Click here to load reader

Manajemen Pemasaran

  • View
    218

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Manajemen Pemasaran

Manajemen PemasaranMakalahMenganalisis Industri dan para PesaingDosen Pengampu :Drs. Noor Aziz, M.M

Kelompok IV :Mutia Ulfa / 201310160311172 / Manajemen 4DAgus Hadianto / 201310160311171 / Manajemen 4DAgil Dwijanarso / 201310160311206 / Manajemen 4DYessi Rakhma Fibriana / 201310160311212 / Manajemen 4DRayi Zulva Ramadhan / 201310160311225 / Manajemen 4D

Universitas Muhammadiyah MalangKampus III Jalan Raya Tlogomas 246 Malang 65144, Tlp. 0341-464318, 464319 (hunting) Fax. 0341-460435, 460882KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. WbPuji syukur kehadirat Allah SWT, atas berkat limpahan rahmat, tauhid, serta hidayah-Nya kepada kami, sehingga penulis dapat menyusun makalah Menganalisis industry dan para Pesaing ini sebagai persyaratan pemenuhan tugas.Selama proses penyusunan makalah ini, penulis dibantu oleh beberapa pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril maupun material yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.Dalam hal ini, penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan karena keterbatasan waktu. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak. Akhir kata, penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

Wassalamualaikum Wr. Wb.Malang, 05 Maret 2015

Penulis

Bab I | Pendahuluan

I. Latar Belakang

Suatu industri berbeda antara satu dan lainnya didasarkan atas karekteristik ekonomi, situasi persaingan, dan prospek perkembangannya di masa datang. Tingkat perubahan berbagai faktor seperti teknologi, ekonomi, pasar dan persaingan akan bergerak dalam satu range tetentu mulai dari yang lambat sampai dengan yang cepat. Analisis industri dan persaingan akan menggunakan alat dan teknik tertentu bagi perusahaan untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan dan kemudian membentuk kekuatan dalam menghadapi persaingan.

Titik awal untuk menjelaskan suatu industri adalah membuat spesifikasi mengenai jumlah penjual dan menentukan apakah produk tertentu homogen atau sangat terdeferensiasi. Karakteristik-karakteristik itu menghasilkan empat jenis struktur indutri, yaitu monopoli murni, oligopoli, persaingan monopolistik, persaingan murni. Stuktur persaingan indtri tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, indutri media terus melakukan konsolidasi, beralih dari monopolistik ke oligopoli terdeferensiasi.

Ada hubungan yang sangat erat antara perubahan lingkungan dengan perubahan aspek-aspek penting keberhasilan misi perusahaan. Perubahan lingkungan perusahaan yang signifikan jelas akan merubah pula kunci sukses perusahaan. Perusahaan yang dapat berkembang dengan baik, pada umumnya adalah perusahaan yang selalu melakukan inovasi tiada henti, karena persaingan antar perusahaan semakin kuat untuk menarik para konsumen dan memasarkan produknya.

Berikut ini akan sedikit dijelaskan analisis indutri dan pesaing untuk memberi gambaran tentang realita bisnis yang terjadi saat ini.

Bab II | PembahasanI. Industri

Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik. Atau dalam arti lain Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang, jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.

II. Macam Industri

Macam-macam Industri di bagi menjadi 10 jenis, sebagai berikut :

1. Industri Berdasarkan Bahan bakuTiap-tiap industri membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri ekstraktif : yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan.b) Industri nonekstraktif : yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain.c) Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier : Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata.

2. Industri Berdasarkan Tenaga KerjaBerdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri rumah tangga : yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/ tahu, dan industri makanan ringan.b) Industri kecil : yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relatif kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan.c) Industri sedang :yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.d) Industri besar : yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemapuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.

3. Industri Berdasarkan Produksi yang dihasilkanBerdasarkan produksi yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri primer : yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati atau digunakan secara langsung. Misalnya: industri anyaman, industri konveksi, industri makanan dan minuman.b) Industri sekunder : yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan. Misalnya: industri pemintalan benang, industri ban, industri baja, dan industri tekstil.c) Industri tertier : yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati atau digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat. Misalnya: industri angkutan, industri perbankan, industri perdagangan, dan industri pariwisata.

