24
Judul : sediaan ini kok berubah warna? Skenario Suatu sediaan liquid produk A dilaporkan mengalami perubahan warna hingga ditarik peredarannya. Bagian QA mengecek adanya reaksi oksidasi pada sediaan tersebut, sehingga bagian R&D perlu mengevaluasi kembali formulasi sediaan tersebut dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Steep 1 1. Sediaan liquid (intan) : sediaan cairan yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut (halijah) Contohnya : sirup, eliksir, emulsi (afidah) Sediaan yang mengandung bahan kimia terlarut kecuali dinyatakan lain sebagai pelarut digunakan air suling (dian) 2. R&D (danil) Kegiatan penelitian dan pengembangan dan memiliki kepentingan komersil dalam kaitannya dengan reaserch ilmia dan pengembangan aplikatif dibidang teknologi (binta) 3. Reaksi oksidasi (andi) Reaksi pengikatan oksigen atau pelepasan hidrogen (noor) 4. QA (afidah) Bagian dari perusahaan yang berfungsi untuk menentukan suatu produk layak untuk diedarkan atau tidak (ratna) STEP 2 1. Apa saja yang faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan (tyas) 2. Sebut dan jelaskan yang termasuk dalam sediaan liquid (nurul) 3. Sebut dan jelaskan uji evaluasi sediaan liquid (andi) 4. Apa saja kekurangan dan kelebihan sediaan liquid (daniel)

MASTER SGD 4 LBM 3

  • Upload
    andii

  • View
    77

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

master

Citation preview

Page 1: MASTER SGD 4 LBM 3

Judul : sediaan ini kok berubah warna?

Skenario

Suatu sediaan liquid produk A dilaporkan mengalami perubahan warna hingga ditarik peredarannya. Bagian QA mengecek adanya reaksi oksidasi pada sediaan tersebut, sehingga bagian R&D perlu mengevaluasi kembali formulasi sediaan tersebut dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Steep 1

1. Sediaan liquid (intan) : sediaan cairan yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut (halijah)Contohnya : sirup, eliksir, emulsi (afidah)Sediaan yang mengandung bahan kimia terlarut kecuali dinyatakan lain sebagai pelarut digunakan air suling (dian)

2. R&D (danil)Kegiatan penelitian dan pengembangan dan memiliki kepentingan komersil dalam kaitannya dengan reaserch ilmia dan pengembangan aplikatif dibidang teknologi (binta)

3. Reaksi oksidasi (andi)Reaksi pengikatan oksigen atau pelepasan hidrogen (noor)

4. QA (afidah)Bagian dari perusahaan yang berfungsi untuk menentukan suatu produk layak untuk diedarkan atau tidak (ratna)

STEP 2

1. Apa saja yang faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan (tyas)2. Sebut dan jelaskan yang termasuk dalam sediaan liquid (nurul)3. Sebut dan jelaskan uji evaluasi sediaan liquid (andi)4. Apa saja kekurangan dan kelebihan sediaan liquid (daniel)5. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sediaan liquid (riesma)6. Apa saja yang memperngaruhi reaksi oksidasi (ratna)7. Apa saja metode dalam pembuatan sediaan liquid (intan)8. Apa saja syarat dalam pembuatan liquid (halijah)9. Sebutkan penggolongan larutan yang berdasarkan rute pemberiannya (noor)10. Apa saja faktor yang mempengaruhi formulasi sediaan liquid oral11. Sebutkan perbedaan dari formulasinya (bahan, pelarut, eksipien, pembuatan)12. Bahan eksipien dari sediaan liquid oral

Page 2: MASTER SGD 4 LBM 3

STEP 3

1. Apa saja yang faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan (tyas)Sifat polaritas zat terlarut dan pelarut : molekul polar larutan dalam pelarut polar dan sebaliknyaKonsolvensi : peristiwa terjadinya kenaikan kelarutan dengan penambahan pelarut lainSuhu dan tekanan : suhu naik maka terjadi naiknya larutanUkuran partikel : partikel kecil maka luas

