajaran Matematika Matematika Model Model-Model Model Pembelajaran Pembelajaran Matematika Matematika R.Rosnawati R.Rosnawati Jurusan Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA FMIPA - UNY UNY

Metode Pembelajaran Matematika

Embed Size (px)

DESCRIPTION

medote metode dalam pembelajaran matematika

Citation preview

Page 1: Metode Pembelajaran Matematika

ModelModel--ModelModelPembelajaranPembelajaran MatematikaMatematika

ModelModel--ModelModelPembelajaranPembelajaran MatematikaMatematika

ModelModel--ModelModelPembelajaranPembelajaran MatematikaMatematika

ModelModel--ModelModelPembelajaranPembelajaran MatematikaMatematika

R.RosnawatiR.RosnawatiJurusan Pendidikan MatematikaJurusan Pendidikan Matematika

FMIPAFMIPA -- UNYUNY

Page 2: Metode Pembelajaran Matematika

Kompetensi YangDiharapkan

Memahami peserta didik dengan:• Memanfaatkan prinsip perkembangan

kognitif• Memanfaatkan prinsip kepribadian• Mengidentifikasi peserta didik• Mengidentifikasi gaya belajar visual,

auditif, dan kinestesik• Membedakan teori belajar behavior,

kognitif, kontruktivis dan sosial• Mendeskripsikn strategi pembelajaran

Memahami peserta didik dengan:• Memanfaatkan prinsip perkembangan

kognitif• Memanfaatkan prinsip kepribadian• Mengidentifikasi peserta didik• Mengidentifikasi gaya belajar visual,

auditif, dan kinestesik• Membedakan teori belajar behavior,

kognitif, kontruktivis dan sosial• Mendeskripsikn strategi pembelajaran

Page 3: Metode Pembelajaran Matematika

Rasional1. Perkembangan Kognitif2. Gaya belajar siswa beragam3. Perkembangan teori belajar4. Standar Proses

1. Perkembangan Kognitif2. Gaya belajar siswa beragam3. Perkembangan teori belajar4. Standar Proses

Page 4: Metode Pembelajaran Matematika

1. Perkembangan Kognitif• Sensory motor (0-2 Th)

memahami lingkungannya dengan jalan melihat, meraba atau memegang,mengecap, mencium dan menggerakan

• Pre-operasional (2-7 Th)kecenderungan anak untuk selalu mengandalkan dirinya pada persepsinyamengenai realitas.Intelek anak dibatasi oleh egosentris yaitu ia tidak menyadari orang lainmempunyai pandangan yang berbeda dengannya

• Concrete operational (7-11 Th)mampu mengembangkan pikiran logis.mampu berpikir secara operasi konkrit

• Formal operational (11 -15 Th)mampu berpikir abstrakmengembangkan hukum-hukum yang berlaku umum dan pertimbangan ilmiah

• Sensory motor (0-2 Th)memahami lingkungannya dengan jalan melihat, meraba atau memegang,mengecap, mencium dan menggerakan

• Pre-operasional (2-7 Th)kecenderungan anak untuk selalu mengandalkan dirinya pada persepsinyamengenai realitas.Intelek anak dibatasi oleh egosentris yaitu ia tidak menyadari orang lainmempunyai pandangan yang berbeda dengannya

• Concrete operational (7-11 Th)mampu mengembangkan pikiran logis.mampu berpikir secara operasi konkrit

• Formal operational (11 -15 Th)mampu berpikir abstrakmengembangkan hukum-hukum yang berlaku umum dan pertimbangan ilmiah

Piaget

Page 5: Metode Pembelajaran Matematika

2. Gaya Belajar• Secara biologis dan perkembangan

adalah seperangkat karateristikpribadi yang menjadikan efektifpengajaran bagi beberapa siswa dantidak efektif bagi yang lain.

• Gaya belajar mengakar kepada duateori belajar, yaitu Teori GayaKognitif dan Teori Percabangan Otak(Rita Dunn, dkk, 1991).

• Secara biologis dan perkembanganadalah seperangkat karateristikpribadi yang menjadikan efektifpengajaran bagi beberapa siswa dantidak efektif bagi yang lain.

• Gaya belajar mengakar kepada duateori belajar, yaitu Teori GayaKognitif dan Teori Percabangan Otak(Rita Dunn, dkk, 1991).

Page 6: Metode Pembelajaran Matematika

Gaya Belajar Siswa• Visual : daya tangkap maksimal

mengamati dan menggambar• Auditif : daya tangkap maksimal

mendengar dan berbicara• Kinesteti : daya tangkap maksimal

dengan gerakan fisik (bergerak danberbuat

• Eklektik : kombinasi berbagai gayabelajar secara seimbang dan dinamis

• Visual : daya tangkap maksimalmengamati dan menggambar

• Auditif : daya tangkap maksimalmendengar dan berbicara

• Kinesteti : daya tangkap maksimaldengan gerakan fisik (bergerak danberbuat

• Eklektik : kombinasi berbagai gayabelajar secara seimbang dan dinamis

Page 7: Metode Pembelajaran Matematika

Hasil Penelitian

Page 8: Metode Pembelajaran Matematika

3. Teori Belajar• Behavioristik• Kognitif• Konstruktivis• Sosial

Page 9: Metode Pembelajaran Matematika

Behavioristik• pembelajaran adalah berkaitan dengan

perubahan tingkahlaku.• Perubahan tingkah laku semasa proses

pembelajaran adalah hubungan antararangsangan (stimulus) dengan respondan adanya penguatan

• Belajar adalah perolehan pengetahuan• Mengajar adalah memindahkan

pengetahuan kepada orang yang belajar

• pembelajaran adalah berkaitan denganperubahan tingkahlaku.

