11
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja dinyatakan sebagai masa peralihan dari anak – anak menjadi dewasa. Masa ini berlangsung sangat singkat dari rentang masa kehidupan seseorang. Namun demikian, kehidupan masa ini akan sangat mempengaruhi masa selanjutnya, artinya jika tumbuh kembang masa ini baik, maka remaja akan tumbuh menjadi baik dan sehat, dan begitu pula sebaliknya. Hal penting yang harus diketahui pada masa ini adalah bahwa remaja pada umumnya akan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik, emosi, kognitif, maupun psikososial yang besar. Salah satu perubahan penting yang terjadi adalah pubertas yang ditandai dengan munculnya karakteristik seks sekunder dan mulai berfungsinya organ reproduksi. Khusus bagi remaja putri perubahan yang terjadi ditandai dengan datangnya haid yang pertama kali, peristiwa haid pertama ini dalam istilah medis disebut dengan menarche. Kesehatan reproduksi perlu di cermati lebih lanjut, 1

menarche

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bab 1 menarche

Citation preview

Page 1: menarche

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masa remaja dinyatakan sebagai masa peralihan dari anak – anak

menjadi dewasa. Masa ini berlangsung sangat singkat dari rentang masa

kehidupan seseorang. Namun demikian, kehidupan masa ini akan sangat

mempengaruhi masa selanjutnya, artinya jika tumbuh kembang masa ini

baik, maka remaja akan tumbuh menjadi baik dan sehat, dan begitu pula

sebaliknya. Hal penting yang harus diketahui pada masa ini adalah bahwa

remaja pada umumnya akan mengalami banyak perubahan, baik secara

fisik, emosi, kognitif, maupun psikososial yang besar. Salah satu perubahan

penting yang terjadi adalah pubertas yang ditandai dengan munculnya

karakteristik seks sekunder dan mulai berfungsinya organ reproduksi.

Khusus bagi remaja putri perubahan yang terjadi ditandai dengan datangnya

haid yang pertama kali, peristiwa haid pertama ini dalam istilah medis

disebut dengan menarche.

Kesehatan reproduksi perlu di cermati lebih lanjut, karena di seluruh

dunia anak – anak remaja baik laki – laki maupun perempuan mengalami

berbagai masalah kesehatan reproduksi seperti kehamilan yang tak

diinginkan, penyakit menular seksual (PMS) termasuk infeksi HIV dan

masalah kesehatan reproduksi serius lainnya. Menurut WHO setengah dari

infeksi HIV di seluruh dunia terjadi pada orang muda yang berusia di bawah

25 tahun (Qomariyah, 2002, Ringkasan Penelitian Pengetahuan tentang

Kesehatan Reproduksi di Kalangan Murid SMP, ¶ 1,

1

Page 2: menarche

http://situs.kesrepro.info, diperoleh tanggal 8 Februari, 2008). Survei

surveilan perilaku yang diadakan oleh Pusat Penelitian Kesehatan

Universitas Indonesia (PPK-UI) menunjukkan bahwa 2,8% pelajar SMA

wanita dan 7% dari pelajar SMA pria melaporkan adanya gejala – gejala

PMS (Penyakit Menular Seksual) pada periode setahun lalu, Utomo (1998

dalam Qomariyah, 2002, Ringkasan Penelitian Pengetahuan tentang

Kesehatan Reproduksi di Kalangan Murid SMP, ¶ 1,

http://situs.kesrepro.info, diperoleh tanggal 8 Februari, 2008).

Abad lalu, menstruasi di mulai pada usia rata – rata 16 tahun, sedangkan

untuk abad ini, remaja perempuan mengalami pertumbuhan tubuhnya pada

usia rata – rata 8 – 9 tahun dan mengalami menarche (haid pertama) rata –

rata pada usia 12 tahun. Sedangkan menurut Manuaba (1999) menarche

umumnya terjadi pada usia 12 sampai 13 tahun. Semakin hari usia

menarche memang semakin dini. Selain itu, informasi tentang seks yang

semakin mudah diperoleh memicu otak untuk segera mengaktifkan hormon

seksual (BKKBN, 2005). Bahkan studi di Indonesia diantaranya di UI Depok,

yang dilakukan oleh Damayanti (2001) menunjukan usia menarche remaja

putri sekitar 12,25 + 0,12 tahun dan penelitian Ginarhayu (2002) di Jakarta

Timur sekitar 12,3 + 1,1. Rata – rata umur menarche dari penelitian

sebelumnya seperti pada penelitian yang dilakukan Harpini (2003) berada

pada rentang 11,9 ± 0,25 tahun. Usia tersebut secara umum terdapat pada

siswi SD kelas 5 atau 6.

