Maya Lapsus

Embed Size (px)

Text of Maya Lapsus

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    1/24

    Lab / SMF Ilmu Obstetri dan Ginekologi

    Fakultas Kedokteran

    Universitas Mulawarman

    RSUD Abdul a!ab S"a!ranie Samarinda

    #lasenta $revia

    Disusun ole!%

    Annisa Ichsani Tamaya1010015005

    #embimbing%

    dr. Prima Deri Pella T., Sp.OG

    Dibawakan Dalam Rangka &ugas Ke$aniteraan Klinik

    Laboratorium Ilmu Obstetri dan Ginekologi

    Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

    RSUD A'' S"a!ranie Samarinda

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    2/24

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Kehamilan ektopik terganggu (KET) merupakan salah satu

    B. Tujuan

    Tujuann dibuatnya laporan kasus ini adalah:

    1. Sebagai

    BAB II

    LAPORAN KASUS

    Anamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan pada hari !" #anuari !"1$ pukul %."" &'TA di

    ruang aar *K +S,- Abdul &ahab S#ahranie Samarinda.

    Anamnesis:

    'dentitas pasien:

    ama : y. S

    ,mur : /0 Tahun

    Agama : 'slam

    2endidikan : SA

    2ekerjaan : '+T

    Suku : 3ugis

    Alamat : #l. artadinata 4andil

    asuk +umah Sakit : 4ari Selasa15 januari !"1$ pukul !!./" ita

    'dentitas suami:

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    3/24

    ama : Tn. S

    ,mur : /$ tahun

    Agama : 'slam

    2endidikan : S-

    2ekerjaan : Sasta

    Suku : 3ugis

    Alamat : #l. artadinata 4andil

    Keluhan utama:

    Keluar darah dari jalan lahir

    +iayat 2enyakit Sekarang:

    2asien mengeluhkan keluar darah dari jalan lahir sejak 1 minggu hari sebelum masuk rumah

    sakit. Aalnya perut terasa mulas lalu diikuti dengan keluar darah dari jalan lahir berupa flek6

    flek namun sekitar ! hari terakhir darah yang keluar semakin banyakyaitu sekitar $6%

    pembalut anita dalam 1 hari. -arah yang keluar berupa darah yang berarna merah segar

    sampai kehitaman dan kadang disertai gumpalan6gumpalan darah berarna hitam.

    Sebelumnya pasien pernah diraat di rumah sakit dua kali karena keluhan keluar darah dari

    jalan lahir yaitu saat kehamilan usia / bulan dan $ bulan namun darah yang keluar saat itu

    tidak sebanyak darah yang keluar saat ini. pada saat usia kehamilan / bulan perdarahan yang

    terjadi hanya sebanyak 16! pembalut anita per hari. Saat itu pasien di ,S7 dan hasilnya

    normal. pasien diminta dokter untuk istirahat dan diraat di +S selama 1 minggu kemudian

    perdarahan berhenti sehingga kehamilan dapat dilanjutkan. Saat usia kehamilan $ bulan

    pasien mengalami perdarahan dari jalan lahir lagi.darah yang keluar Saat itu darah yang keuar

    dari jalan lahir lebih banyak yaitu sekitar 8 pembalut anita per hari. 2asien kembali di

    ,S7 dan hasilnya dinyatakan ari6ari berada dibagian baah +ahim menutupi seluruh jalan

    lahir. 2asien kembali diistirahatkan di +S selama ! minggu dan diberikan obat6obatan untuk

    mepertahankan kehamilannya. amun ! minggu setelah keluar dari +S pasien mengalami

    perdarahan dari jalan lahir lagi yang lebih banyak dari sebelumnya sehingga pasien langsung

    dibaa ke ke '7- +S,- A&S. Tidak ada air6air yang keluar. +iayat berhubungan dengan

    suami 0 minggu yang lalu. Trauma (6).

