Click here to load reader

MANAJEMEN BENCANA - dinus.ac. · PDF filePokok Bahasan 9 : MANAJEMEN KORBAN MASSAL ..... 125 Pokok Bahasan 10 : INFORMASI SAAT ... Berdasarkan UU Penanggulangan Bencana No. 24 Tahun

  • View
    343

  • Download
    19

Embed Size (px)

Text of MANAJEMEN BENCANA - dinus.ac. · PDF filePokok Bahasan 9 : MANAJEMEN KORBAN MASSAL ..... 125...

MANAJEMEN BENCANA

Dr. MG. Catur Yuantari, S.KM, M.Kes Eko Hartini, ST, M.Kes

DAFTAR ISI

Pokok Bahasan 1 : BENCANA DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN BENCANA ................................... 1

Pokok Bahasan 2 : KEBIJAKAN MANAJEMEN BENCANA ............... 21

Pokok Bahasan 3 : MANAJEMEN BENCANA ................................... 35

Pokok Bahasan 4 : ANALISIS RISIKO BENCANA .............................. 59

Pokok Bahasan 5 : PENGKAJIAN KEBUTUHAN SAAT BENCANA .... 73

Pokok Bahasan 6 : AIR DAN HIGIENE SANITASI ............................. 89

Pokok Bahasan 7 : SURVEILANS KETIKA BENCANA ........................ 99

Pokok Bahasan 8 : PENGENDALIAN VEKTOR KETIKA BENCANA .... 113

Pokok Bahasan 9 : MANAJEMEN KORBAN MASSAL ...................... 125

Pokok Bahasan 10 : INFORMASI SAAT BENCANA ............................ 153

Manajemen Bencana 1

BENCANA DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN BENCANA

I. POKOK BAHASAN BENCANA DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN BENCANA

1.1 Pendahuluan

1.1.1 Deskripsi Singkat Pada pokok bahasan ini akan membahas tentang definisi bencana, jenis bencana, serta ruang lingkup Manajemen Bencana.

1.1.2 Relevansi Materi dalam bab ini memberikan pemahaman bagi seorang sarjana kesehatan tentang bencana serta ruang lingkup manajemen bencana.

1.1.3 Kompetensi a. Standar Kompetensi

Pokok bahasan ini memberikan kontribusi kompetensi kepada mahasiswa kesehatan masyarakat agar mampu menjelaskan pengertian bencana, jenis bencana serta memahami ruang lingkup manajemen bencana.

b. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti materi Bencana dan Ruang Lingkup Manajemen Bencana, mahasiswa mampu menjelaskan definisi dari bencana, menyebutkan macam-macam

1

2 Manajemen Bencana

bencana serta mampu menjelaskan ruang lingkup manajemen bencana.

1.2 Penyaji Uraian

Negara kita terkenal sebagai negara maritim dan memiliki banyak gunung yang aktif, sehingga bencana banjir dan gunung meletus sering dialami oleh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, tidak saja di perkotaan tetapi juga perdesaan. Dalam catatan Walhi pada kurun waktu 1998-2003 telah terjadi 647 kejadian bencana (lihat tabel1), dimana 85% dari bencana tersebut merupakan bencana banjir dan longsor, dengan korban jiwa dan kerugian akan rusaknya infrastruktur yang tidak kecil.

Tabel 1. Bencana alam di Indonesia (1998-2003)

Sumber: Bakornas PB

Terjadinya bencana alam di negeri kita ini sebenarnya tidak perlu membuat kita heran dan terkejut karena secara geologi, besar daratan di Indonesia (pulau-pulau) berada pada patahan/sesar dan wilayah kita merupakan bertemunya sirkum Altantik dan Mideterania yang merupakan gugus pegunungan yang tingkat keaktifannya tinggi. Disamping itu, letak geografis kepulauan Indonesia menimbulkan dampak tertentu bagi kehidupan masyarakat dalam hal ini bencana alam (badai, angin puting beliung, ombak besar, hujan asam dsb).

Manajemen Bencana 3

Sebagai manusia yang dikaruniai akal, memandang bencana alam merupakan paket yang tidak dapat kita hindari dari kenyataan tersebut, sehingga yang perlu kita sikapi adalah bagaimana kita memprediksi bencana, bagaimana mengantisipasi bila terjadi dan bagaimana melakukan pemulihan kalau bencana sudah terjadi. Untuk itu, kita perlu mengenal apa yang termasuk dalam ruang lingkup bencana, bagaimana mengelola bencana dan bagaimana melakukan tindakan-tindakan praktis berkaitan dengan bencana. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi bahasan manajemen bencana. Dengan mempelajari manajemen bencana, bila ada bencana dapat ditangani dengan segera dan terkoordinir dengan baik Bencana Berdasarkan Undang-undang No. 24 Tahun 2007 menjelaskan bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Hal yang membedakan marabahaya dan bencana yaitu tidak ada bencana jika tidak menyangkut kepentingan manusia. Inilah pernyataan yang menekankan bahwa bencana terjadi hanya jika terkait dengan manusia. Suatu marabahaya yang terjadi tidak akan menimbulkan bencana jika tidak merugikan manusia. Namun perlu ditekankan disini, keterkaitan dengan manusia ditentukan pula oleh faktor waktu. Marabahaya dapat langsung (pada saat terjadi) merugikan manusia atau baru terdeteksi dampaknya pada waktu yang akan datang. Bahaya

