of 85 /85
1.PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa termasuk daerah yang memiliki iklim tropis lembab. Iklim tropis dapat didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara garis isotherm 20° C di sebelah bumi utara dan selatan atau daerah yang terdapat di antara 23½° lintang utara dan 23½° lintang selatan. Pada dasarnya iklim tropis dibedakan menjadi daerah iklim tropis kering yang meliputi padang pasir, stepa, dan savana, sedangkan iklim tropis lembab meliputi hutan tropis, daerah dengan angin musim dan savana lembab. (Prasetya, 2002 : hal. 1) Bangunan di Indonesia juga disesuaikan dengan iklim tropis. Bisa kita lihat rumah-rumah tradisional seperti rumah adat jawa yang memakai atap joglo, atau rumah gadang yang memakai atap bernentuk runcing. Pada dasarnya bentuk- bentuk seperti ini menyatakan bahwa bangunan menyesuaikan dengan iklim untuk meminimalisasi dampak negatif iklim terhadap manusia. Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Aktivitas manusia yang bervariasi memerlukan kondisi iklim sekitar tertentu yang bervariasi pula. Untuk melangsungkan aktivitas kantor, misalnya, diperlukan ruang dengan kondisi visual yang baik dengan intensitas cahaya yang cukup; kondisi termis yang mendukung dengan suhu udara pada 1

MAKALAH TROPIS

Embed Size (px)

DESCRIPTION

arch

Citation preview

Page 1: MAKALAH TROPIS

1. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa termasuk daerah yang memiliki iklim

tropis lembab. Iklim tropis dapat didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara

garis isotherm 20° C di sebelah bumi utara dan selatan atau daerah yang terdapat di

antara 23½° lintang utara dan 23½° lintang selatan. Pada dasarnya iklim tropis

dibedakan menjadi daerah iklim tropis kering yang meliputi padang pasir, stepa, dan

savana, sedangkan iklim tropis lembab meliputi hutan tropis, daerah dengan angin

musim dan savana lembab. (Prasetya, 2002 : hal. 1)

Bangunan di Indonesia juga disesuaikan dengan iklim tropis. Bisa kita lihat rumah-

rumah tradisional seperti rumah adat jawa yang memakai atap joglo, atau rumah gadang

yang memakai atap bernentuk runcing. Pada dasarnya bentuk-bentuk seperti ini

menyatakan bahwa bangunan menyesuaikan dengan iklim untuk meminimalisasi dampak

negatif iklim terhadap manusia.

Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam

iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya.

Aktivitas manusia yang bervariasi memerlukan kondisi iklim sekitar tertentu yang

bervariasi pula. Untuk melangsungkan aktivitas kantor, misalnya, diperlukan ruang

dengan kondisi visual yang baik dengan intensitas cahaya yang cukup; kondisi termis

yang mendukung dengan suhu udara pada rentang-nyaman tertentu; dan kondisi audial

dengan intensitas gangguan bunyi rendah yang tidak mengganggu pengguna bangunan.

Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat

ketidaksesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan. Dengan bangunan,

diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasidiubah

menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.Usaha manusia untuk mengubah

kondisi iklim luar yang tidak sesuai menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai

seringkali tidak seluruhnya tercapai.

Dalam banyak kasus, manusia di daerah tropis seringkali gagal menciptakan kondisi

termis yang nyaman di dalam bangunan. Ketika berada di dalam bangunan, pengguna

bangunan justru seringkali merasakan udara ruang yang panas, sehingga kerap mereka

lebih memilih berada di luar bangunan. (Tri Harso Karyono, 2000 : www.desain!

arsitektur.com)

1

Page 2: MAKALAH TROPIS

Untuk menyiasati pengeluaran energi yang besar maka kita dapat menciptakan

bangunan yang secara optimal dapat menggunakan potensi alam sebagai solusi masalah

energi. Caranya adalah dengan membuat bangunan yang berbasis pada konsep arsitektur

tropis yang bersahabat dengan iklim lokal yang panas dan lembab. (Imelda Akmal,

2004 : www.kompas.com)

I.2 Tujuan

Tujuannya adalah

untuk memberikan pengetahuan tentang arsitektur tropis

mengenalkan ciri-ciri dari arsitektur tropis

aspek aspek pendukung arsitektur tropis

memperkenalkan bangunan arsitektur tropis

2

Page 3: MAKALAH TROPIS

II. PENINJAU

II.1 PENGERTIAN

A. Arsitektur

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam arti yang

lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan

binaan, mulai dari level makro. Arsitektur berasal dari bahasa latin architectura yang

berarti suatu prosesdan hasil nyata dari perencanaan, desain, dan konstruksi.

Arsitektur bisa juga diartikan sebagai :

Desain dan konstruksi yang berlandaskan seni dan ilmu pengetahuan.

Pengertian umum untuk mendeskripsikan suatu bangunan atau infrastruktur lainnya.

Suatu aliran, gaya, atau metode yang ada pada desain dan konstruksi maupun struktur

pada suatu bangunan.

Aktivitas mendesain mulai dari tingkat makro (perencanaan kota, arsitektur lansekap)

hingga tingkat mikro (detail konstruksi , desain interior).

B. Cuaca .

Pengertian Cuaca adalah keadaan udara pada suatu tempat. Oleh sebab itu,

sering terjadi suatu tempat udara berawan atau hujan turun lebat, tetapi di tempat yang

lain cuaca terang benderang.

C. Iklim. 

Pengertian iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas

dan ditentukan berdasarkan perhitungan dalam suatu daerah yang luas dan ditentukan

berdasarkan perhitungan dalam waktu lama ( sekitar 11-30 tahun).

D. Tropis

Pada zaman yunani kuno kata “tropikos” berarti garis balik kini pengertian ini

berlaku untuk daerah antara kedua garis balik ini yang meliputi 40% dari luas seluruh

permukaan bumi.

Garis-garis ini adalah garis lintang 23027’ utara dan selatan garis lintang utara

23027’ adalah garis balik cancer disini matahari pada tanggal 22 juni mencapai posisi

tegak lurus garis lintang selatan 23027’adalah garis balik capricom,pembagian bumi

dengan garis-garis tegak ini tidak mempertimbangkan batas-batas daerah iklim yang

3

Page 4: MAKALAH TROPIS

sebenarnya.karena itu sekarang Tropis didefinisikan sebagai daerah yang terletak di

antara garis isotem 200C di sebelah bumi utara dan selatan.

Pembagian daerah iklim dan ciri-cirinya akan di bahas dalam bab ini.kondisi

iklim dan geografis dapt di bagi dalam dua kategori:

• Daerah tropis dan kering

padang pasir sangat kering hampir tidak mengenal hujan kalaupun hujan

sangatlah tidak teratur.daerah yang sangat lebat.tetapi karena airnya terlalu cepat

mengalir sehingga hampir tidak bisa di manfaatkan bagi kehidupan

manusia.tumbuhan yang rendah dan juga pepohonan rendah kurus yang tumbuh

jarang merupakan ciri-ciri daerah ini.

• Daerah tropis dan lembab

Dengan lembab mencakup savana lembab daerah dengan angin musim dan

hutan hujan tropis. Daerah savana lembab dan daerah bermusim hujan memiliki satu

atau dua musim hujan dengan batas yang jelastumbuhan di daerah ini lebat dan mmpu

melewati musim kering panjang tanpa akibat yang berartiini pada siang hari memiliki

temperatur dan potensi penguapan yang tinggi sungai-sungai kering dan aliran air

menunjukkan bahwa kadang- kadang turun hujan

E. Arsitektur Tropis

Arsitektur tropis adalah suatu proses perencanaan dan perancangan suatu

bangunan, infrastruktur, dan karya arsitektural lainnya yang dapat diterapkan dan

sesuai dengan karakteristik suatu lingkungan tertentu. Beberapa diantaranya adalah

iklim, sosial, dan lingkungan atau sebuah konsep desain yang beradaptasi dengan

lingkungan yang tropis

F. Arsitektur Tropis Dengan Arsitektur Tradisional 

Arsitektur tropis merupakan prinsip desain, sedangkan arsitektur tradisional

merupakan kebudayaan arsitektur yang turun-menurun dan digetok-tularkan melalui

kebudayaan. Arsitektur tropis tidak harus tradisional, tapi biasanya arsitektur

tradisional masyarakat sudah sangat memperhatikan prinsip-prinsip arsitektur tropis

meskipun tidak tertulis, tapi sudah terlihat melalui bangunannya. 

Arsitektur tropis gaya baru bisa memakai material apa saja dan tidak harus

terpaku pada tradisi karena banyak perubahan paradigma terutama penggunaan

4

Page 5: MAKALAH TROPIS

material baru, asalkan masih memperhatikan bagaimana menangani iklim tanpa

menggunakan penanganan modern terhadap iklim, misalnya bangunan tropis

seharusnya tidak memakai AC dan pencahayaan buatan pada siang hari, karena sudah

mengandalkan iklim tropis yang sebenarnya mendukung untuk itu. Karena arsitektur

tropis memperhatikan iklim, maka penanganan arsitektur yang berkaitan dengan iklim

seperti mempertahankan suhu nyaman, kelembapan, dan sebagainya juga

menggunakan potensi dari iklim tropis tersebut.

II.2 IKLIM INDONESIA

Indonesia termasuk dalam daerah tropika basah atau daerah hangat lembab

yang ditandai oleh:

kelembaban udara yang relatif tinggi (pada umumnya di atas 90%),

curah hujan yang tinggi

serta temperatur rata-rata tahunan di atas 180C (biasanya sekitar 23C dan dapat

mencapai 38C dalam musim kemarau).

Perbedaan antar musim hampir tidak ada, kecuali periode sedikit hujan dan

banyak hujan yang disertai angin keras. Lebih khusus lagi, Indonesia termasuk dalam

daerah sekunder hutan hujan tropis (tropis lembab) dengan gambaran sebagai berikut:

A. Lansekap : Daerah hutan hujan khatulistiwa dengan dataran rendah.

B. Permukaan tanah : Lansekap hijau, warna tanah biasanya merah atau coklat.

C. Vegetasi : Lebat, speciesnya bermacam-macam, semak belukar, pohon-pohon tinggi

(rimba dan hutan bakau).

D. Musim : Perbedaan musim kecil. Bulan terpanas, panas dan lembab sampai basah :

bulan terdingin, panas sedang dan lembab sampai basah.

