of 28/28
MANAJEMEN PEMASARAN (2-0) JURUSAN SOSEK FAPERTA UNEJ SEMESTER GENAP 2015/2016 PS AGROTEKNOLOGI Ir. Imam Syafi’i, MS.

MANAJEMEN PEMASARAN AGRIBISNIS - Julian Adam Ridjal ...adamjulian.web.unej.ac.id/.../3_Kuliah-Manajemen-Pemasaran_Agrotek.pdf · manajemen pemasaran, pendekatan dalam memahami pemasaran,

  • View
    246

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of MANAJEMEN PEMASARAN AGRIBISNIS - Julian Adam Ridjal...

MANAJEMEN PEMASARAN(2-0)

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

SEMESTER GENAP 2015/2016PS AGROTEKNOLOGI

Ir. Imam Syafii, MS.

MANAJEMEN PASAR (2-0)JURUSAN SOSEKFAPERTA UNEJ

STANDAR KOMPETENSI :

Mahasiswa mampu menjelaskan tentang konsep inti & sistem

manajemen pemasaran, pendekatan dalam memahami pemasaran, sistem dan lingkungan pemasaran, struktur,

saluran dan sistem harga serta analisis dalam pemasaran

MUATAN SUBSTANSI KAJIAN

1. PENDAHULUAN :

1.1 Definisi Pemasaran

1.2 Ruang Lingkup

1.3 Konsep Inti Pemasaran

1.4 Teori Permintaan & Penawaran

2. PENDEKATAN STUDI PEMASARAN

2.1 Pendekatan Serba Fungsi (functional approach)

2.2 Pendekatan Serba Lembaga (Institutional approach)

2.3 Pendekatan Serba Barang (commodity approach)

2.4 Pendekatan Serba Manajemen (Management Approach)

3. SISTEM DAN LINGKUNGAN PEMASARAN

3.1 Sistem, dan Falsafah Pemasaran

3.2.Lingkungan Dalam Pemasaran

3.3 Lingkungan Luar Pemasaran

3.4 Analisis Sistem Lingkungan Pemasaran

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

MUATAN SUBSTANSI KAJIAN

4. STRUKTUR PASAR & INFORMASI PEMASARAN

4.1 Jenis dan Segmentasi Pasar

4.2 Jenis dan Pentingnya Informasi Pemasaran

5. SISTEM HARGA

5.1 Definisi Harga

5.2 Prosedur & Metode Dasar Penentuan Harga

5.3 Kebijaksanaan & Strategi Harga

6. SALURAN PEMASARAN

6.1 Jenis Saluran

6.2 Faktor Yang Mempengaruhi Saluran

6.3 Penentuan Banyaknya Saluran

7. ANALISIS PEMASARAN

7.1 Analisis Margin Pemasaran

7.2 Analisis Efisiensi Pemasaran

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

BATASAN PENGERTIAN :

Pemasaran/Tataniaga : Kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk

memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran (Kotler)

Mencakup pelaksanaan daripada kegiatan usaha & niaga yang diarahkan kepada & berkaitan dengan mengalirnya barang & jasa dari pihak produsen sampai kepada konsumen atau si pemakai (The American Marketing Association)

Sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang & jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli potensial ( William J. Stanton)

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

PEMASARAN

RUANG LINGKUPDISTRIBUSI PEMASARAN TATANIAGA MARKETING

MERUPAKAN SALAH SATU KEGIATAN EKONOMI

Tiga Proses Kegiatan Ekonomi :

Proses Produksi ==> penciptaan barang/jasa

Proses Distribusi ==> penyampaian barang/jasa

Proses Konsumsi ==> pemuasan keinginan

ILMU EKONOMI Tergolong ilmu terapan (applied science)

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pemasaran Pertanian

Sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang & jasa pertanian yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli potensial

Proses aliran komoditi pertanian yg disertai perpindahan hak milik dan penciptaan guna waktu dan guna tempat yg dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran dengan melaksanakan satu atau lebih fungsi-fungsi pemasaran

MENGAPA PERLU MEMPELAJARI

PEMASARAN?