4. Industri Berdasarkan Bahan MentahBerdasarkan bahan mentah yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri pertanian : yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil kegiatan pertanian. Misalnya: industri minyak goreng, Industri gula, industri kopi, industri teh, dan industri makanan.b) Industri pertambangan : yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang berasal dari hasil pertambangan. Misalnya: industri semen, industri baja, industri BBM (bahan bakar minyak bumi), dan industri serat sintetis.c) Industri jasa : yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah dan meringankan beban masyarakat tetapi menguntungkan. Misalnya: industri perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri transportasi, industri seni dan hiburan.5. Industri Berdasarkan Lokasi Unit UsahaKeberadaan suatu industri sangat menentukan sasaran atau tujuan kegiatan industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri berorientasi pada pasar (market oriented industry) : yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.b) Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry) : yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.c) Industri berorientasi pada pengolahan (supply oriented industry) : yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya: industri semen di Palimanan Cirebon (dekat dengan batu gamping), industri pupuk di Palembang (dekat dengan sumber pospat dan amoniak), dan industri BBM di Balongan Indramayu (dekat dengan kilang minyak).d) Industri berorientasi pada bahan baku : yaitu industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya: industri konveksi berdekatan dengan industri tekstil, industri pengalengan ikan berdekatan dengan pelabuhan laut, dan industri gula berdekatan lahan tebu.e) Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose industry) : yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: industri elektronik, industri otomotif, dan industri transportasi.

6. Industri Berdasarkan Proses ProduksiBerdasarkan proses produksi, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri hulu : yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.b) Industri hilir : yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya: industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.

7. Industri Berdasarkan Barang yang DihasilkanBerdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri berat : yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan.b) Industri ringan : yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya: industri obat-obatan, industri makanan, dan industri minuman.

8. Industri Berdasarkan Modal yang DigunakanBerdasarkan modal yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) : yaitu industri yang memperoleh dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional (dalam negeri). Misalnya: industri kerajinan, industri pariwisata, dan industri makanan dan minuman.b) Industri dengan penanaman modal asing (PMA) : yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya: industri komunikasi, industri perminyakan, dan industri pertambangan.c) Industri dengan modal patungan (join venture) : yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PMDN dan PMA. Misalnya: industri otomotif, industri transportasi, dan industri kertas.

9. Industri Berdasarkan Subyek PengelolaBerdasarkan subjek pengelolanya, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri rakyat : yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat, misalnya: industri meubeler, industri makanan ringan, dan industri kerajinan.b) Industri Negara : yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik negara yang dikenal dengan istilah BUMN, misalnya: industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan, dan industri transportasi.

10. Industri Berdasarkan Cara PengorganisasianCara pengorganisasian suatu industri dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: modal, tenaga kerja, produk yang dihasilkan, dan pemasarannya. Berdasarkan cara pengorganisasianya, industri dapat dibedakan menjadi:a) Industri kecil : yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya dari kalangan keluarga, produknya masih sederhana, dan lokasi pemasarannya masih terbatas (berskala lokal). Misalnya: industri kerajinan dan industri makanan ringan.b) Industri menengah : yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relatif besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerja antara 10-200 orang, tenaga kerja tidak tetap, dan lokasi pemasarannya relatif lebih luas (berskala regional). Misalnya: industri bordir, industri sepatu, dan industri mainan anak-anak.c) Industri besar : yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal sangat besar, teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banyak dan terampil, pemasarannya berskala nasional atau internasional. Misalnya: industri barang-barang elektronik, industri otomotif, industri transportasi, dan industri persenjataan.