Daerah tropis-lembab belahan bumi utara:

a) Bulan terdingin : Desember-Januar

b) Bulan terpanas : Mei-Agustus

Daerah tropis-lembab belahan bumi selatan :

a) Bulan terdingin : April-Juli

b) Bulan terpanas : Oktober-Februari

5

Page 6: MAKALAH TROPIS

E. Kondisi awan : Berawan dan berkabut sepanjang tahun. Terang, bila awan sedikit,

(awan kumulus putih) dan matahari tidak tertutup, abu-abu suram bila awan tebal.

Jenis awan selalu bertukar, lapisan awan 60-90%.

F. Radiasi matahari dan panas : Radiasi matahari langsung dengan intensitas sedang

sampai tinggi. Radiasi terdifusi melalui awan atau uap. Refleksi radiasi matahari

langsung pada tanah sedikit. Tanah menyerap banyak panas.

G. Temperatur/suhu : Temperatur maksimum rata-rata tahunan 30,5C, pengecualiaan di

atas 32C, sedang pada daerah khatulistiwa selama musim kering mencapai 33C dan

musim hujan 30C, bisa turun sampai 26C. Fluktuasi harian dan tahunan relatif kecil,

sekitar 30-5,5C.

H. Presipitasi : Curah hujan tahunan di atas 2000 mm, maksimum 5000 mm, dalam

musim hujan mencapai 500 mm setiap bulan sedang untuk daerah khatulistiwa, hujan

turun biasanya setelah tengah hari dan pagi hari sering berkabut.

I. Kelembaban udara :

Kelembaban absolut (tekanan uap) tinggi, 25-30 mm

Kelembaban relatif 55-100%, biasanya di atas 73%

J. Gerakan udara : Lambat, terutama di daerah hutan rimba, bertambah cepat bila turun

hujan, sampai kekuatan angin 6 atau lebih. Biasanya satu atau dua arah angin utama

III. PEMBAHASAN

6

Page 7: MAKALAH TROPIS

III.1 HUBUNGAN ANTARA ARSITEKTUR TROPIS DAN IKLIM

Iklim dan arsitektur adalah bagian dari sains bangunan dan sains arsitektur. Sains

bangunan adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungannya.

Bangunan dan shelter dalam hal ini berlaku sebagai perubah (modifier) lingkungan luar

(outdoor enviroment) menjadi lingkungan dalam (indoor enviroment) yang memenuhi

syarat habitasi dan penghunian bagi manusia.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan :

- Iklim setempat

- Temperatur, suara, dan penerangan

- Manusia dan cara habitasinya

- Sistem lay-out bangunan

- Bentuk bangunan

- Sistem konstruksi

- Pemilihan material

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengaruh iklim terhadap arsitektur, maka perlu

dilakukan beberapa analisa seperti :

a. Analisa lahan yang meliputi adaptasi terhadap lingkungan

b. Analisa orientasi yang meliputi lokasi terbaik agar didapatkan lingkungan yang sesuai

dengan syarat

c. Analisa bentuk yang meliputi analisa dari rancangan bangunan dan

komposisi kelompok bangunan

d. Analisa sistem konstruksi untuk proses modifikasi iklim atau lingkungan

luar menjadi lingkungan dalam yang terhuni dengan baik.

Iklim yang berlaku di Indonesia adalah Iklim tropis basah karena kadar uap air

(humidity) tinggi dengan dua musim.

Ciri-ciri dari iklim ini adalah sebagai berikut :

1. Curah hujan tinggi

2. Kelembaban tinggi

3. Temperatur hampir selalu tinggi

7

Page 8: MAKALAH TROPIS

4. Angin sedikit

5. Radiasi matahari sedang sampai kuat

6. Pertukaran panas kecil karena kelembaban tinggi, sehingga air tidak mudah menguap

Masalah-masalah yang kerap ditemui dalam bangunan di negara beriklim tropis basah

adalah :

1. Panas bangunan tidak menyenangkan

2. Penguapan sedikit karena gerakan udara lambat

3. Perlu perlindungan terhadap radiasi matahari, hujan, dan serangga

4. Di sekitar lautan juga diperlukan perlindungan terhadap angin keras

Tropis: Permasalahan Dari Aspek Iklim

Ciri yang menonjol pada iklim tropis adalah tingginya suhu rata-rata harian

dibanding pada iklim lain. Persoalan yang ditimbulkan oleh iklim ini dalam kaitannya

dengan kota sebagai tempat manusia bermukim dan melangsungkan aktifitas kerja

sehari-hari adalah sebagai berikut:

1.      Pemanasan yang ditimbulkan oleh Radiasi Matahari

Matahari memancarkan panasnya melalui radiasi ke permukaan bumi. Panas yang

dipancarkan oleh matahari ke permukaan bumi tidak tergantung apakah permukaan bumi

tersebut berupa kota (urban) atau desa (rural), tapi lebih bergantung pada sudut jatuh–

radiasi akan mencapai jumlah maksimum apabila sudut jatuhnya 90o, demikian juga

bergantung pada kondisi awan yang dapat menghalangi pemancaran radiasi tersebut.

Implikasi radiasi matahari ke permukaan bumi akan berbeda ketika permukaan tersebut

memiliki perbedaan karakter dalam hal penyerapan dan pemantulannya terhadap radiasi

tersebut. Permukaan keras cenderung akan menyerap panas lebih banyak, yang pada

saatnya akan dipantulkan kembali. Warna permukaan juga menentukan jumlah panas

yang diserap, warna terang cenderung akan lebih banyak memantulkan, sementara warna

gelap cenderung lebih banyak menyerap panas radiasi tersebut.

2.      Terjadinya ‘heat urban island’

Akibat tertutupnya permukaan tanah oleh beton (yang dapat berupa bangunan

atau perkerasan permukaan tanah) serta aspal (jalan dan parkir), radiasi matahari yang

jatuh pada permukaan tersebut sebagian besar diserap dan kemudian dilepaskan lagi ke

udara di atas dan sekitarnya. Pelepasan panas yang diserap oleh material keras

sebagaimana beton atau aspal akan jauh lebih besar dibanding yang terjadi pada

tumbuhan. Karena sebagian besar area kota tertutup oleh material keras, maka suhu

8

Page 9: MAKALAH TROPIS

udara kota menjadi lebih tinggi dibanding kawasan sekelilingnya yang masih bersifat

rural. Fenomena ini sering disebut sebagai heat urban island, dimana area fisik kota

seolah menjadi sebuah pulau yang memancarkan panas di tengah hamparan kehijauan

kawasan rural.

3.      Berkurangnya kecepatan angin pada kawasan urban

Kawasan kota dicirikan dengan kerapatan bangunan yang lebih tinggi disbanding

kawasan rural. Dengan kepadatan bangunan yang tinggi – yang berarti mengecilnya

ruang terbuka, kecepatan angin dalam kota berkurang secara mencolok dibanding pada

kawasan rural, yang masih terbuka.

4.      Berkurangnya vegetasi per satuan luas tertentu

Seperti diuraikan diatas, kawasan kota dicirikan dengan menurunkan jumlah

vegetasi persatuan luas tertentu dibanding kawasan yang masih bersifat rural. Karena

kemampuan tumbuhan untuk menyerap dan mengeliminir panas yang dipancarkan oleh

matahari, maka suatu kawasan yang banyak ditutup oleh tumbuhan (misalnya desa)

cenderung memiliki suhu udara yang lebih rendah dibanding kawasan yang banyak

tertutup oleh material keras, seperti halnya kawasan urban.

Pemahaman Arsitektur & Iklim Aritektur dan  iklim dikenal salah satunya sebagai

pendekatan arsitektur bioklimatik. Bioklimatik menggambarkan suatu pendekatan desain

bangunan yang diinspirasikan  keadaan alam dan  menggunakan logika yang

berkelanjutan didalam  setiap aspek suatu  proyek, memfokuskan  pada optimasi dan

penggunaan lingkungan. Logika –logika tersebut meliputi kondisi peruntukan  lahan,

ekonomi, konstruksi, manajemen bangunan, serta kesehatan dan kesejahteraan  manusia

melalui keadaan fisik bangunan

Dalam persyratanya arsitektur tropis dapat di simpulkan sebagi berikut :

a)      Pola rancangan beradaptasi penuh terhadap iklim Kaidah arsitektur tropis

(tradisional) secara cermat diikuti, secara bersamaan digunakan pula rancangan arsitektur

modern hingga detail elemen bangunan.

b)      Pola rancangan beradaptasi terhadap iklim, dilengkapi alat kenyamanan suhu

kaidah arsitektur tropis diikuti, namun dengan  pertimbangan tertentu digunakan alat

kenyamanan suhu.

9

Page 10: MAKALAH TROPIS

c)      Pola rancangan menggunakan  sebagian kaidah adaptasi terhadap iklim, dilengkapi

alat kenyamanan suhu kaidah arsitektur tropis pada beberapa elemen rancangan

diterapkan, pada bagian lain

d)     Pola rancangan mengunakan bentuk tradisional tanpa memperhatikan kaidah iklim

pola rancangan tidak menggunakan kaidah adaptasi terhadap iklim (Agus, studi pustaka

arsitektur bioklimatik, skripsi A. 2008)

III.2 KONSEP BANGUNAN TROPIS

Bangunan dengan desain arsitektur tropis, memiliki ciri khas atau karakter

menyesuaikan dengan kondisi iklim tropis, atau memiliki bentuk tropis. Tetapi dengan

adanya perkembangan konsep dan teknologi, maka bangunan dengan konsep atau bentuk

modern atau hitech, bisa disebut bangunan tropis, hal ini diatasi dengan adanya sistem

sirkulasi udara, ventilasi, bukaan, view dan orientasi bangunan, serta penggunaan

material modern/hitech yang tidak merusak lingkungan.

Arsitektur Tropis meliputi berbagai macam hal yang menyangkut desain bangunan

atau kawasan yang berkarakter bangunan tropis, dengan pengaruh atau dampak terhadap

lingkungannya.

