Makalah Vitamin Jadi

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Makalah Vitamin Jadi

  • 8/2/2019 Makalah Vitamin Jadi

    1/29

    VITAMIN

    Vitamin merupakan substansi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan

    berkembang secara normal. Vitamin biasanya tidak bisa diproduksi oleh tubuh,sehingga harus mendapat asupan dari luar. Vitamin memiliki peranan spesifik di

    dalam tubuh dan dapat memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini

    tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit.Tubuh hanya memerlukan

    vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka

    metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat

    digantikan oleh senyawa lain (Anonim, 2011).

    Vitamin merupakan komponen organik yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

    Vitamin dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit. Vitamin termasuk kelompok

    zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Vitamin berperan dalam

    beberapa tahap reaksi metabolis, energi, pertumbuhan, dan pemeliharaan tubuh,

    pada umumnya sebagai koenzim atau sebagai bagian dari enzim. Kontribusi suatu

    jenis makanan terhadap kandungan vitamin makanan sehari-hari bergantung pada

    jumlah vitamin yang semula tedapat dalam makanan tersebut, jumlah yang rusak

    pada saat panen atau penyembelihan, penyimpanan, pemrosesan dan pemasakan

    (Almatsier, Tanpa tahun).

    Atas dasar kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi 2, yaitu:

    1. Vitamin larut dalam lemak (A, D, E, K), dan

    2. Vitamin larut dalam air (B dan C).

    Vitamin yang larut dalam air, jika jumlahnya berlebihan tidak membahayakan

    karena kelebihan vitamin akan dikeluarkan melalui urine. Tetapi bila vitamin yang

    larut dalam lemak jumlahnya berlebihan, tidak dapat dikeluarkan melalui urine

    tetapi disimpan dalam sel-sel adiposa dan dapat menyebabkan gangguan fungsi

    tubuh.

    http://wiki/Metabolismehttp://wiki/Metabolisme
  • 8/2/2019 Makalah Vitamin Jadi

    2/29

    A. VITAMIN A

    a. Pengenalan Vitamin A

    Vitamin A, yang juga dikenal dengan

    nama retinol, merupakan vitamin yang berperan

    dalam pembentukkan indra penglihatan yang

    baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah

    satu komponen penyusun pigmen mata di retina.

    Vitamin A berguna untuk penglihatan, melindungi kulit dan lapisan mukosa (mulut,

    hidung dan sistem pencernaan). Vitamin A dikenal sebagai vitamin yang sangat

    dibutukkan tubuh dan mutlak harus dipenuhi melalui makanan. Pada umunnya

    vitamin A dikonsumsi dalam bentuk pre form vitamin A dan pro vitamin A. Di

    Indonesia 80% konsumsi vitamin A berasal dari karoten dan 20% dari makanan

    hewani maupun pre form vitamin A. Vitamin A beredar dalam darah dan disimpan

    dalam hati. Berdasarkan hasil percobaan, klinis pada manusia dan hewan

    menunjukkan bahwa vitamin A diperlukan untuk pemeliharaan dan fungsi normal

    sistem kekebalan dan jaringan epitel.

    b. Fungsi Vitamin A

    Secara garis besar, fungsi vitamin A adalah sebagai berikut:

    1. Proses penglihatan. Vitamin A dalam bentuk retinal akan bergabung

    dengan opsin (suatu protein) membentuk rhodopsin, yang merupakan

    pigmen penglihatan. Adanya rhodopsin itulah yang memungkinkan kita

    dapat melihat. Rendahnya konsumsi menyebabkan menurunnya simpanan

    vitamin A di dalam hati dan kadarnya di dalam darah. Akibat lebih lanjutadalah berkurangnya vitamin A yang tersedia untuk retina.

    2. Mengatur sistem kekebalan tubuh (imunitas). Sistem kekebalan

    membantu mencegah atau melawan infeksi dengan cara membuat sel darah

    putih yang dapat menghancurkan berbagai bakteri dan virus berbahaya.

    Vitamin A dapat membantu limfosit (salah satu tipe sel darah putih) untuk

    berfungsi lebih efektif dalam melawan infeksi.

  • 8/2/2019 Makalah Vitamin Jadi

    3/29

    3. Mencegah kebutaan. Defisiensi vitamin A menyebabkan kelenjar tidak

    mampu mengeluarkan air mata, sehingga film yang menutupi kornea

    mengering. Selanjutnya kornea mengalami keratinisasi dan pengelupasan,

    sehingga menjadi pecah. Infeksi tersebut menyebabkan mata mengeluarkan

    nanah dan darah. Dampak lebih lanjut adalah munculnya titik bitot (putih

    pada bagian hitam mata) serta terjadi gangguan yang disebut xerosis

    conjunctiva, xerophthalmia, dan buta permanen.

    4. Menangkal radikal bebas. Vitamin A dan betakaroten terbukti

    merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari serangan radikal

    bebas untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit kronis, seperti jantung

    dan kanker.

    5. Memicu pertumbuhan. Defisiensi vitamin A menyebabkan

    terhambatnya pertumbuhan karena gangguan pada sintesis protein. Gejala

    ini sering tampak pada anak balita. Penelitian pada hewan percobaan

    menunjukkan bahwa proses pertumbuhan akan terhenti jika kebutuhan

    vitamin A tidak terpenuhi.

    6. Memelihara kesehatan sel-sel epitel pada saluran pernapasan. Defisiensi

    atau kekurangan vitamin A menyebabkan sel-sel epitel tidak mampu

    mengeluarkan mucus (lendir) dan membentuk cilia (semacam rambut) untuk

    mencegah akumulasi bahan asing pada permukaan sel. Karena itu, defisiensi

    vitamin A dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas

    (ISPA).

