makalah tbc

  • View
    65

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

farmakologi

Text of makalah tbc

MAKALAH FARMAKOLOGITUBERKULOSISDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Farmakologi II

Vika Septideyani(11 01 01 097)

Dosen PengampuSari Meisyayati, M.Si., Apt.

PRODI S1 REGULER B SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASIBHAKTI PERTIWIPALEMBANG2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi kekuatan dan kesempatan kepada kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan waktu yang di harapkan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, dimana makalah ini membahas tentangTuberkulosisdan kiranya makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan kita khususnya tentang bagaimana dan apa bahaya dari penyakitTuberkulosis.Dengan adanya makalah ini, mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan minat baca dan belajar teman-teman. Selain itu kami juga berharap semua dapat mengetahui dan memahami tentang materi ini, karena akan meningkatkan mutu individu kita. Kami sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangatminim, sehingga saran dari dosen pengajar serta kritikan dari semua pihak masih kami harapkan demi perbaikan laporan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.

Palembang, 27 Oktober 2013Penyusun,

Vika Septideyani

DAFTAR ISI

CoverKata Pengantar..................................................................................................iiDaftar Isi............................................................................................................iiiBAB I PENDAHULUANa. Latar Belakang.............................................................................................1b. Rumusan Masalah.........................................................................................1c. Tujuan Penulisan.........................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKAa. Definisi.........................................................................................................3b. Etiologi.........................................................................................................6c. Tanda atau Gejala TBC.................................................................................6d. Cara Penularan..............................................................................................8e. Cara Diagnosis TBC.....................................................................................9f. Pengobatan...................................................................................................11g. Pencegahan...................................................................................................19BAB III PENUTUPa. Kesimpulan...................................................................................................20b. Saran.............................................................................................................20DAFTAR PUSTAKA

i

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tuberkulosis (TBC atau TB)adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2009 menyatakan jumlah penderita Tuberkulosis di Indonesia sekitar 429 ribu orang. Lima negara dengan jumlah terbesar kasus insiden pada tahun 2009 adalah India, Cina, Afrika Selatan, Nigeria dan Indonesia. Di Indonesia, masih banyak masyarakat beranggapan bahwa TB merupakan penyakit keturunan yang disebabkan kutukan atau guna-guna. Sehingga pasien yang terkena kuman TB dikucilkan dalam lingkungan sosial. Penyakit TB dapat menyerang siapa saja baik itu tua, muda, laki-laki dan perempuan.Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBCparu, dan setiap dua menitmuncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empatmenit sekali satu orangmeninggal akibat TBC di Indonesia.Kenyataan mengenai penyakit TBC diIndonesia begitu mengkhawatirkan, sehingga kita harus waspada sejak dini & mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC.

1.2. Rumusan MasalahAdapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:a. Apa itu penyakit TBC?b. Bagaimana etilogi penyakit TBC itu?c. Bagaimana tanda atau gejala bagi penderita yang terkena TBC?d. Bagaimana cara penularannya?e. Bagaimana mendiagnosa penderita yang terkena TBC?f. Bagaimana pengobatan untuk para penderita TBC?g. Bagaimana cara penanggulangan/pencegahan dari penyakit TBC?

1.3. Tujuan Penulisana. Untuk mengetahui apa itu penyakit TBC.b. Untuk mengetahui etiologi penyakit TBC.c. Untuk mengetahui tanda atau gejala-gejala TBC.d. Untuk mengetahui cara penularan TBC.e. Untuk mengetahui cara diagnosa TBC pada penderita.f. Untuk mengetahui cara pengobatan kepada penderita TBC.g. Untuk mengetahui cara penanggulangan/pencegahan dari TBC.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. DefinisiTuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada paru yang disebabkan olehMycobacterium tuberculosis, yang masih keluarga besar mycobacterium merupakan bakteri tahan asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi, dapat hidup terutama di paru / berbagai organ tubuh lainnya yang bertekanan parsial tinggi seperti kulit, kelenjar limfe, tulang, dan selaput otak.Diantara lebih dari 30 buah, hanya tiga yang dikenal bermasalah dengan kesehatan masyarakat, yaitu Mycobacterium bovis, Mycobacterium laprae dan Mycobacterium tuberculosis.Faktor resiko pemyakit tuberkulosis paru saling berikatan satu sama lainnya. Berbagai faktor resiko dapat dikelompokkan menjadi duakelompok besar yaitu:a. Faktor resiko karakteristik pendudukKejadian penyakit tuberkulosis paru merupakan hasil interaksi antara komponen lingkungan yakni udara yang mengandung basil tuberkulosis, dengan masyarakat serta dipengaruhi berbagai faktor variabel yang mempengaruhinya. Variabel pada masyarakat secara umum dikenal sebagai variabel kependudukan. Banyak variabel kependudukan yang memiliki peran dalam timbulnya atau kejadian penyakit tuberkulosis paru, yaitu:1) Jenis KelaminDari catatan statistik meski tidak selamanya konsisten, mayoritas penderita tuberkulosis paru adalah wanita, hal ini masih perlu penyelidikan dan penelitian lebih lanjut, baik pada tingkat behavioural, tingkat kejiwaan, sistem pertahanan tubuh, maupun tingkat molekuler. Untuk sementara, diduga jenis kelamin wanita merupakan factor resiko yang masih memerlukan evidence pada masing-masing wilayah sebagai dasar pengendalian atau dasar manajemen.

