Click here to load reader

Mereka Belajar Dari Pengalaman (Kisah Sukses Pengusaha bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan)

  • View
    13.098

  • Download
    16

Embed Size (px)

Text of Mereka Belajar Dari Pengalaman (Kisah Sukses Pengusaha bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan)

di lapangno:01 |

belajar50.000 rp

mereka

an

Pendiri Bambang Ismawan Pemimpin Umum Bambang Ismawan Wakil Pemimpin Umum Koeswandi Pemimpin Redaksi Onny Untung Redaktur Pelaksana Karjono, Utami Kartika Putri Redaksi Syah Angkasa, Sardi Duryatmo, Evy Syariefa Firstantinovi, Dian Adijaya Susanto, Destika Cahyana, Laksita Wijayanti, Rosy Nur Apriyanti, Lastioro Anmi Tambunan, Vina Fitriani, Imam Wiguna, Hermansyah, Kiki Rizkika Sekretaris Redaksi Mimin Suyatmin Artistik Antonius Riyadi, Edi Amd, Satrio Wibowo, Bahrudin, Hernawan Nugroho, Andri Sitepu, Kukuh Hariyanto Konsultan Grafis Tonny Parhansyah Dokumentasi Indira Kelana Devi, Agus Untung Suropati Penerbit PT Trubus Swadaya Direktur Onny Untung Pemasaran PT Trubus Media Swadaya Direktur Tinus Lingga Iklan Kinanti Roospitasari (Koordinator), Supri Handoyono, Mahar Prabowo, Hawari Hamiddudin Distribusi Kosim (Kepala), Eddy Sunarto, Hudi Utomo

Topik6 8 14 20 24 28 32 36 40 42 46 52 56

Wisma Hijau, Jl. Raya Bogor Km 30 Mekarsari, Cimanggis, Depok - 16952 Telp : (021) 8729060, 87701748 Faks : (021) 8729059 E-mail: [email protected]; Homepage: www.trubus-online.com; Alamat Distribusi dan Iklan : Jl. Gunung Sahari III/7, Jakarta Pusat 10610 Telp. : (021) 4262318 (direct), 4204402, 4255354 (hunting), Fax. (021) 4269263; Bank: BRI Veteran No. RC. 314603099; Bank BCA Cabang Samanhudi a.n. Majalah Trubus (YSTM) No. Rek. 4770040111 Giro Pos : Rekening Giro dan Cek Pos No. A. 12.676; Alamat Surat : Kotak Pos 1456, Jakarta 10014; Harga per Eksemplar : Rp50.000,-. Kalau di kota Anda tidak ada agen toko buku yang menjual TRUBUS, Anda bisa berlangganan langsung dengan mengirimkan uang melalui pos wesel atau transfer ke Bank BCA Cab. Samanhudi a.n. PT Trubus Media Swadaya No. 4770091000. Kirimkan bukti transfer atau resi wesel ke Bagian Sirkulasi Majalah Trubus, Jl. Gunung Sahari III/7 Jakarta 10014 Tromol Pos 1456. Majalah akan dikirim dengan pos biasa ke alamat. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim. (Ongkos kirim Jawa/Madura Rp41.000,-; Sumatera Rp48.500,-; Kalimantan/Bali Rp50.000,-; Lombok/NTT/NTB Rp55.500,-; Sulawesi Rp52.500,-; Maluku/Irian(Papua) Rp64.000,-. 1. Toko Trubus Gunung Sahari, Jl. Gunung Sahari III/7 Jakarta Pusat, 021-4204402; 2. Kebun Pembibitan Trubus Cimanggis, Desa Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok, 021-8721201-04; 3. Toko Trubus Makro, Jl. Lingkar Luar Selatan Kav. 5-6 Pasar Rebo - Jakarta Timur, 021-9239845; 4. Toko Trubus Bintaro Jaya Sektor IX, samping Bank Universal, 021-7450761; 5. Toko Trubus Cikarang, Jl. Raya Industri, samping Hompimpa, Lippo Cikarang, 021-89909872; 6. Toko Trubus Daan Mogot, Jl Ruko Daan Mogot Baru samping Rs. Hermina, 021- 9188493; 7. Toko Trubus Ungaran, Jl. Merapi No. 17 Ungaran, 024- 6922976; 8. Toko Trubus Yogyakarta, Jl. Raya Godean Km. 5 Ps. Tlogorejo, 0274- 7104303; 9. Toko Trubus Semarang, Jl. Pamularsih No. 101 Semarang, 024-70718601 10. Toko Trubus Purwokerto, Jl. Menteri Sumpeno No. 10 (Depo Pelita) Sokaraja, 0281-6844218. PT DIAN RAKYAT. Isi di luar tanggung jawab percetakan.

