Click here to load reader

malunion fraktur

  • View
    434

  • Download
    38

Embed Size (px)

Text of malunion fraktur

PRESENTASI KASUS

MALUNION FRAKTUR 1/3 DISTAL FEMUR DEXTRA

PENYUSUN

YURIKE NATALIE ( 030.08.266 )PEMBIMBING

dr. Moch.Nagieb, Sp.OTKEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA PERIODE 23 JULI 29 SEPTEMBER 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN TRISAKTI JAKARTA

BAB I PENDAHULUANFraktur adalah diskontinuitas tulang, tulang rawan, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun parsial. Penilaian penyembuhan fraktur (union) didasarkan atas union secara klinis dan union secara radiologik. Penilaian secara klinis dilakukan dengan pemeriksaan pada daerah fraktur dengan melakukan pembengkokan pada daerah fraktur, pemutaran dan kompresi untuk mengetahui adanya adanya atau perasaan nyeri pada penderita. Keadaan ini dapat dirasakan oleh pemeriksa atau oleh penderita sendiri. Apabila tidak ditemukan adanya gerakan, maka secara klinis telah terjadi union dari fraktur. Union secara radiologik dinilai dengan pemeriksaan rontgen pada daerah fraktur dan dilihat adanya garis fraktur atau kalus dan mungkin dapat ditemukan adanya trabekulasi yang sudah menyambung pada kedua fragmen. Pada tingkat lanjut dapat ditemukan adanya medula atau ruangan dalam daerah fraktur. Pada proses penyembuhan tulang dapat terjadi hasil yang tidak diinginkan, dimana tulang menyatu sesuai dengan harapan, baik cara penyatuan maupun waktu terjadinya penyatuan. Proses penyembuhan yang dimaksud adalah malunion, delayed nonunion dan union.

BAB II STATUS PASIEN

IDENTITAS PASIEN Nama Usia Jenis Kelamin Alamat Status Pekerjaan Suku Pendidikan Tanggal Masuk RS ANAMNESIS Diambil dari autoanamnesis tanggal 29 Juli 2012 Keluhan Utama Keluhan Tambahan : Sakit di paha kanan : (-) : Acep Rona : 16 tahun : Laki-Laki : Jl Pegangsaan Dua No 55 Rt 03 Rw 01 : Belum Menikah : Pelajar : Jawa : SMK : 29 Juli 2012

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang pada tanggal 29 Juli 2012 dengan orangtua nya. Pasien mengeluh nyeri di paha kanan sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan hanya pada satu tempat dan tidak menjalar ke daerah lain. Pasien mengaku bahwa 3 bulan yang lalu mengalami patah tulang, dikarenakan saat Pasien mengendarai motor dengan kecepatan 40 km/jam menabrak motor yang ada didepannya lalu Pasien terjatuh ke arah kanan. Pasien mengaku memakai helm, pada saat kejadian kaki tidak bisa diangkat, pada daerah paha tampak bengkak dan sakit, tidak pingsan, tidak pusing, tidak muntah, tidak sesak, tidak nyeri pada perut, tidak ada