Bahaya merupakan kejadian destruktif yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau tercabiknya kehidupan manusia. Marabahaya merupakan potensi bencana, bukan kejadian bencana

4 Manajemen Bencana

sesungguhnya. Misalnya, letusan gunung berapi jelas secara intrinsik mengandung bahaya; demikian pula tanah longsor atau badai. Akan tetapi, semua bahaya yang dikandung oleh kejadian itu hanya berpotensi menimbulkan bencana jika bermanifestasi negatif secara langsung atau tidak langsung melibatkan kehidupan manusia. Walaupun letusan gunung berapi sangat dahsyat, jika tidak menimpa kepentingan umat manusia, letusan itu bukan merupakan masalah bencana dan kedaruratannya.

Gambar 1.1 Muntahan lahar dari gunung api

Suatu bahaya walaupun secara intrinsik mengandung potensi mengancam kepentingan manusia, tidak akan terwujud potensinya jika tidak melibatkan manusia dan segala kepentingannya atau objek lain. Perwujudan itu terjadi setelah ada pemajanan (exposure) manusia kepada benda atau kejadian itu. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah faktor perilaku manusia itu. Beberapa perilaku manusia sering berawal pada pemajanan kepada marabahaya yang berekor pada bencana dan kedaruratan. Bencana merupakan manifestasi perpaduan antara marabahaya (yang sebelumnya bersifat potensial) dengan manusia (atau objek lain

Manajemen Bencana 5

yang menyangkut kepentingan manusia) sehingga menjadi keadaan darurat yang mendesak.

Gambar 1.2 Penguraian terbentuknya Bahaya

Ketika bahaya muncul dan mengancam manusia maka terbentuklah keadaan darurat, yaitu situasi yang sangat mendesak dan berpotensi mengganggu kemampuan masyarakat menghadapi tantangan hidup. Keadaan darurat ini baru menjadi bencana jika sudah melibatkan manusia menjadi korban. Bencana semacam ini dapat dinamakan sebagai bencana primer yaitu bencana yang paling awal merugikan manusia.

Gambar 1.3 Penguraian terbentuknya bencana

6 Manajemen Bencana

Ada dua hal yang perlu diperhatikan mengenai interaksi antara manusia dan marabahaya. Pertama, kejadian marabahaya bisa datang secara mendadak (misalnya banjir bandang, gempa bumi, kerusuhan, dan lain-lain), bisa pula berlarut-larut (misalnya kekeringan, kebocoran pusat tenaga nuklir, dan lain-lain). Pemahaman mengenai segi karakteristik bencana ini berguna untuk tindakan efektif penanganan bencana. Setelah bencana primer, tahapan berikutnya adalah bencana sekunder, yaitu bencana turutan yang terjadi mengikuti bencana primer. Bencana sekunder merupakan perkembangan hasil bencana primer. Sebagai contoh, setelah bencana banjir mereda, para pengungsi dan korban banjir berpotensi terkena penularan penyakit menular. Jika penularan ini tidak diantisipasi dan tidak ditangkal dengan baik, maka akan berkembang epidemi penyakit menular yang merupakan bencana sekunder. Berdasarkan UU Penanggulangan Bencana No. 24 Tahun 2007, bencana dikategorikan menjadi 3 yaitu: 1. Bencana Alam

Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

2. Bencana Non Alam bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

3. Bencana Sosial Bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.

Disamping itu ada beberapa yang mengkategorikan bencana, sebagai berikut: A. Klasifikasi Bencana berdasarkan penyebabnya

Manajemen Bencana 7

1. Bencana Alam a. Badai b. Tsunami c. Gempa bumi d. Gunung berapi e. Suhu ekstrem f. Kemarau panjang

2. Bencana Alam yang Dipicu oleh Manusia a. Tanah longsor akibat penggundulan hutan b. Kelaparan c. Kegersangan tanah

3. Bencana Buatan Manusia a. Konflik b. Kecelakaan industri: ledakan (nuklir,gas),radiasi, polusi,

bahan beracun berbahaya c. Transportasi

B. Klasifikasi bencana menurut kecepatan terjadinya, yaitu: a. Mendadak b. Bertahap

C. Klasifikasi bencana berdasarkan skala bobotnya a. Besar (major) b. Kecil (minor)

Pengertian dan ciri bencana alam 1. Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kerak bumi terdiri dari dua macam yaitu kerak samudera dan kerak benua. Kerak benua lebih tebal dan ringan, sedang kerak samudera lebih tipis tetapi lebih berat. Pada saat kerak samudera bertabrakan dengan kerak benua, karena beratnya maka kerak samudera melesak ke bawah kerak benua.

8 Manajemen Bencana

Gambar 1.3 Kerak Bumi

Macam-macam gempa bumi; a. Gempa Vulkanik, disebabkan oleh letusan gunung api.

Terjadi sebelum dan selama letusan gunung api terjadi. Sebab-sebab terjadinya : Tumbukan antara magma dengan dinding-dinding

Search related