Alamat Redaksi dan Perpustakaan

60 64 68 72 76 80 84

CARA BERLANGGANAN

TOKO-TOKO TRUBUS

Mereka Tidak Takut Lelah dan Rugi Mubin Usman Di Antara Buah dan Bensin Legawa Hamijaya Dokter Polisi di Kebun Duren Imron Khudori Juragan Adenium yang Besar di Jalan Eddy Sutioso Metamorfosis Pride of Sumatera Li Shih Hua Pelopor Ekspor Bulan Taiwan Pramote Rojruangsang Kisah Laki-laki Variegata Bangun Dioro Sersan di Kandang Kambing Daun Penjemput Maut Budiyanto Tasma Gudang Reptil Dunia Vichai Pinyawat Kegilaan Bersama Burung Kh Fuad Affandi Agribisnis dan Agama Priatmana Muhendi Kesetiaan pada Tomat Darren Chandra Setelah Timah Terbitlah Rempah Jap Khiat Bun Bersandar pada Ikan Hias Djuju Antony Tetap Diskus, Bukan yang Lain JB Hariantono Ketika Bangkir Terpikat sang Ratu Jesda Attavichit Kolonel Tertawan Cupang Suluh Eko Prabowo Makmur Karena Lobster Bukan karena Lampu Aladin

PENCETAK

Cover: Mereka Belajar di Lapangan Foto: Onny Untung Koleksi: Yui Po Chen Lokasi: Tian-Wei, Chung-Hua, Taiwan Desain: Edi AmdTRUBUS GOLD EDITION - I

4

r belajaandi lapa ng

merek

a

Mereka Tidak

Lelah & RugiJakarta membara. Asap mengepul dari gedung-gedung yang terbakar. Barang dagangan dijarah. Kerusuhan Mei 1998 itulah yang mengubah kehidupan Handry Chuhairy. Dari 5 toko, cuma 1 yang tersisa, ujar manajer operasional pasar swalayan Sabar Subur itu. Stres dan putus asa membuncah di benak alumnus Universitas Tarumanagara itu.lara itu tidak ia biarkan membenamkan Semangat bertahan di tengah kesulitan segera dibangkitkan. Ia pun rajin berselancar di dunia maya. Di malam-malam yang hening berkali-kali matanya menyinggahi situs berisi aneka warna bunga dan daun. Saya senang tanaman, ungkap sarjana Ekonomi itu. Hobi yang terpupuk sejak dahulu itulah yang mendorongnya untuk berkecimpungan di dunia tanaman hias, saat bisnis ritelnya terpuruk. Adenium dan aglaonema pilihan pertama. Sembilan tahun berlalu. Handry kini menjelma sebagai pekebun andal. Ia kerap diundang untuk

Takut

Dukadirinya.

berbicara di berbagai pelatihan aglaonema. Adenium, yang juga menjadi pilihannya sejak pertama kali terjun ke pertanian, memenuhi nurserinya di Tangerang. Bisnis ritelnya pun bangkit kembali. Tiga dari empat toko yang dulu terbakar berhasil dibangun kembali. Anggap saja kebun itu ganti toko yang kelima, katanya sambil tertawa terbahak-bahak saat dihubungi via telepon. Jauh sebelum Handry terjun ke bisnis tanaman, di Lembang Rizal Djaafarer sudah mengibarkan benderanya. Selama 28 tahun komunitas tanaman mengenal pria santun itu sebagai pakar kaktusTRUBUS GOLD EDITION - I

