of 27 /27
ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

Malaria Ppt

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pbl

Citation preview

Page 1: Malaria Ppt

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.

Page 2: Malaria Ppt

Malaria

Kelompok B-09KETUA : Rizky Amalia Sharfina (1102011239)SEKRETARIS : Yulianti Andriani (1102011298)ANGGOTA : Muhammad Faris Permata (1102010179)

Muthia Despi (1102011182) Nia Utari Muslim (1102011193)

R.M. Affandi Akbar (1102011216) Muchammad Zulkarnain (1102010172) Roessa Dahliana Ibrahim (1102011243)

Wiwing Marisya (1102011294) Winda Diah Nugraheni (1102011293)

Page 3: Malaria Ppt

Menggigil disertai demam

Tn C, laki-laki, 35 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan utama demam sejak satu minggu lalu. Demam dirasakan setiap dua hari sekali. Setiap kali demam didahului menggigil dan diakhiri berkeringat. Setelah demam dapat pulih seperti biasa. Beliau baru kembali dari melakukan studi lapangan di Sumatera Selatan selama dua minggu. Setelah melakukan pemeriksaan sediaan hapus darah tepi, dokter mengatakan beliau terinfeksi Plasmodium vivax.

Page 4: Malaria Ppt

LI.1. Mempelajari Plasmodium

LO.1.1. Menjelaskan dan Memahami Klasifikasi Plasmodium

• Kingdom : Protista(Eukariot)• Kelompok : Protozoa (protista mirip hewan)• Filum : Apicomplexa• Kelas : Aconoidasida• Ordo : Haemosporida • Familia : Plasmodiidae• Genus : Plasmodium

Page 5: Malaria Ppt

LO.1.1. Menjelaskan dan Memahami Klasifikasi Plasmodium

Plasmodium falciparum

Plasmodium vivax Plasmodium ovale Plasmodium malariae

Daur praeritrosit 5,5 hari 8 hari 9 hari 10-15 hari

Hipnozoit - + + -

Jumlah merozoit hati 40.000 10.000 15.000 15.000

Skizon hati 60 mikron 45 mikron 70 mikron 55 mikron

Daur eritrosit 48 jam 48 jam 50 jam 72 jam

Eritrosit yang dihinggapi

Muda dan normosit Retikulosit dan normosit

Retikulosit dan normosit muda

Normosit

Pembesaran eritrosit - ++ + -

Titik-titik eritrosit Maurer Schuffner Schuffner (james) Ziemann

Pigmen Hitam Kuning tengguli Tengguli tua Tengguli hitam

Jumlah merozoit eritrosit

8-24 12-18 8-10 8

Daur dalam nyamuk pada 27C

10 hari 8-9 hari 12-14 hari 26-28 hari

Page 6: Malaria Ppt

LO 1.2 Menjelaskan dan Memahami Morfologi Plasmodium

Sediaan darah tebalP.vivax P.Falcipar

umP.malariae P.ovale

Gambar sediaan darah

Tidak uniform

Uniform(langit

berbintang)