• Perubahan tingkah laku semasa prosespembelajaran adalah hubungan antararangsangan (stimulus) dengan respondan adanya penguatan

• Belajar adalah perolehan pengetahuan• Mengajar adalah memindahkan

pengetahuan kepada orang yang belajar

Page 10: Metode Pembelajaran Matematika

Kognitif• Kognitif: Proses psikologis yang bersifat analitis, kontekstual,

sebab-akibat, bermakna, interpretatif• Kognitif adalah berkaitan dengan proses mental yang melibatkan

mengamati, mengetahui dan memahami.• Teori Gestalt (bentuk, pola ), manusia mempunyai struktur kognitif

di mana otak akan menyusun pengetahuan dalam ingatan dalamproses pembelajaran.

• Bruner(1973) mengemukakan Teori Pembentukan Konsep melaluiproses pengkategorisasi pengetahuan atau benda-benda yangmempunyai ciri-ciri yang sama.

• Piaget (1977) mengariskan tiga konsep yaitu skema, asimilasi danakomodasi yang dapat menjelaskan cara perkembangan mentalterjadi

• Kognitif: Proses psikologis yang bersifat analitis, kontekstual,sebab-akibat, bermakna, interpretatif

• Kognitif adalah berkaitan dengan proses mental yang melibatkanmengamati, mengetahui dan memahami.

• Teori Gestalt (bentuk, pola ), manusia mempunyai struktur kognitifdi mana otak akan menyusun pengetahuan dalam ingatan dalamproses pembelajaran.

• Bruner(1973) mengemukakan Teori Pembentukan Konsep melaluiproses pengkategorisasi pengetahuan atau benda-benda yangmempunyai ciri-ciri yang sama.

• Piaget (1977) mengariskan tiga konsep yaitu skema, asimilasi danakomodasi yang dapat menjelaskan cara perkembangan mentalterjadi

Page 11: Metode Pembelajaran Matematika

Konstruktivisme• Konstruktivis : Proses pengungkapan gagasan, penelitian

sederhana, prosedur ilmiah, sistematis• Belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman

kongkrit, aktifitas kolaborasi, dan refleksi sertainterprestasi.

• Mengajar menata lingkungan agar si pebelajar termotivasidalam menggali dan menghargai ketidakmenentuan

• Menurut Bruner pembelajaran adalah satu proses aktif dimana pebelajar membina idea baru berdasarkan pengetahuansebelumnya. Pebelajar mengungkapkan, menyusun hipotesis,membuat keputusan bergantung kepada struktur kognitif.

• Konstruktivis : Proses pengungkapan gagasan, penelitiansederhana, prosedur ilmiah, sistematis

• Belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalamankongkrit, aktifitas kolaborasi, dan refleksi sertainterprestasi.

• Mengajar menata lingkungan agar si pebelajar termotivasidalam menggali dan menghargai ketidakmenentuan

• Menurut Bruner pembelajaran adalah satu proses aktif dimana pebelajar membina idea baru berdasarkan pengetahuansebelumnya. Pebelajar mengungkapkan, menyusun hipotesis,membuat keputusan bergantung kepada struktur kognitif.

Page 12: Metode Pembelajaran Matematika

Sosial• Perubahan Prilaku belajar melalui

interaksi dengan lingkungan sosialsecara terus menerus

• Vygotsky : pebelajar yang berusiasama kemungkinan akan bekerjadalam zone of proximal development(ZPD)

• Perubahan Prilaku belajar melaluiinteraksi dengan lingkungan sosialsecara terus menerus

• Vygotsky : pebelajar yang berusiasama kemungkinan akan bekerjadalam zone of proximal development(ZPD)

Page 13: Metode Pembelajaran Matematika

4. PERATURAN MENTERI PENDIDIKANNASIONAL REPUBLIK INDONESIANOMOR

41 TAHUN 2007Standar ProsesI. PendahuluanII. Perencanaan Proses PembelajaranIII. Pelaksanaan Proses PembelajaranIV. Penilaian Hasil PembelajaranV. Pengawasan Proses Pembelajaran

Standar ProsesI. PendahuluanII. Perencanaan Proses PembelajaranIII. Pelaksanaan Proses PembelajaranIV. Penilaian Hasil PembelajaranV. Pengawasan Proses Pembelajaran

Page 14: Metode Pembelajaran Matematika

I. Perencanaan ProsesPembelajaran.

A. SilabusB. RPPC. Prinsip Penyusunan RPP

A. SilabusB. RPPC. Prinsip Penyusunan RPP

Page 15: Metode Pembelajaran Matematika

II. Pelaksanaan ProsesPembelajaran

A.Pesyaratan Pelaksanaan ProsesPembelajarana. Rombongan belajarb. Beban kerja minimal guruc. Buku teks pelajarand. Pengelolaan kelas

B. Pelaksanaan Pembelajaran

A.Pesyaratan Pelaksanaan ProsesPembelajarana. Rombongan belajarb. Beban kerja minimal guruc. Buku teks pelajarand. Pengelolaan kelas

B. Pelaksanaan Pembelajaran

Page 16: Metode Pembelajaran Matematika

LanjutanPelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP meliputia. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuanpembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi danmemfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktifdalam proses pembelajaran.

b. IntiKegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD.Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untukberpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inidilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi,elaborasi, dan konfirmasi.

c. PenutupPenutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiriaktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentukrangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dantindaklanjut.

