Membudayakan Tradisi Menulis Karya Ilmiah

  • View
    17

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

MEMBANGUN TRADISI KEPENULISAN DI KALANGAN DOSEN PERGURUAN TINGGI

OLEH :

MUH. ARIEF EFFENDI,SE,MSI,AK,QIA(SENIOR AUDITOR OPERASIONAL PT. KRAKATAU STEEL, DOSEN LUAR BIASA FE USAKTI & STIE TRISAKTI)

BAHAN

DISKUSI

TEKNIK PENULISAN ARTIKEL / KARYA ILMIAH DI MEDIA MASSA & JURNAL SENIN, 11 DESEMBER 2006

UNIVERSITAS

INTERNASIONAL BATAM

A. Pendahuluan Dosen termasuk salah satu civitas akademika di perguruan tinggi yang memiliki wawasan intelektual tinggi diharapkan dapat menyampaikan ide / pemikiran / gagasannya secara sistematis, baik secara lisan maupun tulisan. Kelemahan umum yang terjadi pada sebagian dosen di perguruan tinggi adalah karena kesibukan mengajar di kampus, sehingga melupakan salah satu kewajiban yang tidak kalah penting dari mengajar yaitu menulis karya ilmiah. Bahkan banyak dosen yang kenaikan jenjang kepangkatan akademiknya terhambat /terlambat, hanya karena kesulitan dalam membuat karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah memang bagi sebagian dosen masih menjadi momok yang sulit diatasi. Menurut pengamatan penulis, tradisi kepenulisan di kalangan dosen di perguruan tinggi belum membudaya. Hal ini ditunjukkan masih sedikitnya hasil karya ilmiah dosen yang dipublikasikan di media massa maupun jurnal ilmiah. B. Teknik Penulisan Artikel Ilmiah Populer Artikel / karya tulis pendapat disajikan secara ilmiah populer atau di media sering disebut opini / Gagasan yang

/ gagasan pribadi seseorang populer

yang sifatnya ilmiah dan massa.

disampaikan dapat meliputi berbagai aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial-budaya, hukum dan hankam dan lain-lain. Teknik penyajian karangan jenis ini mengacu pada metode penulisan yang mudah dimengerti oleh publik, lugas , kritis dan tidak perlu disertai dengan rumus-rumus / angka-angka statistik yang rumit. 1. Teknik Penulisan Artikel

Bahan Diskusi Teknik Penulisan Artikel / Karya Ilmiah di Media Massa & Jurnal

2

Teknik penulisan artikel ilmiah populer yang berlaku di media massa (koran, majalah, buletin dan lain-lain) secara umum terdiri dari beberapa langkah sebagai berikut : a. menggali ide Kita harus bisa menuangkan ide-ide / pemikiran kita kedalam tulisan yang hasil akhir berupa artikel. Dalam menggali ide, kita harus mengunakan alur pemikiran yang runtut dan sistematis. Isi artikel dapat berupa pandangan kita memberikan alternatif solusi terhadap suatu (problem solving).. b. Membuat kerangka tulisan secara detail Kerangka tulisan secara sederhana biasanya dimulai dari pendahuluan, pembahasan masalah, kesimpulan. Lebih bagus apabila dilengkapi dengan solusi permasalahan berupa saran / rekomendasi terhadap pihak-pihak terkait. c. Mengumpulkan bacaan berbagai referensi yang relevan sangat penting dalam rangkamendukung opini kita. Tanpa dukungan dari data-data/ fakta / bahan bacaan maka tulisan kita terlihat kering dan kurang dapat memberikan makna kepada para pembaca. d. Menulis dengan ekspresi bebas Hal yang paling sulit bagi kita adalah pada saat kita mulai untuk menuliskan semua yang sudah kita dapatkan. Ketrampilan menulisi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kegiatan menulis perlu dilakukan secara terus menerus dan jangan pernah mengulur waktu. Apabila kita menunda-nunda dalam menyelesaiakn suatu tulisan, maka akan timbul rasa bosan untuk memulai lagi. Tulis apa saja yang terbersit dalam pikiran. e. Editing Setelah opini / gagasan sudah selesai ditulis, maka kita perlu membaca ulang sekaligus mengedit apa yang sudah kita tulis.Bahan Diskusi Teknik Penulisan Artikel / Karya Ilmiah di Media Massa & Jurnal 3

dalam masalah

data,

fakta,

referensi

dan

bahan

Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa tulisan yang kita buat telah tersusun dengan rapi. Selain itu, apabila terjadi kesalahan yang terjadi, baik kesalahan pada data, kata atau kalimat serta pembahasan / analisis yang kurang tajam dapat kita perbaiki. Apabila menurut kita artikel / karya tulis ilmiah populer tersebut telah siap, maka kita dapat memilih media massa yang tepat. Pemilihan media massa perlu mempertimbangkan karakteristik tertentu, seperti visi dan misi yang diemban serta pangsa pasar yang dituju media tersebut. Berikut ini diberikan beberapa contoh media massa yang terbit serta materi / tulisan yang bisa dimuat : No.1 2

Nama Media Massa (Penerbit)Buletin Internal Audit (Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern) Media Akuntansi (Ikatan Akuntan Indonesia kerjasama dengan PT. Ray Indonesia) Auditor (PT. Auditor Media Citra Pariwara)

Materi / tulisan yang bisa dimuatBidang : Audit, manajemen, keuangan, akuntansi, perpajakan.