Tidak uniform

Tidak uniform

Zona merah

Ada Tidak ada Lebih kecil

Lebih kasar

Besar parasit/inti limfosit

Halus Lebih kasar

Kasar Halus

Pigmen dalam

sitoplasma parasit

Halus Lebih kasar

Kasar Halus

Bentuk khas

Zona merah dekat

parasit

Gametosit bentuk pisang

Warna pigmen

jelas pada tropozoit

dan gametosit

Zona merah

Page 7: Malaria Ppt

Sediaan darah tipisP. vivax P. falciparum P. malariae P. ovale

Sel eritrosit Membersar Tdk membesar Tdk membesar Tdk membesar

Sitoplasma eritrosit Schuffner Maurer Zieman James / Schuffner

Pigmen Halus Lebih kasar Kasar Kasar

Trofozoit muda ukuran cincin

1/3 eritrosit 1/6 eritrosit 1/3 eritrosit 1/3 eritrosit

Infeksi multiple Jarang Sering Jarang Jarang

Trofozoit tua Amoeboid Cincin lebih kasar Kasar Kasar

Skizon (∑ merozoit) 12 – 24 8 – 248 – 12 susunan seperti

bunga8 – 10

Pigmen Berkumpul, kuning

tengguliMenggumpal, tengguli

hitamTengguli Kuning tengguli

MakrogametositBulat, biru, inti padat di pinggir, pigmen di

sekitar inti

Seperti pisang, biru, inti padat

Bulat, biru, inti padat, pigmen di sekitar inti

Bulat biru, inti padat, pigmen di sekitar inti

MikrogametositBulat, merah, inti difus

di tengah, pigmen tersebar

Seperti pisang, merah, inti difus, pigmen

tersebar

Bulat, merah, inti difus, pigmen tersebar

Bulat, merah, inti difus di tengah, pigmen

tersebar

Page 8: Malaria Ppt

LO 1.3 Menjelaskan dan Memahami Daur Hidup Plasmodium

Tahap-tahap daur hidup Plasmodium1. Tahap infektif2. Tahap eksoeritrosit3. Tahap eritrosit4. Tahap Reproduksi

Page 9: Malaria Ppt

LO 1.4 Menjelaskan dan Memahami Cara Infeksi Plasmodium

• Secara alami melalui vektor: bila sporozoit dimasukkan ke dalam badan manusia dengan tusukan nyamuk

• Secara induksi: bila stadium aseksual dalam eritrosit secara tidak sengaja masuk dalam badan manusia melalui darah, misalnya melalui transfusi, suntikan atau kongenital (bayi baru lahir mendapat infeksi dari ibu yang menderita malaria melalui darah plasenta)

Page 10: Malaria Ppt

LI 2. Mempelajari Malaria

LO 2.1 Menjelaskan dan MemahamiDefinisi Malaria

• Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah. Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, menggigil, anemia dan splenomegaly.

Page 11: Malaria Ppt

LO 2.2 Menjelaskan dan Memahami Epidemiologi Malaria

• Ditemukan di daerah tropis dan sub tropis seperti Brazil, Asia Tenggara dan seluruh Sub Sahara Afrika

• Separuh dari populasi di Indonesia berempat tinggal di daerah endemik malaria dan terdapat 30juta kasus malaria tiap tahun

• Malaria di suatu daerah berbeda dengan daerah lain karena( – Faktor manusia (ras) – Faktor vektor (nyamuk anopheles) – Parasit – Di beberapa daerah parasit telah kebal terhadap obat anti

malaria– Faktor lingkungan yang mempengaruhi siklus biologi

nyamuk

Page 12: Malaria Ppt

LO 2.3 Menjelaskan dan Memahami Etiologi Malaria

• Pada manusia Plasmodium penyebab malaria terdiri dari 4 spesies:

• Plasmodium vivax malaria tertiana (Benign Malaria)• Plasmodium falciparum malaria tropika (Malignan Malaria).• Plasmodium malariae malaria kuartana• Plasmodium ovale malaria ovale• Seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu jenis Plasmodium:

infeksi campuran/majemuk (mixed infection). • Dua jenis Plasmodium yang paling banyak dijumpai adalah

campuran antara Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax atau Plasmodium malariae

Page 13: Malaria Ppt

LO 2.4 Menjelaskan dan Memahami Patogenesis Malaria

Page 14: Malaria Ppt

LO 2.5 Menjelaskan dan Memahami Manifestasi Malaria

• Stadium dinginDiawali dengan menggigil, nadi cepat tapi lemah, bibir dan jari-jari pucat, kulit kering dan pucat. Pada anak sering terjadi kejang. Stadium berlangsung antara 15-60 menit

• Stadium demamMuka merah, nyeri kepala, nadi menjadi kuat lagi. Penderita merasa haus dan suhuh badan meningkat sampai 41°C atau lebih. Stadium ini berlangsung 2-12 jam. Demam terjadi karena pecahnya skizon dalam sel darah merah yang matang dan masuknya merozoit ke dalam aliran darah. Pada P.vivax dan P.ovale skizon tiap generasi menjadi matang dalam waktu 48 jam sekali. Sehingga demam setiap hari ketiga dihitung dari serangan demam sebelumnya. Pada P.malariae demam terjadi pada 72 jam atau hari ke-4 setelah demam hari sebelumnya. Pada P. falciparum setiap 24-48 jam.

• Stadium berkeringatPenderita berkeringat sangat banyak,suhu tubuh menurun dengan cepat malah terkadang sampai dibawah normal.

Page 15: Malaria Ppt

PlasmodiumMasa

Inkubasi (hari )

Tipe Panas (jam)

Relaps Recrudensi Manifestasi Klinik

Falsiparum 12 (9-4) 24,36,48 -- + Gejala gastrointestinal; hemolisis; anemia; ikterus; hemoglobinuria;

syok; algid malaria; gejala serebral; edema paru; hipoglikemi; gangguan

kehamilan; kelainan retina; kematian.