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP meliputia. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuanpembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi danmemfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktifdalam proses pembelajaran.

b. IntiKegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD.Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untukberpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inidilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi,elaborasi, dan konfirmasi.

c. PenutupPenutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiriaktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentukrangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dantindaklanjut.

Page 17: Metode Pembelajaran Matematika

Eksplorasi1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan

dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajaridengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru danbelajar dari aneka sumber;

2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, mediapembelajaran, dan sumber belajar lain;

3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik sertaantara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumberbelajar lainnya;

4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatanpembelajaran; dan

5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan dilaboratorium, studio, atau lapangan.

1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dandalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajaridengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru danbelajar dari aneka sumber;

2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, mediapembelajaran, dan sumber belajar lain;

3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik sertaantara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumberbelajar lainnya;

4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatanpembelajaran; dan

5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan dilaboratorium, studio, atau lapangan.

Page 18: Metode Pembelajaran Matematika

Elaborasi1) membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam

melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan

lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupuntertulis;

3) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikanmasalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif cankolaboratif;

5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untukmeningkatkan prestasi belajar;

1) membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragammelalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, danlain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupuntertulis;

3) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikanmasalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif cankolaboratif;

5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untukmeningkatkan prestasi belajar;

Page 19: Metode Pembelajaran Matematika

lanjutan

6) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yangdilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individualmaupun kelompok;

7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerjaindividual maupun kelompok;

8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen,festival, serta produk yang dihasilkan;

9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yangmenumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri pesertadidik.

6) memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yangdilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individualmaupun kelompok;

7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerjaindividual maupun kelompok;

8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen,festival, serta produk yang dihasilkan;

9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yangmenumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri pesertadidik.

Page 20: Metode Pembelajaran Matematika

Konfirmasi1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam

bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadapkeberhasilan peserta didik,

2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi danelaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untukmemperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalamanyang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalambentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadapkeberhasilan peserta didik,

2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi danelaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untukmemperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalamanyang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

Page 21: Metode Pembelajaran Matematika

Lanjutana) berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam

menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapikesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku danbenar;

b) membantu menyelesaikan masalah;c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan

pengecekan hasil eksplorasi;d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang

atau belum berpartisipasi aktif.

a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalammenjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapikesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku danbenar;

b) membantu menyelesaikan masalah;c) memberi acuan agar peserta didik dapatmelakukan

pengecekan hasil eksplorasi;d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang

atau belum berpartisipasi aktif.

Page 22: Metode Pembelajaran Matematika

Kecenderungan PembelajaranMatematika

• CTLkonsep belajar yang membantu gurumengkaitkan antara materi yang diajarkandengan situasi dunia nyata dan mendorongsiswa membuat hubungan antarapengetahuan yang dimilikinya denganpenerapannya dalam kehidupan sehari-hari

(Nurhadi, 2002)

• CTLkonsep belajar yang membantu gurumengkaitkan antara materi yang diajarkandengan situasi dunia nyata dan mendorongsiswa membuat hubungan antarapengetahuan yang dimilikinya denganpenerapannya dalam kehidupan sehari-hari

(Nurhadi, 2002)

Page 23: Metode Pembelajaran Matematika

Tujuh Komponen UtamaCTL

• Kontrukstivisme• Menemukan• Bertanya• Masyarakat belajar• Pemodelan• Penilaian yang sebenarnya (Authentic

Assessment)• Refleksi

• Kontrukstivisme• Menemukan• Bertanya• Masyarakat belajar• Pemodelan• Penilaian yang sebenarnya (Authentic

Assessment)• Refleksi

Page 24: Metode Pembelajaran Matematika

1. KONSTRUKTIVISME Membangun pemahaman mereka

sendiri dari pengalaman baruberdasar pada pengetahuan awal Pembelajaran harus dikemas menjadi

proses “mengkonstruksi” bukanmenerima pengetahuan

24

Membangun pemahaman merekasendiri dari pengalaman baruberdasar pada pengetahuan awal Pembelajaran harus dikemas menjadi

proses “mengkonstruksi” bukanmenerima pengetahuan

Page 25: Metode Pembelajaran Matematika

2. INQUIRY (MENEMUKAN) Proses perpindahan dari pengamatan

menjadi pemahaman Siswa belajar menggunakan

keterampilan berpikir kritis

25

Proses perpindahan dari pengamatanmenjadi pemahaman Siswa belajar menggunakan

keterampilan berpikir kritis

Page 26: Metode Pembelajaran Matematika

3. QUESTIONING(BERTANYA)

Kegiatan guru untuk mendorong,membimbing dan menilai kemampuanberpikir siswa Bagi siswa yang merupakan bagian

penting dalam pembelajaran yangberbasis inquiry

26

Kegiatan guru untuk mendorong,membimbing dan menilai kemampuanberpikir siswa Bagi siswa yang merupakan bagian