2. Apa saja yang termasuk dalam sediaan liquid (nurul)- Sirup - Eliksir- Emulsi- Suspensi- Potio- Tingtura

(andi, tyas)3. Apa saja uji evaluasi sediaan liquid (andi)

- Uji organoleptis- Uji homogenitas- Uji pH- Uji kebocoran - Uji viskositas- Uji berat jenis- Uji volume- Uji kejernihan

(intan, nurul, riesma)4. Apa saja kekurangan dan kelebihan sediaan liquid (daniel)

Kelebihan :Cocok untuk pasien yang sukar menelanCepat diabsorbsi dalam tubuhSecara homogen terdistribusi ke dalam tubuhDapat diberikan dalam larutan encerUntuk pemakaian luar mudah digunakanMudah diberikan pemanis, perasa dan pengaromaKekurangan :Kurang praktisStabilitasnya kurangAda obat yag sukar ditutupi baunya(binta, halijah)

5. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sediaan liquid (riesma)Kelarutan dari zat aktifnyaPenyimpananPenampilan yang menarik (rasa, bau, viskositas)

Page 3: MASTER SGD 4 LBM 3

Aman dalam penggunaannya (tidak toksik)Homogen (antara pelarut dan zat aktif bercampur merata)Tidak boleh ada partikel yang mengapung, melayang atau mengendap dalam larutanCepat daya sebarnya dalam tubuh(noor, ratna)

6. Apa saja yang memperngaruhi reaksi oksidasi (ratna)Radiasi : oleh sinar matahariBahan pengoksidasi : asam nitratKatalis netralSistem oksidasi(afida)

7. Apa saja metode dalam pembuatan sediaan liquid (intan)Emulsi :- Gom kering : pemcampuran bahan secara langsung tanda penambahan cairan- Gom basah : pencampuran bahan dengan penambahan cairan- Metode botol : pencampuran yang menggunakan botol atau pencampuran di

dalam botol

Suspensi

- Dispersi- Presipitasi

(afida, andi)

8. Apa saja syarat dalam pembuatan liquid (halijah)Sediaan harus jernihTidak ada endapanZat terlarut harus larut sempurna (homogen)(tyas)Mudah diberi pemanisDosis dapat diubah-ubah(dian)Aman di gunakanaseptis(ratna)

9. Sebutkan penggolongan larutan yang berdasarkan rute pemberiannya (noor)Larutan oral : sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral ex : sirup dan eliksirLarutan topikal : larutan yang mengandung air dan pelarut lain yang digunakan pada kulit ex : lotion(riesma)

10. Apa saja faktor yang mempengaruhi formulasi sediaan liquid oralEmulsi : suhu pemanasan tidk konstan, perbedaan intensitas pengadukan, pencampuran tidak merata, ketidak stabilan dalam kestabilan emulsiSuspensi : ukuran partikel, kekentalan/viskositas, jumlah partikel

Page 4: MASTER SGD 4 LBM 3

Step 4 Concept mapping

Sediaan Liquid Oral

EmulsiSuspensi

Macam-macam

EliksirSirup

Uji Evaluasi

Perbedaan :

- Metode pembuatan

- Formulasi- kestabilan

TingturPotio

Page 5: MASTER SGD 4 LBM 3

STEP 2

1. Apa saja yang faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan (tyas)

Martin, A., Swarbick, J., dan A. Cammarata. 1993. Farmasi Fisik 2. Edisi III. Jakarta: UI Press. Pp. 940-1010, 1162, 1163, 1170.(binta)

Page 6: MASTER SGD 4 LBM 3

(andi)(afida)

2. Sebut dan jelaskan yang termasuk dalam sediaan liquid (nurul)

a. Solutio (Larutan) : sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut, sebagai pelarut digunakan air suling kecuali dinyatakan lain.

b. Suspensi : sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa.

c. Emulsi : sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.