Vivax 13 (12-17) 48 ++ -- Anemia kronik; splenomegali ruptur limpa.

Ovale 17 (16-18) 48 ++ -- Sama dengan vivax

Malariae 28 (18-40) 72 -- + Rekrudensi sampai 50 tahun; splenoegali menetap; limpa jarang

ruptur ; sindroma nefrotik

Page 16: Malaria Ppt

LO 2.6 Menjelaskan dan Memahami Diagnosis Malaria

1. Anamnesis : Trias Malaria2. Pemeriksaan Fisik:

a) Suhu meningkat, b) Splenomegali, c) Hepatomegali

3. Pemeriksaan Laboratorium: a) Pemeriksaan Mikroskopis,b) Tes Diagnostik Cepat,c) Tes antigen,d) Tes serologi

Page 17: Malaria Ppt

Diagnosis Banding• Malaria tanpa komplikasi

– Demam tifoid– Demam dengue– Infeksi saluran pernafasan akut– Leptospirosis ringan

• Malaria berat– Stroke (gangguan serebrovaskuler)– Tifoid ensefalopati– Hepatitis– Leptospirosis berat– Glomerulonefritis akut atau kronik– Sepsis– Demam berdarah dengue atau Dengue shock syndrome

Page 18: Malaria Ppt

LO.2.7. Menjelaskan dan Memahami Komplikasi Malaria

• Malaria Serebral (coma) yang tidak disebabkan oleh penyakit lain atau lebih dari 30 menit setelah serangan

• Asidemia/asidosis pH darah < 7,25 atau plasma bikarbonat< 15mmol/L• Anemia berat (Hb < 5g/dl atau hematokrit < 15%) pada keadaan

parasit>10.000/ul• Gagal ginjal akut (GGA) (urin kurang dari 400 ml/24 jam pada orang

dewasa atau 12 ml/kg BB pada anak-anak)• Edema paru non-kardiogenik/ARDS (Adult Respiratory Distress

Syndrome). Dapat menyebabkan kematian• Hipoglikemi: gula darah<40 mg/dl; Disebabkan karena kebutuhan

metabolik dari parasit telah menghabiskan cadangan glikogen dalam hati.

• Gagal sirkulasi atau syok Tekanan sistolik<70 mmHg (anak 1-5 tahun<50 mmHg)

• Kejang berulang lebih dari 2 kali/ 24 jam• Makroskopik hemoglobinuri

Page 19: Malaria Ppt

LO.2.8. Menjelaskan dan Memahami Tatalaksana Malaria

• Klorokuin dan turunannya ( klorokuin, amodiakuin, dan hidroksiklokuin)

• Pirimetamin• Primakuin• Kina dan Alkaloid sinkoma

Page 20: Malaria Ppt

LO.2.9. Menjelaskan dan Memahami Pencegahan Malaria

• Berbasis Masyarakat– Pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat

harus selalu ditingkatkan – Menemukan dan mengobati penderita sedini mungkin akan

sangat membantu mencegah penularan– Melakukan penyemprotan melalui kajian mendalam

tentang bionomik anopheles seperti waktu kebiasaan menggigit, jarak terbang, dan resistensi terhadap insektisida

• Berbasis Pribadi– Pencegahan gigitan nyamuk– Pengobatan profilaksis bila akan memasuki daerah endemik– Pencegahan dan pengobatan malaria pada wanita hamil

Page 21: Malaria Ppt

2.10 Menjelaskan dan Memahami Prognosis Malaria

• Indikator Klinik– Umur 3 tahun atau kurang– Koma yang berat– Kejang berulang– Refleks kornea negative– Deserebrasi– Dijumpai disfungsi organ (gagal ginjal, edema

paru)– Terdapat pendarahan retina

Page 22: Malaria Ppt

• Indikator Laboratorium– Hiperparasitemia (>250000/ml atau >5%)– Skizontemia dalam darah perifer – Leukositosis– PCV (packed cell volume < 12% – Hb <5 g/dl– Glukosa darah <40 mg/dl– Ureum >60 mg/dl– Glukosa likuor serebrospinal rendah– Kreatinin >3 mg/dl– SGOT meningkat > 3 kali normal