Desain bangunan dengan karakter tropis, memiliki beberapa persyaratan sebagai

berikut, yaitu : harus memiliki view dan orientasi bangunan yang sesuai dengan standar

tropis (building orientation), menggunakan bahan atau bagian pendukung kenyamanan

pada kondisi tropis, seperti; sunshading, sunprotection, sunlouver, memperhatikan

standar pengaruh bukaan terhadap lingkungan sekitar(window radiation), serta memiliki

karakter atau ciri khas yang mengekpos bangunan sebagai bangunan tropis, dengan

penggunaan material ataupun warna-warna yang berbeda.

Desain rumah tropis bekerja menuju satu tujuan utama dasar: tinggal nyaman tanpa

bergantung pada AC. Hal ini dilakukan dengan moderasi dari tiga variabel: temperatur,

kelembaban dan sirkulasi udara. Victor Olgay dalam bukunya, “Desain dengan Iklim”,

mengembangkan garis panduan untuk arsitektur iklim responsif dalam empat daerah

iklim yang berbeda, salah satunya adalah lingkungan tropis panas lembab. Merancang

sebuah rumah pasif didinginkan dimulai dengan situs dan mencakup setiap aspek dari

rumah sampai ke warna.

10

Page 11: MAKALAH TROPIS

Kondisi iklim tropis lembab memerlukan syarat-syarat khusus dalam perancangan

bangunan dan lingkungan binaan, mengingat ada beberapa factor-factor spesifikasi yang

hanya dijumpai secara khusus pada iklim tersebut, sehingga teori-teori arsitektur,

komposisi, bentuk, fungsi bangunan, citra bangunan dan nilai-nilai estetik bangunan

yang berbentuk akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada di wilayah lain yang

berbeda kondisi iklimnya.

1. Orientasi bangunan

Usaha untuk mendapatkan kenyamanan thermal terutama adalah mengurangi

perolehan panas, memberikan aliran udara yang cukup dan membawa panas keluar

bangunan serta mencegah radiasi panas, baik radiasi langsung matahari maupun dari

permukaan dalam yang panas.

View dan Orientasi Bangunan Dari contoh-contoh study kasus desain

bangunan tropis modern yang ada di Indonesia pada saat ini, maka dapat disimpulkan

ciri-ciri view dan orientasi bangunan tropis adalah sebagai berikut:

Menghadap pada arah dimana sinar matahari diusahakan dapat memasuki ruangan

pada pagi hingga sore hari.

Ruangan dengan fungsi public atau pusat aktifitas berada pada kawasan yang

mendapat cahaya matahari langsung, dengan suatu system pelindung yang menambah

kenyamanan manusia

Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat

2. Warna

Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang kecil sedang

warna gelap adalah sebaliknya. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan

temperatur permukaan naik. Sehingga akan jauh lebih besar dari temperatur udara

luar. Hal ini menyebabkan perbedaan temperatur yang besar antar kedua permukaan

bahan, yang akan menyebabkan aliran panas yang besar

3. Bukaan

A. Cahaya

Pada iklim tropis pancaran sinar matahari sangat berlimpah, sinar matahari

dapat digunakan secara optimal karena matahari hampir selalu berada di atas daerah

beriklim tropis. Pada iklim tropis lembab keberadaan matahari sering ditutupi oleh

awan sehingga membuat kondisi langit tertutupi oleh awan.

11

Page 12: MAKALAH TROPIS

Letak bukaan pencahayaan alami pada iklim tropis sebaiknya berada di sisi

utara dan selatan. Peletakaan bukaan pada sisi barat dan timur bangunan akan

mengakibatkan panas matahari pagi dan sore masuk tegak lurus kedalam bangunan

sehingga meningkatkan suhu ruangan

Pancaran panas dari suatu permukaan akan memberikan ketidaknyamanan

thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebih 40C. Hal ini sering kali

terjadi pada permukaan bawah dari langit-langit/ permukaan bawah dari atap

Peletakan bukaan pencahayaan alami pada sisi barat dan timur sebaiknya diberi

pelindung agar matahari tidak langsung masuk kedalam ruang. . untuk mencegah hal

itu dapat digunakan alat-alat peneduh

Jenis alat peneduh sinar matahari

• Sun Protection

Sun protection adalah suatu bagian memprotec atau menjaga bagian dalam

bangunan atau interior, dengan suatu system atau bahan, yang dapat menambah

kenyamanan .

• Sun Shading

Sun Shading adalah suatu bagian penyaring sinar matahari pada bukaan atau

ventilasi ruangan, yang biasanya terdapat pada material kaca atau penyangga ventilasi

bangunan

12

Page 13: MAKALAH TROPIS

• Window Radiation (radiasi jendela / bukaan)

Window radiation maksudnya material atau system pada bukaan atau jendela,

baik terhadap lingkungan interior bangunan, ataupun lingkungan luar / eksterior

bangunan

Penerangan Alami pada Siang Hari

Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :

1. Cahaya matahari langsung.

2. Cahaya matahari difus

Di Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya cahaya ini untuk

penerangan siang hari di dalam bangunan. Tetapi untuk maksud ini, cahaya matahari

langsung tidak dikehendaki masuk ke dalam bangunan karena akan menimbulkan

pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari. Sehingga yang

perlu dimanfaatkan untuk penerangan adalah cahaya langit.

Untuk bangunan berlantai banyak, makin tinggi lantai bangunan makin kuat

potensi cahaya langit yang bisa dimanfaatkan. Cahaya langit yang sampai pada bidang

kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga) komponen :

13

Page 14: MAKALAH TROPIS

1. Komponen langit.

2. Komponen refleksi luar

3. Komponen refleksi dalam

Dari ketiga komponen tersebut komponen langit memberikan bagian terbesar pada

tingkat penerangan yang dihasilkan oleh suatu lubang cahaya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tingkat penerangan pada bidang kerja

tersebut adalah :

1. Luas dan posisi lubang cahaya.

2. Lebar teritis

3. Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya

4. Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.

5. Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.

Untuk bangunan berlantai banyak makin tinggi makin berkurang pula

kemungkinan adanya penghalang di muka lubang cahaya. Dari penelitain yang

dilakukan, baik pada model bangunan dalam langit buatan, maupun pada rumah

sederhana, faktor penerangan siang hari rata-rata 20% dapat diperoleh dengan lubang

cahaya 15% dari luas lantai, dengan catatan posisi lubang cahaya di dinding, pada

ketinggian normal pada langit, lebar sekitar 1 meter, faktor refleksi cahaya rata-rata

dari permukaan dalam ruang sekitar 50% – 60% tidak ada penghalang dimuka lubang

dan kaca penutup adalah kaca bening.

B. Udara

• Aliran Udara Melalui Bangunan

1. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk

pernapasan, membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi

gas-gas dan bakteri serta menghilangkan bau.

2. Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas,

membantu mendinginkan bagian dalam bangunan.

Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan

temperature antara udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi antara

14

Page 15: MAKALAH TROPIS

lubang ventilasi. Kedua gaya ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk

mendapatkan jumlah aliran udara yang dikehendaki. Jumlah aliran udara dapat

memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih kecil daripada yang diperlukan

untuk memenuhi kenyamanan thermal

Untuk mendapatkan pengudaraan yang maksimal didalam iklim tropis lembab

maka diperlukan hal hal berikut:

• Peletakan bangunan pada iklim tropis sebaiknya berada ditengah lahan. Peletakan

bangunan pada tengah bangunan akan memungkinkan udara untuk masuk

kedalam setiap ruang. “Bangunan sedapat mungkin berada ditengah lahan

sehingga semua sisi terkena hembusan angin. ventilasi, hembusan angin juga

dapat menyejukan permukaan bangunan.”

• Peletakan bukaan sebaiknya tidak hanya terdapat pada 1 sisi ruangan. Peletakan

bukaan pada sisi yang berbeda didalam satu ruang dapat membantu persilangan

ventilasi didalam ruang. Ventilasi silang didalam ruang memudahkan udara bersih

masuk, serta membuang udara kotor didalam ruang.

15

Page 16: MAKALAH TROPIS

• Peletakan bukaan sebaiknya berada pada 3 sisi vertikal yaitu pada sisi atas, tengah,

dan bawah. Bukaan pada sisi atas berguna untuk membuang udara panas didalam

ruang keluar ruang. Udara panas memiliki berat yang ringan sehingga akan

berkumpul pada sisi atas ruang. Bukaan pada sisi tengah berfungsi untuk

mendinginkan tubuh, udara yang bersirkulasi pada sisi tengah ini sangat mudah

untuk mengenai tubuh manusia. Bukaan pada sisi bawah berguna untuk membuang

udara lembab. Udara lembab memiliki berat yang berat sehingga akan berkumpul

pada sisi bawah ruang.

• Untuk masalah atap, karena panas matahari bisa menjadi cukup panas sehingga

dapat mempengaruhi ruang dibawah atap, maka atap sebaiknya dibuat secara

khusus, yaitu dengan jalan membuat ruang kosong diantara plafon dan penutup

atap (genteng). Sebenarnya hal ini telah ditemukan lewat penggunaan atap

berongga dengan plafon, yang sejak dulu digunakan oleh nenek moyang kita dalam

membangun rumah (melalui arsitektur vernakular). Atap dengan plafon memberi

jarak antara genteng dan plafon, sehingga udara panas tidak secara langsung

diterima oleh ruangan.

16

Page 17: MAKALAH TROPIS

• Bukaan sebaiknya terbuka kearah area yang dapat memberikan aliran udara sejuk

kedalam ruang. Area yang memberikan udara sejuk antara lain halaman berumput

dan pepohonan. Bukaan sebaiknya menghindari area yang membawa polusi

kedalam ruang.

17

Page 18: MAKALAH TROPIS

4.Atap

Pada daerah tropis lembab, curah hujan yang turun tinggi sehingga penggunaan jenis

atap miring disarankan untuk digunakan. Atap miring dapat berupa atap pelana, atap

limasan, atau atap panggang-pe. “Fungsi utama kemiringan atap adalah mengalirkan air

hujan sebelum merembes ke dalam bahan bangunan. makin kecil daya rembes bahan

atap, makin kecil pula sudut miring atap yang dapat dibuat”. Pemilihan material atap

miring dilakukan berdasarkan tingkat kemiringan atap yang akan digunakan.

Pada umunya ciri dari arsitektur tropis ialah

• Mempunyai atap yang tinggi dengan kemiringan diatas 30 derajat. Ruang di bawah

atap berguna untuk meredam panas. Agar aliran air hujan dapat turun

• Mempunyai teritisan/overstek atap yang cukup lebar untuk mengurangi efek

tampias dari hujan yang disertai angin. Selain itu, uga untuk menahan sinar

matahari langsung yang masuk ke dalam bangunan.