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    4/24

    +iayat 2enyakit -ahulu:

    2asien tidak sedang 9 memiliki riayat penyakit hipertensi diabetes mellitus

    hepatitis jantung ginjal asma T3 dan penyakit lain yang kronis serta penyakit serupa

    sebelumnya.

    +iayat 2enyakit Keluarga

    Tidak ada keluarga pasien yang sedang 9 memiliki riayat penyakit hipertensi

    diabetes mellitus hepatitis jantung ginjal asma T3 dan penyakit lain yang kronis dan

    riayat kista atau tumor lainnya.

    +iayat 4aid:

    6 enar;he usia 1! tahun

    6 Siklus teratur setiap !% hari

    6

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    5/24

    Kontrasepsi:

    2asien mengaku menggunakan alat kontrasepsi suntik 1 bulan selama 1 bulan

    2emeriksaan fisik:

    1. 3erat badan : 88 kg tinggi badan 10" ;m

    !. Keadaan ,mum : sakit sedang

    /. Kesadaran : Komposmentis 7S : E0*8$

    0. Tanda ?ital:

    Tekanan darah : 1!"95" mm4g

    @rekuensi nadi : %% 9menit

    @rekuensi napas : !" 9menit

    Suhu : /$8B

    8. Status generalis:

    Kepala : normo;hepali

    ata : konjungti?a anemis (696) ikterik (696)

    Telinga9hidung9tenggorokan : tidak ditemukan kelainan

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    6/24

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    7/24

    bser?asi di +uangan

    Tanggal >bser?asi 2lanning

    15919!"1$

    (!!.0" ita)

    2eraatan

    4ari ke61

    enerima pasien baru dari '7- dan

    melakukan anamnesis dan pemeriksaan

    fisik

    KU: sakit sedang

    Keluhan : keluar perdarahan dari jalan

    lahir sejak ! hari yang lalu. 4asil ,S7

    saat kehamilan $ bulan plasenta berda di

    bagian baah rahim

    424T : !"9=9!"18

    T2 : !=9/9!"1$

    Pemerikaan !iik " O#tetri :

    Kesadaran : komposmentis

    Tanda *ital:

    T-: 1!"95" mm4g : %% 9menit kuat

    angjat

    ++ : !" 9menit T: /$8B

    Kepala : konjunti?a anemis (DHD)

    'nspeksi

    Abdomen membesar arah memanjang

    linea nigra hiperpigmentasi striae

    albi;ans (D) sikatriks (D).

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    8/24

    ++ : !" 9menit T: /$8B

    Kepala : konjunti?a anemis (DHD)

    'nspeksi

    Abdomen membesar arah memanjanglinea nigra hiperpigmentasi striae

    albi;ans (D) sikatriks (D). perasi :

    1. Informed concent

    !. enerangkan kepada pasien tentang tindakan operasi yang dilakukan : garis besar

    prosedur tindakan tujuan dan manfaat tindakan (elahirkan bayi dan memotong saluran

    indung telur untuk menghentikan fungsi reproduksi)

    /.2asien dipuasakanLAPORAN OPERASI Bangal : 1K Nmr : %,.%2.)3

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    9/24

    Nama : N4. SN Umur : 25 tahun

    ama Ahli 3edah: dr. 2rima -eri 2ella T Sp. >7 2embedahan : 3esar

    #enis Anestesi : Anestesi Spinalama Ahli Anestesi : dr. @ernanta 3 Sp. An

    -iagnosis 2re >peratif : 782/A1 gra?id !=6!% minggu D perdarahan antepartum et ;ausa

    susp.plasenta pre?ia D 3ekas S 1 $ tahun yang lalu a9i letak sungsang.-iagnosis 2ost >peratif : 2artus premature D plasenta pre?ia totalis

    ama 9 a;am >perasi : Se;tio ;aesarea D >&

    Tanggal : %&6(6%&()#am ulai : 5.18 ita perasi : 1 jam

    #am Selesai : 1".18 ita

    perasi :

    1. emberi 'nformed onsent

    !. 2asien diposisikan supine dan dilakukan general anestesi

    /. -ilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah abdomen dan sekitarnya

    0.