Setiap manusia selalu akan menjadi konsumen

dan setiap saat selalu melakukan transaksi

Pemasaran hampir selalu mempengaruhi seluruh

kehidupan manusia sehari-hari

Terdapat banyak kesempatan karier yang menarik

dan menguntungkan di bidang pemasaran

Dengan memahami sedikit tentang pemasaran

akan membantu kita untuk melakukan pekerjaan

non bisnis/non laba secara lebih baik

Memegang peranan penting dalam pertumbuhan

dan pembangunan ekonomi

PERANAN UMUM PEMASARAN/TATANIAGA ADALAH MENGATASI BERBAGAI PERBEDAAN PRINSIP

ANTARA PRODUSEN DAN KONSUMEN

Keterpisahan karena ruang secara geografis produsen berada dlm

satu ruang sedangkan konsumen berada pada tempat yang terpisah-

pisah

Keterpisahan karena waktu Kebutuhan konsumen setiap saat dan

bersifat konstan terutama pemenuhan kebutuhan dasar sedangkan

produsen kadang-kadang tidak dpt memenuhinya kkarena terkendala

waktu Terutama yg tergantung pada kondisi ekosistem atau dapat

memenuhi dalam keadaan berlebihan

Perbedaan dalam nilai produsen menilai barang/jasa dengan biaya &

harga bersaing sdngkan konsumen menilkai dari aspek kegunaannya &

kemampuan utk membayar

Keterpisahan dalam pemilikan Produsen sbg pemilik barang/jasa

tidak ingin mengkonsumsi sendiri sdgkan konsuman ingin menilkai

barang/jasa yg mereka tidak memiliki sendiri

Perbedaan dalam jumlah Produsen ingi menjual produk sebanyak-

banyaknya sdgkan konsumen membeli dalam jumlah kecil

Perbedaan dalam keragaman Produsen menghasilkan jenis produk

yg terbatas sdgkan konsumen membutuhkan keragaman yg lebih luas

KONSEP INTI PEMASARAN

KEBUTUHAN

KEINGINAN

PERMINTAAN

PRODUK

NILAI

BIAYA

KEPUASAN

PERTUKARAN

TRANSAKSI

HUBUNGAN

P A S A R

PEMASARAN & PEMASAR

KEBUTUHAN : Suatu keadaan yg dirasakan ingin diperoleh

seseorang yg tidak memiliki kepuasan dasar

KEINGINAN : Pola kebutuhan manusia yg dibentuk oleh

kebiasaan & invidualitas berupa hasrat akan pemuas

tertentu dari kebutuhan

PRODUK : Sesuatu yg dapat ditawarkan untuk memenuhi

kebutuhan &keinginan (berupa barang & jasa)

NILAI : Perkiraan konsumen tentang kemampun total suatu

produk untuk memenuhi keinginannya

PERTUKARAN : Tindakan seseorang utk memperoleh suatu produk

yg diinginkan dengan menawarkan sesuatu sebagai

gantinya

TRANSAKSI : Pertukaran nilai antara dua pihak

PASAR : Tempat atau terjadinya pemenuhan kebutuhan & keinginan dgn menggunakan alat pemuas berupa

barang/jasa dimana terjadi perpindahan hak milik antara

penjual dan pembeli

PEMASAR : Orang yg mencari sumberdaya dari orang lain & mau

menawarkan sesuatu yg bernilai utk itu.

