Makalah tokoh sosiologi

  • View
    819

  • Download
    90

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah tokoh-tokh sosiologi

Text of Makalah tokoh sosiologi

Oleh :Nama : Bagus RidhaniKelas : X1SMAN 1 BARABAI2015

2

KATA PENGANTARPuji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya sehinnga dapat menyelesaikan tugas makalah sosiologi yang berjudulTokoh-Tokoh Sosiologi ini.Saya menyadari, penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, serta masih banyak kekurangan. Saya mohon kritik dan saran dari teman-teman semua agar makalah ini menjadi lebih sempurna.Saya mengucapkan terima kasih kepada Guru mata pelajaran Sosiologi atas bimbingannya, dan juga kepada teman-teman yang terlibat didalamnya, sehingga makalah ini bisa tersusun.Akhirnya, Saya berharap, makalah ini bisa bermanfaat bagi saya sendiri ataupun semua pihak yang memerlukan.

DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR.....iDAFTAR ISI...... iiBAB I PENDAHULUAN. 11.1Latar Belakang Masalah..... 11.2Rumusan Masalah.................................................................... 11.3Tujuan Penulisan .....................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.... 22.1Karl Max .................................................................................22.1.1Teori Karl Max............................................................... 32.1.2Analisa Karl Max Tentang Kapitalisme............................ 42.2Ferdinan Tonnies ................................................................... 82.2.1Teori Ferdinan Tonnies ..................................... 92.3. Talcot Parsons ...................................................................... 132.3.1 Teori Talcot Parsons 16

BAB III PENUTUP.. 223.1Kesimpulan ............................................................................ 22DAFTAR PUSTAKA.... 23

23

BAB IPENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang MasalahSosiologi merupakan suatu ilmu yang telah melalui proses perkembangan pemikiran filosofi danempirical-histories.Fenomena sosial yang terjadi di Eropa Barat antara abad ke-15 hingga abad ke-18 merupakan latar belakang yang sangat mempengaruhi perkembangan sosiologi. Sosiologi dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang memiliki banyak pengertian dikarenakan sangat banyak masalah sosiologi yang ada di masyarakat.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Suatu pandangan dan pemahaman yang digagas oleh pakar sosiologi pada jaman tertentu, akan mendapat kritikan dan pembaharuan oleh pakar sosiologi pada jaman berikutnya, tergantung dari situasi sosial dan politk pada jamannya, dengan menjadikan pandangan yang dahulu sebagai titik tolak untuk mendapatkan gagasan baru.

1.2Rumusan Masalaha.siapa sajakah tokoh tokoh yang berperan dalam teori teori sosiologi ?b. bagaimana mereka bisa mencetuskan teori tersebut ?

1.3Tujuan Penulisana. Untuk lebih mengetahui biografi para ahli sosiologib. Untuk Memahami apa yang di fikirkan para ahli tersebutc. Untuk Mengetahui tentang makna teori teori tersebut

BAB IIPEMBAHASAN2.1 Karl MaxKarl Marx lahir di Trier, sebuah kota di Jerman, dekat perbatasan dengan Prancis di tahun 1818. lahir setelah perang Napoleon, dan setahun setelah David Ricardo meluncurkan bukunya The Principles of Political Economy. Dia merupakan pendiri Idiologi komunis yang sekaligus merupakan seorang teoritikus besar kapitalisme. Bukan hanya sekedar ekonom, namun juga seorang philosopis, sosiologis, dan seorang revolusionir. Merupakan seorang profesor dalam berbagai ide yang Revolusioner, yang menginspirasi pemikir-pemikir lainnya. Setelah menyelesaikan gelar Ph. D dalam filsafat pada tahun 1841 di Bonn, Berlin, dan Jena. Maka dari sinilah karier Marx dimulai. Pemikiran Karl Marx merupakan adopsi antara filsafat Hegel, French, dan tentunya pemikiran dari David Ricardo (pemikir teori ekonom klasik). Analisa Karl Marx tentang kapitalisme merupakan aplikasi dari teori yang dikembangkan oleh G.W.F Hegel, dimana teorinya berpendapat juka,sejarah berproses melalui serangkaian situasi dimana sebuah ide yang diterima akan eksis, tesis. Namun segea akan berkontradiksi dengan oposisinya, antitesis. Yang kemudian melahirkanlah antitesis, kejadian ini akan terus berulang, sehingga konflik-konflik tersebut akan meniadakan segala hal yang berproses menjdai lebih baik.Karl Marx beserta teman dekatnya, yakni Friedrich Engles (1820-1895) menuliskan sebuah buku Das Kapital, yang isinya kurang lebih tentang bagaimana ekonomi sosial atau komunis diorganisasikan. Yang kemudian disusul buku The Communist Manifesto (1848) yang berisikan daftar singkat karakter alamiah komunis. Dimana suprastruktur yang berfungsi untuk menjaga relasi produksi yang dipengaruhi oleh historis (seni, literatur, musik, filsafat, hukum, agama, dan bentuk budaya lai yang diterima oleh masyarakat). Prinsip-prinsip komunis modern dalam bukunya tersebut antara lan :1. pengahapusan kekayaan tanah dan menerapkan sewa tanah bagi tujuan-tujuan publik.2. pengenaan pajak pendapat (tax income) yang bertingkat.3. pengapusan seluruh hak-hak warisan.4. penarikan kekayaan seluruh emigran dan para penjahat atau pemberontak.5. sentralisasi kredit pada negara melalui bank nasional dengan modal negara dan monopoli yang bersifat eksklusif.6. sentralisasi alat-alat komunikasi, dan transportasi di tangan negara.7. perluasan pabrik dan alat-alat produksi yang dimilki oleh negara, menggarap tanah yang tanah, dan meningkatkan guna tanah yang sesuai dengan perencanaan umum.Karl Marx percaya dalam kapitalisme, terjadi keterasinagan (alienasi) manusia dari dirinya sendiri. Kekayaan pribadi dan pasar menurutnya tidak memberikan nilai dan arti pada semua yang mereka rasakan sehingga mengasingkan manusia, manusia dari diri mereka sendiri. Hasil keberadaan pasar, khususnya pasar tenaga kerja menjauhkan kemampuan manusia untuk memperoleh kebahagiaan sejati, karena dia menjauhkan cinta dan persahabatan. Dia berpendepat bahwa dalam ekonomi klasik, menerima pasar tanpa memperhatikan kekayaan pribadi, dan pengaruh kebradaan pasar pada manusia. Sehingga sangat penting untuk mengetahui hubungan antra kekayaan pribadi, ketamakan, pemisahan buruh, modal dan kekayaan tanah, antara pertukaran dengan kompetisi, nilai dan devaluasi manusia, monopoli dan kompetisi dan lain-lain. Fokus kritiknya terhadap ekonomi klasik adalah tidak memepertimbangkan kekuatan produksi akan meruntuhkan hubungan produksi.