2) UmurVariabel umur berperan dalam kejadian penyakit tuberkulosis paru, resiko untuk mendapatkan panyakit tuberkulosis paru dapat dikatakan seperti kurva normal terbalik, yakni tinggi ketika awalnya, menurun karena diatas 2 tahun hingga dewasa memiliki daya tangkal terhadap tuberkulosis paru dengan baik. Puncaknya tentu dewasa muda dan menurun kembali ketika seseorang atau kelompok menjelang tua. Namun di Indonesia diperkirakan 75% penderita tuberkulosis paru adalah usia produktif 15 sampai 50 tahun.Kekuatan untuk melawan infeksi adalah tergantung pertahanan tubuh dan ini sangat dipengaruhi oleh umur penderita. Pada awal pertahanan tubuh sangat lemah dan akan meningkat secara perlahan sampai umur 10 tahun, setelah masa pubertas pertahanan tubuh lebih baik dalam mencegah penyebaran infeksi melalui darah, tetapi lemah dalam mencegah penyebaran infeksi di paru. Tingkat umur penderita dapat mempengaruhi kerja obat, karena metabolisme obat dan fungsi organ tubuh kurang efisien pada bayi dan orangtua, sehingga dapat menimbulkan efek yang lebih kuat dan panjang pada kedua kelompok umur ini.

3) Status giziStatus gizi merupakan variabel yang sangat berperan dalam timbulnya kejadian tuberkulosis paru. Tetapi hal ini masih dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lainnya seperti ada tidaknya kuman TBC pada paru. Karena kuman TBC merupakan kuman yang daoat tidur bertahun-tahun dan apabila memiliki kesempatan bangun dan menimbulkan penyakit maka timbullah kejadian penyakit tuberkulosis paru. Oleh sebab itu salah satu upaya untuk menangkalnya adalah status gizi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan status gizi kurang mempunyai resiko 3,7 kali untuk menderita tuberkulosis paru berat dibandingkan dengan orang yang status gizinya cukup atau lebih. Kekurangan gizi pada seseorang akan berpengaruh terhadap kekuatan daya tahan tubuh dan respon immunologic terhadap penyakit.

4) Kondisi sosial ekonomiKeadaan sosial ekonomi berkaitan erat dengan pendidikan, keadaan sanitasi lingkungan, gizi dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Penurunan pendapatan dapat menyebabkan kurangnya kemampuan daya beli dalam memenuhi konsumsi makanan sehingga akan berpengaruh terhadap status gizi. Apabila status gizi buruk maka akan menyebabkan kekebalan tubuh yang menurun sehingga memudahkan terkena infeksi tuberkulosis paru.WHO (2003) menyebutkan penderita tuberkulosis paru di dunia menyerang kelompok sosial ekonomi lemah atau miskin. Walaupun tidak berhubungan secara langsung namun dapat merupakan penyebab tidak langsung seperti adanya kondisi gizi memburuk, perumahan tidak sehat dan akses terhadap pelayanan kesehatan juga menurun kemampuannya.

5) Kebiasaan merokokMerokok diketahui mempunyai hubungan dengan meningkatkan resiko untuk mendapatkan kanker paru-paru, penyakit jantung koroner, bronchitis kronik dan kanker kandung kemih. Kebiasaan merokok meningkatkan resiko untuk terkena tuberkulosis paru sebanyak 2,2 kali.

b. Faktor resiko lingkungan penduduk1) Kepadatan hunianLuas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni didalamnya, artinya luas lantai bangunan rumah tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya agar tidak menyebabkan overload. Hal ini tida