9
LBM 4 MATA SGD 8 Step 1 : 1. Addisi S+1,50 J4 : Jaeger untuk memeriksa dekat urutan paling atas angka besar semakin ke bawah kecil terdiri dari 5 atau 6 baris , 4 baris kedua normalnya J1-J2. 2. Laser fotokoagulasi retina : Suatu metode pengobatan untuk retinopati diabetik dimana pigmen nya akan mengubah panas yang meningkatkan metabolisme sehingga akan terjadi denaturasi dan koagulasi akhirnya merusak sel-selnya , bertujuan supaya pembentukan vaskularisasi di luar retina tidak ada lagi. Step 2 : 1. Anatomi,histologi dan fisiolagi dari Lensa, Vitreus dan Retina ? 2. Mengapa lensa keruh tidak merata ? 3. Mengapa pada pasien didapatkan tajam penglihatan kedua matanya semakin buram ? 4. Apa hubungan orang tua pasien mengalami DM dan hipertensi dengan keadaan di skenario ? 5. Apa intepretasi didapatkan VOD 6/60 dengan s-1,75 menjadi 6/12 nbc, VOS 6/48 dengan s-1,5 menjadi 6/9,6 nbc addisi+1,5 J4 ? 6. Kelainan apa yang kira-kira bisa didapatkan pada retina dan vitreus pasien ? 7. Mengapa dokter merencanakan untuk melakukan laser fotokoagulasi retina dan apa operasi yang akan dilakukan ?

Master LBM 4 Mata SGD 8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mata

Citation preview

Page 1: Master LBM 4 Mata SGD 8

LBM 4 MATA

SGD 8

Step 1 :

1. Addisi S+1,50 J4 : Jaeger untuk memeriksa dekat urutan paling atas angka besar semakin ke bawah kecil terdiri dari 5 atau 6 baris , 4 baris kedua normalnya J1-J2.

2. Laser fotokoagulasi retina : Suatu metode pengobatan untuk retinopati diabetik dimana pigmen nya akan mengubah panas yang meningkatkan metabolisme sehingga akan terjadi denaturasi dan koagulasi akhirnya merusak sel-selnya , bertujuan supaya pembentukan vaskularisasi di luar retina tidak ada lagi.

Step 2 :

1. Anatomi,histologi dan fisiolagi dari Lensa, Vitreus dan Retina ?2. Mengapa lensa keruh tidak merata ?3. Mengapa pada pasien didapatkan tajam penglihatan kedua matanya

semakin buram ?4. Apa hubungan orang tua pasien mengalami DM dan hipertensi

dengan keadaan di skenario ?5. Apa intepretasi didapatkan VOD 6/60 dengan s-1,75 menjadi 6/12 nbc,

VOS 6/48 dengan s-1,5 menjadi 6/9,6 nbc addisi+1,5 J4 ?6. Kelainan apa yang kira-kira bisa didapatkan pada retina dan vitreus

pasien ?7. Mengapa dokter merencanakan untuk melakukan laser fotokoagulasi

retina dan apa operasi yang akan dilakukan ?8. Apa hubungan pasien memakai kacamata sejak usia sejak usia 15

tahun dan sejak 5 tahun yang lalu adalah kacamata bifokal dengan keluhan ?

9. Komplikasi ?10. Apakah pengelolaan faktor resiko yang dilakukan oleh Sp.Pd ?11. DD ?12. Terapi ?13. Pemeriksaan penunjang lain untuk mendiagnosis ?

Page 2: Master LBM 4 Mata SGD 8

Step 3 :

1. Anatomi,histologi dan fisiolagi dari Lensa, Vitreus dan Retina ? Anatomi Lensa

Media refrakta jernih, avaskuler bagian belakang lebih cembung dibanding bagian depan memiliki penggantung yang menggantukan dengan corpus siliaris yaitu zonula zinii (lig suspensorium lentis) nutrisi berasal dari humor aquous. Fisiologi lensa : Berperan dalam proses akomodasi m.siliaris kontraksi zonula zinii kendur lensa mencembung. Histologi :1. Kapsul lensa : lapisan sebagai perlindungan utama lensa, sifat

semipermeabel untuk dilewati zat2 metabolisme.2. Epitel subscapular : bagian atas epitel kuboid3. Serat lensa : tersusun memanjang, terdapat protein2 kristalinTerdiri dari protein larut dalam air (protein sitoplasmik contohnya : protein kristalin alfa beta dan gama ) dan tdk larut (protein sitoskeletal) dibagi jadi 2 larut dlm urea: fungsinya sebagai rangka struktural lensa , dan tidak larut dalam urea terdiri dari membrat serat plasma sel.