III. Mengidentifikasi Industri Yang Memiliki Prospek Menguntungkan

Dengan mengetahui tahap daur hidup suatu industry, secara umum kita dapat mengestimasi tingkat pertumbuhan penjualan suatu industry. Untuk melengkapi analisis terhadap tahap daur hidup industry kita juga dapat membandingkan pertumbuhan industry tersebut dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.1. Estimasi Tingkat Keuntungan IndustriDalam melakukan analisis industry, investor perlu menilai suatu industry dan menentukan return yang diharapkan dari suatu industry yang akan dianalisis. Dengan menilai dan menentukan return yang diharapkan dari suatu industry, investor akan dapat menentukan peluang investasi pada industry industry yang punya prospek terbaik.2. Estimasi Earning per Share IndustriUntuk mengestimasi EPS kita perlu mengestimasi penjualan per lembar saham dari suatu industry terlebih dahulu. Ada tiga teknik yang dapat digunakan untuk mengestimasi tingkat penjualan suatu industry, yaitu dengan daur hidup industry (Industry Life Cycle), analisis input output, serta hubungan antara industry dengan ekonomi secara keseluruhan.3. Perkiraan Penjualan dan Daur Hidup IndustriTahap perkembangan industry dapat digunakan untuk mengestimasi besarnya penjualan dari suatu Industri. Tahap perkembangan industry umumnya dapat dibagi jadi lima yaitu, tahap permulaan, pertumbuhan yang cepat, tahap kedewasaan (mature), stabil, dan penurunan.Untuk mengestimasi penjualan industry kita perlu menentukan lamanya waktu masing-masing tahap dalam daur hidup industry, dan lamanya waktu untuk masing masing industry akan berbeda satu dengan yang lain. Masing-masing tahap tersebut memiliki dampak terhadap pertumbuhan penjualan dan keuntungan industry.

a) Tahap Permulaan. Tahap ini merupakan masa awal perkembangan sebuah industry. Pada tahap ini pertumbuhan penjualan sangat kecil dan profit yang dihasilkan kemungkinan akan menunjukan angka negative karena perusahaan harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menutupi biaya promosi dan pengembangan produk di awal awal pertumbuhan industry.b) Tahap Pertumbuhan. Pada tahap ini, penjualan tumbuh sangat cepat. Permintaan semakin meningkat, sedangkan persaingan belum begitu ketat, sehingga profit dalam tahap pertumbuhan akan tumbuh dengan tinggi. Pertumbuhan industry pada tahap ini akan cenderung lebih besar dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.c) Tahap Kedewasaan (mature). Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan mulai menurun, karena banyaknya pesaing yang mulai masuk dan permintaan yang sudah relative stabil. Oleh karena itu, profit pada tahap ini akan mengalami pertumbuhan yang mulai menurun dan menuju tingkat keuntungan yang normal. Pertumbuhan industry pada tahap ini sedikit lebih besar dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.d) Tahap Stabil. Tahap ini adalah tahap paling panjang dalam daur hidup industry. Pertumbuhan industry akan cenderung sama dengan pertumbuhan ekonomi pada keseluruhan atau segmen ekonomi di mana industry tersebut berada. Pada tahap ini investor dapat mengestimasi pertumbuhan penjualan secara mudah karena penjualan berkorelasi tinggi dengan kondisi ekonomi. Meskipun penjualan terkait erat dengan kondisi ekonomi, tetapi besarnya pertumbuhan penjualan masing-masing perusahaan berbeda-beda satu dengan yang lain, tergantung dari kemampuan manajerial dari masing-masing perusahaan.e) Tahap Penurunan. Pada tahap ini, tingkat penjualan dan profit industry semakin menurun. Oleh karena itu, pada tahap ini perusahaan akan mulai keluar dari industry dan investor mulai berpikre untuk mencari alternatif industry lain yang lebih menguntungkan. Pertumbuhan industry pada tahap ini akan jauh dibawah pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

IV. Pesaing

Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang atau jasa yang sama atau mirip dengan produk yang kita tawarkan. Pesaing suatu perusahaan dapat dikategorikan pesaing yang kuat dan pesaing yang lemah atau ada pesaing yang dekat yang memiliki produk yang sama atau memiliki produk yang mirip.