18

Page 19: MAKALAH TROPIS

Pemanfaat air hujan untuk tanaman dan pengairan kolam

Kriteria Bahan  Penutup Atap Yang Baik

¢  Bahan harus dapat bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi

¢  Harus rapat terhadap air hujan / tidak tembus air.

¢  Tidak mengalami perubahan bentuk karena adanya pergantian / perubahan cuaca

¢  Tidak terlalu banyak memerlukan perawatan.

¢  Tidak mudah terbakar

¢  Bobotnya cukup ringan dan mempunyai kedudukan yang mantap setelah di pasang

¢  Tahan lama dan awet

Gambar Material Ket. Gambar Kelebihan dan Kelemahan

19

Page 20: MAKALAH TROPIS

No

.

Nama

Material

1 Sirap Sirap biasanya

dibuat dari kayu

besi/kayu ulin tua

yang tahan cuaca

Kelebihan:

membuat rumah terasa

sejuk karena tidak

menyerap panas dan

memberikan sirkulasi udara

yang bagus bagi atap.

Kelemahan:

membutuhkan perawatan

dan perbaikan teratur

agar bisa bertahan lama.

Pelapukan dan serangga

dapat memperpendek

usia sirap.

lebih sulit dipasang

dibandingkan dengan

genteng sehingga

kualitas atap sirap sangat

tergantung pada

kecakapan tukang yang

memasangnya.

rentan terhadap bahaya

kebakaran bila tidak

diproses dengan lapisan

antipanas.

2 Genteng

Tanah

Liat

Genteng tanah liat

dengan bermacam

variasinya

merupakan bahan

atap yang paling

banyak dipakai

Kelebihan:

sangat awet karena tidak

dapat lapuk, terbakar

atau dirusak serangga.

Bila jenis material dan

pemrosesannya bagus,

20

Page 21: MAKALAH TROPIS

genteng tanah liat sangat

sedikit memerlukan

perawatan.

kelemahan:

genteng tanah liat dapat

sangat berat sehingga

membutuhkan papan

pendukung yang lebih

kuat.

warna genteng dapat

memudar atau

menghitam setelah

sekian lama. Genteng

jenis baru yang diproses

dengan suhu tinggi dan

berglazur warnanya

lebih permanen.

relatif rapuh, dapat

pecah bila Anda

menginjaknya. Hal ini

membuat perawatannya

lebih sulit.

3 Genteng

Beton

biasanya dibuat dari

semen yang

diperkuat dengan

serat dan aditif

tertentu. Beberapa

produk dilapisi

dengan plastik,

enamel, logam tipis,

dan material lainnya

Kelebihan:

• sangat awet karena

tahan api, pelapukan dan

serangga. Bentuk dan

warnanya yang variatif

juga menarik secara

penampilan

Kelemahan:

• genteng beton adalah

bobotnya yang berat

(lebih berat dari genteng

tanah liat) dan harganya

21

Page 22: MAKALAH TROPIS

yang lebih mahal.

4 Rumbia terbuat dari helai

daun rumbia yang

dirangkaikan hingga

berbentuk sisir lalu

diikat pada sebatang

tongkat atau bambu

yang berfungsi

sebagai reng setiap

20 cm

kelebihan :

• terutama pada aspek

estetika dan nuansa

tradisionalnya

Kelemahan:

• ketersediaan bahan

dengan kualitas yang baik

di pasaran, sistem

pemasangan yang sedikit

rumit, dan umur yang

relatif pendek (untuk

bahan atap rumbia).

5 Asbes Atap asbes

memerlukan rangka

atap yang lebih

jarang. Asbes

langsung dipasang

pada gording,

sehingga tidak

memerlukan usuk

dan reng.

Kelebihan:

• memiliki karakteristik

seperti seng yaitu murah,

ringan dan tahan lama.

Tidak seperti seng, asbes

tidak menyerap panas

sehingga membuat rumah

lebih sejuk.

Kelemahan:

• penampilannya yang

tidak menarik, mudah

retak bila terinjak dan

dapat membahayakan

kesehatan (memicu

timbulnya kanker paru

mesothelioma).

6 Bitumen

Selulose

Jenis material atap

ini, terbuat dari fiber

selulosa, bitumen,

dan resin,

Kelebihan:

• lentur, sehingga mudah

dibentuk menyesuaikan

bentuk atap, berbobot

22

Page 23: MAKALAH TROPIS

ringan sehingga tidak

membebani konstruksi

bangunan, insulasi panas

yang baik karena

karakteristik bahan

penyusunnya, tidak bising

ketika ditimpa hujan, dan

memiliki variasi warna

yang cukup banyak.

Kelemahan:

relatif lebih mahal daripada

jenis atap lembaran lainnya

7 Seng terbuat dari

lembaran logam tipis

bergelombang yang

diikat satu sama lain

dengan paku

Kelebihan:

• bahan penutup atap yang

murah, ringan dan tahan

lama.

Kelemahan:

• sifatnya yang menyerap

panas, berkarat, kurang

menarik secara

penampilan dan mudah

terhempas angin.

8 Metaldeck Banyak nama lain di

pasaran, yaitu

spandek, bondek,

trimdek, kliplok,

hingga galvalum dan

zincalume

tergantung material

penyusunnya

Kelebihan:

• biaya yang hemat dan

beban konstruksi yang

ringan

Kelemahan:

• mempunyai sifat

meneruskan radiasi panas

matahari yang cukup

besar pada ruangan di

bawahnya.

• Kelemahan lain adalah

23

Page 24: MAKALAH TROPIS

bahan metal akan berisik

apabila ditimpa hujan.

9 Atap ijuk

dan alang-

alang

Atap ijuk dibuat dari

serabut palem aren

Kelebihan:

• Dapat menimbulkan

suasana tradisional

Kelemahan:

Sulit dalam

pemasangannya dan

perawatannya

 5. Baseplane - Lantai

Pengolahan baseplane pada daerah tropis lembab sebaiknya tidak bersentuhan

langsung dengan tanah, hal ini berguna untuk membantu pelepasan panas serta

sirkulasi udara. Pengolahan ini dapat dibuat dengan penamabahan ketinggian lantai

dasar bangunan, serta mendirikan bangunan diatas tiang. Pengolahan penambahan

ketinggian bangunan dengan penambahan ketinggian lantai dasar bangunan dapat

berfungsi untuk menghalang gangguan dari luar bangunan untuk masuk kedalam

bangunan, gangguan dapat berupa udara lembab, binatang, hingga debu. Pengolahan

penambahan ketinggian bangunan dengan penggunaan tiang berguna untuk

melindungi bangunan serta mengalirkan udara di bawah bangunan, dengan

pengudaraan di bawah bangunan ini suhu didalam ruang dapat dikurangi.

Penutup baseplane dengan jenis hard material digunakan pada iklim tropis karena

pada iklim tropis dengan pengudaraan alami sangat mudah terjadi debu dan kotoran.

Penggunaan hard material membantu untuk melakukan pembersihan baseplane pada

ruang dengan pengudaraan alami. Penutup dengan jenis soft material dapat digunakan

pada ruang tertentu, misalnya pada ruang kantor yang membutuhkan suasana yang

tenang. Baseplane jenis soft material yang dapat dipakai berupa olahan kain.

Penggunaan warna terang dapat membantu persebaran cahay matahri didalam

ruang, namun perlu diperhatikan agar silau yang terpantul oleh lantai tidak

mengganggu pandangan.

24

Page 25: MAKALAH TROPIS

III.3 MATERIAL

PENUNJANG DI IKLIM TROPIS

a. Kayu

Kayu, mungkin dan hampir pasti setiap hari kita melihat yang namanya kayu.

Mulai dari meja, kursi, pintu, rangka atap, dan masih banyak lagi benda yang

menggunakan kayu sebagai bahan pembuatannya. Meski saat ini sudah ada bahan

alternatif pengganti kayu, misalkan saja baja, besi, plastik, dan lain sebagainya,

namun kayu masihlah menjadi bahan yang paling banyak dipergunakan.

Dibandingkan dengan material lain, kayu memiliki beberapa kelebihan, diantaranya

adalah:

Kayu mudah dalam pengerjaan, bisa dibuat atau dibentuk sesuai keinginan, misalkan

saja untuk ukiran, desain kusen, dll. Selain itu, kayu juga mudah untuk dipaku, dibaut,

dan direkatkan

Kualitas kayu bisa dilihat secara visual, misalkan saja bila terjadi cacat kayu dapat

diketahui secara kasat mata.

Kayu lebih tahan terhadap tekanan dan lenturan.

Dengan adanya bermacam jenis kayu, maka kayu memiliki tekstur yang baik dan

indah.

Kayu memiliki berat jenis yang cukup ringan sehingga bisa mengapung dan sifat

resonansinya.

25

Page 26: MAKALAH TROPIS

Kayu dapat diubah menjadi bentuk pulp (bubur kayu), dan bisa diolah untuk dijadikan

bahan produk lainnya, misal untuk bahan baku pembuatan kertas.

Sedangkan kekurangan atau kelemahan material kayu diantaranya adalah:

Tidak tahan api, sehingga kayu mudah terbakar, apalagi kalau dalam kondisi kering.

Kayu tidak dapat dimanfaatkan secara keseluruhan sehingga sisa penggunaan kayu

hanya menjadi limbah.

Untuk pekerjaan tertentu (yang besar atau lebar), kayu tidak bisa menutup secara

keselurahan karena terbatasnya diameter kayu. Biasanya untuk menyikapi hal ini kayu

harus disambung atau diperlebar/perbesar.

Kayu mudah diserang oleh serangga pemakan kayu seperti rayap atau serangga

lainnya.

Kayu mengandung air dan berpengaruh besar terhadap bentuk kayu. Kayu yang

belum kering biasanya masih mengalami penyusutan atau perubahan bentuk, oleh

karena itu kayu harus dikeringkan sebelum digunakan.