Sumber : Anief, Moh. 2010. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: UGM Press (Ratna)(ratna)

1.Larutan oral :1. Potiones (obat minum)Adalah solutio yang dimaksudkan untuk pemakaian dalam ( peroral ).2. ElixirAdalah sediaan larutan yang mengandung bahan obat dan bahan tambahan ( pemanis, pengawet, pewarna dan pewangi ) sehingga memiliki bau dan rasa yang sedap dan sebagai pelarut digunakan campuran air – etanol.3.Netralisasi adalah obat minum yang dibuat dengan mencampurkan bagian asam dan bagian basa sampai reaksi selesai dan larutan bersifat netral.4. Saturatio adalah Obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi ditahan dalam wadah sehingga larutan jenuh dengan gas.5. Potio effervescent adalah Saturatio yang CO2 nya lewat jenuh.6. Guttae ( drops )Guttae / obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi, apabila tidak dinyatakan lain maka dimaksudkan untuk obat dalam.Sumber : Syamsuni, A. 2006. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. EGC : Jakarta.(dian)

3. Sebut dan jelaskan uji evaluasi sediaan liquid (andi)1. Viskositas adalah gaya yang diperlukan untuk menggerakkan secara berkesinambungan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lainnya dalam kondisi mapan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan cairan yang akan ditentukan kekentalannya2. Organoleptik meliputi bau rasa dan warna3. Penetapan pH mempunyai perbedaan pH tidak lebih dari 4 unit, dengan pH larutan uji4. Uji kejernihan untuk memastikan bahwa larutan yang di uji terbebas dari pengotor5. Penentuan bobot jenis untuk menjamin sediaan memiliki bobot jenis yang sesuai dengan spesifikasi dari produk yang telah ditetapkan.

Page 7: MASTER SGD 4 LBM 3

6. Uji volume untuk jaminan bahwa larutan oral dan suspensi yang dikemas dalam wadah dosis ganda dengan volume yang tertera di etiket tidak lebih dari 250 mL, jika dipindahkan dari wadah asli akan memberikan volume sediaan.Sumber: Syamsuni. 2005. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. EGC Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta(intan)

1. Organoleptis : Meliputi pewarnaan, bau, rasa dan dari seeiaan emulsi pada penyimpanan pada suhu endah 5oC dan tinggi 35oC pada penyimpanan masing-masing 12 jam.2. Volume Terpindahkan (FI IV, <1089>)Untuk penetapan volume terpindahkan, pilih tidak kurang dari 30 wadah, dan selanjutnya ikuti prosedur berikut untuk bentuk sediaan tersebut. Kocok isi dari 10 wadah satu persatu.3. KejernihanDilakukan dengan cara mengamati dengan mata sediaan larutan elixir, apakah ada partikelnya atau tidak bila tidak berarti larutan tersebut sudah jernih.4. Densitas (Bobot Jenis)Dilakukan denganmenggunakan piknometer5. ViskositasCara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat viscometer,antara lain :a.viskometer kapilerb. Viskometer Hopplerc. Viskometer Cup dan Bobd. Viskometer Cone dan Plate6. PhSediaan diukur pH nya dengan menggunakan pH meter, yaitu disesuaikan dengan pH usus karena sediaan diabsorbsi di usus jadi pH sediaan harus sama dengan pH usus.Sumber : Anief Moeh. 2006. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta.Gadjah Mada University press(halija)

4. Apa saja kekurangan dan kelebihan sediaan liquid (daniel)Sirup

Keuntungan Sirup

Sesuai untuk pasien yang susah menelan obat dengan sediaan padat. Contohnya : anak – anak, lanjut usia, dan parkinson.

Dapat menarik keinginan pasien untuk minum obat, karena rasanya yang enak dan baunya yang sedap. Sehingga anak – anak tidak takut untuk minum obat.

Sesuai untuk bahan obat yang bersifat higroskopis. Merupakan campuran yang homogen. Dosis dapat diubah ubah pembuatannya Mempunyai rasa manis Obat lebih mudah diabsopsi dalam tubuh

Kerugian sirup

Tidak semua obat bentuk sediaan sirup ada di pasaran.