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    10/24

    'nstruksi 2ost >perasi :

    6 'njeksi efotaime 1 gr9 % jam i?

    6 'njeksi Antrain9 ampul 9 % jam i?

    6 'njeksi +anitidin9 ampul9 % jam i?

    6 2rofenid Supp ''9 1! jam rektal

    6 'nfus @udrolit !% tetes 9 menit

    -okumentasi :

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    11/24

    !ll7 U* Pera7atan Paien Pt O*erai $i Ruang 8a7ar

    Tanggal !ll7 U* Pt O*erai Tera*i Pt O*erai

    !" januari

    !"1$

    (1!./" ita)

    1"./"

    1".08

    11.""

    11.18

    11.08

    Paien eleai *erai $an $i #er9ai $i Ruang

    8a7ar Nia

    KU : 2asien tampak lemah

    Kea$aran: komposmentis

    Keluhan : 2asien mengeluh pusing nyeri pada luka

    post op

    Pemerikaan !iik

    T-11"9=" mm4g : %! 9i kuat angkat regular ++:

    !" 9i T : /$% o

    Anemis (696) L afas ?esikuler (DDD9DDD)L Suara

    jantung S1S! +egulerL 3ising usus (6)

    perasi : Tertutup ?erban

    3A3 : 3elum ada hari ini

    3AK : ,rin output : !"" ;;9!jam

    O#er9ai % jam Pt O*erai :

    KU: 2asien tampak lemah L Keluhan: yeri luka

    post opL T- 11"9=" mm4g : %0 9i kuat angkat

    regular ++ !" 9i T: /$/o ,T /"" ;; Anemis

    (696)

    KU: 2asien tampak lemah L Keluhan: yeri luka

    post opL T- 11"9=" mm4g : %% 9i kuat angkat

    regular ++ !" 9i T: /$/o anemis (696)

    KU: 2asien tampak lemah L Keluhan: yeri luka post

    opL T- 1!"9=" mm4g : =% 9i kuat angkat regular

    ++ !"9i T: /$0o anemis (696)

    KU: 2asien tampak lemah L Keluhan: yeri luka post

    opL T- 1!"9%" mm4g :=0 9i kuat angkat regular

    ++ !" 9i T:

    /$0o

    anemis (696)

    6 'njeksi efotaime 1 gr9 % jam

    i?

    6 'njeksi Antrain9 ampul 9 % jam

    i?

    6 'njeksi +anitidin9 ampul9 % jam

    i?

    6 2rofenid Supp ''9 1! jam rektal

    6 'nfus @udrolit !% tetes 9 menit

    ek 4b post operasi

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    12/24

    1!.18

    1%.""

    KU: 2asien tampak lema L Keluhan: yeri luka post

    opL T- 11"9%" mm4g : =" 9i kuat angkat regular

    ++ 1% 9i T: /$0o anemis (696)

    KU: 2asien tampak lemah L Keluhan: yeri luka

    post opL T- 1!"9%" mm4g : $% 9i kuat angkat

    regular ++ 1% 9i T: /$0o

    anemis (696)

    *emerikaan Darah Lengka*

    4b 11/ gr9dl

    4;t /0

    &3 1%.$"" 9mm/

    2lt 100.""" 9 mm/

    KU: 3aik L Keluhan: yeri luka post opL

    T- 1!"9%" mm4g : %" 9i kuat angkat regular ++

    !" 9i T: /$$o ,T : 08" ;;9= jam anemis (696)

    3ising ,sus : (D) normal

    ulai mobilisasi miring kiri

    dan miring kanan.

    Sudah boleh minum sedikit6

    sedikit diet ;air susu.