penting dalam pembelajaran yangberbasis inquiry

Page 27: Metode Pembelajaran Matematika

4. LEARNING COMMUNITY(MASYARAKAT BELAJAR)

Sekelompok orang yang terikat dalamkegiatan belajar Bekerjasama dengan orang lain lebih baik

daripada belajar sendiri Tukar pengalaman Berbagi ide

27

Sekelompok orang yang terikat dalamkegiatan belajar Bekerjasama dengan orang lain lebih baik

daripada belajar sendiri Tukar pengalaman Berbagi ide

Page 28: Metode Pembelajaran Matematika

5. MODELING (PEMODELAN) Proses penampilan suatu contoh

agar orang lain berpikir, bekerjadan belajar Mengerjakan apa yang guru

inginkan agar siswamengerjakannya

28

Proses penampilan suatu contohagar orang lain berpikir, bekerjadan belajar Mengerjakan apa yang guru

inginkan agar siswamengerjakannya

Page 29: Metode Pembelajaran Matematika

6. AUTHENTIC ASSESSMENT(PENILAIAN YANGSEBENARNYA)

Mengukur pengetahuan danketerampilan siswa Penilaian produk (kinerja) Tugas-tugas yang relevan dan

kontekstual

29

Mengukur pengetahuan danketerampilan siswa Penilaian produk (kinerja) Tugas-tugas yang relevan dan

kontekstual

Page 30: Metode Pembelajaran Matematika

7. Reflection (refleksi) Cara berpikir tentang apa yang telah

kita pelajari Mencatat apa yang telah dipelajari Membuat jurnal, karya seni, diskusi

kelompok

30

Cara berpikir tentang apa yang telahkita pelajari Mencatat apa yang telah dipelajari Membuat jurnal, karya seni, diskusi

kelompok

Page 31: Metode Pembelajaran Matematika

Realistic MathematicsEducation (RME)

Lima Karakteristik Utama dari Pendekatan RME(1) menggunakan pengalaman siswa di dalam kehidupan sehari-

hari(2) mengubah realita ke dalam model, kemudian mengubah

model melalui matematisasi vertikal sebelum sampai kepadabentuk formal

(3) menggunakan keaktifan siswa(4) dalam mewujudkan matematika pada diri siswa diperlukan

adanya diskusi, tanya-jawab(5) adanya keterjalinan konsep dengan konsep, topik dengan

topik sehingga pembelajaran matematika lebih holistik daripada parsial

(Ruseffendi, 2003)

Lima Karakteristik Utama dari Pendekatan RME(1) menggunakan pengalaman siswa di dalam kehidupan sehari-

hari(2) mengubah realita ke dalam model, kemudian mengubah

model melalui matematisasi vertikal sebelum sampai kepadabentuk formal

(3) menggunakan keaktifan siswa(4) dalam mewujudkan matematika pada diri siswa diperlukan

adanya diskusi, tanya-jawab(5) adanya keterjalinan konsep dengan konsep, topik dengan

topik sehingga pembelajaran matematika lebih holistik daripada parsial

(Ruseffendi, 2003)

Page 32: Metode Pembelajaran Matematika

Model PembelajaranPengertian:Model pembelajaran adalah suatu bentuk kegiatanpembelajaran yang mempunyai empat ciri khusus yaitu:1. Rasional teoritik yang logis yang disusun oleh

penciptanya;2. Tujuan yang akan dicapai3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model

tersebut dapat dilaksanakan sehingga berhasil4. Lingkung belajar yang diperlukan agar tujuan

pembelajaran dapat tercapai

Pengertian:Model pembelajaran adalah suatu bentuk kegiatanpembelajaran yang mempunyai empat ciri khusus yaitu:1. Rasional teoritik yang logis yang disusun oleh

penciptanya;2. Tujuan yang akan dicapai3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model

tersebut dapat dilaksanakan sehingga berhasil4. Lingkung belajar yang diperlukan agar tujuan

pembelajaran dapat tercapai

Page 33: Metode Pembelajaran Matematika

Model PembelajaranMatematika

• Model Pembelajaran Langsung• Model Pembelajaran Berdasarkan

Masalah• Model Pembelajaran Kooperatif

• Model Pembelajaran Langsung• Model Pembelajaran Berdasarkan

Masalah• Model Pembelajaran Kooperatif

Page 34: Metode Pembelajaran Matematika

PEMBELAJARANLANGSUNG

Pembelajaran langsung dirancangsecara khusus untuk menunjang prosesbelajar siswa berkenaan denganpengetahuan prosedural danpengetahuan deklaratif yangterstruktur dengan baik dan dapatdipelajari selangkah-demi selangkah.

Pembelajaran langsung dirancangsecara khusus untuk menunjang prosesbelajar siswa berkenaan denganpengetahuan prosedural danpengetahuan deklaratif yangterstruktur dengan baik dan dapatdipelajari selangkah-demi selangkah.

Page 35: Metode Pembelajaran Matematika

Ciri-ciri PembelajaranLangsung

• Adanya tujuan pembelajaran danprosedur penilaian hasil belajar

• Sintaks atau pola keseluruhan danalur kegiatan pembelajaran

• Sistem pengelolaan dan lingkunganbelajar yang mendukung berlangsungdan berhasilnya pengajaran.

• Adanya tujuan pembelajaran danprosedur penilaian hasil belajar

• Sintaks atau pola keseluruhan danalur kegiatan pembelajaran

• Sistem pengelolaan dan lingkunganbelajar yang mendukung berlangsungdan berhasilnya pengajaran.