Page 8: MASTER SGD 4 LBM 3

Sediaan sirup jarang yang isinya zat tunggal, pada umumnya campuran atau kombinasi beberapa zat berkhasiat yang kadang-kadang sebetulnya tidak di butuhkan oleh pasien tersebut.

Tidak bisa untuk sediaan yang sukar larut dalam air (biasanya di buat suspensi atau eliksir) eliksir kurang di sukai oleh dokter anak karena mengandung alkohol, suspensi stabilitasnya lebih rendah tergantung formulasi dan suspending agent yang di gunakan.

Tidak bias untuk bahan obat yang berbentuk minyak (minyak/oil biasanya di bentuk emulsi yang mana stabilitas emulsi juga lebih rendah.

Tidak ssesuai untuk bahan obat yang tidak stabil. Harga relaatif mahal karena memerlukan khusus dan kemasan yang khusus pula.

Ansel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Erlangga : Jakarta.

Suspensi

A. Keuntungan Bentuk Sediaan Suspensi :

baik digunakan untuk orang yang sulit mengkonsumsi tablet, pil, kapsul. terutama untuk anak-anak

memiliki homogenitas yang cukup tinggi lebih mudah di absorpsi daripada tablet, karna luas permukaan kontak dengan permukaan

saluran cerna tinggi dapat menutupi rasa tidak enak/pahit dari obat dapat mengurangi penguraian zat aktif yang tidak stabil dalam air

B. Kerugian Bentuk Sediaan Suspensi :

memiliki kestabilan yang rendah jika terbentuk caking maka akan sulit terdispersi kembali, sehingga homogenisitasnya

menjadi buruk alirang yang terlalu kental menyebabkan sediaan sulit untuk dituang ketepatan dosis lebih rendah dibandingkan sediaan larutan suspensi harus dilakukan pengocokan sebelum digunakan pada saat penyimpanan kemungkinan perubahan sistem dispersi akan meningkat apabila

terjadi perubahan temperatur pada tempat penyimpanan

Ansel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Erlangga : Jakarta.

emulsi

i.      Kelebihan :a.       Dapat membentuk sediaan yang saling tidak bercampur menjadi dapat bersatu menjadi sediaan yang homogen dan bersatu.

b.      Mudah ditelan.c.       Dapat menutupi rasa yang tidak enak pada obat

ii.    Kekurangan :a.       Kurang praktis dan staabilits rendah dibanding tablet.

Page 9: MASTER SGD 4 LBM 3

b.      Takaran dosis kurang teliti.

Ansel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Erlangga : Jakarta.

potioKeuntungan bentuk sediaan larutan (solutio) dibandingkan dengan jenis sediaan lainnya antara lain :

lebih mudah ditelan daripada sediaan yang lain, sehingga dapat lebih mudah digunakan bayi, anak-anak, dewasa, maupun usia lanjut

segera diabsorpsi karena telah berbentuk sediaan cair (tidak mengalami proses disintegrasi maupun pelarutan seperti pada tablet/pil dsb

obat secara homogen terdistribusi keseluruh bagian sediaan mengurangi resiko terjadinya iritasi lambung oleh zat zat iritan (Aspirin, KCl) karena larutan

langsung diencerkan dalam lambung lebih mudah untuk menutupi rasa dan bau tidak enak pada obat dengan cara penambahan

pemanis dan pengaroma

B. Kerugian bentuk sediaan larutan (solutio) dibandingkan dengan jenis sediaan lainnya antara lain :

bersifat voluminous, sehingga kurang menyenangkan untuk dibawa atau diangkut dan disimpan, lebih berat.

stabilitas dalam bentuk cair kurang baik dibandingkan dalam bentuk sediaan tablet, kapsul, pil, terutama apabila zat aktif/bahan mudah terhidrolisis

larutan/air merupakan media ideal mikroorganisme untuk berkembang-biak sehingga diperlukan penambahan pengawet yang lebih banyak dibanding sediaan tablet, pil, krim, dll

ketepatan dosis tergantung kemampuan pasien dalam menakar obat rasa obat yang tidak menyenangkan akan terasa lebih tidak enak apabila dalam bentuk

larutan, terutama jika tidak dibantu dengan pemanis dan pengaroma

Ansel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Erlangga : Jakarta.