6

jangan menanyakan waktu yang tepat untuk dan phalaenopsis. Bisnis kaktusnya bermula memerah kambing pada Greg, menanyakan pH setelah ia berhasil menyilangkan aneka kaktus. air untuk koi pada Bangun Dioro, menanyakan Kepiawaian itu membuat Rizal bingung lantaran kaktus pada Jap Khiat Bun. Mereka tidak akan jumlah koleksinya membeludak. Iseng-iseng bisa menjawab. Itu karena ketiganya fokus di para kaktus itu dijual di pameran. Hasilnya luar bidang masing-masing. biasa. Jadi, Rizal muda memutuskan, kaktuslah Kerja keras, fokus, dan konsistensi itu ternyata kehidupannya. Ia hengkang dari bangku terakhir tidak cukup. Dinding terjal lain yang masih di Fakultas Pendidikan Teknik Kejuruan Jurusan harus dilalui dan setiap saat siap menghadang Arsitektur, IKIP Bandung. lagiialah rugi. Sekitar Rp100-juta uang Handry Rizal Djaafarel dan Handry Chuhairy bagian Chuhairy amblas sejak main aglaonema. dari orang nonpertanian yang berkebun dan Sedangkan Imron Khudori sempat terimpit hutang terbilang sukses di mata orang banyak. Sekadar Rp150-juta. Bisnis pelepah pisangnya terpuruk menyebut nama, ada Jaka Dhama Limbang, sehingga ia terpaksa menjadi pedagang keliling jebolan Fakultas Teknik Universitas Trisakti yang tanaman hias, sebelum nasibnya memperdalam ilmu pascapanen berubah menjadi bandar besar dan mampu memproduksi aneka adenium. mesin pertanian. Jauh melintasi Bagaimana Masuknya para pemain lautan, di Kaohsiung, Taiwan Li duduk berlatar belakang nonpertanian itu Shih Hua setiap hari menyibukkan memberikan fenomena menarik diri memonitor pertumbuhan perkaranya seperti yang terlihat di kebun phalaenopsisnya. Alumnus sehingga para durian Bernard Sadhani. Pekebun Business Adminstration, Taichung pemain tanaman durian jebolan Teknik Sipil ITB itu University itu kini berubah menjadi memperlakukan durian seperti tiang eksportir kelas dunia. yang semula listrik atau jalan raya. Kontraktor Lantas, apakah yang berlatar tidak mengerti sipil itu memakai theodolit saat belakang pertanian tidak ada yang menanam durian. Sejauh mata sukses? Tidak juga. Sebut saja seluk-beluk memandang, jejeran pohon durian Wildan Mustofa, jebolan Fakultas pertanian bisa di Cikalong Kulon, Cianjur, itu terlihat Pertanian Jurusan Ilmu Tanah lurus dengan tinggi seragam. IPB yang berkebun kentang di eksis? Eka Nun di Desa Cisarua, Kecamatan Pangalengan. Nama lain ialah Budianta, sang Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Gregori Garnadi Hambali, lulusan Priatmana Muhendi pernah gagal Biologi University of Birmingham, penyair yang Inggris, breeder kawakan yang senang menulis memenuhi permintaan besar untuk tomat. Soalnya, tomat yang ia diacungi jempol oleh pemain kumpulkan dari petani di sekitarnya tanaman dunia. mempunyai beragam bentuk, ukuran, dan *** jawabannya, warna. Sarjana Manajemen itu Bagaimana duduk perkaranya Karena mereka pun kemudian menularkan ilmu sehingga para pemain tanaman yang semula tidak mengerti seluktidak tahu apa- manajemennya pada petani. Ia menganjurkan ada kerjasama beluk pertanian bisa eksis? Eka apa, tapi suka. pengaturan masa tanam dan jenis. Budianta, penyair yang senang Kini, di desa itu dapat diperoleh menulis menjawabannya, Karena tomat dalam jumlah besar dengan mereka tidak tahu apa-apa, tapi keseragaman tinggi, tidak campur aduk bulat, suka. Lantaran tidak tahu apa-apa, setiap saat lonjong, merah atau kuning. tanaman itu diperhatikan sehingga tumbuh baik. Ketekunan yang digabung dengan tekad dan Terjemahan di lapangan dari ucapan Eka kesabaran memang modal besar yang diperlukan Budianta itu ialah disiplin. Ambil contoh Bangun untuk terjun di agribisnis. Dua puluh satu tahun Dioro. Jika pada malam hari telinganya terusik lalu Jap Khiat Bun mencari cacing di sungai lengkingan kambing, maka esok paginya ia Jakarta yang kotor dan berbau Semua sungai akan menjadi penghulu, mengawinkan kambing. dan selokan sudah saya datangi untuk diambil Kambing melengking pertanda birahi. Jika masa cacingnya, katanya. Eksportir ikan hias terbesar kawin ditunda, Bangun Dioro harus menunggu 21 di Indonesia itu tekun, belajar pada para ahli. hari lagi. Itu artinya ia kehilangan waktu 5 bulan Dia menjalankan prinsip Sin Yung: kepercayaan untuk bisa memerah sus

Search related