Page 36: Metode Pembelajaran Matematika

LANGKAH-LANGKAHPEMBELAJARANLANGSUNG

Fase

Indikator Peran Guru

1 Menyampaikan tujuan danmempersiapkan siswa

Menjelaskan tujuan, materiprasyarat, memotivasi siswadan mempersiapkan siswa

2 Mendemostrasikanpengetahuan danketerampilan

Medemonstrasikanketerampilan atau menyajikaninformasi tahap demi tahap

2 Mendemostrasikanpengetahuan danketerampilan

Medemonstrasikanketerampilan atau menyajikaninformasi tahap demi tahap

3 Mengecek pemahaman danmemberikan umpan balik

Mengecek kemampuan siswadan memberi umpan balik

4 Memberikan latihan danpenerapan konsep

Mempersiapkan latihan untuksiswa dengan menerapkankonsep yang dipelajari padakehidupan sehari-hari.

Page 37: Metode Pembelajaran Matematika

Pembelajaran BerdasarkanMasalah

Ciri utama pembelajaran berdasarkanmasalah meliputi suatu pengajuanpertanyaan atau masalah, memusatkanpada keterkaitan antar disiplin,penyelidikan autentik, kerjasama danmenghasilkan karya dan peragaan.

Ciri utama pembelajaran berdasarkanmasalah meliputi suatu pengajuanpertanyaan atau masalah, memusatkanpada keterkaitan antar disiplin,penyelidikan autentik, kerjasama danmenghasilkan karya dan peragaan.

Page 38: Metode Pembelajaran Matematika

Tujuan pembelajaran:• membantu siswa mengembangkan

keterampilan berfikir danketerampilan pemecahan masalah

• belajar peranan orang dewasa yangautentik

• Menjadi pebelajar yang mandiri

• membantu siswa mengembangkanketerampilan berfikir danketerampilan pemecahan masalah

• belajar peranan orang dewasa yangautentik

• Menjadi pebelajar yang mandiri

Page 39: Metode Pembelajaran Matematika

LANGKAH-LANGKAHPEMBELAJARAN

BEDASARKAN MASALAHFase

Indikator Kegiatan Guru

1 Orientasi siswakepada masalah

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran,menjelaskan logistik yang dibutuhkan,memotivasi siswa terlibat pada aktivitaspemecahan masalah yang dipilih.

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran,menjelaskan logistik yang dibutuhkan,memotivasi siswa terlibat pada aktivitaspemecahan masalah yang dipilih.

2 Mengorganisasikansiswa untuk belajar

Guru membantu siswa mendefinisikan danengorganisasikan tugas belajar yangberhubungan dengan masalah tersebut.

3 Membimbingpenyelidikanindividual maupunkelompok

Guru mendorong siswa untukmengumpulkan informasi yang sesuai,melaksanakan eksperimen, untuk menda-patkan penjelasan dan pemecahanmasalah

Page 40: Metode Pembelajaran Matematika

LANGKAH-LANGKAHPEMBELAJARAN

BEDASARKAN MASALAHFase

Indikator Kegiatan Guru

4 Mengembangkan danmenyajikanhasil karya

Guru membantu siswa dalammerencana-kan dan menyiapkan karyayang sesuai seperti laporan, vidoe, danmodel dan membantu mereka untukberbagi tugas dengan teman

Mengembangkan danmenyajikanhasil karya

Guru membantu siswa dalammerencana-kan dan menyiapkan karyayang sesuai seperti laporan, vidoe, danmodel dan membantu mereka untukberbagi tugas dengan teman

5 Menganalisisdanmengevaluasiprosespemecahanmasalah

Guru membantu siswa untukmelakukan refleksi atau evaluasiterhadap penyelidikan mereka danproses-proses yang mereka gunakan

Page 41: Metode Pembelajaran Matematika

PelaksanaanPembelajaran Berdasarkan

Masalah• Tugas-tugas perencanaan (perencanaan

tujuan, rancangan situasi masalah,organisasi sumber)

• Tugas interaktif (orientasi siswa padamasalah, mengorgani siswa belajar,membantu penyelidikan, analisis prosespemecahan masalah

• Lingkungan belajar dan tugas-tugasmanegemen

• Asesmen

• Tugas-tugas perencanaan (perencanaantujuan, rancangan situasi masalah,organisasi sumber)

• Tugas interaktif (orientasi siswa padamasalah, mengorgani siswa belajar,membantu penyelidikan, analisis prosespemecahan masalah

• Lingkungan belajar dan tugas-tugasmanegemen

• Asesmen

Page 42: Metode Pembelajaran Matematika

PEMBELAJARANKOOPERATIF

Pembelajaran kooperatif merupakanmodel pembelajaran yang menekankanadanya kerjasama antar siswa dalamkelompoknya untuk tujuan belajar

Pembelajaran kooperatif merupakanmodel pembelajaran yang menekankanadanya kerjasama antar siswa dalamkelompoknya untuk tujuan belajar

Page 43: Metode Pembelajaran Matematika

CIRI-CIRI PEMBELAJARANKOOPERATIF

• Siswa bekerja dalam kelompoksecara kooperatif

• Kelompok dibentuk dengan anggotadibuat sehetrogen mungkin(kemampuan akademis,ras, budaya,suku, jenis kelamin)