(noor)5. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sediaan liquid (riesma)

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Sediaan Larutan:1. Kelarutan zat aktif2. Kestabilan zat aktif dalam larutan3. PenyimpananAnsel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Erlangga : Jakarta.(riesma)

Page 10: MASTER SGD 4 LBM 3

Anonim , 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Departemen kesehatan RI, Jakarta(binta)

6. Apa saja yang memperngaruhi reaksi oksidasi (ratna)Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya reaksi redoks yaitu terjadinya proses pengikatan dan pelepasan elektron, terjadinya penambahan dan pengurangan bilangan oksidasi, bilangan oksidasi adalah bilangan yang menunjukkan muatan yang disumbangkan oleh suatu atom molekul atau ion yang dibentuknya, terjadi reaksi pengikatan dan pelepasan oksigen, dalam reaksi redoks yaitu terjadi peristiwa reduksi.Sumber : Goldberg, David E.2007. Schaum’s Outlines Kimia Untuk Pemula, Jakarta : Erlangga(nurul)

Faktor-faktor yang mempercepat oksidasi (akselerator) dapat dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:

o radiasi, misalnya oleh panas dan cahaya, o bahan pengoksidasi (oxidizing agent) misalnya peroksida, perasid, ozone,

asam nitrat dan beberapa senyawa organik nitro, dan aldehida aromatik, o katalis metal khususnya garam dari beberapa macam logam berat dan o sistem oksidasi, misalnya adanya katalis organik yang labil terhadap panas.

Sumber : R, Ritonga. 2010. Penentuan Bilangan Peroksida Pada Minyak Inti Kelapa Sawit (CPKO) Di PT. Ecogreen Oleochemicals. USU (Ratna)

7. Apa saja metode dalam pembuatan sediaan liquid (intan)Metode Pembuatan Emulsi1. Metode GOM kering 4:2:1- GOM dicampur minyak sampai homogen- Setelah homogen ditambahkan 2 bagian air, campur sampai homogen2. Metode GOM basah- GOM dicampur dengan air sebagian- Ditambahkan minyak secara perlahan, sisa air ditambahkan lagi3. Metode botol- GOM dimasukkan ke dalam botol + air, dikocok- Sedikit demi sedikit minyak ditambahkan sambil terus dikocok.

Page 11: MASTER SGD 4 LBM 3

Sumber : Ansel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Erlangga: Jakarta.

(tyas)Metode atau cara Pembuatan Suspensi :a. Metode Dispersimetode ini dilakukan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat kedalam misilago yang telah terbentuk, kemudian baru di encerkan.b. Metode Prestipitasizat yang hendak didespersiakan di larutkan terlebih dulu kedalam pelarut organik yang hendak di campur dengan air.(Syamsuni, A. 2006)(danil)

Sirup

Page 12: MASTER SGD 4 LBM 3
Page 13: MASTER SGD 4 LBM 3

Voigt. 1984. Buku Ajar Teknologi Farmasi. Diterjemahkan oleh Soendani NoerotoS.,UGM Press, Yogyakarta. Hal: 337-338(binta)

8. Apa saja syarat dalam pembuatan liquid (halijah)- Zat terdispersi harus halus dan tidak boleh mengendap- Jika dikocok harus segera terdispersi kembali- Dapat mengandung zat dan bahan menjamin stabilitas suspensi- Kekentalan suspensi tidak bolah terlalu tinggi agar mudah dikocok atau sedia dituang- Zat terlarut harus larut sempurna dalam pelarutnya- Zat harus stabil, baik pada suhu kamar dan pada penyimpanan- Jernih dan tidak ada endapan