Remaja perempuan yang telah mencapai kematangan biologisnya,

biasanya akan segera diikuti dengan perkawinan usia belia yang

mengantarkan remaja perempuan pada resiko kehamilan dan persalinan

2

Page 3: menarche

dini. Besarnya ancaman terhadap remaja perempuan dan akan

mempengaruhi tingginya angka kematian ibu terutama karena komplikasi

kehamilan dan persalinan, infeksi HIV/AIDS, serta upaya pengguguran

kandungan yang tidak aman, maka sangat penting untuk mengetahui umur

menarche wanita serta faktor – faktor yang berhubungan dengannya. Salah

satu faktor yang berhubungan dengan semakin cepatnya umur seseorang

gadis mengalami menarche diantaranya disebabkan oleh karena kadar gizi

yang lebih baik. Menurut Cumming et All dalam Aryati (2002), usia menarche

dipengaruhi oleh gizi yang baik. Remaja putri yang kurang gizinya atau yang

melakukan diet dalam rangka menurunkan berat badan akan mengalami

keterlambatan dalam menarche. Faktor lain yang mempengaruhi menarche

adalah aktifitas olah raga. Hasil penelitian Matondang (2003) mengatakan

bahwa ada hubungan yang bermakna antara olah raga berat dengan

lambatnya remaja putri memperoleh menarche.

Usia menarche yang cukup dini serta pengetahuan siswi yang kurang

mengenai kesehatan reproduksi khususnya menarche dimana sekolah

sebagai tatanan komunitas harus peduli akan fenomena tersebut oleh

karena itu peneliti mengambil sekolah sebagai tempat penelitian. Alasan

peneliti mengambil jenjang pendidikan menengah pertama karena untuk

memudahkan peneliti melakukan penelitian mengenai usia menarche. SMPN

I Baleendah saat ini merupakan salah satu sekolah umum negeri terbaik di

Kabupaten Bandung Selatan, oleh karena itu siswi yang sekolah di sekolah

tersebut berasal dari latar belakang yang cukup beragam. 55,83% siswa

SMPN I Baleendah adalah siswa perempuan, dengan kata lain jumlah siswa

perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah siswa laki – laki.

3

Page 4: menarche

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti diperoleh data, 33%

siswi SMPN I Baleendah mengalami menarche pada usia 11 tahun.

Umumnya siswi belajar tentang haid dari ibunya, namun tidak semua ibu

memberikan informasi yang memadai kepada putrinya mengenai hal

tersebut. Akibatnya sebagian dari mereka yang telah mengalami menarche

pada usia dini merasa cemas dan malu. Mereka bertanya – tanya apakah

menarche pada usia dini itu merupakan sesuatu hal yang normal dan

apakah semua perempuan seusianya mengalami hal yang sama, sehingga

mereka tidak beranggapan bahwa menstruasi itu merupakan sesuatu yang

tidak menyenangkan dan membuat dirinya berbeda dari teman perempuan

seusianya.

Hasil wawancara dengan beberapa siswi, umumnya mereka yang diberi

uang saku berlebih oleh orang tuanya dapat dengan mudah membeli hal –

hal yang dapat memacu terjadinya menarche lebih awal seperti majalah –

majalah remaja, DVD, menggunakan jasa internet dan lain – lain namun

tidak menutup kemungkinan mereka yang uang sakunya tidak terlalu besar

mengalami menarche lebih awal walaupun mereka tidak mampu

membelinya tetapi mereka dapat meminjam dari teman – temannya atau

hanya menemani temannya bermain di internet. Secara tidak mereka sadari

sebelum mereka mengalami menarche mereka banyak makan dan

mengemil, yang mereka sadari hanyalah badan mereka yang bertambah

gemuk dan tidak pernah olah raga selain dari pelajaran Penjas di

sekolahnya. Hal inilah yang dapat memacu terjadinya menarche lebih awal

karena menarche terjadi bila lemak tubuh telah mencapai paling sedikit 17 %

dan 22 % untuk haid teratur.