• Penghargaan lebih berorientasi padakelompok daripada individu

• Siswa bekerja dalam kelompoksecara kooperatif

• Kelompok dibentuk dengan anggotadibuat sehetrogen mungkin(kemampuan akademis,ras, budaya,suku, jenis kelamin)

• Penghargaan lebih berorientasi padakelompok daripada individu

Page 44: Metode Pembelajaran Matematika

3 Tujuan PembelajaranKooperatif

• Hasil belajar akademik• Penerimaan terhadap keragaman• Pengembangan keterampilan sosial

• Hasil belajar akademik• Penerimaan terhadap keragaman• Pengembangan keterampilan sosial

Page 45: Metode Pembelajaran Matematika

LANGKAH-LANGKAHPEMBELAJARAN

KOOPERATIFFase Indikator Kegiatan Guru1 Menyampaikan tujuan

dan memotivasi siswaGuru menyampaikan semua tujuanpembelajaran yang ingin dicapaipada pembelajaran tersebut danmemotivasi siswa

2 Menyajikan informasi2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepadasiswa dengan jalan demonstrasiatau lewat bahan bacaan

3 Mengorganisasikansiswa ke dalamkelompok-kelompokbelajar

Guru menjelaskan kepada siswabagaimana caranya membentukkelompk belajar dan membantusetiap kelompok agar melakukantransisi efisien

Page 46: Metode Pembelajaran Matematika

LANGKAH-LANGKAHPEMBELAJARAN

KOOPERATIF

Fase Indikator Kegiatan Guru4 Membimbing kelompok

bekerja dan belajarGuru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saatmengerjakan tugas

Membimbing kelompokbekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saatmengerjakan tugas

5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajartentang materi yang telahdipelajari atau masing-masingkelompok mempresentasikan hasilkerjanya.

6 Memberikanpenghargaan

Guru mencari cara untukmenghargai upaya atau hasilbelajar siswa baik individumaupun kelompok

Page 47: Metode Pembelajaran Matematika

Tipe PembelajaranKooperatif

• STAD• NHT (Kagan, 1993)• Jigsaw• Group Investigasi• TPS• Inner Circle Out Circle1. Snowball Throwing

• STAD• NHT (Kagan, 1993)• Jigsaw• Group Investigasi• TPS• Inner Circle Out Circle1. Snowball Throwing

Page 48: Metode Pembelajaran Matematika

STAD(Student Teams Achievement

Division )

– Membentuk kelompok beranggotakan 4-5orang secara heterogen.

– Guru menyampaikan materi umum– Guru memberi tugas kepada kelompok

untuk dikerjakan oleh anggota-anggotakelompok.

– Presentasi Kelas– Guru memberi kuis pada seluruh siswa– Memberi refleksi

– Membentuk kelompok beranggotakan 4-5orang secara heterogen.

– Guru menyampaikan materi umum– Guru memberi tugas kepada kelompok

untuk dikerjakan oleh anggota-anggotakelompok.

– Presentasi Kelas– Guru memberi kuis pada seluruh siswa– Memberi refleksi

Page 49: Metode Pembelajaran Matematika

Mekanisme perhitunganskor peningkatan nilai

individu• Setiap siswa mendapat nilai dasar yang

merupakan nilai kuis atau ulangan harian• Setelah siswa mengerjakan kuis, nilai

kuis dibandingkan dengan nilai dasar.Hasilnya merupakan nilai perkembanganindividu

• Acuan kriteria peningkatan individudapat dilihat pada tabel

• Setiap siswa mendapat nilai dasar yangmerupakan nilai kuis atau ulangan harian

• Setelah siswa mengerjakan kuis, nilaikuis dibandingkan dengan nilai dasar.Hasilnya merupakan nilai perkembanganindividu

• Acuan kriteria peningkatan individudapat dilihat pada tabel

Page 50: Metode Pembelajaran Matematika

Contoh Kriteria Peningkatan Individu

Kriteria Nilai PerkembanganLebih dari 10 poin di bawahskor dasar

0 poin

10 poin di bawah sampai 1 poindibawah skor dasar

10 poin10 poin di bawah sampai 1 poindibawah skor dasarSkor dasar sampai 10 poin diatas skor dasar

20 poin

Lebih dari 10 poin di atas skordasar

30 poin

Pekerjaan sempurna (tanpamemperhatikan skor dasar)

30 poin

Page 51: Metode Pembelajaran Matematika

Contoh Kriteria PenghargaanKelompok dalam Pembelajaran

KooperatifNilai Kelompok Kriteria Penghargaan

15 N 20 Kelompok Baik

20 < N 25 Kelompok Hebat20 < N 25 Kelompok Hebat

N > 25 Kelompok Super

Page 52: Metode Pembelajaran Matematika

Numbered Head Together (NHT)(Kagan, 1993)

– Siswa dikelompokkan dalam kelompok kecil (3-5), tiap siswa diberi nomor diri

– Guru memberi tugas kelompok, siswaberdiskusi membahas dan mengerjakan tugaskelompok sementara guru berkeliling untukmenilai

– Diskusi kelas, guru memanggil nomor dirisiswa dalam kelompok untuk membahas tugas,tiap jawaban siswa diberi skor sebagai skorkelompok dan individu

– Di akhir kegiatan guru memberi reinforsmenpada konsep-konsep yang ditemukan siswasebagai kesimpulan dan guru mengumumkankelompok terbaik pada kegiatan itu.