PEMASARAN : Kegiatan manusia dlm hub. Dgn pasar, mewujudkan

transaksi yg terjadi dlm memenuhi kebutuhan &

keinginan manusia

TEORI PERMINTAAN & PENAWARAN

1. Menunjukkan hubungan antara harga & jumlah barang

2. Berlaku bagi produsen dan konsumen

:

TEORI/HUKUM PERMINTAAN (DEMAND) :

Semakin tinggi harga barang/jasa maka jumlah barang yang diminta semakin

kecil berlaku bagi konsumen

TEORI/HUKUM PENAWARAN (SUPPLY) :

Semakin tinggi harga barang/jasa maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan

semakin besar berlaku bagi Produsen

P

Q Q Q

P P

ss

d d

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PERMINTAAN & PENAWARAN

PERMINTAAN :

1. HARGA BARANG

2. HARGA BARANG SUBSTITUSI

3. PENDAPATAN

4. JUMLAH PENDUDUK

5. SELERA KONSUMEN

PENAWARAN

1. HARGA BARANG

2. JUMLAH BIAYA PRODUKSI VARIABEL

3. TEKNOLOGI/INOVASI

4. MUSIM

Pokok Bahasan

II. PENDEKATAN STUDI PEMASARAN

Sub Pokok Bahasan :

Pendekatan Serba Fungsi (Functional Approach)

Pendekatan Serba Lembaga (Institutional Approach)

Pendekatan Serba Barang (Commodity Approach)

Pendekatan Serba Manajemen (Management Approach)

Pendekatan Serba Fungsi (Functional Approach)

I. Fungsi Pertukaran Menciptakan Nilai Guna Milik (Possion Utility)

1. Fungsi penjualan

2. Fungsi Pembelian

II. Fungsi Fasilitas

3. Fungsi Pengangkutan Menciptakan Nilai Guna Tempat (Place Utility)

4. Fungsi Penyimpanan Menciptakan Nilai Guna Waktu (Time Utility)

III. Fungsi Penunjang

5. Fungsi Grading & Standarisasi

6. Fungsi Permodalan/Pembelanjaan

7. Fungsi Penanggungan resiko

8. Fungsi Informasi Pasar

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pendekatan Serba Lembaga (Institutional Approach) :

Suatu pendekatan studi dalam tataniaga dengan mempelajari

lembaga-lembaga yang yang terlibat baik langsung ( produsen,

perantara & konsumen) maupun tidak langsung (pengangkutan,

bank, asuransi dsb)

1. Lembaga Produsen Pencipta barang/jasa

a. Berdasarkan jenisnya : Prod. Pertanian, Pertambangan

b. Berdasarkan Geografis : Prod. Lokal, Regional, Nasional

c. Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja : Prod.Kecil, Menengah , Besar

2. Lembaga Perantara Pendistribusi barang/jasa

a. Pedagang (Pedagang Besar/Whoseller, Pedagang Eceran/retailer) :

Memiliki hak pemilikan terhadap barang

b. Agen (Distributor, Makelar) : Tidak memiliki hak pemilikan terhadap barang

3. Lembaga Konsumen Yang mengkonsumsi barang/jasa

a. Konsumen Potensial : Mengkonsumsi barang utk diproses &dijual lagi

b. Konsumen Akhir : Mengkonsumsi barang untuk memenuhi kepuasan

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pokok Bahasan :

III. SISTEM PEMASARAN

Sub Pokok Bahasan :

Pendekatan Sistem Dalam PEMASARAN

Kumpulan lembaga yg melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang & faktor lingkungan yamg saling memberikan pengaruh & membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya

Falsafah Bisnis PEMASARAN

1. Orientasi pada pasar/konsumen

2. Volume penjualan yang paling menguntungkan

3. Koordinasi, integrasi & sinkronisasi seluruh kegiatan tataniaga

Orientasi Pada Konsumen

1. Menentukan kebutuhan pokok pembeli

2. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran penjualan

3. Menentukan produk & program pemasaran

4. Mengadakan riset pemasaran

5. Menentukan & melaksanakan strategi yg paling baik (mutu, harga, model)

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pokok Bahasan :

IV. LINGKUNGAN PEMASARAN

Lingkungan Dalam (Intern)

Lingkungan Luar (Ekstern

Analisis Lingkungan (Swot analysis)

Lingkungan dalam/mikro :

a. Kondisi perusahaan dlm merencanakan marketing mix (product, price, place &

promotion)

b. Pemasok input produksi

c. Perantara (Agen & pedagang)

d. Konsumen/pelanggan/masyarakat

Lingkungan luar/makro :