Kayu bersifat higroskopis, dan sensitif terhadap kelembaban. 

b. Batu bata merah

 

Batu bata merah merupakan bahan material dinding yang sangat umum dipakai

dan mudah dijumpai di lapangan maupun diaplikasikan dalam bangunan. Batu bata

merah terbuat dari tanah liat yang dibentuk/ dicetak kotak kotak kecil berukuran

12×20-25cm dengan tebal 4-5cm yang dibakar dalam suhu tinggi sampai mengeras

dan warnanya menjadi kemerah-merahan

Kelebihan Batu bata Merah :

26

Page 27: MAKALAH TROPIS

– Ukuran/dimensi 12x25x5cm yang kecil memudahkan untuk pengangkutan

– Cukup mudah dalam pemasangannya dan tidak erlu keahlian khusus

– Relatif murah dari segi harga dan efektif untuk kebutuhan volume bangunan yang

kecil

– Mudah dijumpai di toko bangunan dan sekitar

– Kuat, kokoh dan tahan terhadap cuaca maupun benda keras

– Desain yang kreatif seperti bata press, akan menjadi dinding yang sangat menarik

kalau bata merah ini di ekspos sebagai tampilan tampak bangunan

Kekurangan Batu Bata Merah :

– Perlu ketelitian untuk mendapatkan pemasangan batu bata merah yang sangat rapi

– Pemakaian dalam volume/jumlah per biji dalam satuan m3/m2 bisa dikatakan boros

– Ketahan terhadap cuaca yang diakibatkan cuaca luar tidak stabil

– Waktu pemasangan yang cukup lama karena berukuran kecil sehingga efek baliknya

ke ongkos tukang dan proses pembangunan

– Beban batu bata cukup berat terhadap struktur bangunan

– Perlu plesteran/acian yang cukup tebal untuk mendapatkan permukaan dinding yang

rata dan halus

– Tidak cocok untuk bangunan lebih dari 3 lantai karena membebani struktur bangunan

– Harus direndam sebelum dipasang agar spesi menempel ke batu bata

c. Batako

27

Page 28: MAKALAH TROPIS

 

Batako adalah alternatif bahan material untuk dinding terbuat dari campuran

semen dengan pasir kasar yang dicetak dengan alat khusus dengan dimensi ukuran

lebh besar dari batu bata merah. Ukuran Batako bervariasi mulai dari yang terkecil

berukuran 20x40x15 cm. adapun bangunan yang sering dijumpai menggunakan batu

batako adalah pabrik, gudang, pos jaga dan pembuatan pagar

Kelebihan Batako :

– Pembuatan dan bentuknya bisa request sesuai permintaan kita

– Waktu pemasangan lebih cepat dari pada batu bata merah

– Bila pemasangannya rapi, akan sangat bagus menonjolkan tkestur Batako tanpa

plesteran/acian

– Kedap air sehingga bagus untuk pemakaian dinding luar

– Mudah untuk dipotong

– Lebih ringan daripada batu bata merah dan cocok untuk bangunan lebih dari 2 lantai

misalkan ruko

Kekurangan Batako :

– Mudah pecah dan retak

– Tidak bagus untuk bahan material dinding rumah tinggal karena insulasi suhu

terhadap panas tinggi

– Ruangan dengan batu batako cenderung lebih pengap

d. Bata ringan 

28

Page 29: MAKALAH TROPIS

 

Bata ringan merupaka terobosan teknologi alternatif pengganti batu bata merah

dan batako, Bata Ringan terbuat dari Terbuat dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit

gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara

kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-

8 jam.

Kelebihan Bata Ringan :

– Ukuran bata ringan beragam mulai dari ukuran 20x60x10cm dengan ukuran yang

sangat presisi

– Lebih ramah lingkungan karena dalam pembuatannya tidak merusak alam dan

dibuat di pabrik

– Lebih kuat, lebih presisi sehingga membutuhkan plesteran dan hemat acian lebih

sedikit

– Bobit material yang jauh lebih ringan daripada batu bata merah dan batako, cocok

untuk bangunan tinggi seperti ruko, apartemen dsb

– Insulasi panas dan suara sangat bagus sehingga sangat cocok untuk dinding rumah

tinggal

Kekurangan Bata Ringan :

– Dalam beberapa kasus banyak membuang potongan sisa karena ukurannya yang

terlalu besar

– Harga sedikit lebih mahal daripada Batako dan Bata Merah

– Cukup susah untuk mendapatkan, hanya tersedia biasanya di toko bangunan besar

– Untuk pemasangan yang kebih rapi, perlu tukang ahlinya

29

Page 30: MAKALAH TROPIS

– Pemasangan perlu semen perekat khusus batu bata ringan misal semen instan

e. Batu alam

Solusi Batu alam : Akhir-akhir ini batu alam menjadi pilihan utama dalam menghiasi Interior dan Eksterior Rumah. dengan karakteristiknya yang kuat, dan memberikan kesan alami, sangat cocok dengan trade mark sekarang ini, dimana sedang di gembor-gemborkan Go Green atau back to Nature.

Dengan berbagai kelebihan yang di miliki, tetapi pasti akan ada kekurangannya, di sini akan coba di kupas kelebihan dan kekurangan batu alam sebagai pelapis dinding. Sehingga di harapkan dengan mengetahui kelebihan dan kekurangaya kita bisa mendapatkan solusi untuk memanfaatanya secara maksimal.

Adapaun kelebihan batu alam secara umum di antaranya :

Berkesan natural, elegan, dan mewah

Tidak cepat rusak jika dipasang pada lantai

Jika ada yang rusak, lantai batu alam tidak akan terlihat jelek

Ukurannya fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan

Adapun kekurangnya sebagai berikut :

Warnanya tidak bisa seragam, namun sebenarnya itulah keunikannya

Memiliki pori-pori yang besar sehingga harus ditutup dengan bahan khusus lagi

Penggunaan batu alam pada lantai dua, harus memperhatikan struktur bangunan

Material cenderung berat, sehingga saat distribusi dan pemasangan cukup repot

Harganya lebih mahal dibandingkan harga keramik

f. Beton

Kelebihan :

Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

Mampu memikul beban yang berat.

Tahan terhadap temperatur yang tinggi

Tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi alam.

Kekurangan :

Bentuk yang telah dibuat sulit untuk diubah.

30

Page 31: MAKALAH TROPIS

Lemah terhadap Kuat tarik.

Mempunyai bobot yang Berat.

Daya pantul suara yang besar

Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi.

g. BAJA

Kelebihan :

Kuat tarik tinggi.

Tidak dimakan rayap

Bisa di daur ulang

Dibanding Stainless Steel lebih murah

Dibanding beton lebih lentur dan lebih ringan

Kekurangan :

Bisa berkarat.

Lemah terhadap gaya tekan.

Tidak fleksibel seperti kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profile

h. BAMBU

Kelebihan :

Bahan Alami yang dapat diperbaharui

Sangat cepat pertumbuhannya (hanya perlu 3 s/d 5 tahun sudah siap tebang)

Pada berat jenis yang sama, Kuat tarik bambu lebih tinggi dibandingkan kuat

tarik baja mutu sedang.

Ringan.

Bahan konstruksi yang murah.

Kekurangan :

Rentan terhadap rayap.

Jarak ruas dan diameter yang tidak sama dari ujung sampai pangkalnya.

III.4 ASPEK –ASPEK LAIN DARI ARSITEKTUR TROPIS

31

Page 32: MAKALAH TROPIS

1. Global warming

Suhu permukaan bumi yang terus meningkat menimbulkan efek yang signifikan

yaitu perubahan iklim yang drastis, alias pemanasan global. Semenjak revolusi

industri, dalam beberapa dekade terakhir suhu bumi meningkat sekitar 2 derajat dan

pada tahun 2100 diperkirakam suhu bumi naik hingga mencapai 58 derajat. Kondisi

ini diawali oleh kerusakan ekosistem di alam yang sangat parah dan mulai habisnya

sumber daya alam. Kondisi ini juga menjadi bencana ekologis yang akan mengancam

kualitas hidup manusia, kecuali kita mulai “melek lingkungan”.

Holcim Sustainable Construction dalam Widigdo, 2008

Beberapa sumber menyatakan bahwa bangunan atau arsitektur menjadi yang

paling banyak mengkonsumsi energi ketimbang sektor-sektor lain seperti sektor industri

atau transportasi. Logika ini masuk akal karena area permukiman, bangunan komersial,

bangunan perkantoran, atau bangunan fasilitas-fasilitas publik memenuhi hampir seluruh

wilayah dimuka bumi ini.

32

Page 33: MAKALAH TROPIS

FutureArc dalam Widigdo, 2008

Pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini tidak dapat hanya dikurangi dengan

upaya penggunaan energi yang efisien saja, tetapi harus ada upaya lain yang berpihak

pada penggunaan sumber daya alam secara keseluruhan dengan menjaga

keberlangsungan sumber daya alam. Kerusakan alam yang secara ekologis sudah

demikian parah, kini sudah saatnya dipikirkan dengan pendekatan dengan pengertian

kearah ekologi. Upaya tersebut harus dilakukan oleh setiap manusia disegala kegiatannya

untuk menyelamatkan kualitas alam yang akan menjamin kualitas hidup manusia. Pada

setiap rancangan kegiatan manusia termasuk rancangan bangunan diharapkan juga

berpihak pada keselarasan dengan alam, melalui pemahaman terhadap alam. Pemahaman

terhadap alam dengan menggunakan pendekatan ekologis diharapkan mampu menjaga

keseimbangan alam.

Fenomena Gedung Pencakar Langit

Di kota-kota besar di Indonesia seringkali dijumpai penyelesaian desain arsitektur

perkotaan yang tidak tanggap terhadap lingkungan, terutama terhadap iklim tropis.

Contoh yang paling terlihat adalah pada bangunan-bangunan tinggi / pencakar langit.

Bangunan-bangunan ini biasanya menggunakan material kaca pada seluruh bagian

luarnya karena dianggap dapat menyelesaikan aspek estetika bangunan dan mengurangi

efek masuknya panas matahari ke dalam ruangan. Namun, hal ini menimbulkan dampak

lain berupa efek panas yang lebih besar karena penggunaan pengkondisian udara buatan

(AC) untuk mengkondisikan suhu ruangan. Selain itu, pemakaian material kaca

berdampak pada munculnya radiasi panas yang ditimbulkan dari pantulan kaca terhadap

lingkungan sekitarnya.

