MASJID DAN VIHARA: SIMBOL KERUKUNAN HUBUNGAN MASJID DAN VIHARA: SIMBOL K. ERUKUNAN. HUBUNGAN. A. NTARA

  • View
    5

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MASJID DAN VIHARA: SIMBOL KERUKUNAN HUBUNGAN MASJID DAN VIHARA: SIMBOL K. ERUKUNAN. HUBUNGAN. A....

  • MASJID DAN VIHARA: SIMBOL KERUKUNAN HUBUNGAN

    ANTARA ISLAM DAN BUDDHA (STUDI KASUS DI KELURAHAN

    BANTEN KECAMATAN KASEMEN KOTA SERANG

    PROVINSI BANTEN)

    Skripsi

    Diajukan untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar

    Sarjana Agama (S. Ag)

    Oleh:

    Dita Sopia Sari

    NIM: 1112032100005

    PROGRAM STUDI AGAMA-AGAMA

    FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    1438 H/2017 M

  • i

    Masjid dan Vihara: Simbol Kerukunan Hubungan Antara Islam dan

    Buddha (Studi Kasus di Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen Kota

    Serang Provinsi Banten)

    Skripsi

    Diajukan untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar

    Sarjana Agama (S. Ag)

    Oleh:

    Dita Sopia Sari

    NIM: 1112032100005

    PROGRAM STUDI AGAMA-AGAMA

    FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    1438 H/2017 M

  • ii

  • iii

  • iv

  • v

    PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

    Penulisan transliterasi ini mengikuti buku Pedoman Penulisan Karya

    Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi) yang diterbitkan oleh Center for Quality

    Development and Assurance (CeQDa) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007.

    Berikut adalah daftar aksara Arab dan padanannya dalam aksara latin:

    Huruf Arab Huruf Latin Keterangan

    Tidak dilambangkan ا

    b Be ب

    t Te ت

    ts te dan es ث

    j „je ج

    h h dengan garis bawah ح

    kh ka dan ha خ

    d De د

    dz de dan zet ذ

    r Er ر

    z Zet ز

    s Es س

    sy es dan ye ش

    s es dengan garis di bawah ص

    d de dengan garis di bawah ض

    t te dengan garis di bawah ط

    z zet dengan garis di bawah ظ

    koma terbalik di atas hadap kanan „ ع

    gh ge dan ha غ

    f Ef ف

    q Ki ق

    k Ka ك

    l El ل

    m Em م

    n En ن

    w We و

    h Ha ه

    Apostrof ` ء

    y Ye ي

  • vi

    ABSTRAK

    Dita Sopia Sari

    Masjid dan Vihara: Simbol Kerukunan Hubungan Antara Islam Dan

    Buddha (Studi Kasus di Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen Kota

    Serang Provinsi Banten)

    Kelurahan Banten merupakan sebuah desa yang di dalamnya terdapat dua

    buah rumah ibadah bersejarah yang berbeda, yaitu Masjid Agung Banten dan

    Vihara Avalokitesvara. Berdirinya sebuah vihara di tengah-tengah masyarakat

    mayoritas beragama Islam juga kawasan bersejarah kerajaan Islam Banten tidak

    menjadikan pemeluk agama mayoritas bersifat sombong atau bahkan melakukan

    hal-hal diskriminasi terhadap mereka, keduanya saling menghormati dan

    menghargai. Ini terjadi sejak jaman dahulu hingga sekarang. Adanya

    kemajemukan ini, menunjukkan bahwa dialog antar umat beragama di Kelurahan

    Banten terjalin sangat baik.

    Bangunan Vihara Avalokitesvara Banten dibangun sekitar tahun 1652,

    berdiri lebih dulu daripada Masjid Agung Banten. Latar belakang

    pembangunannya menurut warga setempat ada kaitannya dengan salah satu wali

    Allah, Sunan Gunung Jati yang menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat

    beragama. Vihara ini mengalami perpindahan tempat ke ke Kampung Pamarican

    Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen Provinsi Banten pada tahun 1774, dahulu

    sebelumnya berada di Desa Dermayon, sekitar 500 M arah selatan Masjid Agung

    Banten.

    Bangunan Masjid Agung Banten didirikan pada abad ke-17 beserta

    bangunan komponen lainnya (komplek Masjid Agung Banten) yang didirikan

    secara tidak bersamaan, berangsur. Ada satu komponen bangunan yang menarik

    perhatian para pengunjung, baik di masa lampau hingga sekarang, yaitu “menara”.

    Menara terletak di sebelah timur masjid itu berfungsi sebagai tempat untuk

    mengumandangkan adzan serta tempat untuk memantau keadaan di Teluk Banten

    tersebut, dibangun oleh arsitek asal Cina yaitu Tjek Ban Cut, bangunannya terbuat

    dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian

    bawahnya kurang lebih 10 meter. Menara ini memiliki makna fungsional simbolik

    terhadap pembangunan Banten setelah berdiri sebagai sebuah provinsi pada tahun

    2000 dan resmi dijadikan simbol atau ikon lembaga pemerintahan Provinsi

    Banten.