Page 23: Malaria Ppt

LO.2.11. Menjelaskan dan Memahami Gebrak Malaria

• Penemuan dan Tata Laksana Penderita• Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko• Surveilans epidemiologi dan penanggulangan

wabah• Peningkatan komunikasi, informasi dan

edukasi (KIE)• Peningkatan sumber daya manusia

Page 24: Malaria Ppt

LI. 3. Memahami dan Menjelaskan tentang Vektor Malaria

LO.3.1.Morfologi Vektor Malaria• Telur anophelini yang diletakkan satu per satu di atas permukaan air berbentuk

seperti perahu yang bagian bawahnya konveks, bagian atasnya konkaf dan mempunyai sepasang pelampung yang terletak pada sebelah lateral

• Larva anophelini tampak mengapung sejajar dengan permukaan air, mempunyai bagian-bagian badan yang bentuknya khas, yaitu spirakel pada bagian posterior abdomen, tergal plate pada bagian tengah sebelah dorsal abdomen dan sepasang bulu palma pada bagian lateral abdomen

• Pupa mempunyai tabung pernapasan (respiratory trumpet) yang bentuknya lebar dan pendek; digunakan untuk mengambil O2 dari udara.– Pada nyamuk dewasa palpus nyamuk jantan dan betina mempunyai panjang hampir

sama dengan panjang probosisnya.– Nyamuk jantan : ruas palpus bagian apikal berbentuk gada (club form)– Nyamuk betina : ruas tersebut mengecil– Sayap pada bagian pinggir ditumbuhi sisik-sisik sayap yang berkelompok membentuk

gambaran belang-belang hitam dan putih. Bagian ujung sisik sayap membentuk lengkung. Bagian posterior abdomen sedikit melancip.

Page 25: Malaria Ppt

LO.3.2. Menjelaskan dan Memahami Daur Hidup Vektor Malaria• Nyamuk anopheles mengalami metamorfosis sempurna.• Telur menetas menjadi larva → melakukan pengelupasan kulit/eksoskelet banyak

sebanyak 4 kali → tumbuh menjadi pupa dan atau betina. • Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan sejak telur diletakkan sampai menjadi

dewasa bervariasi antara 2-5 minggu tergantung pada spesies, makanan yang tersedia dan suhu udara.

• Tempat perindukan nyamuk anopheles .– Pantai: Anopheles sundaicus dan Anopheles subpictus. – Pedalaman : Anopheles aconitus, Anopheles barbirostris, Anopheles farauti,

Anopheles bancrofti, Anopheles subpictus, Anopheles nigerrimus, dan Anopheles sinensis.

– Kaki gunung dengan perkebunan atau hutan:Anopheles balabacensis dan Anopheles maculatus.

• Menurut kebiasaan makan dan istirahat yang bervariasi, dibagi menjadi:– a. Zoofilik : nyamuk yang menyukai darah binatang. – b. Anthropilik : nymuk yang menyukai darah manusia. – c. Zooanthropolik : nyamuk yang menyukai darah binatang dan manusia. – d. Endofilik : nyamuk yang suka tinggal didalam rumah/bangunan. – e. Eksofilik : nyamuk yang suka tinggal di luar rumah. – f. Endofagik : nyamuk yang suka menggigit didalam rumah/bangunan. – f. Eksofagik : nyamuk yang suka menggigit diluar rumah

Page 26: Malaria Ppt

LO 3.3 Menjelaskan dan Memahami Epidemiologi Vektor Malaria

• Berbagai faktor yang perlu diketahui untuk menentukan vektor di suatu daerah endemi malaria :– Pada pembedahan nyamuk alam positif mengandung

sporozoit– Kebiasaan nyamuk anophelini mengisap darah manusia

(antropofilik)– Umur nyamuk betina lebih dari 10 hari– Kepadatan yang tinggi dan mendominasi spesies lain– Hasil infeksi percobaan di laboratorium yang menunjukkan

kemampuan untuk mengembangkan Plasmodium menjadi stadium trofozoit.

Page 27: Malaria Ppt

LO.3.4. Menjelaskan dan Memahami Pemberantasan Vektor Malaria

• Mengobati penderita malaria• Mengusahakan agar tidak terjadi kontak antara nyamuk

anophelini dan manusia, yaitu dengan memasang kawat kasa di bagian-bagian terbuka di rumah (jendela dan pintu) penggunaan kelambu dan repellent

• Mengadakan penyuluhan tentang sanitasi lingkungan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat yang berkaitan dengan upaya memusnahkan tempat-tempat perindukan nyamuk dan penampatan kandang ternak di antara tempat perindukan dan rumah penduduk