33

Page 34: MAKALAH TROPIS

www.earthtimes.org

Lingkungan sekitar bangunan pencakar langit pun juga seringkali tidak tanggap

terhadap lingkungan dengan penyelesaian sistem perkerasan seperti jalan, jalur

pedestrian, open space. Fungsi terbuka untuk publik banyak yang menggunakan material

paving block dengan alasan kemudahan dalam perawatan. Material aspal dan paving

block mempunyai potensi memantulkan panas matahari yang cukup besar dan

mengakibatkan radiasi panas yang luar biasa. Penyelesaian perkerasan yang semakin luas

juga akan mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air hujan dan mengakibatkan

banjir.Biasanya di lingkungan perkotaan dengan banyak bangunan tinggi juga sangat

minim vegetasi dan unsur air, sehingga suhu lingkungan menjadi sangat panas

dibandingkan suhu lingkungan di luar kota, yang kemudian dikenal dengan efek urban

heat island.

Wind Shadow dan Wind Turbulent

Bangunan tinggi menciptakan wind shadow (daerah bayangan angin). Ketinggian

bangunan berpengaruh pada jarak daerah bayangan angin. Semakin tinggi bangunan,

semakin panjang daerah bayangan angin dan semakin kecil kecepatan angin dalam

daerah di bawah aliran angin (daerah bayangan angin), misalnya di daerah belakang

bangunan dan jalan.Selain itu, bangunan tinggi menciptakan wind turbulent karena

ketinggian bangunan yang berbeda dengan bangunan di sekitarnya menahan angin. 

Wind turbulent membuat polusi udara terkonsentrasi di daerah tersebut. Demikian juga di

derah wind shadow karena angin tidak melewati daerah tersebut.

34

Page 35: MAKALAH TROPIS

footage.framepool.com

Urban Heat Island

Dalam kaitannya dengan fenomena urban heat island, bangunan tinggi menerima

radiasi matahari dan memantulkannya ke bangunan rendah dan lingkungan di sekitarnya,

di mana radiasi matahari itu berubah menjadi panas yang memenuhi kawasan perkotaan.

Luas dan kepadatan area yang ada disekitar bangunan tinggi akan berdampak pada suhu

udara kawasan. Ditambah bila lingkungan tersebut minim penghijauan dan unsur air

semisal sungai, sehingga proses evaporasi (penguapan) akan sangat kecil sehingga suhu

lingkungan menjadi panas.

klorotechpavers.com

35

Page 36: MAKALAH TROPIS

Penggunaan Material Kaca

Bidang kaca sebagai elemen fasad bangunan tinggi ikut menentukan karakter

arsitektur dan kinerja energi sebuah bangunan. Bidang kaca disamping diperlukan untuk

penyediaan pemandangan juga untuk untuk penerangan alami. Fungsi yang disebut

terakhir sering kali disertai oleh peningkatan panas pada bangunan, khususnya di daerah

beriklim tropis lembab.

Dalam penelitian Santoso dan Antaryama (2005), kinerja energi akibat pengaruh

pemakaian kaca lebih besar pada besar perolehan panas radiasi karena menyebabkan

pertambahan beban panas yang sangat besar, yang selanjutnya menambah kebutuhan

energi untuk pendinginan. Sedangkan pengurangan energi untuk pencahayaan akibat

pertambahan perolehan cahaya alami, jauh lebih kecil dibanding pertambahan energi

untuk pendinginan tersebut. Artinya, sebenarnya bangunan tinggi tidak perlu berlebihan

menggunakan material kaca karena hanya akan memanaskan ruangan dan pasti

mengandalkan AC yang berlebih. Harusnya lebih diutamakan desain pasif yang

memasukkan sirkulasi udara alami sehingga lebih hemat energi.

Bangunan Tinggi Menutup Akses Cahaya Alami ke Lingkungan Sekitar

Bangunan-bangunan tinggi dalam sebuah kota memiliki dampak menutupi akses

cahaya matahari terhadap bangunan yang lebih rendah. Keadaan ini tentunya dapat

berakibat buruk jika bangunan yang lebih rendah di sekitar bangunan tinggi tersebut

36

Page 37: MAKALAH TROPIS

terus menerus tidak memperoleh pencahayaan alami. Bangunan tersebut kemudian

terpaksa menggunakan pencahayaan buatan untuk mendukung aktivitas di dalamnya

sehingga penggunaan energi untuk pencahayaan berlangsung siang dan malam.

Penggunaan energi terus-menerus ini tentu merupakan pemborosan energi yang sangat

besar.

www.mosesong.com

Desain Ramah Lingkungan sebagai Solusi

Menanggapi berbagai permasalahan bangunan tinggi, maka desain harus disertai

kesadaran ramah lingkungan. Tidak hanya mementingkan kenyamanan dalam ruangan

saja, tapi juga bagaimana dampaknya ke lingkungan. Lebih bagus lagi jika bisa

memanfaatkan sifat dan perilaku lingkungan untuk menciptakan energi alternatif agar

energi bangunan lebih hemat, misalnya memanfaatkan energi solar, angin, atau air.

Konfigurasi Antar Bangunan yang “Terukur”

Bangunan tinggi yang tujuannya untuk mengatasi keterbatasan lahan dan

pengurangan penutupan permukaan tanah dengan bangunan harus benar-benar mampu

mempertahankan bahkan menciptakan ruang terbuka baru. Bangunan tinggi dan besar

memiliki dampak besar bagi lingkungan sekitarnya. Bangunan tinggi harus tetap

berperan bagi lingkungan disekitarnya terutama lingkungan dengan ketinggian berlevel

rendah (low rise) atau lingkungan terbuka di sekitarnya. Pengaruh yang dimunculkan

salah satunya adalah ventilasi kawasan yang akan mempengaruhi kenyamanan termal di

37

Page 38: MAKALAH TROPIS

sekitarnya. Dimensi, jarak antar bangunan, dan posisi bangunan memiliki pengaruh

terhadap kondisi termal lingkungan.

thebritishgeographer.weebly.com

Bentuk, Orientasi, dan material Bangunan

Bentuk dan orientasi bangunan sangat mempengaruhi pola pergerakan udara di

lingkungannya.Bentuk yang dimaksud meliputi ketinggian, lebar, bentuk, dan denah

bangunan. Orientasi bangunan adalah bagaimana mengatur arah hadap bangunan untuk

menyesuaikan arah datangnya angin dan menentukan efek pergerakan udara yang

diterima bangunan maupun ruang luar. Gedung Kementrian PU yang sekarang ini

menjadi salah satu contoh desain bangunan tinggi yang sangat memperhatikan faktor

bentuk dan orientasi sehingga memiliki energi yang relatif sangat kecil untuk ukuran

bangunan sebesar itu.

38

Page 39: MAKALAH TROPIS

Orientasi bangunan berpengaruh pada temperatur udara kawasan sehingga aspek

tersebut harus diperhatikan dalam proses penataan kawasan. Namun pengendalian

temperatur udara kawasan tidak hanya dipengaruhi oleh orientasi bangunan saja, tetapi

juga oleh bahan penyusun dinding yang berperan sebagai penerima dan penyimpan kalor.

Penataan penggunaan bahan bangunan dapat membantu mengoptimalkan penataan

orientasi yang kurang baik.

Penghalang Cahaya Matahari / Sun Shading

Di Indonesia sendiri, perancangan bangunan yang memanfaatkan pembayangan

untuk penghematan energi dapat dilihat dalam karya-karya Paul Rudolf, seperti Wisma

Dharmala Jakarta dan Surabaya. Dalam kedua gedung itu, Paul Rudolf mengintegrasikan

pembayangan dalam desain keseluruhan bangunan, seperti di Wisma Dharmala Jakarta

terdapat teras-teras yang berfungsi untuk memberikan pembayangan lantai di bawahnya,

sedangkan Wisma Dharmala Surabaya menggunakan konsep candi sebagai bentuk

bangunannya dengan alat pembayangan yang diintegrasikan dalam fasad bangunan.

39

Page 40: MAKALAH TROPIS

Wisma Dharmala Jakarta (andrianarch.wordpress.com)

Pemanfaatan Angin dengan Wind Turbin

Salah satu keuntungan bangunan tinggi dapat memanfaatkan angin sebagai energi

alternatif dengan memaksimalkan desain bentuk bangunan yang dapat menangkap angin

yang menghantam bangunan dengan menggunakan wind turbin. Salah satu contohnya

40

Page 41: MAKALAH TROPIS

adalah Bahrain World Trade Center di Manama, Bahrain, di mana desain bangunan

berupa dua tower. Wind turbin diletakkan di celah antara kedua tower bangunan untuk

menangkap angin yang mengalir dengan kecepatan tinggi melalui celah tersebut. Wind

turbin juga diterapkan di Pearl River Tower di Guangzhou, di mana fasad bangunan

didesain untuk mengarahkan angin ke celah-celah di antara lantai bangunan.

Bahrain World Trade Center, Manama (kiri) dan Pearl River Tower, Guangzhou (kanan) :

Sutjadi, 2011

Pemanfaatan Energi Matahari dengan Photovoltaic System

Penggunaan photovoltaic sebagai energi alternatif pada bangunan tinggi sangat

cocok untuk diaplikasikan pada fasad bangunan karena luas permukaannya yang besar.

Akan tetapi faktor intensitas radiasi matahari dan orientasi bangunan harus

diperhitungkan agar sistem ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.Selain untuk

menangkap radiasi matahari, photovoltaic juga dapat berfungsi selayaknya sun shading

yang memberikan pembayangan terhadap ruang-dalam gedung

41

Page 42: MAKALAH TROPIS

Aplikasi photovoltaic pada fasad bangunan Co-operative Insurance Tower, Manchester (kiri)

dan Hong Kong Science Park (kanan) : Sutjadi, 2011

Harus Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Fenomena bangunan tinggi berkembang di hampir seluruh negara. Harga tanah

yang semakin tinggi serta ketersediaan tanah yang semakin kecil menjadikan bangunan

tinggi sebagai solusi dalam menjawab tuntutan ekonomi dan kebutuhan ruang yang

semakin mendesak. Oleh karena itu keberadaan bangunan tinggi tidak dapat dihindari,

bahkan akan semakin berkembang pesat di masa depan. Namun, di sisi lain bangunan

tinggi memiliki dampak yang sangat vital terhadap lingkungan sekitar, termasuk

menyumbang efek urban heat island, menghalangi akses cahaya dan angin daerah

sekitarnya, serta konsumsi energi yang sangat besar. Dengan menyadari dampak yang

ditimbulkan bangunan tinggi, maka desain yang ramah lingkungan menjadi kebutuhan

yang harus dipenuhi untuk meminimalkan dampak-dampak tersebut.