3

4

Bidang : akuntansi, audit, keuangan, majemen, perpajakan, teknologi dan tulisan yang terkait dengan profesi akuntan. Bidang : Audit, akuntansi, manajemen, Good Corporate Governance dan tulisan lain terkait profesi auditor. Koran / Surat Kabar Bidang : isu-isu aktual terkini (Berbagai Penerbit baik lokal (current issue) bidang politik, maupun nasional) ekonomi, hukum, sosial budaya, hankam dan lain-lain.

2. Standar penulisan artikel Artikel yang kita susun, agar memenuhi standar minimal sebuah artikel yang bisa dimuat di media massa, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a. Aktual. Aktualitas suatu tulisan merupakan prioritas utama. Prioritas bisa dikaitkan dengan momentum aktual / isu-isu terkini (current issue) yang tengah terjadi dan berkembang di masyarakat. Misalnya, saat ini lagi mencuat isu seputar GoodBahan Diskusi Teknik Penulisan Artikel / Karya Ilmiah di Media Massa & Jurnal 4

Corporate Governance (GCG) dan pemberantasan Korupsi, Kolusi & nepotisme (KKN), maka tulisan seputar masalah tersebut, baik di koran, buletin atau majalah gampang dimuat. Oleh karena itu, agar dihindarkan menulis sesuatu yang sudah basi atau kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat / publik, karena kemungkinan besar tulisan yang kita kirimkan ke media tersebut tidak akan dimuat .

b. Bahasa yang lugas. Dalam menulis, agar dihindarkan penggunaan bahasa yang bertele-tele, karena akan membuat penyampaian gagasan menjadi kurang mengena. Pilihan kata-kata dan kalimat perlu diperhatikan dengan seksama. Jangan sekali-sekali kita menulis kata-kata yang bisa bermakna ganda, karena akan membuat bingung para pembaca. Pemakaian bahasa yang tidak tepat, bisa berakibat ide / pemikiran kita gagal ditransformasikan kepada para pembaca. c. Tulisan mengandung hal yang baru & inovatif. Kebaruan tulisan dapat dilihat dari sudut pandang tertentu yang belum pernah ditulis pihak lain maupun berupa pengembangan suatu metode / teori / konsep. Kita harus mengupayakan agar data yang kita gunakan akurat dan up to date. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan isu-isu aktual (current issue) yang sedang terjadi di masyarakat. d. Ide / pemikiran orisinil Kita perlu berusaha agar ide / opini / hasil pemikiran kita merupakan hasil karya yang orisinil / asli. Hal ini untuk menghindari tuduhan penjiplakan (plagiator). e. Tulisan jangan terlalu teoritis. Kita harus ingat, bahwa artikel yang kita tulis akan dibaca pihak lain yang latar belakang pendidikannya variatif bahkan ada yang tidak mengalami bangku sekolah. Menulis suatuBahan Diskusi Teknik Penulisan Artikel / Karya Ilmiah di Media Massa & Jurnal 5

artikel yang terlampau teknis dengan rumus-rumus yang rumit , sudah dipastikan tidak akan dimuat di media massa (misalnya koran, majalah) yang segmen pembacanya sangat luas. Tulisan yang memaparkan implementasi / penerapan suatu konsep di suatu perusahaan atau organisasi sangat dihargai dan lebih mudah untuk diloloskan pihak redaksi media yang bersangkutan untuk dimuat alias layak untuk dipublikasikan. f. Tulisan tidak terlalu panjang Beberapa koran, buletin atau majalah membatasi panjang tulisan, pada umumnya sekitar 2-5 lima halaman saja, kecuali tulisan / artikel ilmiah untuk majalah profesi tertentu, bisa lebih dari 5 halaman. Kegiatan menulis memang diawali dari kegiatan membaca. Menulis adalah bagian dari unsur-unsur belajar. Proses belajar tidak hanya dilihat dari banyaknya topik yang didiskusikan atau banyaknya buku yang dibaca saja. Namun, bagaimana kita mampu menuangkan ide / pemikiran dalam bentuk tulisan. Menulis ternyata memerlukan ketrampilan khusus serta latihan secara terus menerus. Untuk menulis sebuah opini di koran kita harus mempunyai sejumlah kemampuan yang antara serta lain bisa merumuskan masalah dengan baik, perbendaharaan bahasa, wawasan (pengetahuan umum) luas, mampu merekomendasikan alternatif solusi. Penulis berharap agar para dosen di perguruan tinggi dengan kemampuan intelektual yang dimiliki dapat menuangkan ide / gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat (publik), sehingga kampus perguruan tinggi terhindar dari sinyalemen bahwa kampus sebagai menara gading. Oleh karena itu saat ini para dosen perlu banyak-banyak membaca buku serta rajin mengikuti diskusi / seminar / lokakarya sehingga ilmu pengetahuan serta wawasan kita bertambah luas. Hal yang tak kalah penting adalah kita perluBahan Diskusi Teknik Penulisan Artikel / Karya Ilmiah di Media Massa & Jurnal 6

sering berkomunikasi

dengan seorang yang berpengalaman,

sehingga kita mendapatkan sharing informasi untuk menjadi penulis artikel yang produktif. Apabila kita telah mendapatkan informasi dari berbagai sumber, maka proses penciptaan tulisan / artikel ilmiah menjadi lebih ringan. 3. Kiat-kiat menulis artikel Beberapa kiat atau tips berikut ini, merupakan kutipan dari beberapa pengarang buku panduan penulisan artikel ilmiah populer, antara lain : a. Menulis bukan masalah teori, tetapi lebih masalah praktik. Bagi calon penulis atau penulis pemula untuk berani memulai: mulai menulis. Tidak ada cara lain yang lebih ces pleng, selain itu .(Tartono, 2005). b. Menulis memerlukan motivasi tersendiri. Tanpa motivasi yang kuat