MEDIA PERIKLANAN

  • View
    152

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

MEDIA PERIKLANAN. PENGERTIAN MEDIA IKLAN. segala sarana komunikasi yang dipakai untuk mengantarkan dan menyebar luaskan pesan – pesan iklan . J enis media iklan dalam bentuk fisik :. - PowerPoint PPT Presentation

Text of MEDIA PERIKLANAN

PERTEMUAN 5

MEDIA PERIKLANAN

PENGERTIAN MEDIA IKLAN

segala sarana komunikasi yang dipakai untuk mengantarkan dan menyebar luaskan pesan pesan iklan.

Jenis media iklan dalam bentuk fisik:media iklan cetak: media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual yang dihasilkan dari proses percetakan; bahan baku dasarnya maupun sarana penyampaian pesannya menggunakan kertas).contoh : surat kabar, majalah, tabloid, brosur, pamflet, poster

media iklan elektronik: media yang proses bekerjanya berdasar pada prinsip elektronik dan eletromagnetis contoh televisi, radio, internet.

Diantara dikotomi media tersebut ada satu media yang tidak termasuk dalam kategori keduanya yaitu media luar ruang (papan iklan atau billboard)

Tujuan kampanye periklanan pada dasarnya bersandar pada proses komunikasi sebagai berikut :

Ketidaksadaran (unaware)

Kesadaran (awake)

Pemahaman dan citra(comprehensive and image)

Sikap (attitude)

Tindakan (Action)SIFAT IKLANKOMERSIAL: Untuk mendapatkan keuntunganNON KOMERSIAL.Contoh: ILM (Iklan Layanan Masyarakat)

ILM merupakan sebuah bisnis yang tidak mencari keuntungan secara sepihak. Iklan-iklan ini bermanfaat dalam menggerakkan solidaritas masyarakat dimana sedang menghadapi suatu masalah sosial.

BENTUK PERIKLANAN(Rhenald Kasali) Above The Line (Media Lini Atas), sebagai media utama dalam kegiatan periklanan yang terdiri atas iklan-iklan yang di muat oleh media cetak, media elektronik, serta media luar ruang.Contoh: televisi, radio, majalah, surat kabar, billboard

Below The Line (Media Lini Bawah), sebagai media pendukung dalam kegiatan periklanan yang terdiri dari seluruh media selain yang termasuk dalam above the line mediaContoh: pamflet, brosur dan poster, direct mail, pameran, agenda, kalender cindra mata..

PERBEDAAN ATL dan BTLAbove the line (ATL)- Target audiens yang luas.- Lebih untuk menjelaskan sebuah konsep atau ide. Tidak ada interaksi langsung dengan audiens.- Media yang digunakan TV, Radio, Majalah, koran, billboard.

Below the line (BTL)- Target audiens terbatas- Media atau kegiatannya memberikan audiens kesempatan untuk merasakan, menyentuh atau berinteraksi, bahkan langsung action membeli.- Media yang digunakan Event, Sponsorship, Sampling, Point-of-Sale (POS) materials, Consumer promotion, Trade promotion, dll.

CATATANSaat inilandscape media sudah bergeser secara dramatis dengan munculnya media-media baru, terutama yang berbasis teknologi tinggi (Internet dan mobile phone),

beda ATL vs BTL semakin kabur. Persoalannya, karakteristik media baru tidak eksklusif lagi. Internet media, karena fiturnya yang sangat kaya (disebut dengan rich multimedia), yang dapat mencakup target audiens yang sangat luas, spesifik dan mempunyai fasilitas interaksi secara langsung. Dalam situasi pemasaran modern ini mengharuskan Strategic Brand Planner berpikir tentang bagaimana meng-integrasi semua hal diatas dalam desain pesan dan alokasi medianya. Karena hal ini maka kegiatan Integrasi komunikasi ini dikenal dengan sebutan Integrated Marketing Communication (IMC).

Jika kita perhatikan di sekitar kita, memang banyak kegiatan yang tidak bisa dikatakan eksklusif lagi. Ada kegiatan ATL yang mengandung unsur BTL. Atau sebaliknya, BTL yang mengandung unsur ATL. Contoh ATL dengan BTL adalah iklan sebuah brand di majalah yang sekaligus ditempeli sample produknya. Sedangkan contoh BTL dengan ATL adalah kegiatan event di outlet tertentu yang disebarluaskan lewat iklan radio dan sms.

Wilayah abu-abu atau grey area itulah yang mendorong timbulnya istilah baru, yaitu Through the Line atau TTL.

Istilah TTL diperkenalkan untuk menjembatani pihak perusahaan jasa komunikasi periklanan yang ingin membuat gambaran konkrit terhadap segmen jasa kreatif komunikasi yang ditawarkannya.

TTLAdapun istilah baru, TTL, tidak akan menjadi solusi untuk memperjelas perbedaan konsep dan prinsip dalam kegiatan komunikasi pemasaran.Sebagai gantinya, kegiatan komunikasi pemasaran dibagi dari segi tujuan komunikasi itu sendiri. \

Dalam proses brand building, ada dua tahap penting yang cukup signifikan bedanya yaitu tahap Awareness+ Image building dan(2) tahap Interest, Trial dan Loyalty building (yang popular dengan istilah Brand Activation).

Perspektif Strategic Brand Planner dalam menyusun Integrated Marketing Communications (IMC), sebaiknya lebih didasari oleh tujuan komunikasi brand. Maka, akan lebih bermakna bila kita mulai menyiapkan sebuah format baru dalam template budgeting pemasaran. Tidak lagi membagi budget komunikasi dengan kategori budget ATL dan BTL, tetapi membagi budget dengan kategori baru yaitu (1) Budget untuk Awareness+Image building, dan (2) Budget untuk Brand Activation.