Corpus vitreusJernih terletak dibelakang lensa sbg media refrakta, transparan mengandung 90% air fungsinya mempertahankan bentuk bola mata dan meneruskan sinar ke retina. Mendapatkan nutrisi dari tunica choroid melalu membran bruch pembuluh darah choroid memberi nutrisi ke corpus vitreum dan menutrisi retina juga.Histologi : terdiri dari glikosaminoglikan, kolagen dan asam hialuronat.

RetinaBanyak sel-sel saraf seperti sel batang, sel kerucut dan sel bipolar. Mendapat nutrisi dari vaskuler yg ada di tunica choroid. Vaskulernya vasa retina masuk menembus papil n.opticus. Vena centralis retina bermuara ke v.ophtalmica dan sebagaian kecil ada yang langsung ke sinus cavernosus. Bacillus(perifer ) dan conus(sentral)Jatuh ke fovea centralis ditangkap oleh sel batang.Histologi : 10 lapisan1. Lap pigmen epitel2. lap fotoreseptor : berisi badan2 dari sel kerucut dan sel batang3. Mmbran limitan eksterna4. Lap inti luar (sel kerucut-sel batang)5. lap fleksiform luar ( akson dan dendrit dari sel bipolar)6. Lap inti dalam (nukleus dari sel bipolar)

Page 3: Master LBM 4 Mata SGD 8

7. Lap pleksiform dalam ( akson sel ganglion )8. Lap sel ganglion9. Lap serat saraf (meneruskan dan menjadi n.optikus)10. Membran limitan imterna

2. Mengapa lensa keruh tidak merata ? Metabolisme lensa yaitu metabolisme glukosa melalui jalur difus

difosforilasi oleh enzim heksokinase menjadi glukosa 6-fosfat tersaturasi oleh kadar glukosa pada lensa, lensa tidak dilalui Pembuluh darah sehingga metabolismenya secara glikolisis anaerob yang menghasilkan sekitar 70 % ATP , Jalur lainnya yaitu jalun Pentosa Fosfat dimana aktivitas nya lebih tinggi dari sekitarnya untuk mereduksi glutation, Jalur lainnya yaitu jalur sorbitol jika dlm keadaan kadar gula tinggi makan akan lebih aktif dari jalur glikolisis sehingga jalur sorbitol terakumulasi, glukosa diubah menjadi sorbitol dibantu oleh enzim aldosa reduktase, sorbitol di metabolisme oleh enzim polionhidrogenase yang memiliki aktivitas rendah sehingga sorbiotol akan terjadi retensi dilensa, sorbitol menyebabkan tekanan osmotik meningkat lensa menggembung lensa keruh.

Sorbitol saat terjadi akumulasi di lensa tdk bisa keluar krn kandungannya gula + alkohol yg tdk bisa menembus membran basalis menyebabkan kerusakan sel-sel disekitarnya akumulasi bersifat hidrofilik sel-sel disekitar menjadi bengkak karena proses osmotik.

DM hiperglikemi oleh karena mekanisme salah satunya peningkatan aldosa reduktase terjadi peningkatan sorbitol terjadi perubahan fisiologi dari mekanisme osmolaritas lensa meningkat perubahan struktur lensa kristalina agregasi dan denaturasi protein meningkat agregat2 menghambrkan berkas cahaya dan mengurangi transparansi perubahan protein akibatnya perubahan lensa jadi warna kuning/coklat timbul katarak.

Seperti melihat air terjun/berkabut karena ada hamburan cahaya.

3. Mengapa pada pasien didapatkan tajam penglihatan kedua matanya semakin buram ?

Lensa sebagai media refrakta, cahaya tidak bisa diteruskan ke fovea centralis visus turun.

Berhubungan dengan usia dimana terjadi kepadatan dari sel serat lensa akumulasi epitel menurun homeostasis berubah penurunan transparansi dari lensa buram.

Hiperglikemi mengubah morfologi (cembung) gula menurun berpengaruh thdp media refrakta buram.