    !1919!"1$

    ("$./" ita)

    2ost >perasi 4ari ke61

    Kea$aan umum : 3aik

    Keluhan : yeri luka post op (D) kembung (6)

    menurun 3A3 (6) flatus (D)

    Pemerikaan !iik

    Kesadaran : Komposmentis

    Tanda *ital : Tekanan darah : 1""9=" mm4g

    @rekuensi nadi : %% 9menit

    @rekuensi napas : 1$ 9menit

    Suhu : /=8B

    anemis (696) napas ?esikuler (DDD9DDD)L suara jantung

    S1S! tunggal regularL 3, (D)L

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    13/24

    Keluhan : yeri luka post op (D) menurun sudah bisa

    berjalan ke kamar mandi 3AK (D) 3A3 (D)

    Kesadaran : Komposmentis

    Tanda *ital : Tekanan darah : 11"9=" mm4g

    @rekuensi nadi : %" 9menit

    @rekuensi napas : !" 9menit

    Suhu : /$%B

    anemis (696) napas ?esikuler (DDD9DDD)L suara jantung

    S1S! tunggal regularL 3, (D)L

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    14/24

    B. E*i$emilgi

    2lasenta pre?ia lebih banyak terjadi pada kehamilan dengan paritas tinggi dan sering terjadi

    pada usia di atas /" tahun. ,terus yang ;a;at juga dapat meningkatkan angka kejadian

    plasenta pre?ia. 2ada beberapa +umah Sakit ,mum 2emerintah dilaporkan angka kejadian

    plasenta pre?ia berkisar 1= sampai dengan !5 . Sedangkan di negara maju angka

    kejadiannya lebih rendah yaitu kurang dari 1 yang mungkin disebabkan oleh berkurangnya

    anita yang hamil dengan paritas tinggi. -engan meluasnya penggunaan ultrasonografi

    dalam obstetri yang memungkinkan dekteksi lebih dini maka insiden plasenta pre?ia dapat

    lebih tinggi 1.

    ;. !aktr Reik

    2enyebab blastokista berimplantasi didaerah segmen baah +ahim masih belum diketahui

    se;ara pasti. ,ngkin hal ini dapat terjadi se;ara kebetulan atau dengan latar belakang lain.

    Teori lain adalah ?askularisasi desidua yang tidak memadai mungkin sebagai akibat dari

    proses radang atau atropi. @aktor resiko terjadinya plasenta pre?ia yang dapat dipandang

    berperan dalam proses peradangan dan kejadian atropi di endometrium yaitu paritas tinggi

    usia lanjut ;a;at +ahim misalnya bekas bedah sesar kerokan dan miomektomi.1!

    2ada perempuan perokok insidensi plasenta pre?ia lebih tinggi ! kali lipat.

    4ipoksemia akibat karbon monoksida hasil pembakaran rokok menyebabkan plasenta

    menjadi hipertropi sebagai upaya kompensasi. 2lasenta yang terlalu besar seperti pada

    kehamilan ganda dan eritroblastosis fetalis bias menyebabkan pertumbuhan plasenta melebar

    ke segmen baah +ahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh >stium ,teri 'nternum.1

    D. Patiilgi

    2erdarahan antepartum yang disebabkan oleh plasenta pre?ia umumnya terjadi pada triulan

    ketiga karena saat itu segmen baah uterus lebih mengalami perubahan berkaitan dengan

    semakin tuanya kehamilan segmen baah uterus akan semakin melebar dan ser?iks mulai

    membuka. 4al ini terjadi karena plasenta yang berimplantasi dibaah segmen +ahim akan

    mengalami laserasi akibat pelepasan pada desidua. 2ada tempat laserasi itu akan terjadiperdarahan yang bersal dari sirkulasi maternal yaitu dari ruang inter?illus plasenta1.