MEDIA PLANNING & MEDIA BUYING

Media iklan ditinjau dari sudut pandang proses kegiatan periklanan:

media planning : proses menentukan bagaimana menggunakan waktu dan ruang untuk meraih tujuan pemasaran.

media buying: aktivitas dalam memilih institusi media, memonitoring dan mengevaluasi hasil dari kegiatan media planner. MEDIA PLANNINGImpelementasinya memilih media yang tepat untuk digunakan dalam penyampaian pesan-pesan iklan produk tertentu. Secara ringkas dapat digambarkan kedudukan media planning dalam aktivitas periklanan adalah sebagai berikut :

Hubungan antara Media planning dengan marketing dan periklanan:

MARKETING PLAN

MEDIA PLAN

ADVERTISING PLAN

Situation analysisMarketing strategyPromotional strategyAdvertising objectives: sasaran periklananAdvertising strategyCreative strategyMedia PlanBudget Media objectiveMedia strategyMedia vehicle: sarana mediaMedia schedule

Situations analysis Marketing objectives Marketing strategy Action plan

MEDIA BUYINGMerupakan aktivitas dalam memilih institusi media, memonitoring dan mengevaluasi hasil dari kegiatan media planner.

Fungsi yang dijalankan adalah :1. penyediaan informasi bagi media planner misalnya rating acara atau positioning suatu media,

negosiasi harga pembelian dan penyewaan waktu dan ruang pada suatu media,

3. memonitor pelaksanaan kegiatan iklan seperti menghitung jumlah target audience yang tereksposure atau memonitor jadwal pelaksanaan iklan.

4. mengevaluasi akumulasi efetivitas kegiatan periklanan melalui media tertentu

CATATANKegiatan periklanan bisa dikatakan efektif, apabila target audience atau sasaran iklan mampu dicapai. Untuk mencapai itu maka diperlukan perencanaan dan pemilihan media yang tepat.

Melvin de Fleur, teori komunikasi satu tahap yang mempunyai sifat sifat :

Mengakui bahwa tidak semua media memiliki kekuatan atau pengaruh yang sama terhadap audience.Memperhitungkan peranan selektivitas, sebagai faktor yang menentukan didalam penerimaan pesan oleh audience.Mengakui kemungkinan timbulnya reaksi yang berbeda beda dari audience terhadap pesan komunikasi yang sama.

ABOVE THE LINE (Media Lini Atas)Adalah aktifitas marketing/promosi yang biasanya dilakukan oleh manajemen pusat sebagai upaya membentuk brand image yang diinginkan.contohnya : iklan di Televisi dengan berbagai versi.

Sifat ATL merupakan media tak langsung yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience.

BELOW THE LINE (Media Lini Bawah)Below The Line ( BTL) adalah segala aktifitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah merangkul konsumen supaya aware dengan produk kita, contohnya : program bonus/hadiah, event, pembinaan konsumen dll.

Below the line merupakan bentuk iklan yang tidak disampaikan atau disiarkan melalui media massa, dan biro iklan, tidak memungut komisi atas penyiarannya/pemasangannya.

Kegiatan promosi below the line suatu brand paling banyak dilakukan melalui beragam event. Dengan event ini, konsumen akan berhubungan langsung dengan brand, sehingga bisa terjadi komunikasi antara brand dengan konsumen.

JENIS-JENIS MEDIA LINI BAWAH

1. LITERATUR PENJUALAN:Tulisan yang membuat aneka informasi mengenai produk. Cara penawaran literature ini bisa lewat iklan, dikirim lewat pos dengan disertai produknya sendiri (misalnya pada bungkusannya atau kemasannya. Atau bisa juga disediakan di point of salenya.

Bentuk-bentuk literature penjualanLeaflet, berwujud sehelai kertas dari bagan yang agak kaku (agar tidak mudah robek,ditekuk, atau dilipat)

Folder, seperti tersirat dari namanya, folder adalah selembar bahan cetakan yang bisa jadi ukurannya cukup besar yang penampilannya diperingkas dengan cara melipat folder menjadi dua seperti map atau buku agar mudah dibawa-bawa. Atau bisa juga dilipat dengan gaya corcentina sehingga membentuk beberapa halaman terpisah tanpa perlu dipotong.

Brosur atau booklet. Bila literature berjumlah kelipatan empat halaman, maka literature penjualan tersebut bisa dijilid dengan semacam penjepit yang sederhana, sementara halaman-halaman tunggal dapat dijilid dengan cara penjilidan seperti biasa, dimana sisi kiri dilem dan kemudian diberi cover agar lebih kuat dan indah.

Broadsheet, bentuk literature ini sebenarnya sekedar merupakan jenis lain dari folder yang tidak dilipat dan berukuran sama dengan sehalaman surat kabar. Peta, atlas dan poster-poster kecil biasa dicetak dengan ukuran ini. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut halaman surat kabar yang berukuran besar (normal), guna membedakannya dengan ukuran halaman tabloid.

Catalog. Adalah sejenis brosur yang menerangkan dan kadang-kadang ditambah dengan ilustrasi tentang berbagai produk yang ditawarkan perusahaan dengan harganya. Ukurannya bermacam-macam mulai dari ukuran saku sampai yang sebesar buku telepon, tergantung keperluan bisnisnya.

Jadwal perjalanan. Litera