Kondisi Demografi (fertilitas, mortalitas, migrasi, Jumlah & komposisi penduduk)

Kondisi Perekonomian (ekonomi global, inflasi, peredaran uang dsb)

Faktor Sosial & Kebudayaan (cara hidup, nilai sosial, kepercayaan, kesenangan

dsb)

Faktor Politik & Hukum (kebijakan fiskal, peraturan dibidang pemasaran,

hubungan pemerintah dengan produsen, keadaan politik, dsb)

Kondisi Teknologi

Kondisi Persaingan

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARANBERDASARKAN ANALISIS SWOT

Kekuatan/

Strength

Peluang/

Opportunity

Ancaman/

Threat

Kelemahan/

Weakness

White Area

Black Area

Grey Area

Grey Area

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pokok Bahasan :

V. INFORMASI PEMASARAN

Sub Pokok Bahasan :

Jenis Informasi Pemasaran

1. Informasi Pasar & Struktur Harga

2. Informasi harga & Sistem Pembayaran

3. Informasi Produk & Perkembangan Produk

4. Informasi Advertensi & Promosi Penjualan

5. Informasi Saluran Distribusi

Pentingnya Informasi Pemasaran

1. Perubahan pasar lokal ==> Pasar Nasional ==> Pasar Global

2. Perubahan dari memenuhi kebutuhan pembeli (buyer needs) menjadi

keinginan membeli (buyer wants). Perlu riset pemasaran & riset kons.

3. Perubahan dari persaingan harga menjadi persaingan non harga

(Perlu alat pemasaran : advertensi, promosi, deffr.produk merek dsb)

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pokok Bahasan

VI. STRUKTUR PASAR

Sub Pokok Bahasan :

Jenis Pasar

Berdasarkan jumlah pembeli & penjual : (1) pasar persaingan murni/sempurna,

(2) pasar monopolistis (pasar monopoli (duopoli, oligopoli), dan pasar monopsoni

(duopsoni, oligopsoni),

Berdasarkan motif pembelian : (1) pasar konsumen, (2) pasar produsen, (3) pasar

penjual, (4) pasar pemerintah, (5) pasar internasional

Segmentasi Pasar

Membagi pasar yang bersifat heterogen menjadi pasar yang bersifat homogen

Didasarkan pada : kebiasaan membeli, cara penggunaan barang, kebutuhan

pemakaian, motif pembelian, tujuan pembelian dsb

Manfaat : menyatukan program pemasaran pada segmen yg dituju, manajemen dapat

melakukan pemasaran dengan lebih baik, dapat menggunakan sumber pemasaran

secara lebih efisien (menyalurkan uang & usaha pada pasar potensial, merencanakan

produk yang memenuhi permintaan pasar, menentukan cara promosi yang efektif,

memilih media advertensi yg sesuai, mengatur waktu dengan baik dsb )

Alasan perlunya segmentasi pasar : (1) pasar bersifat dinamis & (2) pasar untuk

produk berubah sesuai dengan siklus kehidupan produk

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

MOTIF PEMBELIAN DAN PERILAKU KONSUMEN

MODEL PERILAKU KONSUMEN :

1. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Membeli :

- Kebudayaan (menyangkut aspek kehidupan manusia :norma, kebiasaan dsb)

- Klas Sosial (Golongan atas, menengah dan rendah)

- Kelompok Referensi Kecil (Asosiasi, perkumpulan agama, tetangga dsb)

- Keluarga (unit pengambil keputusan : decider, influencer, purchaser, user)

- Pengalaman

- Kepribadian (pola penentu bertingkah laku : aktivitas, minat, opini )

- Sikap & Kepercayaan (kecenderungan bereaksi terhadap penawaran produk)

- Konsep Diri

2. Macam Situasi Pembelian :

- Perilaku Respon Rutin (Perlu memperhatikan mutu, harga, merek)