    7. Membentuk dan memelihara pertumbuhan tulang dan gigi. Defisiensi

    vitamin A terbukti dapat menghambat pemanjangan tulang dan

    terbentuknya gigi yang sehat. Karena itu, kecukupan konsumsi vitamin Asangat penting diperhatikan untuk anak-anak yang sedang mengalami proses

    pertumbuhan dan perkembangan.

    8. Memelihara kesehatan kulit dan rambut. Defisiensi vitamin A dapat

    menyebabkan kulit dan rambut menjadi kasar dan kering.

    9. Mendukung proses reproduksi. Vitamin A diperlukan dalam

    produktivitas hormon steroid (hormon seks) dan proses spermatogenesis

    (pembentukan sel sperma) yang sangat vital dalam proses pembuahan sel

  • 8/2/2019 Makalah Vitamin Jadi

    4/29

    telur untuk menghasilkan keturunan. Karena itu, defisiensi vitamin A

    menyebabkan kemandulan. (Anonim, 2008).

    c. Sumber vitamin A

    Sumber vitamin A dapat dibedakan atas preformed vitamin A (vitamin A

    bentuk jadi) dan provitamin A (bahan baku vitamin A). Vitamin A bentuk jadi atau

    retinol bersumber dari pangan hewani, seperti daging, susu dan olahannya (mentega

    dan keju), kuning telur, hati ternak dan ikan, minyak ikan (cod, halibut, hiu).

    Provitamin A atau korotenoid umumnya bersumber pada sayuran berdaun hijau

    gelap (bayam, singkong, sawi hijau), wortel, waluh (labu parang), ubi jalar kuning

    atau merah, buah-buahan berwarna kuning (pepaya, mangga, apricot, peach), serta

    minyak sawit merah. Betakaroten merupakan provitamin A yang paling efektif

    diubah oleh tubuh menjadi retinol (bentuk aktif vitamin A). Karotenoid lainnya,

    seperti lycopene (tomat dan semangka), xanthopyl (kuning telur dan jagung),

    zeaxanthin (jagung), serta lutein, walaupun memiliki aktivitas untuk peningkatan

    kesehatan, bukan merupakan sumber vitamin A. (Anonim, 2008).

    Vitamin A adalah salah satu zat gizi esensial yang tidak bisa diproduksi

    sendiri oleh tubuh manusia. Untuk memperolehnya harus di ambil dari sumber

    diluar tubuh terutama dari sumber alam, seperti bahan sereal, umbi, biji-bijian,

    sayuran, buah-buahan, hewani dan bahan-bahan olahan lainnya.

    d. Kebutuhan Vitamin A

  • 8/2/2019 Makalah Vitamin Jadi

    5/29

    Kebutuhan vitamin perhari adalah 5,000 IU (IU = International unit, satuan

    utk vitamin & mineral). Lebih baik konsumsi vitamin sedikit-sedikit dengan selang

    waktu 4-6 jam, hingga mencapai total dosis kebutuhan vitamin sehari. Contoh:

    Wanita 60th, memiliki kebutuhan vitamin 1000mg per hari. Sebaiknya ia

    mengkonsumsi 250mg pagi, 250mg siang, 250mg sore, dan 250mg malam sebelum

    tidur (Arta, 2008).

    e. Defisiensi vitamin A

    Defisiensi vitamin A dapat terjadi karena jumlah vitamin A dalam diet tidak

    mencukupi, suatu penyakit yang mengakibatkan absorpsi vitamin A kurang baik,

    atau perubahan karoten menjadi vitamin A terganggu. Pengaruh defisiensi yang

    ringan disebut hipovitaminasis dan umumnya tidak menunjukkan gejala-gejala

    klinis. Pada defisiensi berat, tubuh mudah terkena infeksi dan infeksi menjalar ke

    mata dan merusak selaput bening (Astuti dan Gardjito, 1986). Apabila terjadi

    defisiensi vitamin A, penderita akan mengalami rabun senja dan katarak. Selain itu,

    penderita defisiensi vitamin A ini juga dapat mengalami infeksi saluran pernafasan,

    menurunnya daya tahan tubuh, dan kondisi kulit yang kurang sehat (RidwanAZ,

    2010).

    Pada orang dewasayangkekurangan vitamin A dalam waktu relatif lama

    akan terjadi beberapa kelainan seperti anemia (kurang darah), kesulitan

    membedakan warna (buta warna), kemunduran penciuman/rasa terhadap makanan

    dan akan kehilangan keseimbangan vestibular (Tarmizi, 2011).

    f. Hipervitaminosis A

    Kelebihan vitamin A tidak dibuang melalui urine akan tetapi disimpandalam sel-sel adiposa jaringan lemak karena vitamin A merupakan salah satu

    vitamin yang larut dalam lemak. Beberapa gejala hipervitaminosis A meliputi kulit

    kering dan mengelupas, pusing, nausia, apatis. Pada anak-anak gejalanya disertai

    muntah, drawaineas, bulging of the frontanelle. Hipervitaminosis A dapat

    menyebabkan rontoknya rambut (Astuti dan Gardjito, 1986). Kelebihan asupan

    vitamin A dapat menyebabkan keracunan pada tubuh. Bila sudah dalam kondisi

    akut, kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan,

    http://ridwanaz.com/kesehatan/pengertian-vitamin-jenis-jenis-vitamin-sumber-sumber-vitamin/http://ridwanaz.com/kesehatan/pengertian-vitamin-je