of 26 /26
1 Materialitas, Risiko, dan Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Awal Strategi Audit Awal Materialitas Materialitas Konsep Materialitas Konsep Materialitas Risiko Audit Risiko Audit Strategi Audit Awal Strategi Audit Awal

Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Awal

  • Author
    edmund

  • View
    209

  • Download
    21

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Awal. Materialitas Konsep Materialitas Risiko Audit Strategi Audit Awal. Materialitas. - PowerPoint PPT Presentation

Text of Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit Awal

  • *Materialitas, Risiko, dan Strategi Audit AwalMaterialitasKonsep MaterialitasRisiko AuditStrategi Audit Awal

  • *MaterialitasBesaran penghilangan atau salahsaji informasi akuntansi, yang dengan mempertimbangkan lingkungan, memungkinkan pertimbangan orang yang mengandalkan pada informasi tersebut akan berubah atau dipengaruhi oleh penghilangan atau salahsaji itu.

  • *Materialitas dipengaruhi oleh:JumlahKeadaanWaktuIndividuJenis

  • *Level MaterialitasLevel Laporan KeuanganKarena opini auditor atas kewajaran laporan keuangan sebagai suatu keseluruhanLevel AkunKarena auditing meverifikasi saldo akun untuk memperoleh kesimpulan atas kewajaran laporan keuangan

  • *Materialitas Level Laporan KeuanganJumlah minimum salahsaji dalam laporan keuangan yang mencegah kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan PABUSalahsaji dapat disebabkan:Kesalahan penerapan PABUMenyimpang dari faktaPenghilangan informasi yang diperlukan

  • *Pedoman Kuantitaif:5% - 10% dari laba bersih% - 1% daritotal aktiva1% dari ekuitas% - 1% dari pendapatan kotorVaribilitas (fixed + variabel)

    Pilih jumlah terkecil

  • *Materialitas pada Level Saldo AkunSalahsaji minimum yang boleh ada dalam suatu saldo akun untuk dipertimbangkan agar saldo akun dinyatakan wajarTolerable misstatement

  • *Alokasi Materialitas Laporan Keuangan ke AkunMempertimbangkan kemungkinan terjadi salahsaji dalam akunKemungkinan biaya verifikasi akun

  • *Hubungan antara Materialitas dengan Bukti Audit Semakin besar jumlah akun, semakin banyak jumlah bukti audit yang diperlukan

    Semakin kecil level materialitas, semakin banyak jumlah bukti audit yang diperlukan

  • *Risiko AuditRisiko bahwa auditor gagal memodifikasi opininya atas laporan keuangan yang mengandung salahsaji materialRisiko berbanding terbaiik dengan tingkat keyakian.RisikoTingkat Keyakinan 5% 95% 10% 90%

  • *Model Risiko AuditAR = IR x CR x DRIR = Inherent RiskCR = Control RiskDR = Detection Risk Risiko deteksi dapat dibagi menjadi dua komponen: DR = AP x TDAP = Analytical Procedure RiskTD = Test of Detail Risk

    Level Laporan KeuanganLevel Laporan Keuangan

  • *AR = IR x CR X AP x TD

  • *Misal : AR=2%; IR=100%; CR=10% dan AP=50%, risiko uji rinci adalah

    TD = . AR . = IR x CR x AP

    TD = 0,02 = 40% 1,00x0,10x0,50

    TD= 40%, artinya ?