- Penyelesaian Masalah Terbatas (pembeli belum sepenuhnya tahu tentang produk

yang dipasarkan, perlu informasi pasar yang intensif)

- Penyelesaian Masalah Ekstensif (konsumen belum paham terhadap produk)

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA (PERFECT COMPETITION)

Banyak penjual dan pembeli pasar bebas

Harga yang terbentuk hasil interaksi penawaran dan permintaan

semua pihak tidak dapat mempengaruhi harga

Bagi produsen upaya meningkatkan keuntungan dengan menekan

biaya produksi

Produk umumnya bersifat homogen bila produsen/penjual

menaikkan harga maka konsumen beralih ke produsen/penjual yang

lain

PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Produk umumnya berbeda corak dan satu pihak dapat menentukan

harga

Jumlah penjual relatif banyak dan terdapat persaingan non harga

Peningkatan keuntungan melalui advertensi & promosi penjualan

hak patent

3. Struktur Keputusan Membeli :

Keputusan tentang jenis produk

Keputusan tentang bentuk produk

Keputusan tentang merek

Keputusan tentang penjualnya

Keputusan tentang jumlah produk

Keputusan tentang waktu pembelian

Keputusan tentang cara pembayaran

Tahap-tahap Dalam Proses Pembelian :

Menganalisa keinginan & kebutuhan (merubah keinginan menjadi kebutuhan)

Menilai sumber-sumber yang ada (waktu dan uang untuk membeli)

Menetapkan tujuan pembelian ( untuk prestise, jangka pendek/panjang dsb)

Mengidentifikasikan alternatif pembelian (menghindari pembelian yang salah)

Mengambil keputusan untuk membeli (jenis, bentuk, merek, kuantitas dsb)

Perilaku sesudah pembelian (perlu service tertentu dari produknya)

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pokok Bahasan :

VII. SISTEM HARGA

Sub Pokok Bahasan :

Definisi :

Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan

untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya

Tujuan Penentuan Harga :

1. Mendapatkan laba maksimum

2. Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan

3. Mencegah atau mengurangi persaingan

4. Mempertahankan/memperbaiki market share

Prosedur penentuan harga :

Mengestimasi permintaan barang tersebut

Mengetahui lebih dahulu reaksi dalam persaingan

Menentukan market share yang dapat diharapkan

Memilih strategi hargauntuk mencapai target pasar

Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan

Memilih harga tertentu

Metode Dasar Penentuan Harga :

1. Cost plus pricing method : biaya total + margin = harga jual untuk produsen

2. Mark up pricing method : Harga beli + mark up = harga jual untuk pedagang

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Kebijaksanaan & Strategi Harga

Potongan & penghargaan : Pengurangan harga yang ada (potongan kuantitas, potongan dagang, potongan tunai,

potongan musiman, penghargaan promosi, penghargaan komisi, penghargaan barang)

Penetapan harga geografis :

1. Free on Board (FOB) : FOB tempat asal semua ongkos ditanggung pembeli

FOB tujuan seluruh beban pengangkutan ditanggung penjual

2. Uniform delevered pricing : Pembeli menanggung ongkos kirim sama besarnya (mis. pos)

3. Zone delevered pricing : harga dibagi dalam beberapa wilayah & setiap wilayah

ditetapkan harga seragam

4. Freight absorption pricing : harga pabrik + ongkos kirim dari perusahaan saingan ke

tempat pembeli terdekat dari [erusahaan saingan.