– Siswa dikelompokkan dalam kelompok kecil (3-5), tiap siswa diberi nomor diri

– Guru memberi tugas kelompok, siswaberdiskusi membahas dan mengerjakan tugaskelompok sementara guru berkeliling untukmenilai

– Diskusi kelas, guru memanggil nomor dirisiswa dalam kelompok untuk membahas tugas,tiap jawaban siswa diberi skor sebagai skorkelompok dan individu

– Di akhir kegiatan guru memberi reinforsmenpada konsep-konsep yang ditemukan siswasebagai kesimpulan dan guru mengumumkankelompok terbaik pada kegiatan itu.

Page 53: Metode Pembelajaran Matematika

Jigsaw Siswa dikelompokkan menjadi kelompok kecil (5-6) sebagai

kelompok asal Setiap anggota di kelompok asal diberi tugas yang berbeda Anggota kelompok pergi bergabung dengan anggota kelompok lain

membentuk kelompok ahli untuk memecahkan masalah yang sama Kelompok ahli membubarkan diri setelah mendapat pemecahan

masalah Siswa bergabung kembali dalam kelompok asal untuk saling menukar

jawaban dan menjelaskan/mengkomunikasikan semua temuannya dikelompok ahli Kuis terhadap pemecahan masalah dapat diperoleh secara individu,

melalui peningkatan skor individu dan dijumlahkan padakelompoknya serta diberi penghargaan untuk kelompok terbaik. Penghargaan kelompok

Siswa dikelompokkan menjadi kelompok kecil (5-6) sebagaikelompok asal Setiap anggota di kelompok asal diberi tugas yang berbeda Anggota kelompok pergi bergabung dengan anggota kelompok lain

membentuk kelompok ahli untuk memecahkan masalah yang sama Kelompok ahli membubarkan diri setelah mendapat pemecahan

masalah Siswa bergabung kembali dalam kelompok asal untuk saling menukar

jawaban dan menjelaskan/mengkomunikasikan semua temuannya dikelompok ahli Kuis terhadap pemecahan masalah dapat diperoleh secara individu,

melalui peningkatan skor individu dan dijumlahkan padakelompoknya serta diberi penghargaan untuk kelompok terbaik. Penghargaan kelompok

Page 54: Metode Pembelajaran Matematika

Kelompok Asal dan Kelompok AhliDalam Kooperatif Jigsaw

1 2 3 4 5 1 2 3 4 51 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Kelompok Asal

1 2 3 4 5 1 2 3 4 51 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Kelompok Ahli

1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5

Page 55: Metode Pembelajaran Matematika

Mekanisme perhitungan skorpeningkatan nilai individu

• Setiap siswa mendapat nilai dasar yang merupakannilai kuis atau ulangan harian

• Setelah siswa mengerjakan kuis, nilai kuisdibandingkan dengan nilai dasar. Hasilnyamerupakan nilai perkembangan individu

• Acuan kriteria peningkatan individu dapat dilihatpada tabel di atas

• Setiap siswa mendapat nilai dasar yang merupakannilai kuis atau ulangan harian

• Setelah siswa mengerjakan kuis, nilai kuisdibandingkan dengan nilai dasar. Hasilnyamerupakan nilai perkembangan individu

• Acuan kriteria peningkatan individu dapat dilihatpada tabel di atas

Page 56: Metode Pembelajaran Matematika

Think-Pair-Share– Guru memberi masalah– Siswa berpikir untuk memecahkan masalah

secara individu– Siswa berdiskusi secara berpasangan– Siswa mempresentasikan hasil– Guru membahas masalah dengan cara

menampung berbagai pendapat siswa sampaimenemukan penyelesaian masalah sebagai suatukesimpulan.

– Guru memberi masalah– Siswa berpikir untuk memecahkan masalah

secara individu– Siswa berdiskusi secara berpasangan– Siswa mempresentasikan hasil– Guru membahas masalah dengan cara

menampung berbagai pendapat siswa sampaimenemukan penyelesaian masalah sebagai suatukesimpulan.

Page 57: Metode Pembelajaran Matematika

Think-Pair-Square– Guru memberi masalah– Siswa berpikir untuk memecahkan masalah

secara individu– Siswa berdiskusi dalam kelompok (4 orang)– Siswa mempresentasikan hasil– Guru membahas masalah dengan cara

menampung berbagai pendapat siswa sampaimenemukan penyelesaian masalah sebagai suatukesimpulan.

– Guru memberi masalah– Siswa berpikir untuk memecahkan masalah

secara individu– Siswa berdiskusi dalam kelompok (4 orang)– Siswa mempresentasikan hasil– Guru membahas masalah dengan cara

menampung berbagai pendapat siswa sampaimenemukan penyelesaian masalah sebagai suatukesimpulan.

Page 58: Metode Pembelajaran Matematika

Team Game Tournamen• Siswa dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa

kelompok• Siswa belajar dengan menggunakan lembar kerja

dalam kelompok untuk menguasai materi.• Turnamen: siswa memainkan pertandingan akademik

dalam regu yang berkemampuan homogen, (misalnyaada tiga meja turnamen untuk kelompok rendah,sedang dan tinggi)

• Penghargaan kelompok: skor kelompok dihitungberdasarkan skor anggota kelompok turnamen, dankelompok baru diakui bila dapat melampaui kriteriaminimal.