  • *Matrik Komponen Risiko

    Penilaian IRPenilaian CRAPTinggiAP-ModeratAPRendahAP Amat RendahMaksimumMaxTinggiModeratRendahAmat RAmat RAmat RRendahAmat RAmat R1RendahModer 1Amat RRendah2ModeratTinggiRendahModerat**TinggiMaxTinggiModeratRendahAmat RAmat RRendahModeratAmat RRendahModeratTinggiRendahModeratTinggi*Moderat***ModeratMaxTinggiModeratRendahAmat RRendahModeratTinggiRendahModeratTinggi*ModeratTinggi(4)**Tinggi***RendahMaxTinggiModeratRendahRendahModeratTinggi*ModeratTinggi**Tinggi*******

  • *Risiko BawaanInherent risk adalah kemungkinan suatu asersi mengandung salahsaji material dengan asumsi tidak ada pengendalian

    Berefek PervasiveBerefek Specific

  • *Pervasive: berpengaruh terhadap seluruh asersi atau banyak akunMisal:Profitabilitas relatif terhadap industriSensitivitas usaha akibat faktor ekonomiMasalah kelangsungan usahaJenis, sebab, dan jumlah salahsaji yang ditemukan audit tahun laluPerputaran, reputasi, dan keahlian akuntansi manajemenPengaruh perkembangan tehnologi terhadap usaha dan daya saing entitas

  • *Specific; hanya berpengaruh pada asersi akun tertentuMisal:Kesulitan utk mengaudit akun atau transaksiIssue akuntansi yang membingungkanKerawanan terjadinya penggelapanKompleksitas perhitunganTingginya tingkat pertimbangan yang terkait dengan asersiJenis, sebab, dan jumlah salahsaji yang ditemukan audit tahun laluSensitivitas penilaian karena faktor-faktor ekonomi

  • *Cara mengevaluasi faktor-faktor IR dengan cara memahami siklus bisnis klien termasuk:Manajemen, tujuan manajemen, dan sumber daya entitasProduk, jasa, pasar, pelanggan, dan pesaing entitasProses inti dan siklus usahaOutcome proses intiKeputusan Pendanaan dan Investasi

  • *Risiko KontrolRisiko bahwa salahsaji material dalam asersi tidak dapat dicegah atau ditemukan secara tepat waktu oleh pengendalian internal entitasCR = fungsi efektivitas pengendalian internal Pengendalian internal efektif akan menguruang risiko kontrolPengendalian internal kurang efektif akan menambah risiko kontrol

  • *Risiko kontrol diterapkan untuk setiap transaksi untuk setiap asersiKalau akun dipengaruhi lebih dari satu transaksi, gunakan risiko kontrol yang paling tinggiRisiko kontrol sesungguhnya tidak dapat diubah oleh auditor, tetapi ia dapat memodifikasi penilaian risiko kontrol dengan memodifikasi:1. prosedur yang dipakai utk memperoleh pemahaman pengendalian internal yang terkait dg asersi2. prosedur yang dipakai untuk pengujian kontrol

  • *Langkah penilaian Risiko kontrol 1. Tentukan rencana penilaian tingkat risiko kontrol untuk setiap asersi berdasarkan pemahaman atas pengendalian internal klien2. Risiko kontrol sesungguhnya ditentukan berdasarkan bukti yang diperoleh dari studi dan evaluasi pengendalian internal selama pekerjaan interim

  • *Risiko Kecurangan (Risk of Fraud)Auditor bertanggungjawab untuk mendeteksi kecurangan yang berakibat terhadap slahsaji material dalam laporan keuanganDua macam kecurangan:1. Pemalsuan pelaporan keuangan2. Penggelapan asset

  • *Fraudulent Financial ReportingSalahsaji yang timbul karena penyalahsajian atau penghilangan jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan untuk menyesatkan pemakai laporan keuangan.Cara:Manipulasi, pemalsuan atau pengubahan catatan akuntansi atau dokumen pendukung yang dijadi dasar penyusunan laporan keuangan

  • *Pengungkapan fiktif atau penghilangan secara sengaja peristiwa, transaksi, atau informasi signifikan dalam laporan keuanganSalah penerapan secara sengaja prinsip-prinsip akuntansi sehubungan dengn jumlah, klasifikasi, cara penyajian atau pengungkapan

  • *Penggelapan Assets

  • *