Sumber : Anief, Moh. 2004. Ilmu Meracik Obat. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta(andi)

a. Zat yang digunakan harus murni dan mempunyai rumus molekul yang pasti.b. Zat yang digunakan harus mempunyai berat ekuivalen yang pasti.c. Zat yang digunakan mudah di keringkan.d. Stabil dimana larutan baku primer dapat dipakai untuk menentukan kadar larutan yang tidak diketahui (Anonim, 2008)sumber : Tim Dosen Kimia Dasar, 2011. Buku Ajar Kimia Dasar II edisi revisi. Palu : Universitas Tadulako

Page 14: MASTER SGD 4 LBM 3

(halija)9. Sebutkan penggolongan larutan yang berdasarkan rute pemberiannya (noor)

1. Larutan oralAdalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat dengan/ tanpa aroma, pemanis, pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven air yang pemakaiannya melalui oral. Contohnya : sirup, sirup simpleks, eliksir.a. Potiones (Obat Minum)Sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis, atau pewarna yang larut dalam air atau berbentuk emulsi atau suspensi. b. ElixirSediaan yang mengandung bahan obat dan bahan tambahan (pemanis, pengawet, pewangi) sehingga memiliki bau dan rasa yang sedap dan sebagai pelarut digunakan campuran air-etanol. Etanol berfungsi untuk mempertinggi kelarutan obat. Elixir dapat pula ditambahkan glycerol, sorbitol, atau propilenglikol. c.Sirup-Sirup simplex, mengandung 65 % gula dalam larutan nipagin 0,25 %b/v-Sirup obat, mengandung satu atau lebih jenis obat dengan atau tanpa zat tambahan, digunakan untuk pengobatan.-Sirup pewangi, tidak mengandung obat tetapi mengandung zat pewangi atau penyedap lain. Penambahan sirup ini bertujuan untuk menutup rasa atau bau obat yang tidak enak. d. NetralisasiObat minum yang dibuat dengan mencampurkan bagian asam dan bagian basa sampai reaksi selesai dan larutan bersifat netral. Mis; solutio citratis magnesii. e. SaturatioObat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dan basa tetapi gas yang terjadi ditahan dalam wadah sehingga larutan jenuh dengan gas. f. Potio EffervescentSaturatio yang CO2 nya lewat jenuh.g. Guttae (drop)Obat tetes : sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi, apabila tidak dinyatakan lain dimaksudkan untuk obat dalam. Digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan yang setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan dalam Farmakope Indonesia. Pediatric drop : obat tetes yang diguanakan untuk anak-anak atau bayi. 2.Larutan topicalAdalah larutan yang biasanya mengandung air tetapi seringkali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol yang pemakaiannya untuk bagian luar tubuh. Contohnya : Collyrium Guttae, Ophthalmicae, Gargarisma, Guttae Oris, Guttae Nasalis, Inhalation, Injectiones , Lavement, Douche.(Syamsuni, 2006)a.Collyrium

Page 15: MASTER SGD 4 LBM 3

Sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas zarah asing, isotonis digunakan untuk membersihkan mata, dapat ditambahkan zat dapar dan zat pengawet.b. Guttae ophthalmicaeObat tetes mata : larutan steril bebas partikel asing merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga sesuai digunakan pada mata. Tetes mata juga tersedia dalam bentuk suspensi, partikel halus dalam bentuk termikronisasi agar tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea. c. Gargarisma (Gargle)Gargarisma atau obat kumur mulut adalah sediaan berupa larutan umumnya dalam keadaan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan. Dimaksudkan untuk digunakan sebagai pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan.Penandaan : Petunjuk pengencern sebelum digunakan dan ”hanya untuk kumur, tidak ditelan” d. Litus OrisOles bibir adalah sediaan cair agak kental dan pemakaiannya secara disapukan dalam mulut. Cth: Lar 10 % borax dalam gliserin e. Guttae NasalesTetes hidung adalah obat yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat ke dalam rongga hidung, Dapat mengandung zat pensuspensi, pendapar dan pengawet. Minyak lemak atau minyak mineral tidak boleh digunakan sebagai cairan pembawa. f. InhalationesSediaan yang dimaksudkan untuk disedot hidung atau mulut atau disemprotkan dalam bentuk kabut ke dalam saluran pernafasan. Tetesan butiran kabut harus seragam dan sangat halus sehingga dapat mencapai bronkhioli. Inhalasi merupakan larutan dalam air atau gas. Penandaan : Pada etiket ditulis ”Kocok dahulu” g.Epithema/Obat KompresCairan yang dipakai untuk mendatangkan rasa dingin pada tempat yang sakit dan panas karena radang atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan osmose, digunakan untuk mengeringkan luka bernanah.Cth : Sol Rivanol, campuran Borwater-revanolSyamsuni, A. 2006. Ilmu Resep. Penerbit Buku Kedokteran EGC:Jakarta(afida)

