Makalah Studi Kelayakan Bisnis Bab 3

  • Published on
    09-Dec-2015

  • View
    43

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

studi kelayakan bisnis

Transcript

MAKALAH STUDI KELAYAKAN BISNISAspek Teknis dan Teknologi

Nama Kelompok 2:1. Tri Adiyanto2012-12-1572. Sifa Fauziah2012-12-1633. Nurin nandhi fathin2012-12-164

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS MURIA KUDUS2014

Kata Pengantar

Alhamdulillah, puji syukur senantiasa penulis ucapkan atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayah-NYA sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul Aspek Teknis dan Teknologi tanpa menemui hambatan yang berarti.Makalah ini disusun agar pembaca dapat menambah ilmu tentang Aspek Teknis dan Teknologi dalam Studi Kelayakan Bisnis. Makalah ini kami sajikan bersumber dari pembacaan buku studi kelayakan bisnis dan sumber lainnya.Dalam penyusunan makalah ini kami menemui banyak hambatan. Baik yang datang dari penyusun maupun hambatan dari luar. Namun dengan usaha dan kesabaran serta pertolongan Allah swt kami dapat menyusun makalah ini.Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu Kami sangat mengharapkan berbagai masukan-masukan yang berupa kritikan maupun saran demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.

Kudus, Maret 2014

Penulis

DAFTAR ISIKata PengantariDaftar IsiiiBAB I Pendahuluan1A. Latar belakang masalah1B. Tujuan1

BAB II Pembahasan2A. Masalah Manajemen Operasional13B. ABAB III Penutup14Kesimpulan14Daftar Pustaka

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHAspek teknis merupakan aspek yang berkenaan dengan pengoperasian dan proses pembangunan proyek secara teknis setelah proyek/bisnis tersebut selesai dibangun/didirikan. Berdasarkan analisis ini pula dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi termasuk start up cost/pra operasional proyek yang akan dilaksanakan.Studi aspek teknis dan teknologi akan mengungkapkan kebutuhan apa yang diperlukan dan bagaimana secara teknis proses produksi akan dilaksanakan. Untuk bisnis industri manufaktur, misalnya, perlu dikaji mengenai kapasitas produksi, jenis teknologi yang dipakai, pemakaian peralatan dan mesin, lokasi pabrik, dan tata-letak pabrik yang paling menguntungkan. lalu dari kesimpulan itu, dapat dibuat rencana jumlah biaya pengadaan harta tetapnya.

B. TUJUAN PENULISANTujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :1. Untuk memenuhi syarat tugas studi kelayakan bisnis.2. Untuk mengetahui lebih dalam aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis.