2.1.1 Teori Karl MarxHasil dari teori historis Karl Marx pada masyarakat antara lain : masyarakat feudalisme, dimana faktor-faktor produksi berupa tanah pertanian dikuasai oleh tuan-tuan tanah. Pada masa kapitalisme hubunganantara kekuatan dan relasi prodksi akan berlangsung, namunkarena terjadi peningkatan output dan kegiatanekonomi, sebagaimana feudalisme juga mengandung benih kehancurannya, maka kapitalismepun akan hancur dan digantikan dengan masyarakat sosialise. Masa sosialisme dimana relasi produksi mengikuti kapitalisme masih mengandung sisa-sisa kapitlisme. Pada masa komunisme, manusia tidak didorong untuk bekerja dengan intensif uang atau materi.Menurut Karl Marx dalam komoditas dan kelas dapat dibagi menjadi dua kelas, yaitu:1. kaum kapitalis (borjuis) yang memiliki alat-alat produksi.2. Kaum buruh (proletar) yang tidak memiliki alat-alat produksi, ruang kerja, maupun bahan-bahan produksi.Teori historis dari Karl Marx mencoba menerapkan nya ke dalam masyarakat, dengan meneliti antara kekuatan dan relasi produksi. Dimana nantinya akan terjadi sebuah kontradiksi, yang berakibat perubahan kekuatan produksi dari penggilingan tangan pada sistem feodal menjadi penggilingan uap pada sistem kapitalisme. Menurutnya satu-satunya biaya sosial untuk memproduksi barang adalah buruh.

2.1.2 Analisa Karl Marx Tentang KapitalismeKarl marx adalah salah satu penentang ekonomi kapitalis memunculkan akibat social yang tidak diinginkan dan sebagai pertentangan pada kapitalisme menjadi lebih nyata dari waktu ke waktu. Kritik karl marx ini tertuang pada hukum Karl Marx tentang kapitalisme, yang berisi tentang :

1. Surplus pengangguranPada konsep tentang surplus pengangguran ini, Karl Marx berpendapat bahwa selalu terjadi kelebihan penawaran tenaga kerja yang erdampak pada penekanan tingkat upah sehingga menjadi surplus value dan keuntungan tetap bernilai positif. Karl Marx melihat ada 2 faktor penyebab terjadinya surplus tenaga kerja ini. Pertama, yaituDirect Recruitmentyang terjadi akibat penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin produksi. Kedua,Indirect Recruitmentyang terjadi akibat adanya anggota baru tenaga kerja yang memasuki pasar tenaga kerja.

2. Penurunan tingkat keuntunganDalam model Karl Marx dirumuskan bahwa tingkat keuntungan (P) mempunyai hubungan positif dengan tingkat surplus Value (S) dan mempunyai hubungan negative dengan organic komposition of capita (Q).P=S(1-Q)Dengan asumsi bahwa surpus value dipertahankan untuk tidak berubah. Setiap kenaikan dalam organic composition of capital akan menghasilkan penurunan pada tingkat keuntungan, melalui mekanisme sebagai berikut.Menurut Karl Marx ada pengaruh yang kuat para kapitalis untuk menghimpun modal. Penghimpunan modal ini berarti bahwa aka nada lebih banya fariabel modal yang digunakan untuk menambah tenaga kerja, sehingga akan menaikkan upah dan akan mengurangi tingkat pengangguran. Tingkat surplus value akan mengalami penurunan sebagai akibat dari naiknya upah, begitu juga tingkat laba juga akan turun. Para kapitalis akan bereaksi dengan mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin dengan menambah organic composition of capital. Jika tingkat surplus value dipertahankan untuk tidak berubah maka kenaikan pada organic composition of capital akan mendorong tingkat keuntungan pada level yang lebih rendah.

3. Krisis BisnisPada konteks krisis bisnis (depresi), Karl Marx berpendapat bahwa adanya perubahan orientasi atau tujuan dari proses produksi dari tujuan nilai guna pada zaman ekonomi barter berubah menjadi tujuan nilai tukar dan keuntungan saat dibawah kapitalisme, menyebabkan terjadinya fluktuasi