Hal-hal yang perlu diketahui dari pesaing dan terus-menerus kita pantau adalah produk pesaing, baik mutu kemasan, label, atau lainnya. Kita bandingkan kelebihan produk yang dimiliki pesaing berikut kelemahan yang dimilikinya dengan produk kita. Di samping itu, pengusaha juga harus mampu menangkap peluang yang ada di pasar sebelum ditangkap pesaing. Seorang pengusaha diharapkan mampu menciptakan peluang-peluang baru. Namun, pengusaha juga harus waspada terhadap setiap ancaman yang ada sekarang dan di masa yang akan datang. Ancaman yang dilakukan pesaing dapat secara langsung menyerang kita atau secara pelan-pelan (bergerilya).

Analisis pesaing merupakan suatu perbuatan menganalisa atau mengidentifikasi apa-apa saja yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa yang mirip dengan produk kita. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan adalah :a) Identifikasi pesaingb) Menentukan sasaran pesaingc) Identifikasi strategi pesaingd) Analisis kekuatan dan kelemahan pesainge) Identifikasi reaksi pesaingf) Strategi menghadapi pesaing.

V. Identifikasi Pesaing

Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yan lengkap. Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut:1. Jenis produk yang ditawarkan : Kadang-kadang sebuah perusahaan tertentu memiliki produk yang beragam. Tugas perusahaan adalah mengidentifikasikan secara lengkap dan benar produk apa saja yang dimilki oleh pesaing-pesaingnya. Identifikasikan siapa pesaing utama yang terdekat serta pesaing lainya yang juga berpotensi mengancam perusahaan kita sekarang dan di masa yang akan datang.2. Melihat besarnya pasar yang dikuasai (Market Share) pesaing : Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, dapat dilakukan melalui segmen pasar yang akan dimasuki. Dalam hal ini perusahaan harus mengestimasi besarnya pasar dan market share masing-masing pesaing. Market share yang harus diketahui adalah untuk masa sekarang dan di masa yang akan datang, baik yang dikuasai pesaing maupun secara keseluruhan.3. Identifikasi peluang dan ancaman : Dengan mengestimasi besarnya market share, akan kelihatan peluang yang ada serta ancaman yang mungkin timbul sekarang dan di masa yang akan datang. Setiap peluang harus dimasuki dan diusahakan untuk menciptakan peluang baru yang sebesar-besarnya. Kemungkinan ancaman atau masalah yang timbul pun harus segera diantisipasi sehingga tidak menimbulkan masalah.4. Identifikasi keunggulan dan kelemahan : Identifikasikan kelemahan dan keunggulan pesaing dalam berbagai bidang, misalnya dalam hal kelengkapan produk, mutu, kemasan, harga, distribusi, lokasi, serta promosi.

VI. Sasaran Pesaing

Sebagaimana dijelaskan diawal bahwa pesaing ada dua jenis, yaitu pesaing dekat dan pesaing jauh. Pesaing dekat adalah perusahaan yang memproduksi barang yang hampir sejenis, seperti bank umum, BPR, bank syariah, atau bank asing. Pesaing jauh adalah perusahaan yang memiliki produk yang mirip. Contohnya pesaing untuk bank adalah lembaga keuangan yang kegiatanya memilki kesamaan daengan bank seperti asuransi, pos giro, pegadaian, koperasi simpan pinjam, leasing, money changer, atau dana pensiun.Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang dikuasai, kita perlu mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share, meningkatkan mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya.Jika sasaran mereka memaksimalkan laba, perusahaan perlu mengetahui laba jangka pendek atau laba jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka ambil. Sasaran untuk memaksimalkan laba ini dapat dilakukan melalui peningkatan kepuasan konsumen dengan berbagai cara, misalnya melalui pelayan atau harga yang relatif murah.Jika sasarannya untuk memperbesar, maka perusahaaan perlu mengetahui apakah pertumbuhan market share yang dimiliki cukup besar. Biasanya, meningkatkan market share dapat dilakukan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang baru yang gencar pula. Sebagai contoh perusahaan 3 atau axis yang begitu gencar dalam mempromosikan produknya dengan diimbangi keunggulan dari masing-masing produk itu sehingga cepat menarik konsumen. Peningkatan market share juga dapat dilakukan dengan cara penurunan harga mengingat mereka memiliki biaya operasional yang relatif lebih rendah. Hal yang juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan market share dapat pula dilakukan dengan cara mengambil market share pesaing lainya.Peningkatan mutu produk bertujuan untuk menggaet pelanggan milik pesaing. Peningkatan mutu produk ini dapat dilakukan dengan memberikan berbagai kelebihan, baik pelayanan atau kelebihan lainnya. Misalnya, produk plus, bunga yang kompetitif, frekuensi penarikan, jumlah jaringan, atau teknologi yang dimiliki.