4

Page 5: menarche

Sepanjang pengetahuan peneliti di Bandung belum ada referensi yang

menyatakan pernah dilakukan penelitian tentang menarche, sehingga

membuat peneliti tertarik melakukan penelitian tentang faktor – faktor yang

berhubungan dengan percepatan usia menarche siswi SMPN I Baleendah

tahun ajaran 2007/2008.

B. Rumusan Masalah

Saat ini terjadi kecenderungan percepatan umur menarche dari kurun

waktu ke waktu padahal umur menarche yang semakin cepat membuat

seorang remaja putri berada pada percepatan usia seksual aktif yang lebih

cepat. Merupakan fenomena penting untuk dipahami dan dicermati bahwa

akibat status gizi dan sosial ekonomi yang semakin baik, rendahnya

kemauan remaja untuk berolahraga, faktor lingkungan seperti paparan audio

visual porno yang semakin bebas dikonsumsi membuat remaja putri akan

mengalami menarche pada usia yang dini dimana sebagian remaja putri

mengalami kecemasan dengan timbulnya menarche pada usia yang cukup

dini tersebut. Mereka bertanya – tanya apakah menarche pada usia dini itu

merupakan sesuatu hal yang normal dan apakah semua perempuan

seusianya mengalami hal yang sama, sehingga mereka tidak beranggapan

bahwa menstruasi itu merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan dan

membuat dirinya berbeda dari teman perempuan seusianya.

Dininya usia menarche akan mengantarkan remaja pada resiko penyakit

menular seksual (PMS) termasuk HIV / AIDS dan kehamilan yang tidak

dikehendaki dimana akan berdampak pula pada perilaku aborsi yang tidak

aman yang akan menyebabkan tingginya angka kematian ibu terutama

5

Page 6: menarche

karena komplikasi kehamilan dan persalinan. Keadaan ini akan lebih

diperparah dengan pergaulan remaja yang cenderung bebas, dan

pengawasan dari orang tua yang semakin longgar.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan rumusan masalah

sebagai berikut : “Faktor – faktor Apakah yang Berhubungan dengan

Percepatan Usia Menarche Siswi SMPN I Baleendah Tahun Ajaran

2007/2008 ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan percepatan

usia menarche siswi SMPN I Baleendah tahun ajaran 2007/2008.

2. Tujuan Khusus

a. Diketahuinya gambaran sosial ekonomi siswi SMPN I Baleendah

tahun ajaran 2007/2008.

b. Diketahuinya gambaran status gizi siswi SMPN I Baleendah tahun

ajaran 2007/2008.

c. Diketahuinya gambaran keterpaparan sumber informasi siswi SMPN I

Baleendah tahun ajaran 2007/2008.

d. Diketahuinya gambaran aktifitas fisik siswi SMPN I Baleendah tahun

ajaran 2007/2008.

e. Diketahuinya gambaran usia menarche siswi SMPN I Baleendah

tahun ajaran 2007/2008.

f. Diketahuinya hubungan antara sosial ekonomi dengan percepatan

usia menarche siswi SMPN I Baleendah tahun ajaran 2007/2008.

6

Page 7: menarche

g. Diketahuinya hubungan antara status gizi dengan percepatan usia

menarche siswi SMPN I Baleendah tahun ajaran 2007/2008.

h. Diketahuinya hubungan antara keterpaparan sumber informasi

dengan percepatan usia menarche siswi SMPN I Baleendah tahun

ajaran 2007/2008.

i. Diketahuinya hubungan aktifitas fisik dan percepatan usia menarche

siswi SMPN I Baleendah tahun ajaran 2007/2008.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritik

a. Peneliti mengharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan

sumbangan ilmiah bagi ilmu keperawatan untuk menambah

pengembangan informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya

mengenai menarche dan faktor – faktor yang berhubungan

dengannya pada remaja putri di sekolah.

b. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat

digunakan sebagai data dasar untuk penelitian lanjutan yang

berkaitan dengan menarche.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi sekolah tempat penelitian

Sebagai bahan masukan bagi para pendidik di SMPN I Baleendah

untuk membina para siswanya mengenai pendidikan kesehatan

reproduksi yang benar dan tepat sedini mungkin.

7

Page 8: menarche

b. Bagi peneliti

Peneliti mendapatkan pengalaman penelitian dan tambahan

informasi mengenai kesehatan reproduksi khususnya mengenai

menarche dan faktor – faktor yang berhubungan dengannya.

8