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    15/24

    -arah yang keluar berarna merah segar sumber perdarahan dari plasenta pre?ia ini ialah

    sinus uterus yang robek karena terlepasnya plasenta dari dinding uterus atau karena robekan

    sinus marginalis dari plasenta. 2erdarahannnya tak dapat dihindarkan karena

    ketidakmampuan serabut otot segmen baah uterus untuk berkontraksi menghentikan

    perdarahan tersebut tidak sama dengan serabut otot uterus menghentikan perdarahan pada

    kala ''' pada plasenta yang letaknya normal. Semakin rendah letak plasenta maka semakin

    dini perdarahan yang terjadi. >leh karena itu perdarahan pada plasenta pre?ia totalis akan

    terjadi lebih dini daripada plasenta letak rendah yang mungkin baru berdarah setelah

    persalinan mulai1.

    2erdarahn dpat terjadi mulai dari kehamilan dibaah /" minggu tetapi lebih dari 8" kasus

    perdarahan mulai terjadi pada usia kehamilan /0 minggu ke atas. Karena tempat perdarahan

    terletak dekat dengan ostium uteri internum maka perdarahanmudah mengalir ke luar +ahim

    dan tidak membentuk hematoma retroplasenta yang mampu merusak jaringan lebih luas dan

    melepaskan thromboplastin ke dalam sirkulasi maternal sehingga koagulopati sangat jarang

    terjadi pada plasenta pre?ia1.

    4al lain yang perlu diperhatikan adalah dinding segmen baah +ahim yang tipis mudah

    diin?asi oleh pertumbuhan ?ili dari trofoblas akibatnya plasenta melekat lebih kuat pada

    dinding uterus sehingga lebih sering terjadi plasenta akreta dan plasenta inkreta bahkan

    plasenta prekreta yang pertumbuhan ?ilinya bisa sampai menembus ke buli6buli dan re;tum

    yang bersamaan dengan terjadinya plasenta pre?ia. Segmen baah +ahim dan ser?iks yang

    rapuh mudah robek karena kurangnya elemen otot yang terdapat disana. Kedua kondisi ini

    berpotensi meningkatkan kejadian perdarahan pas;a persalinan pada plasenta pre?ia yaitu

    ketika kala ''' karena plasenta sukar dilepas dengan sempurna (retensio plasenta) atau

    setelah plasenta lepas karena segmen baah +ahim tidak mampu berkontraksi dengan baik1.

    E. /am#aran Klini

    iri yang menonjol dari plasenta pre?ia adalah perdarahan uterus yang keluar melalui ?agina

    tanpa disertai dengan adanya nyeri. 2erdarahan biasanya terjadi diatas akhir trimester kedua.

    2erdarahan pertama berlangsung tidak banyak dan dapat berhenti sendiri. amun perdarahan

    dapat kembali terjadi tanpa sebab yang jelas setelah beberapa aktu kemudian. -an saat

    perdarahan berulang biasanya perdarahan yang terjadi lebih banyak dan bahkan sampai

    mengalir.

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    16/24

    Karena letak plasenta pada plasenta pre?ia berada pada bagian baah maka pada palpasi

    abdomen sering teraba bagian terbaah janin masih tinggi diatas simfisis dengan letak janin

    tidak dalam letak memanjang. 2ada plasenta pre?ia ini tidak ditemui nyeri maupun tegang

    pada perut ibu saat dilakukan palpasi. 2alpasi abdomen tidak membuat ibu hamil merasa

    nyeri dan perut tidak tegang 1!.

    !. Klaiikai

    3erdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada aktu tertentu.

    (-%-2

    Plaenta *re9ia ttalibila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta.

    Plaenta *re9ia *arialibila sebagian pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta.

    Plaenta *re9ia marginalibila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan.

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    17/24

    Plaenta letak ren$ahbila plasenta yang letaknya abnormal di segmen baah uterus akan

    tetapi belum sampai menutupi pembukaan jalan lahir. 2inggir plasenta kira6kira / atau 0 ;m

    diatas pinggir pembukaan sehingga tidak akan teraba pada pembukaan jalan lahir.