VII. Identifikasi Strategi Pesaing

Tujuan perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnis adalah untuk memenangkan persaingan. Oleh karena itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri untuk mematikan lawannya.

VIII. Analisis Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Setelah kita tahu siapa saja pesaing kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu kerentanan mereka.Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun lima ancaman yang ditimbulkan kekuatan tersebut adalah ancaman persaingan segmen yang ketat, ancaman pendatang baru, ancaman produk substitusi, ancaman peningkatan kemampuan/kekuatan posisi tawar pemasok.1. Ancaman persaingan segmen yang ketat : Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif. 2. Ancaman pendatang baru : Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya.3. Ancaman produk substitusi : Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial. 4. Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli : Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat. 5. Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok : Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.

IX. Identifikasi Reaksi Pesaing

Strategi menghadapi pesaing dapat dilakukan dengan cara melemahkan dan menghancurkan pesaing dengan memasang strategi yang kompetitif, dimana strategi kompetitif dilakukan dengan melihat posisi keberadaan kita sebelum melakukan penyerangan. Berikut reaksi pesaing bila diserang : Apabila kita menurunkan harga, akan diikuti pesaing dengan menurunkan harga pula, bahkan mungkin lebih rendah dari kita. Apabila kita memberikan hadiah, akan dibalas juga dengan hadiah yang lebih baik. Apabila kita memberikan diskon dalam jumlah tertentu kepada pelanggan, pesaing juga member diskon yang lebih menarik. Apabila kita membebaskan biaya seperti administrasi, pasti akan diikuti pesaing dengan jumlah biaya yang lebih murah. Apabila kita membuka cabang di suatu lokasi, akan dibalas oleh pesaing dengan membuka cabang di lokasi perusahaan kita.

X. Strategi Menghadapi Pesaing

Strategi dalam menghadapi pesaing dalam pemasaran antara lain:1. Strategi produkUsaha perusahan untuk menciptakan produk yang bisa memberikan kepuasan kepada konsumen, kepuasan ini dapat diciptakan dengan berbagai strategi yang telah diputuskan perusahan sebagai usaha untuk mempertahankan kelangsungan operasionalnya dalam jangka panjang. Usaha-usaha tersebut antara lain :a) Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk menentukan susunan product line, sehingga konsumen akan visa membedakan produk yang satu dengan lainnya. Maksudnya perusahaan akan selalu mengikuti perkembangan pasar, barang yang ditawarkan harus disempurnakan sebelum mengadakan perubahan barang, informasi ini perlu dikumpulkan melalui riset pasar.b) Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan perencanaan bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis kebutuhan dan keinginan pasar. Jika permasalahan ini sudah bisa diatasi, maka perusahaan akan melebih mudah uin tuk menentukan harga, distribusi dan promosi.c) Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur untuk menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.d) Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk menentukan susunanproduct line, sehingga konsumen akan bisa membedakan produk yang satu dengan lain nya. Maksudnya perusahaan akan selalu bisa mengikuti perkembangan pasar, barang yang ditawarkan harus disempurnakan sebelum mengadakan perubahan barang, informasi ini perk dikumpulkan melalui riset pasar.e) Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan perencanaan bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis kebutuhan dan keinginan pasar. Jika permasalahan ini sudah dapat diatasi, maka perusahaan akan lebih mudah menentukan harga, distribusi dan promosi.f) Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur untuk menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.XI. Bentuk-bentuk Persaingan