    Kata Kunci: Masjid, Vihara, Simbol, Kerukunan, Beragama

    https://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bata

  • vii

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillahi Rabb al-alamin, Segala puji bagi Allah, yang awal tanpa

    yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Maha suci

    AsmaNya, maha tampak anugrahNya. Ya Allah sampaikan kepada Nabi

    Muhammad SAW dan keluarganya, shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang

    batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak berhingga.

    Sesungguhnya, tidaklah mudah bagi penulis menyusun skripsi ini, tetapi

    meskipun demikian, penulis bertekad menyelesaikan skripsi ini agar dapat

    mengajukan salah satu syarat kelulusan dalam jenjang perkuliahan Strata I

    Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Sudah sepatutnya penulis menyampaikan ucapan “terima kasih” dan

    penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran

    skripsi ini. Bantuan dan dukungan mereka, sedikit banyaknya telah meringankan

    beban penulis selama menyusun skripsi ini. Meskipun tidak semua pihak dapat

    penulis sebutkan satu persatu, setidaknya penulis merasa perlu menyebutkan

    sejumlah nama, yaitu:

    1. Keluarga tercinta, mamah, bapak, teteh, kakak dan adik. Terutama kepada

    orang tua yang penulis cintai dan hormati sepanjang hidup, dengan rasa cinta

    dan kasih sayang mereka secara tulus telah mengurus, membesarkan dan

    mendidik penulis hingga hari ini. Munajat doanya di setiap waktu telah

    memberikan kekuatan lahir dan batin dalam mengarungi bahtera kehidupan.

    2. Ibu Dr. Sri Mulyati, MA selaku pembimbing Skripsi yang telah memberikan

    beberapa masukan yang sangat bermakna yang sejak semula dengan

  • viii

    ketulusan hati dan tidak bosan-bosan memberikan perhatian dan dorongan

    yang luas untuk menyelesaikan tugas akhir ini dan semoga Allah segera

    mengangkat segala penyakit yang beliau alami juga senantiasa dalam

    lindungan-Nya Amiin Yaa Rabbal „alamin.

    3. Dr. Media Zainul Bahri, M.A, selaku Ketua Jurusan Studi Agama-Agama

    UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    4. Dr. Halimah Mahmudy M.A, selaku Sekretaris Jurusan Studi Agama-Agama,

    yang selalu memberikan pelayanan kepada mahasiswanya dengan baik dan

    sabar.

    5. Kepala Desa, Para pengurus, baik humas Vihara Avalokitesvara juga Masjid

    Agung Banten dan masyarakat Kelurahan Banten yang telah memberikan

    banyak sumber utama dan informasi terutama yang berkaitan dengan judul

    skripsi ini.

    6. Bapak Dr. Ahmad Ridho, DESA selaku Penasihat Akademik yang telah

    memberikan pengarahan dan bimbingan dalam proses penulisan.

    7. Seluruh dosen Fakultas Ushuluddin, yang telah memberikan ilmu

    pengetahuan, semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi penulis.

    8. Seluruh Staf Akademik Fakultas Ushuluddin.

    9. Para karyawan/karyawati Perpustakaan Utama dan Fakultas Ushuluddin

    Perpustakaan pusat Universitas Indonesia Depok, Perpustakaan daerah Kota

    Serang yang banyak membantu dalam menyediakan referensi yang

    dibutuhkan penulis.

    10. Bagian Kemahasiswaan UIN Jakarta yang telah bersusah payah dalam

    memperjuangkan hak-hak mahasiswa khususnya mahasiswa penerima

  • ix

    beasiswa di UIN Jakarta. Semangat kak Amelia Hidayat sangat

    menginspirasi dan penulis ucapkan banyak terimakasih karena telah sangat

    sabar mengurus semua hal yang terkait dengan beasiswa, semoga Allah

    membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada Penulis. Semoga

    Allah selalu memberikan kesehatan, kebahagiaan dan kelancaran dalam

    mencapai segala aktivitas dan cita-cita untuk kakak dan ibu-bapak semua.

    11. Untuk kalian teman kostan sekaligus teman SMP dan SMA penulis, Ade

    Khairunnisa dan Hilyati Fijriah yang bersedia membantu dan menemani

    penulis dalam keadaan susah. Semoga kalian selalu diberi kekuatan dan

    semangat dalam menghadapi kehidupan ini.

    12. Teman-teman mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama angkatan 2012.

    13. Sahabat KKN AKRAB yang sudah memberikan semangat.

    14. Pihak-pihak lain yang mungkin belum penulis sebutkan.

    Akhirnya, tidak ada gading yang tak retak, begitu bunyi pepatah, tidak

    ada manusia sempurna, penulis adalah manusia biasa yang jauh dari

    kesempurnaan, dengan kerendahan hati dengan pikiran yang terbuka penulis

    mohon kepada pembaca untuk dapat menyampaikan kritik dan saran guna

    perbaikan selanjutnya.

    Ciputat, 05 Januari 2017

    Penulis

  • x

    DAFTAR ISI

    LEMBAR JUDUL .................................................................................... i

    SURAT PERNYATAAN ................................. ..............................