Kesadaran akan pentingnya desain yang ramah lingkungan sudah mulai terlihat

dalam beberapa arsitektur bangunan tinggi di Indonesia seperti pada bangunan gedung

Kementrian PU dan Wisma Dharmala. Tetapi sebenarnya belum cukup sampai di situ

saja. Bangunan-bangunan tinggi di luar negeri sudah mulai menerapkan hybrid design

atau sistem bangunan yang memanfaatkan energi alam seperti angin dan radiasi matahari

sebagai sumber energi alternatif yang terbarukan. Dengan begitu, tidak hanya

menghemat energi dalam bangunan saja, namun juga dapat meminimalisir dampak

negatifnya terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut seharusnya juga diikuti oleh

42

Page 43: MAKALAH TROPIS

desain bangunan tinggi di Indonesia sehingga dapat menjadi potensi berkembangnya

desain yang adaptif terhadap iklim tropis dan menjadi ciri khas arsitektur Indonesia

2. Green archtecture

1.Pengertian.

Konsep ‘green architecture’ atau arsitektur hijau menjadi topik yang menarik saat

ini, salah satunya karena kebutuhan untuk memberdayakan potensi site dan menghemat

sumber daya alam akibat menipisnya sumber energi tak terbarukan. Berbagai pemikiran

dan interpretasi arsitek bermunculuan secara berbeda-beda, yang masing-masing

diakibatkan oleh persinggungan dengan kondisi profesi yang mereka hadapi. Green

arsitektur ialah”sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk

terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih

baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan

sumber daya alam secara efisien dan optimal. Konsep arsitektur ini lebih bertanggung

jawab terhadap lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya

dengan lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Green architecture

dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di

masa kini dan masa yang akan datang.

Dalam jangka panjang, biaya lingkungan sama dengan biaya sosial, manfaat

lingkungan sama juga dengan manfaat sosial. Persoalan energi dan lingkungan

merupakan kepentingan profesional bagi arsitek yang sasarannya adalah untuk

meningkatkan kualitas hidup.

43

Page 44: MAKALAH TROPIS

2.Prinsip – prinsip pada green architecture

PRINSIP-PRINSIP GREEN ARCHITECTURE :

1. Hemat energi / Conserving energy : Pengoperasian bangunan harus meminimalkan

penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi

alam sekitar lokasi bangunan ).

2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate : Mendisain bagunan harus

berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.

3. Minimizing new resources : mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan

sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan

di masa mendatang /

Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya

alam.

4. Tidak berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan

tersebut / Respect for site : Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai

merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai,

tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).

5. Merespon  keadaan tapak dari bangunan / Respect for user : Dalam merancang

bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua

kebutuhannya.

6. Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan / Holism :

Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan

kita.

3.Sifat – sifat pada bangunan berkonsep green architecture.

44

Page 45: MAKALAH TROPIS

Green architecture (arsitekture hijau) mulai tumbuh sejalan dengan kesadaran dari

para arsitek akan keterbatasan alam dalam menyuplai material yang mulai

menipis.Alasan lain digunakannya arsitektur hijau adalah untuk memaksimalkan potensi

site.

Penggunaan material-material yang bisa didaur-ulang juga mendukung konsep arsitektur

hijau, sehingga penggunaan material dapat dihemat.

Green’ dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah

lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik).

A.Sustainable ( Berkelanjutan ).

Yang berarti bangunan green architecture tetap bertahan dan berfungsi seiring zaman,

konsisten terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam tanpa adanya perubahan –

perubuhan yang signifikan tanpa merusak alam sekitar.

1. Earthfriendly ( Ramah lingkungan ).

Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep green architecture

apabila bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak bersifat ramah

45

Page 46: MAKALAH TROPIS

terhadap lingkungan disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap lingkungan. Tetapi

juga menyangkut masalah pemakaian energi.Oleh karena itu bangunan berkonsep green

architecture mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan sekitar, energi dan aspek –

aspek pendukung lainnya.

1. High performance building.

Bangunan berkonsep green architecture mempunyai satu sifat yang tidak kalah

pentingnya dengan sifat – sifat lainnya. Sifat ini adalah “High performance building”.

Mengapa pada bangunan green architecture harus mempunyai sifat ini?. Salah satu

fungsinya ialah untuk meminimaliskan penggunaan energi dengan memenfaatkan energi

yang berasal dari alam ( Enrgy of nature ) dan dengan dipadukan dengan teknologi tinggi

( High technology performance ). Contohnya :

1).      Penggunaan panel surya ( Solar cell ) untuk memanfaatkan energi panas matahari

sebagai sumber pembangkit tenaga listrik rumahan.

2.)      Penggunaan material – material yang dapat di daur ulang, penggunaan konstruksi

– konstruksi maupun bentuk fisik dan fasad bangunan tersebut yang dapat mendukung

konsep green architecture. bangunan perkantoran yang menggunakan bentuk bangunan

untuk menyatakan symbol green architecture.

4.Beberapa contoh bangunan yang menggunkan konsep “GREEN ARCHITECTURE”.

1.) Healthy House ( Indonesia ).

46

Page 47: MAKALAH TROPIS

Salah satu prinsip Green Architecture adalah working with Climate (bekerjasama

dengan iklim). Wilayah Indonesia yang beriklim tropis dengan ciri-ciri udara panas-

lembab, curah hujan rata-rata cukup tinggi dan sinar matahari yang bersinar sepanjang

tahun, diperlukan penanganan khusus dalam merancang bangunan Healthy House pada

daerah tropis. Perencanaan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan ini akan

memperoleh hasil yang maksimal. Tidak jarang kita temui bangunan dibuat tanpa

memperhitungkan aspek iklim, misalnya dengan menggunakan dinding kaca

keseluruhan, padahal pantulan sinar dan panas matahari menambah panas dalam ruangan

2.) Architecture Design Kindergarten School ( Croatia ) .

kindergarden school Berdiri diatas sebidang tanah dengan luas 2300 m2 .s Sekolah ini

didirikan dengan sebuah konsep green architecture. Hal ini dapat dilihat dari bentuk dan

pengaturan sirkulasinya. Sekolah ini banyak mengambil ruang terbuka untuk mengambil

47

Page 48: MAKALAH TROPIS

sirkulasi udara alami dan memanfaatkan kaca – kaca sebagai pencahayaan alami melaui

sinar matahari.

3.) Gedung Perpustakaan Nasional Singapura

Gedung ini menggunakan teknik-teknik kinerja konsumsi energi yang rendah (Ir

Jimmy Priatman, M Arch. Perpustakaan Nasional Singapura dirancang sebagai state-of-

the art nya perpustakaan untuk di iklimtropis.Dibuka untuk umum di tahun 2005Terdiri

dari 16 lantai dengan luas tiap lantai kira-kira 58,000 m2 Kira-kira 6,000-8,000 m2

dirancang sebagai ‘green spaces.’ Kehadiran landskap yang teduh, telah mengurangi

temperatur permukaan bangunan. Panas diteruskan ke udara bebas, sehingga

meningkatkan kondisi termal dalam ruangan.

48

Page 49: MAKALAH TROPIS

Arsitektur tropis bangunan tinggi Ken Yeang / High Rise tropical Architecture of Ken

Yeang

[artikel khusus] astudioarchitect.com Arsitektur yang memperhatikan lingkungan

merupakan arsitektur masa depan, karena dalam arsitektur jenis ini akan didapatkan

penyelesaian yang baik untuk menanggapi iklim tanpa menggunakan lebih banyak

resource sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui seperti minyak bumi untuk

mempertahankan kondisi ideal bangunan, misalnya suhu, kelembaban, serta pencahayaan

dan penghawaan. Kali ini kita akan mempelajari arsitektur tropis untuk bangunan tingkat

tinggi yang dikembangkan oleh arsitek Ken Yeang, seorang arsitek kelahiran Malaysia

yang belajar di Inggris dan Amerika. Belum banyak arsitektur high rise yang

memperhatikan iklim tropis dan memberdayakannya dalam bangunan seperti Ken

Yeang, dan karena itu jenis arsitektur ini menjadi unik untuk dipelajari.

49

Page 50: MAKALAH TROPIS

Sebagaimana jenis arsitektur yang berkembang pada akhir abad 20, Menara Mesiniaga

dibuat dari konstruksi baja dan kaca yang prefabricated dan mempercepat masa

konstruksi. Memperhatikan iklim tropis, Yeang menempatkan tangga dan lift pada

bagian timur menara, dan ruang-ruang pada sisi barat yang dilindungi oleh kisi-kisi

penahan panas. Tujuannya agar sinar matahari pagi cukup maksimal dan cahaya sore

yang panas bisa ditahan oleh kisi-kisi tersebut.

Perhatian Yeang adalah pada hubungan antara lingkungan binaan (built environment)

dengan lingkungan alam yang diwujudkan dalam adaptasi terhadap cahaya matahari dan

angin melalui studi yang mendalam untuk mendapatkan bangunan tingkat tinggi dengan

pencahayaan dan penghawaan alami. Aliran udara dimasukkan dalam bangunan melalui

innercourt dan 'dinding angin' yang juga memasukkan cahaya alami.

Beberapa bagian bangunan yang berfungsi sebagai 'buffer' atau penahan untuk angin,

sinar matahari dan sebagainya diwujudkan dalam kisi-kisi, tabir, balkon, atau buffer

tanaman yang disarankan oleh Yeang dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan tropis.

50

Page 51: MAKALAH TROPIS

Konsep Ken Yeang tentang pencakar langit yang disebutnya 'Artificial Land in the Sky'

merupakan konsep pencakar langit (high rise building) yang dapat 'hidup' dan

beradaptasi dengan lingkungannya seperti halnya mahluk hidup. Struktur bangunan

berfungsi sebagai bingkai dan lantai-lantainya dapat berfungsi berbeda beda, seperti

menjadi taman bermain, mall, cafe atau yang lainnya. Konsep ini tak ubahnya seperti

mendefinisikan lantai-lantai pencakar langit menjadi seperti sebuah lahan kosong yang

bisa diisi berbagai fungsi seperti perumahan, taman, serta tempat-tempat komersial pada

umumnya.