Bentuk persaingan dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu sebagai berikut :1. Persaingan MerkPersaingan merek adalah produk-produk atau jasa yang bersaing secara langsung menawarkan hal yang sama. Misalnya minuma kemasan Teh Botol Sosro dan Fres Tea, sama-sama menjual produk dengan tipe yang sama.2. Persaingan IndustriPersaingan industri adalah persaingan dalam satu industri, tidak hanya satu produk saja. Misalnya Teh Botol Sosro industrinya tidak hanya industri teh dalam botol, tetapi semua industri minuman. Karena itu pesaingnya adalah juga Coca Cola, Aqua, dan lain-lain.3. Persaingan BentukPersaingan bentuk adalah persaingan dalam bentuk produk yang sama. Misalnya persaingan antara Teh Botol Sosro dengan Susu Ultra, Yogurt, dan lain-lain.4. Persaingan GenerikAdalah persaingan umum pada semua industri, misalnya antara teh Botol sosro dengan sari roti, dan lain-lain.

XII. Teknik Analisis Pesaing

Untuk menganilis industri dan persaingan, ada empat cara yang harus dilakukan:1. Definisikan Pasar Sasaran (Target Marketing)Mendefinisikan pasar sasaran akan memudahkan perusahaan untuk mengetahui produk atau jasa mana saja yang membidik sasaran yang sama.2. Identifikasi Pesaing LangsungPesaing langsung adalah perusahaan yang memberikan produk ataupun jasa yang relatif serupa dengan target market yang kurang lebih sama. Identifikasi pesaing langsung akan membantu untuk melihat peta persaingan, posisi perusahaan dibanding pesaing, dan apa yang harus dilakukan untuk memenangkan persaingan.3. Ketahui Kondisi PesaingPeta persaingan bisa dilihat dengan menggunakan framework Porter Five Forces. Dari situ bisa dilihat daya tarik persaingannya apakah sudah ketat ataupun belum.4. Penilaian Keunggulan KonpetitifKeunggulan kompetitif adalah kemampuan utama yang dimiliki oleh perusahaan yang diyakini sebagai modal untuk memenangkan persaingan.

XIII. Strategi Bersaing

Michael Porter membagi strategi bersaing menjadi 3 strategi umum:1. DifferensiasiDifferensiasi adalah strategi memberikan penawaran yang berbeda dibandingkan penawaran yang diberikan oleh kompetitor. Strategi differensiasi mengisyaratkan perusahaan mempunyai jasa atau produk yang mempunyai kualitas ataupun fungsi yang bisa membedakan dirinya dengan pesaing.2. Keunggulan BiayaKeunggulan biaya adalah strategi mengefisienkan seluruh biaya produksi sehingga menghasilkan produk atau jasa yang bisa dijual lebih murah dibandingkan pesaing. Strategi harga murah ini fokusnya pada harga, jadi biasanya produsen tidak terlalu perduli dengan berbagai faktor pendukung dari produk ataupun harga yang penting bisa menjual produk atau jasa dengan harga murah kepada konsumen. Warung Tegal misalnya mengandalkan strategi harga. Mereka tidak perduli dengan kenyamanan orang ketika makan, bahkan juga dengan kebersihan, yang penting bisa menawarkan menu makanan lengkap dengan harga yang sangat bersaing.3. Fokus Fokus adalah strategi menggarap satu target market khusus. Strategi fokus biasanya dilakukan untuk produk ataupun jasa yang memang mempunyai karakteristik khusus. Beberapa produk misalnya hanya fokus ditargetkan untuk kaum muslim sehingga semua produknya memberikan benefit dan fungsi yang disesuaikan dengan aturan Islam. Produk yang fokus pada target market kaum muslim biasanya selalu mensyaratkan label halal, tanpa riba, dan berbagai aturan lain yang disesuaikan dengan ketentuan Islam. Perusahaan biasanya memilih salah satu dari ketiga strategi ini yang akan diterapkan, karena bagaimanapun akan sulit menjalankan ketiga strategi ini secara bersamaan. Namun demikian, jika perusahaan memilih salah satu di antara tiga strategi ini, bukan berarti sama sekali meninggalkan yang lain, tetapi dua strategi lainnya biasanya diterapkan pada level yang paling standar.

XIV.