BAB IIPEMBAHASAN

A. PRA SYARAT DALAM ASPEK TEKNIS DAN TEGNO LOGISebelum memasuki Aspek Teknis dan Teknologis suatu usaha / proyek haruslah melalui proses analisis Pasar dan Pemasaran terlebih dahulu karena Aspek tersebut merupakan dasar untuk pelaksanaan Aspek - aspek lainnya. Ada beberapa pertimbangan utama yang diperleh dari Aspek Pasar dan Pemasaran yaitu dari sisi Penawaran, Permintaan, Pasar, Strategis dan Sisi perencanaan Strategis. Setelah semua pertimabngan tersebut telah dilalui barulah dapat memasuki Aspek Berikutnya yaitu Aspek Teknis dan Tegnologis.Dalam Aspek Teknis dan Tegnologis terdapat satu tujuan utama yaitu untuk meyakinkan pihak yang terkait apakah secara teknis dan pilihan teknologi suatu rencana bisnis akan terlaksana secara layak atau tidak, baik saat pembangunan proyek maupun operasional secara rutin. Studi Aspek Teknis dan teknologi dalam makalah ini meliputi beberapa hal, diantaranya : Penentuan strategi produksi , dan perencanaan produk. Proses pemilihan teknologi untuk produksi. Penentuan kapasitas produksi yang optimal. Letak pabrik dan layoutnya, dan tata letak usaha dan layoutnya. Rencana operasianal dalam hal jumlah produksi. Rencana pengendalian persediaan bahan baku dan barang jadi. Dan, Pengawasan kualitas produk, baik dalam bentuk barang ataupun jasaB. Masalah Manajemen OperasionalManajemen operasional adalah suatu fungsi atau kegiatan manajemen yang meliputi perancanaan, organisasi staffing, koordinasi, pengarahan, dan pengawasan terhadap operasi perusahaan. Operasi ini merupakan suatu kegiatan ( didalam perusahaan ) untuk mengubah masukan menjadi keluaran, sehingga keluarannya akan lebih bermanfaat dari masukannya. Keluaran tersebut dapat berupa barang dan / atau jasa. Tugas menajemen di perusahaan adalah untuk mendukung manajemen dalam rangka pengambilan keputusan masalah-masalah produksi/operasi. Ada tiga masalah pokok yang dihadapi perusahaan, yaitu:1. Masalah penentuan posisi perusahaan.penetuuan posisi perusahaan dalam masyarakat bertujuan agar keberadaan perusahaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan dapat dijalankan secara ekonomis, efektif dan efsien.2. Masalah desain. Masalah desain akan mencakupo perancangan fasilitas operasi yang akan digunakan. Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya dilakukan pengambilan keputusan di bidang rancang bangun ( design ) . Untuk proses manufaktur yang menghasilkan barang, keputusan ini antara lain meliputi; perencanaan letak pabrik, proses operasi, teknologi yang digunakan, rencana kapasitas mesin yang akan dipakai, perencanaan bangunan, tata-letak ( layout ) ruangan, dan linkungan kerja.3. Masalah operasional. Masalah operasional timbul biasanya pada saat proses produksi sudah berjalan. Untuk proses manufaktur yang menghasilkan barang, keputusan terhadap masalah operasional ini antara lain : rencana produksi, rencana persediaan bahan baku, penjadwalan kerja pegawai, pengawasan kualitas dan pengawasan biaya produksi.C. Masalah Proses Produksi dan OperasiPersoalan-persoalan dalam proses prosduksi/operasi ternyata cukup banyak dan kompleks. Namun, Persoalan-persoalan itu akan dipilah-pilah, dan disesuaikan dalam studi kelayakan bisnis. Untuk Proses manufaktur, persoalan persoalan dalam proses tersebut dikelompokan sesuai dengan masalah manajemen operasional diatas, sebagai berikut: Kelompok Masalah Posisi Perusahaan, persoalan-persoalan utamanya adalah:1. Pemilihan Startegi Produksi Agar barang/jasa yang diproduksi akan memenuhi kebutuhan konsumen, biasanya didahului dengan suatu kegiatan penelitian pasar dan pemasaran. Dari masukan penelitian pasar dan pemasran ini, berikutnya akan ditetapkan macam-macam produk yang menjadi alternatif untuk dibuat, selanjutnya akan dikaji pula kaitanya dengan aspek-aspek yang lain, seperti aspek keuangan dan seterusnya.2. Pemilihan dan Perencanaan ProdukSetelah beberapa alternatif ide produk tersaring,selanjutnya akan dikaji produk (beberapa produk) apa yang menjadi prioritas untuk diproduksi. Biasanya, untuk menetapkan produk (produk-produk) tersebut akan dilakukan melalui tahapa-tahapan pekerjaan , tahapan itu meliptuti :a. Penentuan Ide Produk dan SeleksiPasa intinya, aspek pasar dan pemasaran untuk mengetahui apakah ide-ide produk diperkirakan untuk mengetahui apakah perusahaan mampu membuat produk tersebut dengan segala sumber daya yang dimilikinya. Sedangkan untuk aspek keuangan, adalah meniliai apakah produk tersebut jika dihasilkan akan mendatangkan keuntungan yang sesuai dengan harapan. b. Pembuatan Desain Produk AwalDalam produksi barang, gambaran desain awal akan lebih jelas bila dibandingkan dengan produk jasa. Dalam membuat desain produk awal ini, hendaknya dipertimbangkan hal-hal seperti: manfaat produk yang akan dibuat, fungsi yang hendaknya dimiliki barang agar menunjang manfaat-manfaatnya, desain, seni, dan estitika barang yang akan diproduksi. Desain produk awal ini akan ditindaklanjuti menjadi produk yang lebih mnedekati sebenarnya.c. Pembuatan Prototip dan PengujianPrototip adalah produk yang dibuat sebagai produk percobaan sebelum produk dibuat secara besar-besaran. Ia berguna untuk menilai kemampuan produk agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.Semetara itu, pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah prototip ini sudah dapat diimplementasikan atau belum. Jika belum, masih dapat diperbaiki lagi, lalu diuji lagi dan seterusnya sehingga prototip ini sesuai dengan harapan. Akhirnya, terciptalah desain produk akhir yang siap unutk diimplementasikan.d. ImplementasiTahap ini mecoba untuk menilai apakah produk yang sudah diproduksi dan ditawarkan di pasar memiliki masa depan yang baik.3. Perencanaan KualitasKualitas produk merupakan hal penting bagi konsumen. Perusahaan hendaknya menentukan suatu tolak ukur rencana kualitas produk dari tiap dimensu kualitasnya. Dimensi kualitas produk dapat dipapaekan berikut ini:a. Produk Berupa barang Menurut david garvin, yang dikutip Vincent Gaspersz, menentukan dimensi kualitas barang dapat dilkakukan melalui delapan dimensi seperti berikut ini: Performance, hal ini berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karateristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut Features, yaitu aspek performasi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangnya. Reliablility, hal yang berkaitan dengan probablitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula. Confermance, hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan pada keinginan pelanggan. Durability, yaitu suatu refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang. Serviceability, yaitu karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, kompentensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang Aesthetics, merupakan karakteristik yang bersifat subjektif mengenai hal-hal estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari prefensi individual. Fit and finish, suatu sifat subjektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagia produk yang berkualitas.b. Produk Jasa/ ServisZeithaml et. al. mengemukakan lima dimensi dalam menentukan kualitas jasa, yaitu : Reliability, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan. Responsiveness, yaitu respon atau kesi