    /. Diagni

    Sifat perdarahan

    2erdarahan tanpa alasan dan tanpa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari

    plasenta pre?ia. 2erdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa. 2erdarahan

    pertama biasanya tidak banyak akan tetapi perdarahan berikutnya hampir selalu lebih

    banyak daripada sebelumnya apalagi kalau sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dalam.

    2ada kehamilan !" minggu dapat terjadi perdarahan karena sejak itu segmen baah uterus

    telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis. -engan bertambah tuanya kehamilan

    segmen6segmen uterus akan lebih melebar lagi dan ser?iks mulai membuka. Apabila

    plasenta tumbuh pada segmen baah uterus pelebaran segmen baah uterus dan pembukaan

    ser?iks tidak dapat diikuti oleh plasenta yang melekat di situ tanpa terlepasnya sebagian

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    18/24

    plasenta dari dinding uterus. Pada saat itu mulailah terjadi perdarahan. -arahnya berarna

    merah segar.(-%-2-5

    -iagnosis ditegakkan dengan adanya gejala M gejala klinis dan beberapa pemeriksaan :

    Anamnesis

    2erdarahan dari jalan lahir pada kehamilan setelah !" minggu tanpa rasa nyeri tanpa

    alasan berulang dengan ?olume lebih banyak daripada sebelumnya terutama pada

    multigra?ida. 3anyaknya perdarahan tidak dapat dinilai dari anamnesis melainkan dari

    pemeriksaan hematokrit.(-%-2

    2emeriksaan luar

    a. 'nspeksi(-%-2

    6 -apat dilihat perdarahan yang keluar per?aginam: banyak sedikit dan darah beku

    6 3ila berdarah banyak ibu tampak pu;at9 anemis.

    b. 2alpasi(-%-2

    6 3agian terbaah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul apabila presentasi

    kepala biasanya kepala masih terapung diatas pintu atas panggul atau mengolak ke

    samping dan sukar didorong ke dalam pintu atas panggul.

    6 Tidak jarang terdapat kelainan letak seperti letak lintang atau letak sungsang.

    6 #anin sering belum ;ukup bulan jadi fundus uteri masih rendah.

    6 Tidak terdapat nyeri tekan uterus uterus tidak tegang dan tidak iritabel

    ;. Auskultasi(-%-2

    6 -enyut jantung janin biasanya normal

    2emeriksaan 'nspekulo

    2emeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium

    uteri eksternum atau dari kelainan ser?iks dan ?agina. Apabila perdarahan berasal dari ostium

    uteri eksternum adanya plasenta pre?ia harus di;urigai. (-%-2

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    19/24

    2emeriksaan letak plasenta tidak langsung

    2emeriksaan ultrasonografi merupakan ;ara yang paling tepat untuk menegakkan

    diagnosis definitif tidak menimbulkan bahaya radiasi bagi ibu dan janin. 2emeriksaan

    ,S7 rutin pada kehamilan 1%6!" minggu dengan plasenta letak6rendah tidak dianjurkan

    ke;uali terjadi perdarahan berulang. 2emeriksaan ,S7 rutin untuk kehamilan dengan

    plasenta pre?ia partial atau total dianjurkan setelah /! minggu alaupun saat itu tidak

    terjadi perdarahan.

    USG yang menunjukkan adanya plasenta previa totalis

    P = plasenta ; = janin ; ! = cairan amnion ; " = #andung kemih ; $% = $ervi%

    2emeriksaan letak plasenta se;ara langsung

    -iagnosis plasenta pre?ia dahulunya jarang ditegakkan melalui pemeriksaan klinis

    ke;uali jari tangan pemeriksa dimasukkan leat ser?iks dan jaringan plasenta teraba.

    (-easa ini dengan adanya pemeriksaan ,S7 pemeriksaan tersebut tidak lagi dilakukan).

    Pemerikaan er9ik ema

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    20/24

    eki earea egera- karena *emerikaan er9ik 4ang *aling hati=hati *un $a*at

    menim#ulkan *er$arahan he#at 1!/.