10. Apa saja faktor yang mempengaruhi formulasi sediaan liquid oralFaktor yang harus diperhatikan dalam formulasi antara lain:

o Hal-hal yang berdampak pada kelarutano Hal-hal yang berdampak pada kelarutano Hal-hal yang berdampak pada kecepatan disolusio Hal-hal yang berdampak pada stabilitas kimia dan enzimatiko Kapabilitas absorbsi

Page 16: MASTER SGD 4 LBM 3

Formulasi sediaan cair farmasi memerlukan beberapa pertimbangan:a. Konsentrasi obatb. Kelarutan obatc. Kelarutan obatd. Pemilihan pembawa caire. Stabilitas fisika dan kimiaf. Pengawetan sediaang. Pemilihan eksipien yang sesuai, seperti dapar, pensolubilisasi, pemanis,

peningkat viskositas, pewarna, dan flavour.Sumber : Kurniawan, D. W., 2012. Formulasi Sediaan Farmasi(intan)

EMULSI Suhu pemanasan tidak konstan Perbedaan intensitas pengadukan Pencampuran kurang merata Kekompakan dan elastisitas film yang melindungi zat terdispersi Ketidaktelitian dalam pengamatan kestabilan emulsi.

SUSPENSI Ukuran partikel ukuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang

partikel tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspense itu. Hubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas penampangnya. Sedangkan antara luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier. Artinya semakin besar ukuran partikel maka semakin luas penampangnya.

Kekentalan/viskositas kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil).

Jumlah partikel/konsentrasi apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar, maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut. Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut, oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat.

Sifat/muatan partikel dari beberapa macam campuran bahan yang sifatnya tidak terlalu sama.

SUMBER : Ansel, H.C., (1989), “Pengantar Bentuk Sedian Farmasi”, edisi IV, Terjemahan Farida Ibrahim, UI Press, Jakarta. Anief M., 2000, Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek, UGM Press, Yogyakarta(nurul)

Formulasi sediaan cair farmasi memerlukan beberapa pertimbangan:

1. Konsentrasi obat2. Kelarutan obat3. Kelarutan obat4. Pemilihan pembawa cair5. Stabilitas fisika dan kimia

Page 17: MASTER SGD 4 LBM 3

6. Pengawetan sediaan7. Pemilihan eksipien yang sesuai, seperti dapar,

pensolubilisasi, pemanis, peningkat viskositas, pewarna, dan flavour.

Sumber : Kurniawan, D. W., 2012. Formulasi Sediaan Farmasi. (riesma)

11. Sebutkan perbedaan dari masing-masing formulasi sediaan

Suspensi

- Bahan : Tepung ubi cilembu (Ipomea batatas Lamk.). Bahan kimia dan bahan lainnya meliputi CMCNa, tragacant, PGA, gula, nipagin, essence, dan aquadest.