• Siswa dalam satu kelas dibagi menjadi beberapakelompok

• Siswa belajar dengan menggunakan lembar kerjadalam kelompok untuk menguasai materi.

• Turnamen: siswa memainkan pertandingan akademikdalam regu yang berkemampuan homogen, (misalnyaada tiga meja turnamen untuk kelompok rendah,sedang dan tinggi)

• Penghargaan kelompok: skor kelompok dihitungberdasarkan skor anggota kelompok turnamen, dankelompok baru diakui bila dapat melampaui kriteriaminimal.

Page 59: Metode Pembelajaran Matematika

Grup Investigation (GI)(Sharan, 1992)

– Siswa dikelompokkan menjadi kelompok kecil(1-4)

– Guru memberi masalah yang menantang padatiap kelompok

– Tiap kelompok menyelidiki berbagai aspekdari masalah dan merencanakan apa yang akandiselidiki dan bagaimana menyelidikinya.

– Tiap kelompok melaksanakan rencananya danmenampilkan hasil kerjanya

– Guru dan siswa dari kelompok lain dan anggotakelompok yang tampil melakukan evaluasi dantanggapan pada presentase dari hasilpenyelidikannya.

– Siswa dikelompokkan menjadi kelompok kecil(1-4)

– Guru memberi masalah yang menantang padatiap kelompok

– Tiap kelompok menyelidiki berbagai aspekdari masalah dan merencanakan apa yang akandiselidiki dan bagaimana menyelidikinya.

– Tiap kelompok melaksanakan rencananya danmenampilkan hasil kerjanya

– Guru dan siswa dari kelompok lain dan anggotakelompok yang tampil melakukan evaluasi dantanggapan pada presentase dari hasilpenyelidikannya.

Page 60: Metode Pembelajaran Matematika

Inner Circle Out Circle– Siswa dalam satu kelas terbagi menjadi 2 kelompok besar– Tiap kelompok berembuk untuk membuat pertanyaan dan kunci

jawaban serta bobot penilaian– Satu kelompok melingkar kecil dengan menghadap keluar dan

bertugas memberi pertanyaan serta memberi skor pada jawabankelompok lain (separuh kelas lainnya) sebagai pasangannya yangberada di lingkaran luar sambil menghadap ke dalam

– Tiap anggota kelompok akan mendapat pertanyaan dari tiapanggota kelompok pasangannya.

– Kemudian siswa di lingkaran kecil diam di tempat sementara siswayang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkahsearah jarum jam.

– Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagiinformasi/pertanyaan.

– Tiap kelompok menjumlahkan skor untuk tiap anggota kelmpokpasangannya

– Yang bertugas untuk memberi pertanyaan dan menjawab dilakukansecara bergantian

– Siswa dalam satu kelas terbagi menjadi 2 kelompok besar– Tiap kelompok berembuk untuk membuat pertanyaan dan kunci

jawaban serta bobot penilaian– Satu kelompok melingkar kecil dengan menghadap keluar dan

bertugas memberi pertanyaan serta memberi skor pada jawabankelompok lain (separuh kelas lainnya) sebagai pasangannya yangberada di lingkaran luar sambil menghadap ke dalam

– Tiap anggota kelompok akan mendapat pertanyaan dari tiapanggota kelompok pasangannya.

– Kemudian siswa di lingkaran kecil diam di tempat sementara siswayang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkahsearah jarum jam.

– Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagiinformasi/pertanyaan.

– Tiap kelompok menjumlahkan skor untuk tiap anggota kelmpokpasangannya

– Yang bertugas untuk memberi pertanyaan dan menjawab dilakukansecara bergantian

Page 61: Metode Pembelajaran Matematika

Snowball Throwing– Guru menyampaian materi yang akan disajikan– Guru membentuk kelompok-kelmpok dan memanggil masing-

masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentangmateri

– Masing-masing ketua kembali ke kelompoknya masing-masingkemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh gurukepada temannya

– Kemudian masing-masing siswa diberi satu lembar kertaskerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja menyangkutmateri yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok

– Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuatseperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain

– Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikankesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yangtertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secarabergantian.

– Guru menyampaian materi yang akan disajikan– Guru membentuk kelompok-kelmpok dan memanggil masing-

masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentangmateri

– Masing-masing ketua kembali ke kelompoknya masing-masingkemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh gurukepada temannya

– Kemudian masing-masing siswa diberi satu lembar kertaskerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja menyangkutmateri yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok

– Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuatseperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain

– Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikankesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yangtertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secarabergantian.

Page 62: Metode Pembelajaran Matematika

Team Games Tournamen(TGT)

• Kelompok siswa heterogen 4 orang• Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4

siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi daritiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnyapaling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasilkesewpakatan kelompok.

• Pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan padatiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswabisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai, sehinggadiperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswapada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang diperolehnay diberikan sebutan (gelar)superior, very good, good, medium.

• Pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukanpergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswasuperior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamenyang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.

• Hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaankelompok dan individual.

• Kelompok siswa heterogen 4 orang• Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4

siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi daritiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnyapaling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasilkesewpakatan kelompok.

• Pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan padatiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswabisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai, sehinggadiperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswapada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang diperolehnay diberikan sebutan (gelar)superior, very good, good, medium.

• Pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukanpergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswasuperior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamenyang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.

• Hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaankelompok dan individual.