    H. Tera*i

    Terapi Ekspektatif

    Tujuan supaya janin tidak terlahir prematur dan upaya diagnosis dilakukan se;ara non in?asi.

    Syarat terapi ekspektatif :1/8

    Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit yang kemudian berhenti

    3elum ada tanda inpartu

    Keadaan umum ibu ;ukup baik (kadar 4b dan tanda6tanda ?ital dalam

    batas normal

    #anin masih hidup

    6 +aat inap tirah baring obser?asi tanda ?ital dan berikan antibiotik profilaksis.

    6 Apabila berhubungan dengan trauma monitoring sekurang6kurangnya 1!6!0 jam untuk

    menyingkirkan kemungkinan solutio plasenta.

    6 2emeriksaan ,S7 untuk menentukan implantasi plasenta usia kehamilanletak dan

    presentasi janin.

    6 2erbaiki anemia dengan pemberian Sulfas ferosus atau @erous fumarat peroral $" mg

    selama 1 bulan.

    6 2astikan sarana untuk melakukan tranfusi

    6 'ika *er$arahan #erhentidan aktu untuk men;apai /= minggu masih lama pasien

    dapat diraat jalan (ke;uali rumah pasien di luar kota atau diperlukan aktu N ! jam

    untuk men;apai rumah sakit) dengan pesan segera kembali ke rumah sakit jika terjadi

    perdarahan.

    6'ika *er$arahan #erulang pertimbangkan manfaat dan resiko ibu dan janin untukmendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Terapi Aktif (tindakan segera)

    +en;anakan terminasi kehamilan jika:1/8

    #anin matur

    #anin mati atau menderita anomali atau keadaan yang mengurangi kelangsungan

    hidupnya (misalnya anensefali)

    &anita hamil diatas !! minggu dengan perdarahan per?aginam yang aktif dan banyak

    harus segera ditatalaksanakan se;ara aktif tanpa memandang maturitas janin.

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    21/24

    ,ntuk pasien dengan perdarahan aktif dan gangguan hemodinamik tindakan segera

    yang harus dilakukan adalah terminasi kehamilan dan penggantian ;airan tubuh.

    Selama persiapan proses terminasi kehamilan dilakukan: 1/8

    +esusitasi ;airan dengan saline atau ringer laktat ! jalur jarumbesar (1$7 1%7)

    2ersiapkan 0 labu darah yang sesuai golongan darah pasien

    >bser?asi keadaan janin

    3erikan >! murni untuk semua pasien dengan hi*teni (konsumsi

    >! pada kehamilan meningkat hingga !" dan janin sangat rentan terhadap hipoksia)

    ara menyelesaikan persalinan dengan plasenta pre?ia

    @aktor6faktor yang menentukan sikap atau tindakan persalinan mana yang akan dipilih adalah

    :1/8

    #enis plasenta pre?ia

    2erdarahan: banyak atau sedikit tapi berulang6ulang

    Keadaan umum ibu hamil

    Keadaan janin: hidup gaat janin atau meninggal

    2embukaan jalan lahir

    2aritas atau jumlah anak hidup

    @asilitas penolong dan rumah sakit.

    Setelah memperhatikan fa;tor6faktor diatas ada ! pilihan persalinan yaitu: 1/8$

    Peralinan *er9aginam>bertujuan agar bagian terbaah janin menekan plasenta dan

    bagian plasenta yang berdarah selama persalinan berlangsung sehingga perdarahan

    berhenti.

    ara yang terpilih adalah peme;ahan selaput ketuban (Amniotomi). 'ndikasi amniotomi

    pada plasenta pre?ia:1/8

    2lasenta pre?ia lateralis atau marginalis atau letak rendah bila telah ada

    pembukaan

    2ada primigra?ida dengan plasenta pre?ia lateralis atau marginalis dengan

    pembukaan 0 ;m atau lebih

    2lasenta pre?ia lateralis9marginalis dengan janin yang telah meninggal.