5. Basing point pricing : penetapan harga jual = harga pabrik + ongkos kirim dari base point

yang terdekat dengan pembeli

Kebijaksanaan satu harga & harga yang variabel :1. Kebijaksanaan satu harga : menentukan harga yg sama kepada pembeli dengan jumlah

dan jenis barang yang sama

2. Kebijaksaanaan harga yang variabel : penetapan harga yang berbeda kepada pembeli

dengan jumlah barang yang sama kareana hubungan akrab

Penetapan harga per unit :Ditetapkan untuk melayani penjualan eceran

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Penetapan harga pada beberapa macam barang :

Terkait produk line semakin banyak produk line maka penetapan harga lebih

komplek

Price lining :

pemasar menetapkan beberapa jenis harga pada barang yang dijual

Mempertahankan harga penjualan ulang :

Digunakan oleh produsen untuk mengadakan pengawasan pada pengecer dengan

memberikan daftar hargasebagi pedoman bagi pengecer

Penetapan harga perkenalan

Penurunan harga barang untuk waktyu sementara untuk menarik pembeli

Garansi & penurunan harga :

Jaminan bahwa harga barang yang dijual tidak akan berubah sejak barang dipesan sampai

diterima pembeli

Penetapan harga psikologis

Penetapan harga oleh pengecer dengan angka janggal (mis. Rp.2.999,-)

Persaingan harga & bukan harga

Persaingan harga : ada 2 alternatif : perubahan harga oleh produsen & reksi terhadap

perubahan harga oleh pesaing

Persaingan bukan harga : pemasar berusaha mempertahankan tingkat harga yg stabil

dengan : (1) pembedaan barang dan (2) mrnitik beratkan pada jenis dan kualitas jasa

dengan kredit lunak, penghantaran barang, garansi dsb, (3) lokasi penjual strategis dan

(4) kupon berhadiah

Pokok Bahasan :

VIII. SALURAN PEMASARAN

Sub Pokok Bahasan :

Jenis Saluran :

Produsen Konsumen

Produsen Pengecer Konsumen

Produsen Pedagang besar Pengecer Konsumen

Produsen Agen Pengecer Konsumen

Produsen Agen Pedagang Besar Pengecer Konsumen

Faktor yang mempengaruhi saluran :

1. Pertimbangan pasar (perlu memperhatikan konsumen, pembeli potensial, konsentratsi

pasar secara geografis, jumlah pesanan, kebiasaan dalam pembelian)

2. Pertimbangan barang ( nilai unit, besar & berat barang, mudah tidaknya rusak, sifat teknis,

standar barang, luasnya produk line)

3. Pertimbangan perusahaan (sumber pembelanjaan, pengalaman & kemampuan

manajemen, pengawasan saluran, pelayanan yang diberikan oleh penjual)

4. Pertimbangan perantara (pelayanan yang diberikan perantara, kegunaan perantara, sikap

perantara, volume penjualan, ongkos)

Pernentuan banyaknya saluran :

1. Sifat produk

2. Sifat pasar (persaingan, lokasi pembeli, jumlah perusahaan

3. Ciri-ciri perantara (pelayanan, kemampuan menjual, biaya

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ

Pokok Bahasan

IX. MARGIN PEMASARAN DAN EFISIENSI PEMASARAN

Sub Pokok Bahasan :

Margin Pemasaran :

- Dari sisi harga : Selisih antara harga yang dibayar konsumen dan harga yang diterima

petani produsen

M = Pr Pf

(M = margin pemasaran, Pr = harga di tk konsumen, Pf = harga di petani)

-Dari segi biaya : biaya dari jasa-jasa pemasaran yang dibutuhkan sebagai akibat

permintaan dan penawaran dari jasa-jasa pemasaran. (terdiri atas

komponen : biaya fungsional dan keuntungan/profit pemasaran)

M = Cij + nj

(M = margin, C = biaya pemasaran utk melaksanakan fungsi pemasaran keI oleh

lembaga pemasaran ke j, Pj = keuntungan yang diperoleh lembaga pemasaran ke j, m =

jumlah jenis biaya pemasaran, n = jumlah lembaga pemasaran

ELASTISITAS TRANSMISI

Perbandingan perubahan nisbi dari harga di tingkat pengecer dengan perubahan harga di

tingkat petani

Et = dPr/dPf . Pf/Pr

Et = Elastisitas transmisi, Pr = harga di tk pengecer, Pf = harga di tingkat petani

dPr = perubahan harga di tk pengecer , dPf = perubahan harga di tingkat petani

JURUSAN SOSEK

FAPERTA UNEJ