perdarahan. Pasien juga mengaku tidak BAK dan BAB secara spontan pada saat kejadian. Setelah kejadian Pasien dibawa ke rumah sakit Intan Barokah, Karawang lalu di rumah sakit menurut Pasien , dokter IGD menjelaskan bahwa harus dilakukan operasi pemasangan pen namun kakak Pasien menakut-nakuti Pasien dengan mengatakan tidak akan memberi obat bius sehingga Pasien ketakutan dan menolak untuk dilakukan operasi dan hanya dilakukan tindakan bidai. Pasien akhirnya pulang hari itu juga ke rumah dan dengan saran kakak nya Pasien dibawa ke dukun pijat. Awalnya ke dukun pijat di daerah Karawang, dikatakan harus membayar Rp 25.000.000,- sampai sembuh namun karena keluarga tidak mempunyai duit sebanyak itu maka keluarga memutuskan untuk hanya menginap 4-5 hari dengan biaya Rp 1.200.000,-. Lalu Pasien pulang ke rumah dan memanggil tukang pijat 1 minggu 2x pijat dengan biaya Rp. 300.000,-. Setelah itu Pasien dibawa ke kampung dan diurut kembali oleh tukang urut dengan biaya Rp 50.000,- seminggu, menurut tukang urut ini, Pasien diharuskan memakai tongkat. Lalu ketika Pasien harus masuk sekolah, Pasien pergi dari kampung dan balik ke Karawang, sehingga Pasien pergi ke tukang urut di Karawang 3 hari sekali dengan biaya Rp 30.000,- per 3 hari, dan menurut tukang urut ini Pasien dilarang untuk memakai tongkat sehingga Pasien tidak memakai tongkat lagi namun karena Pasien tidak merasa ada perubahan pada kakinya sehingga setelah beberapa kali ke tukang pijat ini, Pasien tidak datang lagi. Suatu ketika saat di sekolah Pasien merasa paha kanan nya sangat sakit dan akhirnya Pasien dibawa ke dukun patah tulang Guru Singa, ketika diperiksa dikatakan bahwa mereka tidak menjamin 100% kesembuhan Pasien lalu menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit, dan karena keluarga lebih gampang mengurus surat untuk ke RSUD Koja, maka keluarga memasukkan Pasien ke RSUD Koja. Pasien dipijat oleh dukun pijat 20 kali. Riwayat Penyakit Dahulu : Os mengaku selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat 20 kali, penyakit lain disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama. Riwayat penyakit hipertensi,kencing manis, asma dan keganasan pada anggota keluarga disangkal oleh OS Riwayat Pengobatan : Selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat 20 kali.

Riwayat Kebiasaan : Pasien tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. Os rajin berolahraga seperti karate. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Kesadaran Tanda-tanda vital : tampak sakit ringan : compos mentis : Tekanan Darah Nadi Pernapasan Suhu Tinggi Badan Berat Badan Keadaan Gizi Status Generalis : Kepala Normocephali, rambut hitam dengan distribusi merata, tidak mudah dicabut, tidak terdapat jejas maupus benjolan Mata Bentuk normal, simetris, pupil bulat dan isokor, conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak lagsung (+/+). : 155 cm : 45 kg : Baik : 120/70 mmHg : 88x/menit : 18x/menit : 36C

Telinga Normotia, liang telinga lapang, tidak hiperemis, sekret (-/-), serumen (+/+), membran timpani utuh, benda asing (-/-).

Hidung Bentuk normal, tidak ada deformitas, septum deviasi (-), konka hipertrofi (-/-), tidak hiperemis, sekret (-/-).

Mulut Bibir luka (-), hematom (-), trismus (-), gigi- geligi dalam batas normal, oral hygiene baik.

Leher Inpeksi : jejas (-), oedem (-), hematom (-) Palpasi :Bentuk normal , tidak teraba pembesaran KGB dan tiroid, nyeri tekan (-)

Thorax Paru Paru Inspeksi : gerak napas kanan dan kiri simetris, retraksi sela iga (-/-), jejas (-),oedem (-), hematom (-), deformitas (-) Palpasi : vocal fremitus simetris kiri dan kanan, nyeri tekan (-/-) Perkusi : sonor di kedua lapang paru Auskultasi: suara nafas vesikuler kanan dan kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Jantung Auskultasi : bunyi jantung I-II murni reguler, gallop (-), murmur (-)

Abdomen Inspeksi : datar, jejas (-), hematom (-), oedem (-) Auskultasi : bising usus (+) Palpasi : supel, nyeri tekan dinding perut (-), defense muscular (-) Perkusi : timpani, shifting dullness (-)

Genitalia Tidak ada jejas, tidak terdapat nyeri

Ekstremitas Kanan Kiri Eutrofi Normotoni Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Aktif Normal Tidak ada

Otot Tonus Massa Sendi Gerakkan Kekuatan Oedema

Eutrofi Normotoni Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Aktif terbatas Normal Ada