"Bangunan akan harus didesain bukan sebagai sistem terbuka berenergi tinggi yang

polutan, tapi sebagai tiruan dari ekosistem urban yang berhubungan dengan imput,

output dan operasi didalam konteks tersebut dan membawa kapasitas ekosistem dalam

biosfer..."

Lingkungan binaan (built environment) akan berinteraksi dengan lingkungannya dalam

hubungan yang lebih organik dan alami, serta mengurangi dampak dari arsitektur yang

inorganik atau artifisial. Hal ini berarti, mendefinisikan kembali sistem-sistem dalam

bangunan tinggi yang selama ini banyak menggunakan sistem buatan seperti

penghawaan buatan (air conditioning/AC) menjadi penghawaan alami, melalui proses-

proses yang biasa didapatkan dari alam secara langsung.

51

Page 52: MAKALAH TROPIS

Hal ini bisa berarti membawa unsur tanaman hijau dalam lingkungan vertikal pencakar

langit, yaitu memberikan rasio perbandingan antara ruang yang inorganik dan organik

agar mencapai keseimbangan layaknya diatas tanah. Inilah yang disebut Ken Yeang

sebagai "Artificial Land in the Sky". Peniruan terhadap ekosistem ini bisa dianalogikan

seperti sarang semut diatas tanah yang dalam skala semut berarti adalah sebuah pencakar

langit. Analogi lainnya: seseorang yang memakai payung disaat hujan menerpa, yang

merupakan perlindungan terhadap variasi perubahan iklim eksternal, disebutnya sebagai

'cybernetic enclosural system'.

BANGUNAN DI SEPANJANG JALAN SUDIRMAN – THAMRIN

 

Jl. Sudirman                                                          Jl. M.H. Thamrin

Koridor Jl. Sudirman dan Jl. M.H. Thamrin merupakan satu jalur yang cukup

padat di Jakarta, karena kawasan ini merupakan kawasan sibuk sebagai pusat bisnis di

Jakarta. Sebagai kawasan bisnis jalur ini memiliki banyak sekali gedung-gedung

bertingkat dan highrise building. Dengan melalui jalur ini kita bisa mengamati

perkembangan arsitektur di kota Jakarta dari tahun 1950 an sampai 2000 an Desainnya

pun bermacam-macam, karena kawasan ini sudah berkembang cukup lama, dari Clasic

style sampai Modern style ada disini. Iklim tropis di kota Jakarta juga berpengaruh

terhadap desain rancangan gedung-gedung.

Ada beberapa gedung yang didesain dengan memperhatikan efek/ pengaruh cuaca

terhadap bangunannya, bisa terlihat dari beberapa gedung yang memiliki sunscreen,

fasade. Namun ada pula gedung-gedung yang bergaya modern yang menggunakan

material kaca sebagai lapisan terluar pada seluruh dinding gedung. Ada beberapa gedung

yang akan dibahas disini yang memperhatikan iklim tropis pada desain bangunannya.

52

Page 53: MAKALAH TROPIS

Gedung PNM di Jl. Jend. Sudirman merupakan salah satu gedung yang memperhatikan

iklim tropis di Jakarta. Gedung ini mengurangi intensitas sinar matahari yang cukup

tinggi yang masuk kedalam dengan menggunakan sunscreen pada jendela gedung.

Dengan menggunakan sunscreen sinar matahari yang masuk ke dalam

ruangan bisa di minimalisir sehingga suhu udara didalam ruangan pun menjadi tidak

tetrlalu panas dengan begitu pemakaiaan AC (Air Conditioner) pun tidak terlalu boros,

sehingga bisa menghemat energi.

 

53

Page 54: MAKALAH TROPIS

Hotel Niko & Wisma Nusantara juga merupakan salah satu gedung yang cukup

memperhatikan iklim tropis kota Jakarta dalam desainnya. Gedung Wisma Nusantara

karya arsitektur Jepang yang dibangun sekitar tahun 1963 – 1970 ini memiliki façade

bangunan ini didominasi dengan elemen Horisontal dan vertikal lewat permainan antara

jendela kaca dan dinding. Pada Hotel Niko menggunakan sunscreen yang berfungsi

sebagai pelindung dari sinar matahari yang masuk kedalam ruangan, sehingga suhu

didalam tidak terlalu panas akibat intensitas cahaya matahari di Jakarta yang cukup

tinggi pada siang hari. Pemakaian Kaca pada pada loby di bagian bawah gedung

memaksimalkan pemakaian penerangan alami pada siang hari, sehingga bisa menghemat

pemakaian energi.

   Gedung Intiland atau yang lebih dikenal dengan nama Wisma

Dharmala Sakti merupakan gedung tinggi yang sangat cocok untuk daerah tropis.

Gedung Karya Paul Rudolph yang dibangun 1984 – 1985 ini didesain gedung yang

sangat unik, permainan fasade yang sangat menarik dan artistik gedung ini memmilki

banyak kelebihan dlam kaitannya dengan iklim tropis.

Dengan pemanfaatan bidang-bidang miring pada fasade yang berfungsi sebagai canopi

dan sunlouver (perisai matahari) membuat udara di dalam ruangan tidak panas serta

adanya void di tengah-tengah gedung membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik.

Dengan adanya tanaman rambat yang hijau membuat atmosfer udara yang sejuk di

sekitar bangunan.

54

Page 55: MAKALAH TROPIS

Gedung Skyline Building yang terletak di Jl. M.H. Thamrin juga

merupakan gedung yang cukup memperhatikan iklim tropis kota Jakarta dalam

desainnya. Gedung ini memiliki façade bangunan ini didominasi dengan elemen

Horisontal dan vertikal lewat permainan antara jendela kaca dan dinding. fasade-fasade

di setiap lantainya berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari yang masuk kedalam

ruangan, sehingga suhu didalam tidak terlalu panas akibat intensitas cahaya matahari di

Jakarta yang cukup tinggi pada siang hari. Fasade ini juga berfungsi sebagai teritisan

ketika musim hujan.

55

Page 56: MAKALAH TROPIS

 

Gedung Unika Atmajaya juga merupakan gedung yang cukup memperhatikan

iklim tropis kota Jakarta dalam desainnya. Gedung yang dibangun tahun 1970-an ini

memiliki atap limasan yang merupakan ciri khas atap di daerah tropis. Disetiap lantai

gedung ini juga memiliki teras/ balkon yang berfungsi sebagai penghubung antara

ruangan dalam dan ruangan luar yang terbuka. Dengan adanya teras ini pertukaran udara

menjadi sangat baik, sehingga suhu udara yang panas didalam ruangan bisa dikurangi.

  

Gedung Bank Indonesia dengan desain

arsitekurnya yang sangat Indonesia sekali dengan atap limasan, serta banyak bukaan-

bukaan jendela. Dengan permainan fasade gedung ini yang menggunakan sunlouver

sebagai bagian pendukung kenyamanan pada kondisi tropis terhadap pengguna didalam

gedung ini.

Gedung BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) menggunakan material sunlouver

(perisai matahari) sebagai lapisan terluar gedungnya.

56

Page 57: MAKALAH TROPIS

  Gedung BAWASLU (Badan Pengawas

Pemilu) menggunakan material sunlouver (perisai matahari) sebagai lapisan terluar

gedungnya. Dengan begitu sinar matahari yang akan masuk kedalam ruangngan melalui

jendela akan terhalang oleh partisi-partisi yang ada, sehingga hanya sebagian sinar

matahari saja yang masuk kedalam ruangan.

Gedung Grand Indonesia merupakan

gedung lama yang sudah mengalami renovasi. Penggunaan sunscreen pada fasade

bangunan menghalangi sinar matahari yang masuk kedalam gedung. Dengan view

gedung yang mengadap ke bundaran HI, tingkat kebisingan gedung ini pasti sangat

tinggi, ini disiasati denggan menggunakan material kaca.

 Selain penerapan arsitektur tropis dalam desain bangunan/ gedung, Arsitektur

tropis jiga diterapkan dalam infrastruktur di koridor Sudirman – Thamrin. Seperti

halnyanya di kota-kota besar di negara tropis lainya, koridor ini juga memiliki jalur

hijau. Lebar jalur hijau di kawasan ini sekitar ± 3 meter, dengan adanya jalur hijau

suasana kota menjadi lebih segar dan sebagai daerah resapan air.

57

Page 58: MAKALAH TROPIS

             

Selain gedung-gedung yang memperhatikan iklim tropis dalam desainnya, ada juga

gedung-gedung modern yang lapisan terluar gedungnya menggunakan material kaca

selain bahan ini ringan juga dinilai lebih modern. Namun dengan demukian membuat

atmosfer di sekitar gedung menjadi lebih panas dan juga meninggkatkan pemanasan

global (global warming).

             

58

Page 59: MAKALAH TROPIS

BAB VI. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari penelitian yang telah penulis lakukan, penulis bisa menarik simpulan. Iklim mempengaruhi dalam menentukan gaya arsitektur rumah tinggal. Pengaruh iklim tropis Indonesia terhadap gaya arsitektur rumah tinggal memunculkan kriteria- kriteria arsitektur rumah tinggal di daerah beriklim tropis. Kriteria-kriteria arsitektur tersebut antara lain rumah tinggal di daerah beriklim tropis harus memperhatikan lebih banyak daerah bukaan dan harus ramah serta sesuai dengan alam. Gaya arsitektur rumah tinggal yang sesuai dengan iklim tropis Indonesia adalah gaya arsitektur rumah tropis. Gaya arsitektur rumah tropis sangat memperhatikan keadaan alam yang menjadi ciri dari iklim tropis sehingga gaya arsitektur ini baik diterapkan di Indonesia

59

Page 60: MAKALAH TROPIS

DAFTAR PUSTAKA

http://www.astudioarchitect. Konsep Arsitektur Tropis – disertai artikel dalam Koran

Sindo

http://www.astudioarchitect.com/2009/01/konsep-arsitektur-tropis-

disertai.html#ixzz2z5qj1ahh

http://fmrnainggolan.blogspot.co.id/2012/05/pemakaian-smart-material-untuk-iklim.html

http://www.google.com,

http://www.cetak.kompas.com

http://www.wismanusantara.com

http://www.dev5.arsenadevelopment.com

http://www.studioarcihtecture.com

60