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    22/24

    Seki eariaL bertujuan untuk se;epatnya mengangkat sumber perdarahan dengan

    demikian memberikan kesempatan kepada uterus untuk berkontraksi menghentikan

    perdarahnnya dan untuk menghindarkan perlukaan ser?iks dan segmen baah uterus yang

    rapuh apabila dilangsungkan persalinan per?aginam.1/8

    'ndikasi seksio ;aesaria pada plasenta pre?ia:1/

    Semua plasenta pre?ia totalis janin hidup atau meninggalL semua plasenta pre?ia

    partialis plasenta pre?ia marginalis posterior karena perdarahan yang sulit dikontrol

    dengan ;ara6;ara yang ada.

    Semua plasenta pre?ia dengan perdarahan yang banyak dan tidak berhenti dengan

    tindakan6tindakan yang ada

    2lasenta pre?ia dengan panggul sempit letak lintang.

    I. Prgni

    Karena dahulu penanganan relatif bersifat konser?atif maka mortalitas dan

    morbiditas ibu dan bayi tinggi mortalitas ibu men;apai %61" dan mortalitas janin 8"6%"./

    Sekarang penanganan relatif bersifat operatif dini maka angka kematian dan

    kesakitan ibu dan perinatal jauh menurun. Kematian maternal menjadi "168 terutama

    disebabkan perdarahan infeksi emboli udara dan trauma karena tindakan. Kematianperinatal juga turun menjadi =6!8 terutama disebabkan oleh prematuritas asfiksia prolaps

    funikuli dan persalinan buatan (tindakan)./

    '. Km*likai

    Ada beberapa komplikasi utama yang dapat terjadi pada ibu hamil yang menderita plasenta

    pre?ia diantaranya adalah 1!$:

    1. 2ergerakan segmen baah uterus terjadi se;ara ritmik maka pelepasan plasenta dari

    tempat melekatnya diuterus dapat berulang dan semakin banyak sehingga perdarahanyang terjadi tidak dapat di;egah mengakibatkan pasien menjadi anemia sampai syok.

    !. karena segmen baah +ahim ini tipis maka jaringan trofoblas palasenta mudah

    mengin?asi menerobos kedalam myometrium bahkan sampai perimetrium dan

    menyebabkan terjadinya plasenta akreta bahkan sampai plasentra inkreta atau plasenta

    prekreta. Komplikasi ini lebih sering terjadi pada uterus yang pernah seksio sesarea.

    -ilaporkan plasenta kareta terjadi 1"6/8 pada pasien seksio sesarea 1 kali. -an naik

    menjadi $"6$8 bila telah seksio sesarea / kali.

    /. Ser?iks dan segmen baah +ahim yang rapuh dan mengandung banyak pembuluh darah

    sangat berpotensial untuk robek. >leh karena itu harus hati6hati pada semua tindakan

    manual pada tempat ini misalnya aktu mengeluarkan anak melalui insisi pada segmenbaah +ahim ataupun aktu mengeluarkan plasenta dengan tangan pada retensio

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    23/24

    plasenta. #ika terjadi perdarahan yang tidak terkendali maka dapat dilakukan penjahitan

    segmen baah +ahim ligase ateri uterine ligase ateri o?arika pemasangan tampon atau

    ligase arteri hipogastrika. amun jika tindakan6tindakan tersebut tidak berhasil maka

    harus dilakukan histerektomi total.

    0. Kelainan letak anak pada plasenta pre?ia lebih sering terjadi.

    8. Kelahiran premature dan gaat janin sering terjadi pada tindakan terminasi kehamilan

    yang belum aterm pada plasenta pre?ia.

    BAB I1

    PE8BAHASAN

  • 7/25/2019 Maya Lapsus

    24/24

    A. Keim*ulan

    DA!TAR PUSTAKA

    1. &iknjosastro 4 Saifuddin A.3 +a;himhadhi T. 2erdarahan -alam Kehamilan bstetri;s !/rd ed 2renti;e 4all 'nternational 'n;. Appleton and