- Kestabilan : Stabilitas sediaan suspensi dipengaruhi oleh komponen-komponen yang terdapat dalam formulasi tersebut, salah satu adalah zat pensuspensi atau suspending agent. Oleh karena itu untuk mendapatkan suspensi yang stabil dan baik diperlukan penanganan dalam proses pembuatan, penyimpanan maupun pemilihan bahan pensuspensi. Contoh suspending agent yang digunakan adalah CMC Na (Carboxymethylcellulose Natrium) dan PGS

- Cara pembuatan : Metode pembuatan suspensi adalah dengan metode dispersi dan metode stabilitas dipercepat. Evaluasi stabilitas fisik suspensi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, berat jenis, viskositas, volume sedimentasi, dan redispersi.Sumber : Fitriani, Yeyen Nor, dkk. 2015. Formulasi and Evaluasi Stabilitas Fisik Suspensi Ubi Cilembu (Ipomea batatas L.) dengan Suspending Agent CMC Na dan PGS Sebagai Antihiperkolesterol. Departemen Farmasi Industri, Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata(andi)

Sediaan sirupBahan yang digunakan pada pembuatan sediaan sirup meliputi Acetaminophen, Na.CmC, Asam Benzoat, Propylenglikol, Syr.simpleks, Essens, Alcohol, Air.

Sediaan suspensiBahan yang digunakan pada pembuatan sediian suspensi adalah Paracetamol, Asam sitrat, PGA, Sodium benzoat, Syr. Simplex, aquadest.

Sediaan emulsiBahan yang digunakan pada pembuatan sediian emulsi adalah Paracetamol, minyak atsiri, sakarin, essens jeruk, pewarna, tween dan span, aduadest.

Sumber : Anief, Moh. (2004). Ilmu Meracik Obat. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.

(intan)1.sirupBahan : -Pemanis-Pengawet antimikroba-Perasa dan Pengaroma

Page 18: MASTER SGD 4 LBM 3

-PewarnaCara pembuatan :Kecuali dinyatakan lain, Sirup dibuat dengan cara sebagai berikut :Buat cairan untuk sirup, panaskan, tambahkan gula, jika perlu didihkan hingga larut. Tambahkan air mendidih secukupnya hingga diperoleh bobot yang dikehendaki, buang busa yang terjadi, serkai.Pada pembuatan sirup dari simplisia yang mengandung glukosida antrakinon, di tambahkan natrium karbonat sejumlah 10% bobot simplisia.pada pembuatan sirop simplisia untuk persediaan di tambahkan Nipagin 0,25% b/v atau pengawet yang cocok.sirop disimpan dalam wadah tertutup rapar,dan di tempat yang sejuk.Pelarut : air2. LINCTUSBahan :Luminal 4Propilenglikol 100Alkohol 200Larutan sorbitol 600Zat warna q.sAq.dest ad 1 literPelarut : air, alkoholCara pembuatan :Mencampur zat padat dengan pelarut atau campuran pelarut sambil diaduk hingga larut.Bahan yang larut dalam air dilarutkan terpisah dengan zat yang larut dalam pelarut alkohol. Larutan air ditambahkan ke dalam larutan alkohol agar penurunan kekuatan alkohol dalam larutan secara gradien mencegah terjadinya pemisahan/ endapan.Sumber : Ansel, H.C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Ed 4.Universitas Indonesia Press: Jakarta.(dian)

12. Bahan eksipien dari sediaan liquid oral Bahan tambahan a. Corrigen odoris: digunakan untuk memperbaiki bau obat. Contoh: oleum

cinnamommi, oleum rosarum, oleum citri, oleum menthae pip. b. Corrigen saporis: digunakan untuk mempebaiki rasa obat.

   Contoh: saccharosa/sirup simplex, sirup auratiorum, tingtur cinnamommi, aqua menthae

piperithae. c. Corrigen coloris: digunakan untuk memperbaiki warna obat. Contoh: karminum (merah), karamel (coklat), tinture croci (kuning). d. Corrigen solubilis: digunakan untuk memperbaiki kelarutan dari obat utama. Contoh: iodium dapat mudah larut dalam larutan pekat. e. Pengawet: digunakan untuk mengawetkan obat. Contoh: asam benzoat, natrium benzoat, nipagin, nipasol. (Syamsuni, A., 2006)

Syamsuni, A. 2006. Ilmu Resep. EGC : Jakarta.(noor)