Marni Punya

  • View
    20

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tanaman karet

Text of Marni Punya

I.PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pengembangan perkebunan karet memberikan peranan penting bagi perekonomian nasional, yaitu sebagai sumber devisa, sumber bahan baku industri, sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta sebagai pengembangan pusat-pusat pertumbuhan perekonomian di daerah dan sekaligus berperan dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Guna mendukung keberhasilan pengembangan karet, perlu disusun Teknis Budidaya Tanaman Karet digunakan sebagai acuan bagi pihak-pihak yang terkait pengolahan komoditi tersebut. Di PT.LONSUM, Tbk pengembangan karet dilakukan dengan 2 pola yaitu : 1. Peremajaan Peremajaan adalah upaya pengembangan perkebunan dengan melakukan penggantian tanaman karet yang sudah tidak produktif (tua/rusak) dengan tanaman karet baru secara keseluruhan dan menerapkan inovasi teknologi. 2. Perluasan Perluasan adalah upaya pengembangan areal tanaman perkebunan pada wilayah bukaan baru atau pengutuhan areal di sekitar perkebunan yang sudah ada dengan menggunakan inovasi teknologi. Tanaman karet (Havea Brassiliensis) adalah tanaman yang berasal dari Brazil, tanaman karet merupakan sumber utama bahan karet alam dunia tanaman ini juga merupakan komuditi ekspor yang memberikan konstribusi dalam peningkatan devisa Indonesia dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komuditi karet dimasa yang akan datang. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Brazil, Amerika Selatan, namun setelah percobaan berkali-kali oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara. Dimana Indonesia, Malaysia, dan Singapura, tanaman karet mulai dicoba dibudidayakan pada tahun 1876, tanaman karet pertama kali ditanam dikebun Raya Bogor.(Sinonim 2009) Prinsip-prinsip penanaman karet harus diperhatikan seperti jarak tanam dan populasi, pembuatan lubang tanam dan penanaman itu sendiri harus sesuai dengan prosedur yang berlaku di perkebunan sehingga diperoleh kualitas penanaman yang baik dan diharapkan agar produksi karet nantinya akan optimal.Permasalahannya secara umum di perkebunan karet khususnya perkebunan karet rakyat, penampilan tanaman karet selalu heterogen, populasi jarang, pertumbuhan kerdil, dan berkulit tipis. Pada tanaman karet yang dihasilkan bukan berupa bentukan sel-sel baru seperti pada pembentukan biji dan buah, tetapi merupakan sitoplasma yang unik yang disintetis dalam sel khusus yang disebut pembulu latex. Pembulu latex itu dibentuk oleh ari kambium vaskuler regenerasi latex berlangsung didalam sel khusus tersebut. Pada proses penanaman tanaman karet banyak dilakukan berbagai permulaan-permulaan. Mulai dari TBM (Tanaman belum menghasilkan) sampai TM (Tanaman menghasilkan), didalam tanaman belum menghasilkan ada beberapa kegiatan yang dilakukan seperti halnya persiapan lahan sampai dengan perawatan yang nantinya akan menunjang proses pertumbuhan tanaman untuk menghasilkan hasil yang baik pula, pada tanaman yang menghasilkan adalah salah satu hal yang paling penting karena didalam tanaman menghasilkan kita dapat melihat hasil dari tanaman yang dikelolah oleh perusahaan selama ini. 1.2.Tujuan dan kegunaanTujuan dari kegiatan praktek kerja industri (Prakerind) di PT PP LONDON SUMATERA tbk adalah sebagai berikut :1. Mengetahui sistem atau cara yang digunakan oleh PT.PP LONSUM SUMATERA tbk dalam pengelolaan perkebunan Tanaman Karet di Indonesia 2. Mengetahui bagaimana cara membudidayakan dan Mengembangkan tanaman karet mulai dari tanaman belum menghasilkan (TBM) sampai tanaman menghasilkan (TM) 3. Sebagai sumber bahan referensi dalam pembuatan/penyusunan laporan pada kegiatan praktek kerja lapangan

11. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. A. Budidaya Tanaman KaretPengembangan perkebunan karet memberikan peranan penting bagi perekonomian nasional, yaitu sebagai sumber devisa, sumber bahan baku industri, sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta sebagai pengembangan pusat-pusat pertumbuhan perekonomian di daerah dan sekaligus berperan dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Guna mendukung keberhasilan pengembangan karet, perlu disusun Teknis Budidaya Tanaman Karet digunakan sebagai acuan bagi pihak-pihak yang terkait pengolahan komoditi tersebut. Di PT.LONSUM,Tbk pengembangan karet dilakukan dengan 2 pola yaitu : 1. Peremajaan Peremajaan adalah upaya pengembangan perkebunan dengan melakukan penggantian tanaman karet yang sudah tidak produktif (tua/rusak) dengan tanaman karet baru secara keseluruhan dan menerapkan inovasi teknologi. 2. Perluasan Perluasan adalah upaya pengembangan areal tanaman perkebunan pada wilayah bukaan baru atau pengutuhan areal di sekitar perkebunan yang sudah ada dengan menggunakan inovasi teknologi. Gambar tanaman yang akan diremajakan : Karet mempunyai arti penting dalam aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat indonesia, yaitu: Salah satu komoditi penghasil devisa negara. Tempat persediaanya lapangan kerja bagi penduduk. Sumber penghasilan bagi petani karet B. Syarat-syarat Tumbuh 1. Tanah Tanah harus gembur Kedalaman antara 1-2 meter Tidak bercadas PH tanah 3,5 7,0 Ketinggian tempat anatara 0 400 meter, paling baik pada ketinggian 0 200 meter, setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan. 2. Iklim Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 150 hari, curah hujan optimum 2.500 4.000 mm. Hujan selain bermanfaat bagi pertumbuhan karet, ada hubungannya dengan pemungutan hasil, terutama jumlah hari hujan sering turun pada pagi hari Unsur angin berpengaruh terhadap ; Kerusakan tanaman akibat angin kencang, Kelembaban sekitar tanaman, Produksi akan berkurang.

2.2 PERSIAPAN LAHANA. Pengolahan Lahan.1. Penebangan dan pembakaran pohon yang ada pada lahan.2. Penyacaran lahan dari rumput yang ada.3. Pembajakan dengan traktor atau penggarpuan/pencangkulan dilakukan 3 kali, dengan tenggang waktu 1 bula, setelah pembajakan ke 3 lahan dibiarkan 2 minggu baru digaru. B. Pencegahan Erosi1. Pembuatan teras, baik teras individu maupun teras bersambung di sesuaikan dengan kemiringan lahan.2. Pembuatan parit dan rorak, parit dibuat sejajar dengan lereng,saluran drainase memotong lereng dan rorak dibuat diantara barisan.3. Pengajiran, untuk menentukan letak tanaman dan meluruskan dalam barisan dengan cara sebagai berikut :- Tentukan arah Timur-Barat (TB) atau Utara-Selatan (US).- Ukur pada TB jarak 6 meter atau 7 meter dan 3 meter dari arah US.4. Penanaman penutup tanah, kegunaaanya : melindungi tanah dari sinar matahari langsung, erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan sebagai media hidup cacing.

2.3. PENANAMAN1. Pembuatan lubang tanam dan pengajiran kedua.2. Jarak tanam untuk tanah ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.3. Lubang dibiarkan satu bulan atau lebih.4. Jenis penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema fubercens,penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 : 5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema fubercens5. Penanaman bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.2.4. PEMELIHARAAN 1. Penyulaman Bibit yang baru ditanam selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus. Tanaman yang mati segera diganti. Klon tanaman untuk penyulaman harus sama. Penyulaman dilakukan sampai unsur 2 tahun. Penyulaman setelah itu dapat berkurang atau terlambat pertumbuhannya. 2. Pemotongan Tunas PalsuTunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter. 3. Merangsang PercabanganBila tanaman 2 3 tahun dengan tinggi 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara : Pengeringan batang (ring out) Pembungkusan pucuk daun (leaf felding) Penanggalan (tapping)4. PemupukanPemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.

Umur(Bulan)D o s i s (gram/pohon)

UreaRock Pospat(Rp)MOPKleresit

Pupuk dasar2 37 812 18243648-7575100100250275300200150150175175400400400-50506262150200200-50505050100100100

Cat : Jenis Pupuk dapat diganti asalkan kandungan unsur haranya setara.

5. Pemeliharaan Penutupan Tanah Tabel Waktu Dosis dan Cara Pemupukan Tanaman Penutup TanahWaktuDosisCara Pemberian

Saat tanam

Umur 3 bulan20 Kg Fospatalam atau sesuaidengan berat bibit200 300 fosphatalam setiap hektarDicampur dan ditaburbersama-sama dengan biji..diatur dan ditabur, diatur Leguinosa

6. Tumpangsari/Tanaman sela/intercropingSyarat-syarat pelaksanaan tumpangsari : Topografi tanah maksimum 11 (8%) Pengusahaan tanaman sela diantara umur tanaman karet 0 2 tahun. Jarak tanam karet sistem larikan 7 X 3 meter atu 6 X 4 meter. Tanaman sela harus di pupuk. Setelah tanaman sela dipanen segera diusahakan tanaman penutup tanah.2.5. TEKNIK PERLINDUNGAN TANAMAN 2.1. HAMAHama adalah perusak tanamam yang berupa hewan seperti serangga, tungga, mamalia dan nematoda. Beberapa jenis yang cukup merugikan yaitu:

1. Kutu Lak (Laccifer)Ciri-ciri : Menyerang tanaman karet dibawah 6 tahun. -Kutu berwa