Status lokalis regio femur dekstra : Look : - (+) pembengkakan di tungkai atas kanan; (-) angulasi; (-) rotasi (+) deformitas

Feel :-

(+) pembengkakan di tungkai atas kanan, 12 cm diatas lutut, suhu kulit normal, teraba keras, (-) mobile, (-) nyeri tekan, pulsasi ke distal (+), CRT 2

Apperant Lenght True Lenght Anatomical Lenght Move : - (-) krepitasi-

Kanan 65 Kanan 84 Kanan 37

Kiri 68 Kiri 87 Kiri 40

ROM aktif-pasif terbatas akibat nyeri

LABORATORIUM Tanggal 29 Juli 2012, jam 11.11 WIB Hematologi Hb Leukosit Hematokrit Trombosit : 13,9 : 8.300 : 44 : 330.000 (13,7-17,5 g/dl) (4.200-9.100/ul) (40-51 %) (163.000-337.000/ul)

PEMERIKSAAN PENUNJANG Dilakukan foto rontgen regio Femur dextra dan foto thoraks PA

Foto regio femur dekstra setelah dilakukan refrakturisasi

RESUME Pasien laki-laki umur 16 tahun datang dengan keluhan nyeri pada paha kanan. Tiga bulan sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami kecelakaan motor. Motor yang dikendarainya dengan kecepatan 40 km/jam menabrak motor yang ada didepannya lalu Os terjatuh ke arah kanan dan terseret 1 m . Os mengaku memakai helm, pada saat kejadian kaki tidak bisa diangkat, pada daerah paha tampak bengkak dan sakit, tidak pingsan, tidak pusing, tidak

muntah, tidak sesak, tidak nyeri pada perut, tidak ada perdarahan. Os juga mengaku tidak BAK dan BAB secara spontan pada saat kejadian. Setelah kejadian Os dibawa ke rumah sakit di daerah Karawang lalu di rumah sakit hanya di bidai. Os akhirnya pulang hari itu juga ke rumah dan dibawa ke dukun pijat. Selama 3 bulan, Os dipijat oleh dukun pijat Status lokalis regio femur dekstra : Look : - (+) pembengkakan di tungkai atas kanan; (-) angulasi; (-) rotasi Feel :-

20 kali.

(+) deformitas

(+) pembengkakan di tungkai atas kanan, 12 cm diatas lutut, suhu kulit normal, teraba keras, (-) mobile, (-) nyeri tekan, pulsasi ke distal (+), CRT 2

Apperant Lenght True Lenght Anatomical Lenght Move : - (-) krepitasi-

Kanan 65 Kanan 84 Kanan 37

Kiri 68 Kiri 87 Kiri 40

ROM aktif-pasif terbatas akibat nyeri

DIAGNOSIS KERJA DAN DASAR DIAGNOSIS Malunion 1/3 Femur Distal Dextra Dasar diagnosis :

Malunion 1/3 Femur Distal Dextra karena pada anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang didapatkan bahwa pasien saat kejadian tidak dapat mengangkat kakinya dan dalam 3 bulan tidak dibawa ke RS hanya dibawa ke dukun pijat. Pada foto rontgen juga dapat dilihat adanya fraktur pada 1/3 femur distal dextra dan sudah terdapat pemendekkan pada kaki kanannya.

PENATALAKSANAAN Refrakturisasi Kallus Pasang Skeletal Traction ORIEF

Medikamentosa

Infus RL : D5 NaCl = 1:3/24 jam Sopirom 2x1 g Hypobac 3x500 mg Ketopain 3x1 g

Non Medikamentosa Diet Bebas

PROGNOSIS Ad Vitam : ad bonam Ad Fungsionam : dubia ad bonam Ad Sanationam : dubia ad bonam

BAB III TINJAUAN PUSTAKAFRAKTUR FEMUR

Dengan makin pesatnya kemajuan lalu lintas di Indonesia baik dari segi jumlah pemakai ja

Search related