Page 4: Master LBM 4 Mata SGD 8

Penglihatan menurun : 1. Media refrakta (lensa akumulasi sorbitol perubahan fisiologis buram)2. Saraf3. Refraksi anomali

4. Apa hubungan orang tua pasien mengalami DM dan hipertensi dengan keadaan di skenario ?

DM hiperglikemi oleh karena mekanisme salah satunya peningkatan aldosa reduktase terjadi peningkatan sorbitol terjadi perubahan fisiologi dari mekanisme osmolaritas lensa meningkat perubahan struktur lensa kristalina agregasi dan denaturasi protein meningkat agregat2 menghambrkan berkas cahaya dan mengurangi transparansi perubahan protein akibatnya perubahan lensa jadi warna kuning/coklat timbul katarak.

Retinopati diabetikum ( non proliferatif : terjadi edem di makula oleh karena rusak blood retina barier di endotel kapiler retina kebocoran cairan plasma dan isi lain pem.darah keluar dari kapiler dan mnyebar edem fokal atau difus pada bagian retina tampak retina menebal (mikroaneurisma) serta terlihat eksudasi di retina. Fase non proliferatif 1-3th bisa jadi fase proliferatif yang akhirnya menyebabkan iskemik di retina kompensasi berupa neovaskularisasi yang tidak sesuai tanpa disertai perisit dan membran basal sanga rapuh dan mudah pecah perdarahan sampai ke corpus vitreus berpengaruh ke media refrakta.2 penyebab : iskemik dan edem makula (kerusakan di blood retina barier)

Hipertensi terjadi penyempitan pembuluh darah ekstravasasi rusak inner blood retina ratio arteri dan vena pada mata terganggu spasme terjadi edem karena ekstravasasi tekanan dinding di adventisial meningkat perdarahan penerima cahaya di sulcus calcarina terkena penerimaan objek terganggu.

Perisit , Membran basal, lapisan endotel (bersama lapisan basal membentuk barier yang menghalangi molekul-molekul yg tidak sesuai dgn retina).

Sel endotel sel perisit normalnya 1: 1 kalau gangguan menjadi 1:20 Hipertensi tahap vasokonstrisksi(vasospasme pem.darah retina tonus

arteriol retina meningkat penebalan lap intima, hiprplasi tunica media degenerasi hialin masuk tahap sklerotik masuk tahap eksudasi: dan tahap eksudasi (kerusakan blood retina barier)

5. Apa intepretasi didapatkan VOD 6/60 dengan s-1,75 menjadi 6/12 nbc, VOS 6/48 dengan s-1,5 menjadi 6/9,6 nbc addisi+1,5 J4 ?

Page 5: Master LBM 4 Mata SGD 8

paling besar ditaruh diatas, dan ada yang dibawah jaeger. J1 huruf paling kecil semakin tinggi contohnya J2 dsb semakin besar angkanya.

6. Kelainan apa yang kira-kira bisa didapatkan pada retina dan vitreus pasien ?Retina :

retinopati diabetik Retinopati hipertensi Retinopati anemia Retinitis Ablasio retina

Vitreus : Perdarahan Vitritis Proliferatif vitreo retinopati

7. Mengapa dokter merencanakan untuk melakukan laser fotokoagulasi retina dan apa operasi yang akan dilakukan ?

Fotokoagulasi bedah supaya tidak ada (memblok) neovaskularisasi pada retina disarankan pada retinopati diabetik proliferatif dan edema makula.

3 metode fotokoagulasi :1. Metode schatter 2. Metode focal fotokoagulasi3. Grid FotokoagulasiIndikasinya ????Cara kerja laser di retina ????Fungsi laser ????

Komplikasi dari perdarahan :Memberikan penampakan abu-abu – merah oleh karena komplikasi perdarahan di corpus vitreum membuat lapisan fotoreseptor tertarik terjadi ablasio retina kebutaan

Operasi : EKEK (ekstraksi katarak ekstra kapsuler ) dan EKIK (Ekstraksi katarak intra kapsuler )

Page 6: Master LBM 4 Mata SGD 8

8. Apa hubungan pasien memakai kacamata sejak usia sejak usia 15 tahun dan sejak 5 tahun yang lalu adalah kacamata bifokal dengan keluhan ?

9. Apakah pengelolaan faktor resiko yang dilakukan oleh Sp.Pd ?10. Pemeriksaan penunjang lain untuk mendiagnosis ?11. DD ?12. Terapi ?13. Komplikasi ?14. Cara membaca kartu jaeger ? paling besar ditaruh diatas, dan ada yang

dibawah jaeger. J1 huruf paling kecil semakin tinggi contohnya J2 dsb semakin besar angkanya.

15. Jelaskan tentang media refrakta dan kelainanya16. Sistem refraksi dan kelainannya